Rabu, 11 Desember 2013

Vaseline Healthy Sunblock

Hai..
Sunblock adalah benda yang sangat penting untuk saya. Orang-orang suka nyinyir kalau saya pakai sunblock. Mereka bilang "Ngapain takut item? Kayak kulitmu putih aja"

Bukan masalah kulit gelap yang saya takuti. Saya justru suka kulit yang berwarna tan atau agak gelap, menurut saya eksotis. Yang saya takutkan hanyalah sinar UV, terutama UV A. Sinar UV sekarang makin ganas. Jika cuaca sedang cerah & saya di luar rumah jam 12 - 2 siang, terasa banget galaknya sinar matahari. Di Semarang, biasanya mencapai 35 - 37 oC, pernah juga 40 saat musim kemarau. Rasanya kayak di dalam mesin penetas telur, hahaha..

UV A itu bahaya banget, bisa menyebabkan kulit mengalami penuaan dini. Kulit jadi kusam, kering, bisa timbul kerutan dan flek-flek meskipun masih muda. Dan yang lebih bahaya lagi, bisa menyebabkan kanker kulit. UV A juga bisa menyerap ke kulit lebih dalam daripada UV B. 



Sinar UV B dikenal menyebabkan sunburn, jika sudah kena sunburn rasanya perih banget. Kulit memerah lalu lama-lama jadi gosong & kering.  Dulu dikatakan bahwa kulit gelap lebih aman dari sunburn. Kulit gelap berarti mengandung banyak pigmen melanin, yang sifatnya melindungi kulit dari sunburn. Tapi hasil-hasil penelitian sekarang banyak yang menyatakan bahwa sebenarnya semua orang bisa mengalami sunburn, apapun warna kulitnya.

Nah kan.. orang Afrika saja masih bisa mengalami sunburn, meskipun persentasenya kecil



Kulit saya yang tipe 3. Makanya saya sangat butuh sunblock. Untuk muka, saya suka pakai Parasol (reviewnya di sini).Satu-satunya sunblock badan yang terjangkau untuk saya & water resistant adalah Vaseline Healthy Sunblock. Selain itu, mengandung SPF 30 & broad spectrum sunscreen PA++. Ini dia..


 


  • Harga : Rp 26.000 - 29.000 isi 100 ml. Beda toko beda harga, saya biasanya beli di Indomaret. Tiap Indomaret pun harganya beda-beda 
  • Warna : putih, jika dioles ke kulit akan meninggalkan sedikit white cast. White cast-nya juga nempel di tali jam tangan -_-
                                                   
  • Tekstur : lotion kental, agak lama menyerap. Agak lengket (meskipun di kemasannya tertulis non sticky formulation). Menurut saya, teksturnya agak berat & kurang nyaman, bikin gerah. Oya, kulit tidak boleh basah saat dioles sunblock ini, karena sunblocknya akan susah diblend - mirip minyak yang ketemu air.
  • Aroma : wanginya kuat, agak mirip bau obat. Tapi menurut saya biasa aja
  • Kemasan : tutupnya flip top & rapat, ukuran lubang botolnya juga pas
  • Staying power : bagus, karena water resistant. Meskipun begitu, saya selalu apply lagi jika kulit saya sudah terkena air, supaya perlindungannya maksimal. Jika kegiatan outdoor di bawah terik matahari yang seterik-teriknya, setelah 2 jam saya pasti apply lagi
  • Melembabkan? Ya, kulit saya terasa lembab pakai sunblock ini, karena mengandung yogurt & ekstrak aloe vera
  • Ingredients : water, cyclopentasiloxane, ethylhexyl methoxycinnamate, caprylic/ capric tryglyceride, glyceryn, zinc oxide, imethicone, cetyl PEG/PPG-10/1 dimethicone, microcrystalline wax, methylparaben, perfume, sodium chloride, triethoxycaprylylsilane, propylparaben, disodium EDTA, yogurt powder, BHT, Aloe barbadensis leaf extract, maltodextrin, methylisothiazolinone
(+) mengandung sunscreen yang sifatnya broad spectrum (SPF 30 PA++)
(+) water resistant (kecuali jika kena air + sabun)
(+) harga terjangkau & mudah didapat
(+) melembabkan kulit

(-) lengket & terasa gerah
(-) teksturnya susah di-blend
(-) meninggalkan white cast 
(-) bau obat

Rate : 7/10
Repurchase ? yes

Oya, cara menyimpan sunblock yaitu tidak boleh di tempat yang terkena sinar matahari langsung, karena akan menurunkan kinerja sunblock-nya (jadinya tidak berfungsi deh, seperti hand body lotion biasa). Sunblock juga harus dipakai 10 - 15 menit sebelum kulit kita terkena sinar matahari. Jika dipakai baru beberapa menit (kurang dari 5 menit), tentu saja sunblocknya belum bekerja.

 

matahari bisa jadi sahabat, bisa juga jadi musuh

Sampai jumpa lagi! Salam sehat!


Sabtu, 07 Desember 2013

Tutorial : Mencampur Lipstik yang Berbeda Warna dan Tekstur

Halooo...

