Selasa, 11 Februari 2014

Viva Milk Cleanser & Face Tonic Green Tea, Pigeon Facial Wash


Halo lagi!



Beberapa minggu ini saya terpaksa merombak skincare. Saya mengalami bencana kekeringan di wajah + breakout karena lalai. Bukan breakout kosmetik sih, tapi nggak pake masker pelindung wajah saat kegiatan di lab. Kena asap dari bahan-bahan kimia, akibatnya nggak menyenangkan. Selain bikin sakit tenggorokan, kulit wajah jadi kering & bruntusan kecil-kecil. Teman saya juga mengalami hal yang sama karena dia juga nggak pake masker. Bedanya, wajah dia nggak kering kerontang (memang kulitnya normal to oily), tapi bruntusannya lebih terlihat.

Gara-gara ini, saya harus ganti pembersih muka. Pixy Cleansing Express hijau (review) yang biasanya aman-aman saja jadi terasa perih, apalagi saat cuci muka dengan Himalaya Herbal Face Wash (review) - aduh mentholnya bikin muka serasa disengat segerombolan lebah. Kulit saya sedang iritasi, makanya saya segera ganti skincare. Pilihan jatuh pada Viva Milk Cleanser & Face Tonic Green Tea serta Pigeon Facial Wash. Katanya sih banyak pemilik kulit sensitif yang cocok pake itu. Ternyata saya juga cocok, hehe.. padahal biasanya saya nggak suka pake pembersih wajah 2 steps macam milk cleanser & toner karena repot+lama. 

Mari kita mulai saja reviewnyaa...

PIGEON FACIAL WASH




  • Harga : Rp 8.500 (netto 40 gram)
  • Kemasan : tutup ulir. Rapat sih, tapi ribet harus diputar dulu kalo mau buka
  • Tekstur : gel yang cenderung cair & mudah mengalir
bentuknya gel tapi agak cair & mudah mengalir
  • Warna : putih bening
  • Aroma : wanginya segar seperti sabun bayi, tapi lebih strong karena parfumnya lebih banyak. Harusnya tidak perlu sebanyak itu, kalo sabun bayi kan meskipun parfumnya sedikit tapi wanginya sudah tercium. 
  • Busa : cukup banyak *iyalah, ini kan facial foam*. Pertama kali pakai, saya agak khawatir karena busanya lumayan banyak, kesannya kayak cuci muka pake shampoo, hehe.. Saya kira akan membuat kulit saya kering tapi ternyata tidak.
busa lumayan melimpah
  • Setelah dibilas : tidak kesat, sedikit licin. Kulit tidak terasa makin kering / kaku / ditarik-tarik. Saya suka! Kulit jadi terasa lembut setelah cuci muka
  • Cleansing power : meskipun diklaim bisa membersihkan debu, kotoran, dan sisa makeup, saya tidak menyarankan kalian untuk mengandalkan facial foam ini sebagai satu-satunya pembersih wajah. Facial foam ini tidak bisa membersihkan sisa krim pelembab semacam Viva skin food (yang teksturnya thick & greasy) maupun sunblock Parasol saya. Rasanya masih agak tebel gitu di muka, tandanya masih nempel. Apalagi makeup, sama sekali tidak bisa terangkat. Pakailah makeup remover atau milk cleanser dulu sebelum cuci muka dengan facial foam, supaya benar-benar bersih & pori-pori tidak tersumbat oleh sisa-sisa makeup dan kotoran.
  • Sensitivitas mata : saya aman-aman saja pake Pigeon ini, tidak ada sensasi pedih di mata meskipun parfumnya kuat. 
  • Ingredients : purified water, sodium laureth sulfate (SLES), cocamidopropyl betaine, sodium stearate, glycerine, phenoxyethanol (and) methylparaben (and) ethylparaben (and) propylparaben (and) butylparaben, citric acid, ethoxydiglycol (and) propylene glycol (and) PEG-26 jojoba acid (and) PEG-26 jojoba alcohol (and) butylene glycol (and) PEG-40 hydrogenated castor oil (and) Simmondsia sinensis(jojoba) seed extract (and) Tricedeth-9, glycol distearate, Chamomilla recutita flower water (and) bisabolol (and) propylene glycol, fragrance, tetrasodium EDTA.
Dilihat dari ingredients-nya
  • Mengandung sodium laureth sulfate (SLES), merupakan surfactant alias pembuat busa. SLES masih 1 keluarga dengan SLS (sodium lauryl sulfate), tapi SLS lebih jahat lagi dalam menyebabkan iritasi. SLES tergolong surfactant yang baik.
  • Tidak mengandung sodium hydroxide alias NaOH. Sifatnya sama seperti SLS. Facial foam yang mengandung sodium hydroxide biasanya menimbulkan sensasi kesat setelah dibilas, lalu kulit terasa kaku, kencang, seperti ditarik-tarik dan akhirnya bertambah kering bahkan mengelupas.
  • Tanpa alcohol penyebab iritasi. Saya selalu menghindari produk kosmetik yang mengandung alcohol denat, benzyl alcohol, ethanol. Semuanya menyebabkan kulit tambah kering dan terasa perih. Pigeon mengandung alcohol, tapi jenisnya adalah alkohol alami yang diekstrak dari tanaman jojoba (PEG-26 jojoba alcohol) yang berfungsi sebagai emulsifier. Tidak seperti alkohol lainnya, alkohol ini tidak menyebabkan kulit kering.
  • Mengandung anti iritasi, yaitu bisabolol & chamomile extract
  • Mengandung paraben sebagai pengawet. Kamu termasuk orang yang paranoid terhadap paraben? Paraben sepertinya memang dibenci oleh banyak wanita karena reputasinya sebagai penyebab kanker payudara. Paraben ditemukan dalam sel kanker payudara pada sebuah penelitian tahun 2004, ini cukup menghebohkan masyarakat. Si peneliti kemudian mengkonfirmasi bahwa paraben tidak bisa dipastikan sebagai penyebab kanker meskipun dia ada dalam sel kanker. Untuk membuktikannya diperlukan penelitian lanjutan dalam jangka waktu panjang. Dan memang sampai sekarang tidak ditemukan bukti bahwa paraben memang memicu kanker, jadi masyarakat tidak perlu paranoid.
Sebenarnya produk yang mengklaim bebas paraben itu juga banyak mengandung pengawet (tapi dari jenis lainnya, dan yang pasti bahan kimia). Yang namanya kosmetik memang semuanya mengandung pengawet. Kalo tidak, akan mudah ditumbuhi mikroba yang tentunya akan lebih membahayakan kulit & kesehatan konsumen sendiri. Saya pribadi sih nggak terlalu mempermasalahkan soal pengawet di kosmetik, apalagi jika merek tersebut legal, sudah ada no.registrasi BPOM & sudah dinyatakan halal. Toh pengawetnya bukan formalin, hehe.. Btw, udah ada yang pernah mencoba pegang formalin belum? Sensasinya dingin & bikin kulit jadi mati rasa. Gimana kalo buat muka ya? Hehehe..

(+) tidak menyebabkan iritasi untuk kulit & mata saya
(+) tidak menyebabkan kulit saya makin kering
(+) tidak menyebabkan breakout di saya
(+) busa banyak, tapi tidak terasa kesat setelah dibilas. Kulit terasa lembab & lembut setelah cuci muka
(+) murah

(-) packagingnya tidak praktis (tutup ulir)
(-) parfumnya terlalu banyak
(-) tekstur agak cair & mudah mengalir (ini nih yang bikin boros, kadang tumpah kalo saya lagi ceroboh)
(-) daya bersih kurang (harus pake makeup remover/ milk cleanser dulu)

Rate :  7/10
Repurchase ? mungkin iya. Saya masih dalam pencarian facial wash yang tepat, hehe..