Kali ini saya tidak mereview produk, tapi ingin berbagi tips tentang cara mencampur lipstik yang beda warna & tekstur. Trik ini juga bisa dilakukan untuk menyelamatkan lipstik yang patah atau lembek. Caranya gimana? Gampang, pindahkan aja ke dalam jar! Berikut langkah-langkahnya :

1. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan : lipstik, jar, cutter, tusuk gigi, sendok, cawan, lilin & korek api


Lipstik yang akan saya campur adalah Wardah Long Lasting Lipstick (Red Velvet) dan Pixy Glam Lasting Lipstick (Ginger Ale). Wardah warnanya merah menyala dengan tekstur matte. Pixy warnanya peach brown dengan tekstur sangat glossy (yang menurut saya mengecewakan). 


2. Potong lipstik dengan cutter sebanyak yang diinginkan


4. Taruh lipstik di atas sendok, panaskan dengan api lilin. Saat lipstik mencair, jangan lupa diaduk dengan  tusuk gigi supaya warnanya tercampur rata 


5. Masukkan lipstik yang sudah dicairkan ke dalam jar


6. Biarkan dingin sampai lipstiknya mengeras. Jadi deh..


Gimana, gampang kan? Kalau kamu punya lipstik yang nggak kamu sukai warna & teksturnya, jangan buru-buru dibuang..kan sayang. Lebih baik dicampur dengan lipstik lainnya sampai kamu mendapatkan warna & tekstur lipstik yang kamu inginkan.
oke, makasih udah membaca postingan ini. Byeee.. 

Jumat, 06 Desember 2013

Products that Disappoint Me

Haloo lagi...

Bicara tentang belanja kosmetik, tentu ada produk yang mengecewakan kita. Bisa karena nggak cocok atau karena faktor lainnya. Sekarang saya mau mereview produk-produk yang dengan sukses membuat saya patah hati. Saya usahakan review-nya seobjektif mungkin. Ini dia..



Pixy Glam Lasting Lipstick (Ginger Ale)
Viva Covering Cream (Natural)
Oriflame Very Me Peach Me Perfect Skin Glow (Light)
Wardah Lip Balm (Vanilla)

PIXY GLAM LASTING LIPSTICK (Ginger Ale)



Saya beli ini beberapa bulan yang lalu karena banyak review yang bilang lipstik Pixy yang Glam Lasting bagus. Kebetulan saat itu saya sedang cari lipstik nude yang warnanya agak peach. Jadilah saya beli, dan hasilnya saya kecewa karena salah pilih warna, hihihi.. Lipstik ini warnanya bikin wajah saya jadi nggak segar, kulit wajah saya kelihatan kusam. Temen saya bilang wajah saya kelihatan tua pakai warna lipstik yang kayak begini, huhuhu.. Kalau warna saja masih bisa ditolerir, kan bisa dicampur dengan lipstik yang warnanya gelap.

Yang paling membuat saya kecewa adalah tekstur lipstiknya..uh benar-benar berminyak & susah melekat di bibir saya. Saya pikir teksturnya semi matte seperti Sariayu atau Trisia, ternyata tidak. Teksturnya seperti mentega, berat banget di bibir. Lipstik ini tidak buildable, menggumpal saat saya mengatupkan bibir atau mengoles berulang-ulang. Warnanya juga cepat hilang, padahal cuma buat ngobrol.

glossy banget, kayak pakai mentega di bibir

warnanya nggak terlalu kelihatan, di foto lumayan bagus
aslinya warnanya norak di wajah saya

(+) harga terjangkau, Rp 30.000an isi 3,8 g (isinya banyak hihihi..)
(+) kemasan cute, warna silvery pink (sayangnya bulky, coba agak langsing, pasti cantik..)
(+) wanginya enak banget kayak bubblegum, I love it!
(+) melembabkan bibir, bahkan bibir masih terasa lembab saat warna lipstiknya sudah nggak ada

(-) tidak pigmented
(-) staying power payah (1 jam saja udah hilang, padahal nggak makan atau minum)
(-) tidak buildable, gampang menggumpal saat mengatupkan bibir / dioles lebih dari 1 kali
(-) super glossy 
(-) terasa tebal di bibir
(-) warnanya membuat wajah saya terlihat kusam, nggak bagus banget kalau saya pakai siang-siang

Rate : 3/10
Repurchase? No

WARDAH LIP BALM (Vanilla)


Yang saya suka dari lip balm ini adalah wanginya, vanilla yang yummy. Ada juga yang wangi strawberry & jeruk, tapi saya penasaran dengan yang vanilla. Kemasannya simpel banget (ada yang bilang kemasannya terkesan murahan), tapi saya suka karena warna lip balmnya bisa langsung terlihat tanpa harus dibuka. Jika dioles ke bibir tidak berwarna, jadi tidak mengganggu warna lipstik yang kita pakai. Lip balm ini mengandung UV protector, tapi tidak disebutkan SPFnya berapa. 

Sayang sekali bibir saya tidak cocok dengan lip balm ini, bibir saya terasa agak panas seperti disengat. Bibir saya malah jadi kering setelah memakai lip balm ini, aduh kapok deh..saya pakai saja di siku & tumit (kalau dibuang kan mubazir) Lumayan lah, siku & tumit saya yang kering bisa lembab kembali hehehe..

(+) murah, harganya Rp 15.000an (isinya lupa berapa gram, kotaknya sudah nggak ada)
(+) wanginya enak
(+) mengandung UV protector

(-) terasa panas di bibir saya
(-) kok malah bikin kering bibir saya :(

Rate : 3/10
Repurchase? Tentu saja tidak

ORIFLAME VERY ME PEACH ME PERFECT SKIN GLOW (Light)

Ini tinted moisturizer pertama saya, sebelum saya beli Mustika Puteri Silky White Tinted Moisturizer (reviewnya di sini). Yang Mustika Puteri udah habis, Oriflame masih aja di cosmetic box karena jarang dipakai. Kadang saya pakai untuk tangan karena kapok dipakai untuk wajah hehehe...


  • Harga : Rp 25.000 waktu diskon (isi 30 ml)
  • Wangi : enak banget, manis seperti peach+madu
  • Tekstur : lotion yang kekentalannya medium, mudah di-blend
  • Warna : oh saya sungguh kecewa.. warnanya terlalu terang di kulit saya. Di katalog Oriflame kelihatannya warnanya nggak terlalu terang & saya pikir pas untuk saya. Sebenarnya ada yang varian dark, tapi di katalognya kelihatan gelap banget sih.. Moisturizer ini mengandung shimmer warna keemasan, aneh banget dipakai siang-siang (cocoknya sih untuk night makeup). Apalagi jika dipakai untuk foto di bawah cahaya matahari, muka akan kelihatan absurd hehehe...
  • Coverage : sheer, cukup meratakan warna kulit, tidak bisa menutupi noda hitam & jerawat
  • Staying power : buruk. Gara-gara tinted moisturizer ini, bedak saya tidak tahan lama. Bedak jadi cakey parah di sekitar hidung, mata, bibir, dagu. Temen saya bilang bedakan saya nggak bagus (padahal bedaknya bagus-bagus aja & tahan lama kalau saya nggak pakai tinted moisturizer ini, btw merek bedaknya Acnes Compact Powder)
  • Oil control : di kulit saya yang kering, tinted moisturizer ini bikin muka saya mengkilap dalam 2 jam. Saya pikir pasti akan jadi berminyak banget untuk yang punya kulit oily
(+) Wanginya enak
(+) Memberi efek dewy & sunkissed
(+) Mudah diblend & ringan di wajah
(+) Ada coverage, tapi sheer

(-) Staying power & oil control payah
(-) Shimmernya nggak camera friendly, aneh untuk makeup siang
(-) Harga aslinya lumayan mahal (kalau nggak salah Rp 49.900), murah cuma waktu diskon

Rate : 4/10
Repurchase ? Aduh, nggak deh..


VIVA COVERING CREAM (Natural)


Sudah saya review di sini. Intinya, saya kecewa dengan covering cream ini karena aromanya yang seperti cat tembok, teksturnya yang kasar, dan bikin kulit saya kering. Tapi saya nggak terlalu menyesal karena produk ini murah (Rp 7ribuan isi 22 g), coverage lumayan & staying power oke.

Rate: 6/10
Repurchase ? No

Nah, itulah produk-produk yang nggak akan saya beli lagi karena menurut saya mengecewakan. Tapi tidak cocok di saya bukan berarti tidak cocok di kamu, karena efek kosmetik selalu berbeda-beda di setiap orang. Ok deh, sampai jumpaaa!!

Selasa, 03 Desember 2013

Pixy Cleansing Express Anti Acne

Haiii..


Di post ini saya akan mereview cleanser favorit saya, yaitu Pixy Cleansing Express Anti Acne. Entah sudah berapa botol yang saya repurchase. Saya suka ini karena alcohol free, jadi tidak akan terasa perih atau menyebabkan kulit jadi kering. 

Praktis banget, karena fungsinya 2 in 1, sehingga tidak usah repot-repot pakai milk cleanser & toner. Setelah membersihkan muka dengan ini, saya biasanya langsung cuci muka pakai facial wash supaya bersihnya tuntas. 


begini gambar dari website :

  • Harga : sekitar Rp 11.000 untuk yang isi 100 ml
  • Kemasan : nggak ada masalah untuk saya, saya suka tutupnya model flip top, jadi mudah dibuka & ditutup tapi tetap rapat
  • Tekstur : cair seperti air, tidak lengket saat diaplikasikan
  • Aroma : wanginya sebenarnya lumayan enak, tapi agak tajam untuk saya. Menurut saya seharusnya skincare tidak usah mengandung terlalu banyak parfum
  • Keunggulan produk : sesuai yang tertulis di kemasan, produk ini diperkaya dengan benzalkonium chloride (sebagai antibakteri), dipotassium glycyrrhizate dari ekstrak Kanzo (sejenis tanaman) yang membantu menyejukkan kulit berjerawat, tidak mengandung bahan comedogenic & acnegenic (aman untuk kulit yang oily & acne prone)
  • Efek untuk jerawat : sebenarnya kulit saya jarang berjerawat, tapi saat ada jerawat terasa sejuk jika dibersihkan dengan cleanser ini. Produk ini benar-benar free alcohol, tidak membuat perih. Biasanya toner & 2-in 1 cleanser memberi sensasi sejuk karena ada alkohol, tapi Pixy cleansing express memberi sensasi sejuk karena mengandung menthol.
  • Ingredients : water, PEG-6 caprylic/capryl glycerides, butylene glycol, propylene glycol, phenoxyethanol, fragrance, methylparaben, sodium citrate, benzalkonium chloride, disodium EDTA, citic acid, menthol, dipotassium glycyrrhizate, magnesium ascorbyl phosphate, methyl-isothiazolinone, lactic acid, dequalinium chloride, Pachyrhizus erosus root extract (ekstrak bengkuang)
  • Daya bersih : mampu membersihkan makeup sehari-hari (foundation waterproof, mascara waterproof, eyeliner, eyeshadow, dll.) dalam 1-2 kali usap. Sebenarnya tergantung jenis makeup-nya juga sih, makeup profesional yang berat biasanya juga susah terhapus pakai ini. 
Nah, mari kita cek!
before : dari atas ke bawah ada lipstik, blush on, mascara waterproof, 
pencil eyeliner, eyeshadow, dan foundation
after : bersih dalam 1 kali usap, tapi kalau cuma 1 kali kurang mantap.
Untuk muka minimal dua kali deh, hehe..

(+) alcohol free
(+) praktis, sebagai pembersih+penyegar
(+) tidak lengket di kulit karena teksturnya cair
(+) cepat membersihkan makeup sehari-hari, cuma 1-2 kali usap langsung bersih (tapi untuk makeup berat yang tebal pastinya perlu berkali-kali)

(-) wanginya terlalu tajam, kebanyakan parfum

Rate : 9/10
Repurchase ? yes

Udah dulu ya.. Makasih udah membaca post ini!
Stock Illustration - a woman washing 
her face. fotosearch 
- search clipart, 
illustration posters, 
drawings and vector 
eps graphics images
bersihin muka yuk!

End of November Haul (Viva, Wardah, Red-A)

Hai semuanyaa...
Kali ini saya mau cerita tentang haul di akhir November, hasil keracunan dari toko kosmetik yang baru buka di dekat rumah. Saya beli tidak dalam 1 waktu, selang beberapa hari sih sebenarnya, dan yang dibeli adalah brand lokal dengan harga terjangkau.

Apa sih yang saya beli di sana? Inilah mereka :

1. Viva Sunscreen Foundation
2. Viva Special Day Cream
3. Viva Covering Cream
4. Red-A Lipstick (no. 623)
5. Viva Cream Eyeshadow (black)
6. Wardah Eyebrow Pencil (black)

mari ditengok isinya

1. Viva Sunscreen Foundation

  • Harga : Rp 5.700 isi 22 g
  • Kemasan : khas Viva, super simple & plain, mirip Viva Skin Food. Kemasannya fragile
  • Tekstur : thick, tapi mudah di-blend. Tidak greasy, mudah meresap, setelah di-blend hasilnya matte seperti vanishing cream
  • Aroma : menurut saya sih biasa saja, wanginya lembut
  • Warna : di jar-nya berwarna pearly white. Ketika di-blend & sudah meresap di kulit menjadi tidak berwarna, namun warna kulit terlihat lebih rata & 1 tingkat lebih cerah. Foundation ini tidak menyamarkan noda-noda di wajah. Menurut saya fungsinya memang bukan untuk itu, tetapi hanya sebagai sunscreen & primer
  • Oil control : saya tidak bisa mendeskripsikan karena kulit saya bukan tipe oily, tapi saya pikir produk ini oil control-nya bagus karena teksturnya tidak greasy sama sekali, hasilnya matte tapi sama sekali tidak membuat kulit kering. Makeup saya kelihatan lebih nempel, tetap rapi & matte meskipun aktivitas saya banyak berpanas-panasan. Dulu waktu saya suka coba-coba foundation & BB cream nggak ada yang bisa membuat makeup saya tetap rapi (selalu berminyak di T-zone)
  • Ingredients : aqua, stearic acid, glyceryl stearate, PEG-10 stearate, mineral oil, octyl methoxycinnamate, sorbitol, ceteareth 12, cetyl alcohol, titanium dioxide, propylene glycol, sodium methylparaben, perfume, propylparaben, BHT, 2-bromo-2 nitropropane-1,3  diol
Dilihat dari ingredients-nya : 
  • mengandung mineral oil (awas untuk yang punya kulit super oily & acne prone, bisa meningkatkan resiko clogged pores alias pori-pori tersumbat)
  • mengandung octyl methoxycinnamate sebagai anti UV B (tapi tidak bisa menangkal UV A), titanium dioxide sebagai anti UV B & anti UV A yang panjang gelombangnya pendek. Artinya daya perlindungannya terhadap sinar matahari terbatas, kurang melindungi jika dibawa beraktivitas di bawah sinar matahari yang terik (jam 11.00 - 14.00) karena tidak bisa menangkal UV A yang gelombangnya panjang
  • mengandung paraben, yaitu pengawet kosmetik yang (dulu) sering dituduh memicu kanker., makanya banyak yang paranoid dengan paraben. Sekarang sudah banyak penelitian yang hasilnya menyatakan bahwa paraben TIDAK menimbulkan kanker. Mengandung BHT & 2-bromo-2 nitropropane-1,3  diol yang fungsinya juga sebagai pengawet (antioksidan, antibakteri)
(+) tidak greasy, mudah meresap & diblend
(+) makeup jadi lebih awet, bedak lebih menempel & tetap rapi dalam waktu yang lama (di wajah saya)
(+) dapat dipakai sebagai sunscreen sekaligus pelembab & primer

(-) banyak kandungan pengawetnya
(-) hanya efektif menangkal UV B (penyebab sunburn & penggelapan kulit) tetapi kurang efektif menangkal UV A (yang dampaknya lebih ganas, seperti memicu penuaan dini & kanker kulit)

Repurchase ? iya 

2. Viva Special Day Cream

  • Harga : Rp 5.400 isi 22 g
  • Kemasan : Mirip produk Viva yang lainnya. Kemasannya fragile & ada yang bilang tutupnya gampang pecah, hati-hati saja
  • Tekstur : seperti lotion kental (tapi tidak sekental cream). Setelah dioles terasa agak greasy, tapi lama-lama menyerap & tidak greasy lagi. Krim ini cukup ringan
  • Aroma : biasa saja (buat saya) wanginya tidak bisa dibilang lembut tetapi juga tidak nyegrak
  • Warna : putih, tapi tidak berwarna setelah meresap di kulit
  • Oil control : lagi-lagi saya tidak bisa comment untuk yang satu ini. Tapi menurut beberapa blogger lain & anggota FD forum yang kulitnya berminyak, oil control produk ini cukup bagus, makeup jadi lebih awet. Mereka bilang saat muka mulai berminyak tetap kelihatan tidak kucel. Special day cream ini fungsinya sebagai primer + pelembab yang mengandung sunscreen.
  • Ingredients : aqua, glyceryl stearate SE, mineral oil, octyl methoxycinnamate, cetyl alcohol, propylene glycol, stearic acid, squalane, ceteareth-12, pentane 1,2-diol, lactic acid, butyl methoxydibenzoylmethane, dimethicone, tocopheryl acetate (vitamin E), methylparaben, perfume, titanium dioxide, propylparaben, disodium EDTA, BHT
Dilihat dari ingredients-nya : 
  • sama seperti skincare Viva lainnya, produk ini mengandung mineral oil (mild comedogenic)
  • ada squalane & vitamin E --> sebagai pelembab
  • ada anti UV B (octyl methoxycinnamate), anti UV B & A spektrum pendek (titanium dioxide), anti UV A (butyl methoxydibenzoylmethane)
  • tak lepas dari BHT & paraben
(+) ringan di kulit, walaupun awalnya greasy namun segera meresap
(+) makeup jadi lebih awet
(+) dapat dipakai sebagai sunscreen sekaligus pelembab & primer

(-) banyak kandungan pengawetnya
(-) kurang mampu melindungi kulit dari UV A dengan gelombang panjang

Ini fotonya (saya tahu kualitas gambarnya buruk..hehee)
1. Viva Sunscreen Foundation (lebih thick)
2. Viva Special Day Cream (lebih encer)

Repurchase ? yes

3. Viva Queen Covering Cream (Natural)

Saya iseng aja beli ini, sebenarnya saya nggak pernah pakai foundie karena dulu pakai foundie apapun jadinya sad ending.. kulit mudah kusam & kering keterlaluan (meskipun untuk orang lain foundie-foundie itu justru bikin muka jadi tambang minyak). Nekat aja beli Viva, cuma 7 ribuan ini..hehehe
  • Harga : Rp 7.800 isi 22 g
  • Kemasan : Sama dengan produk Viva Queen yang lainnya. Kemasannya fragile
  • Tekstur : Thick. Gampang di-blend dengan jari. Krimnya terasa kasar, seperti ada butiran-butiran halusnya. Kelihatannya creamy & greasy, tapi jika sudah diblend jadi dewy.. Hati-hati, jangan tebal-tebal memakainya, jika terlalu tebal akan memperjelas kerut & garis senyum, wajah jadi kelihatan tua deh..
  • Aroma : nggak enak, menurut saya baunya seperti cat tembok hehehe..
  • Warna : coklat yang kelihatan gelap di jar-nya, tapi ternyata setelah di-blend di wajah tidak terlalu gelap, justru pas. Waktu di toko ada 2 shade (natural & brown), yang brown warnanya lebih gelap dari natural
  • Coverage : lumayan bagus, bisa menutupi warna kulit tidak merata, flek hitam, dark circle. Saya tes di tangan pakai spidol. Ternyata beneran bisa menutupi noda goresan spidol tadi

  • Oil control & staying power : oil control entahlah, tapi banyak yang bilang hanya 2-3 jam. Saya sih bebas minyak (kulit saya kan tipe kering), awet 6 jam (jika disetting dengan loose powder, saya pakai Marck's), jika dipakai sesudah Viva Sunscreen Foundation bisa tetap rapi dalam 8 jam. Covering cream ini sifatnya waterproof, jika tidak dibersihkan dengan teliti bisa meningkatkan resiko pore clog & akhirnya berjerawat
  • Ingredients : talc, mineral oil, aluminium starch, octenyl succinate, castor oil, octyldodecanol, titanium dioxide, ozokerite lanolin anhydrous, beeswax, myristyl myristate, Cl 77492, 77491, propylparaben, perfume, BHT
(+) coverage lumayan, tapi jangan harap bisa menutup jerawat yang kemerahan & menonjol
(+) mudah diblend
(+) hasilnya agak dewy, nggak deadly matte
(+) tidak oxidize di muka saya & hasilnya flawless

(-) baunya seperti cat tembok
(-) teksturnya kasar, jika berlebihan akan cakey &  memperjelas kerutan
(-) untuk saya bikin kulit terasa makin kering (apalagi kalau dipakai terlalu lama), untuk orang lain (yang kulitnya oily) muka langsung berminyak dalam 2-3 jam

Repurchase ? oh..tidaakk

4. Red-A lipstick (no.623)

Lipstik Red-A yang ini warnanya merah darah. Lagi-lagi beli lipstik merah, soalnya kesal incaran saya si lipstik ungu tidak ada. Tapi gapapa sih, saya kan belum punya lipstik merah darah & lipstik merah yang glossy *berdalih*

Saya udah mereview lipstik Red-A yang 612 di postingan sebelumnya (di sini). Karakteristik & ingredients-nya kurang lebih sama. Harganya sama, Rp 11.000 saja.

Sepintas warna stiknya sama (karena kameranya jelek)

Swatchnya beda dong.. 623 lebih merah, kalau 612 kan ada hint orange nya

(+) moisturizing, tidak bikin bibir kering
(+) pilihan warnanya banyak
(+) warnanya soft, cocok untuk remaja/pemula
(+) wanginya tidak mengganggu

(-) sheer, perlu 3 layer supaya warnanya keluar
(-) transfer kemana-mana (ke gelas, sedotan dll.) yang di bibir langsung lenyap

Repurchase ? ya, pokoknya mau yang warna ungu (harus dapat, hehehe)

5. Viva Cream Eyeshadow (hitam)

Viva eyeshadow cream ini sesuai untuk eyelid yang kering. Yang hitam ini nggak cuma bisa sebagai eyeshadow saja, tapi bagus juga untuk eyeliner meskipun warna hitamnya kurang intens. Saya suka eyeshadow cream ini, nggak bakal ada serbuk eyeshadow yang berhamburan masuk ke mata.
  • Harga : Rp 10.000 isi 1,5 g
  • Kemasan : Rapuh, tutupnya tidak rapat >_< tapi simpel & warna produknya bisa langsung terlihat
  • Tekstur : Padat & creamy, cocok untuk kamu yang anti terhadap eyeshadow lokal yang biasanya powdery. Mudah banget di-blend. Untuk menjadikan sebagai eyeliner tinggal diaplikasikan pakai kuas
  • Warna :  pigmented sebagai eyeshadow meski tanpa eyeshadow base, tapi jadinya kurang pekat jika digunakan untuk eyeliner. Pilihan warnanya ada 14 (menurut websitenya)
  • Staying power : cukup lama, bisa sampai 5 jam di saya. Waterproof tapi tidak smudgeproof. Untuk yang eyelid-nya oily tentu kurang cocok, bisa langsung bubar kurang dari 3 jam
  • Ingredients : mica, octyldodecanol, talc, kaolin, zinc stearate, Cl 77499, 77266, 77891, petrolatum, Cl 77007, methylparaben, propylparaben, BHT
(+) creamy, nggak ada ceritanya serbuk eyeshadow berhamburan masuk ke mata
(+) pigmented
(+) gampang diblend
(+) staying power oke meskipun tanpa base, tapi tidak dijamin untuk kelopak mata yang oily

(-) tidak smudgeproof
(-) kemasan rapuh, kalau tutupnya kurang rapat begini eyeshadownya mudah terkontaminasi bakteri

Repurchase ? ya, ingin warna lainnya

6. Wardah Eyebrow Pencil


  • Harga : Rp 29.500 
  • Kemasan : Saya suka, ada brush-nya (praktis, bisa dibawa-bawa untuk touch up / travelling tanpa harus membawa brush). Pensilnya mudah diraut juga
  • Tekstur : Empuk, lebih empuk dari Fanbo yang pernah saya review di sini
  • Warna : Sayang sekali kurang pigmented. Harus agak kuat menggambarnya. Meskipun pensilnya empuk, kalau ditekan kuat-kuat begini ya sakit juga
  • Staying power : cukup lama tapi lama-lama memudar sendiri. Tidak smudgeproof & waterproof (kena keringat aja sudah memudar)
  • Ingredients : iron oxides 77491, 77492, 77499, stearic acid, Rhus succedenea fruit wax, microcrystalline wax, polybutene, ceresin, talc, hydrogenated castor oil, silica, tocopherol, ascorbyl palmitate
(+) dilengkapi brush
(+) empuk

(-) kurang pigmented
(-) staying power nggak oke

Repurchase? No, tapi saya akan simpan tutupnya (bisa dipasang di pensil alis lainnya, hehehe..)

Dan inilah dandanan saya memakai produk-produk tersebut. Maaf dandanan saya gitu-gitu aja, saya suka gothic makeup yang bisa dipakai untuk sehari-hari. Saya juga belum bisa dandan yang macam-macam, hehehe..
pelembab : Viva Special Day Cream
foundation : Viva Sunscreen Foundation + covering cream
loose powder : Marck's 
eyeliner : Viva Eyeshadow Cream (hitam)
eyeshadow : Viva Eyeshadow Cream (hitam) dipakai tipis-tipis saja
eyebrow pencil : Wardah
lipstick : Red-A no. 623

Sampai jumpa lagi!




Kamis, 28 November 2013

Red-A Blush On & Lipstick

Haloo..
Kali ini saya mau mereview brand kosmetik remaja lokal Indonesia *meskipun umur saya sudah bukan tergolong teenager hahaha*. Inilah brand Red-A, yang masih 1 produsen dengan Viva. Bisa dibilang Red-A ini adiknya Viva.

Yang mau saya review adalah Red-A blush on duo (seri B) dan lipstick (no.612). Seperti ini fotonya :


kemasannya simple & clean

ketika dibuka

Red-A Blush On Duo (seri B)

  • Warna & pigmentasi: ada 2 warna (pale & bold rose pink). Sebenarnya keduanya pigmented, tapi yang pale pink kurang begitu kelihatan di skin tone saya. Jika di-mix jadinya bagus, pink natural
  • Shimmer : ada shimmer tapi kecil-kecil & tidak terlalu banyak. Masih wearable untuk daily use
  • Tekstur : tidak powdery, mudah dibaurkan
  • Aroma : tidak ada aromanya, menurut saya malah bagus 
  • Staying power : cukup lama (di saya bisa bertahan 6-7 jam), tapi semuanya tergantung jenis kulit kamu & makeup base yang kamu gunakan
  • Kemasan : saya suka karena ada cerminnya, kemasannya kuat & tutupnya rapat. Kemasannya simpel, cuma warna putih & tulisan merek. Saya suka, karena kesannya bersih & tidak ribet
  • Brush : kecil banget, nggak fungsi *maklum, murah ini harganya* mending nggak usah dikasih brush sekalian deh..
  • Harga : Rp 17.300 isi 4,8 g 
  • Ingredients : talc, mineral oil, zinc stearate, mica, Cl 77891, synthetic fluorphlogopite, petrolatum, dimethicone, Cl 12490, Cl 77499, Cl 77492, Cl 77491, Cl 77007, methylparaben, propylparaben, tin oxide, BHT
Untuk kalian yang punya kulit berminyak & acne prone, perlu dicatat blush on ini ada kandungan mineral oil & petrolatum (termasuk bahan comedogenic)

(+) pigmented & mudah diblend
(+) kemasan kuat & dilengkapi cermin
(+) murah, ada dimana-mana

(-) ada shimmer (walaupun sedikit & sebenarnya tidak terlalu kelihatan)

Rate : 8/10
Repurchase ? jika tidak tergoda oleh merek lainnya, hehe..

Red-A Lipstick (no. 612)

sumber : www.myred-a.com

  • Warna & pigmentasi: oranye kecoklatan & sheer. Cocok lah untuk kamu yang baru belajar pakai lipstik atau suka lipstik yang warnanya natural. Meskipun warnanya kelihatan bold banget di stick, hasilnya agak sheer (bagi saya ini seperti tinted lipbalm, nggak terasa seperti pakai lipstik hehehe..) Saya pakai 3x oles supaya warnanya keluar
  • Moisturizing ? ya. Lipstik ini banyak banget kandungan pelembabnya, nggak mengeringkan bibir sama sekali (buat bibir saya), saya biasanya pakai tanpa lip balm
  • Tekstur : tidak mudah menggumpal meski dioles berkali-kali (teksturnya buildable)
  • Aroma : aromanya khas lipstik Red-A (agak wangi) tapi tidak mengganggu
  • Staying power : buruk, gampang sekali hilang, apalagi kalau dipakai minum *lipstiknya nempel di gelas/sedotan, yang di bibir langsung lenyap*. Tanpa makan & minum hanya bertahan 2-3 jam. Jika cara pakainya diaplikasikan berkali-kali + diblot pakai tissue, warnanya akan lebih awet (bibir masih berwarna, setidaknya 5 - 6 jam meskipun lipstiknya sudah lenyap dari bibir)
  • Kemasan : mungil, simpel dari plastik putih tebal, nggak dikasih kotak. Ingredients ditempel di body lipstik pakai sticker. Menurut saya kesannya tidak serius *iya lah, ini lipstik buat remaja, ngapain yang serius2 amat* stickernya bikin body lipstik jadi nggak cantik
  • Harga : Rp 11.000 isi 3 g
  • Ingredients : castor oil, myristyl lactate, synthetic wax, octyldodecanol, mineral oil, butylspermum parkii, beeswax, carnauba wax, PVP/ hexadecane copolymer, avocado oil,squalane, Cl 19140 : 1, Cl 77491, Cl 77492, Cl 15850 : 1, Cl 77891, lanolin alcohol, Cl 77499, perfume, tocopheryl acetate, propylparaben, BHT
(+) melembabkan bibir & tidak menyebabkan bibir kering
(+) tidak menggumpal saat dioleskan, buildable
(+) pilihan warna banyak (kata websitenya ada 54 warna) & cantik-cantik
(+) murah

(-) sheer (tapi ini nilai plus buat kamu yang tidak suka bold lipstick)
(-) staying power payah & nempel ke mana-mana

Rate : 6/10
Repurchase ? iya, yang warna ungu. Ungunya unik banget, ungu gelap yang gothic, kayaknya merek lokal lainnya nggak ada yang punya hehehe..

Oya, ini ada foto before &after

Blush on dipakai tipis-tipis saja supaya tidak menor
Warna lipstiknya tidak seganas di kemasannya, ini perlu 3 layer supaya warnanya keluar

Bye semuanya!!

Rabu, 27 November 2013

Fanbo Pancake Gloria 5

Hai.. hai.. hai..
Kali ini saya mau mereview tentang bedak klasik dari brand lokal Indonesia, mari kita sambut.. Fanbo Pancake Gloria 5!!



Kemasan luarnya sungguh menarik hati saya, warna gold yang klasik. Ketika dibuka kardusnya, terlihat bentuk kemasan bedak yang bulat. Case-nya terbuat dari plastik tebal berwarna putih dengan ukiran oriental. Saya suka desain vintage kayak gini.




sumber : www.fanbo-cosmetics.com

Bedak ini unik dan antik menurut saya. Di web Fanbo disebutkan bahwa bedak ini mulai diproduksi pada tahun 1960-an, konsep kemasan & aromanya masih dipertahankan hingga sekarang. Begini katanya : 

"Belum banyak yang tahu jika produk Fanbo yang satu ini dibuat sejak tahun 1960-an dan menjadi produk tata rias andalan wanita pada saat itu dalam menyempurnakan penampilan wajah mereka.."

Sebagai penggemar kosmetik vintage, bedak ini segera jadi salah satu buruan saya. Mari kita bahas.
  • Harga : Rp 11.000 netto 22,5 g (murah banget yaa..)
  • Warna : sebenarnya ada 6 pilihan warna (peach, natural, chestnut, ochre, beige, dan kuning langsat), tapi saya hanya menemukan yang ochre. Agak terang untuk kulit saya sih, tapi biarin ah.. sudah terlanjur suka sama bedak ini sih hehehe
  • Tekstur : Bedak ini halus banget menurut saya, walaupun di pan-nya kelihatan keras (saya bilang keras karena bedak ini tidak mudah retak, padahal sudah sering jatuh), tidak powdery banget. Di kemasannya, bedak ini disebut sebagai perpaduan antara bedak & foundation (= two way cake), tapi teksturnya lebih ringan dari two way cake. Sedikit lebih berat dari compact powder. Bisa dibilang ini bedak setengah TWC, setengah compact powder. Cukup ringan untuk daily use *btw saya nggak pernah pakai foundation / BB cream sebelum pakai bedak ini, maksimal pelembab & sunblock*
  • Aroma : hmm, super strong.. wanginya lumayan bikin pusing untuk yang tidak terbiasa. Sebenarnya saya suka wangi kosmetik vintage, pasti akan lebih menyenangkan kalau wanginya nggak sekuat ini
  • Coverage : lumayan, bisa menutupi warna kulit yang tidak merata & kemerahan. Tapi jangan terlalu berharap untuk flek hitam, bekas jerawat, dan pori-pori yang menganga. Jika kulit sedang kering parah, bedak ini jadi jelek banget karena memperjelas kekeringan &tekstur kulit yang mengelupas
  • Finishing result : super matte, tanpa kilap sedikitpun. Saya suka banget..
  • Staying power : wow, tahan lama.. kurang lebih 8 di muka saya tanpa touch up, muka masih tetap matte. Saya cuma pakai pelembab (Home Snow Vanishing Cream) & sunblock (Parasol). Kulit saya tipe kering, jadi saya kurang tahu oil controlnya untuk kulit berminyak
  • Oxidize & cakey ? tidak oxidize di kulit saya, tapi agak cakey di bagian sekitar mata, apalagi di tempat bertenggernya kacamata
  • Puff : bedak ini dilengkapi dengan puff yang bahannya bulu (puff untuk compact powder), bukan spons untuk TWC. Puff-nya nggak enak untuk blending, bedak susah rata. Makanya saya ganti dengan spons TWC, jadi bedaknya lebih gampang di-blend
  • Kemasan : Case bedaknya kelihatan jadul & di bagian tutupnya agak tidak rapi (plastiknya tajam, hati-hati kalau membuka). Tutupnya rapat, aman pokoknya.. Cerminnya besar (diameter 6 cm) puas kalau ngaca & touch up
  • Ingredients : talc, titanium dioxide, zinc oxide, octyl palmitate, fragrance, methylparaben, propylparaben, iron oxide Cl : 77491, 77492, 77499
Nah, ini swatch di tangan saya. Kameranya pakai HP jadul, jika buram harap maklum..


Ini hasil pakai Fanbo Pancake Gloria 5 selama 8 jam. Saya pakai dari jam 9 pagi, fotonya diambil saat jam 5 sore. Maaf nggak ada foto yang jam 9 pagi, soalnya buru-buru mau ke kampus- nggak sempat foto-foto dulu.
Setelah 8 jam *fotonya nggak diedit lho*
Kulit muka masih matte, walaupun bedaknya sudah tidak rata disana-sini karena kena keringat

(+) staying power bagus
(+) matte result (mungkin nilai minus untuk kamu yang suka dewy look)
(+) tidak oxidize di kulit saya
(+) tidak menyebabkan breakout untuk saya
(+) kemasan vintage
(+) cerminnya besar, tutupnya rapat
(+) murah
(+) isinya banyak

(-) terlalu banyak parfumnya
(-) agak cakey (kalau saya di sekitar mata) 
(-) puff-nya nggak nyaman (mending nggak usah dikasih puff deh..)
(-) susah dicari, sering nggak lengkap warnanya

Rate : 7,5 / 10
Repurchase : yes (semoga ada warna yang cocok dengan saya)

Sampai jumpa lagi!

Back to 1960's? Ok!!