VIVA MILK CLEANSER & FACE TONIC GREEN TEA


MILK CLEANSER

  • Harga : Sekitar Rp 4.000 (netto 100 ml)
  • Kemasan : Banyak yang bilang kemasannya jelek & murahan, tapi buat saya nggak masalah.. Yang penting tutupnya model flip top tapi rapat sehingga praktis saat dibuka & body-nya mudah dipencet untuk mengeluarkan isinya
  • Tekstur : antara lotion - cream, licin jika dioleskan tapi tidak terasa greasy

  • Warna : hijau muda, warnanya wajar & tidak ngejreng
  • Aroma : segar ala green tea, parfumnya mild & tidak nyegrak
  • Cleansing power : tidak bagus-bagus amat
kiri : bedak Marck's, liquid eyeliner Pixy (waterproof), waterproof mascara Pixy, eyeliner pencil Pixy, blush on Red-A, lipstik matte Purbasari, eyeshadow putih Mustika Puteri
tengah : coba milk cleanser nya
kanan : sudah diusap dengan kapas berkali-kali (mungkin 5x), belum bersih sempurna. Liquid eyeliner, mascara, dan lipstik masih menyisakan stain

kapasnya nih, wah kotornya..
  • Setelah diusap dengan kapas : tidak lengket & tidak licin, seperti pelembab yang meresap. Mungkin itu karena kulit saya tipe kering.  Orang yang kulitnya berminyak bilang milk cleanser ini terasa agak lengket & membuat muka mengkilap. 
  • Sensitivitas kulit & mata : tidak ada rasa perih sama sekali. Ketika dipake di sekitar mata, saya tidak merasa pedih & mata saya tidak memerah.
  • Ingredients : aqua, mineral oil, stearic acid, cetyl alcohol, triethanolamine, methylparaben, perfume, propylparaben, Camellia sinensis extract, tea tree (Melaleuca alternifolia) oil, BHT, Cl 19140, Cl 42090
Dilihat dari ingredients nya :
  • Mengandung mineral oil, yang punya kulit oily harus waspada ya.. Mineral oil itu nggak berbahaya, tapi ada terasa greasy & bikin muka tambah berminyak. Jika tidak telaten membersihkannya bisa jadi risiko pore clog (pori-pori tersumbat). Makanya disarankan untuk mencuci wajah dengan facial wash setelah menggunakan milk cleanser. Urutan yang baik membersihkan wajah yaitu : milk cleanser > facial wash > toner
  • Mengandung cetyl alcohol, alkohol yang diekstrak dari tanaman (biasanya sejenis palem). Bentuknya seperti minyak, sifatnya melembabkan kulit.
  • Mengandung paraben. Ada yang takut?  Selain paraben, ada pengawet yang lain, yaitu BHT
  • Mengandung ekstrak teh hijau. Teh hijau dikenal memiliki sifat antioksidan untuk menangkal efek radikal bebas penyebab kulit jadi kusam. Teh hijau dalam kosmetik menimbulkan rasa segar & mengembalikan vitalitas sel kulit
  • Mengandung tea tree oil, sifatnya antimikroba yang melawan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Makanya banyak yang bilang Viva varian green tea cocok buat pemilik kulit acne prone.
(+) tidak menyebabkan breakout & iritasi untuk saya
(+) membersihkan sekaligus melembabkan kulit
(+) teksturnya licin sehingga  tidak terasa sakit saat digosok agak kuat (beda kalo saya pake Pixy cleansing express yang teksturnya cair, kulit langsung bergesekan dengan kapas sehingga agak sakit)
(+) tidak lengket di kulit saya (mungkin karena kulit saya kering, tapi kata orang lain yang kulitnya oily, milk cleanser ini terasa lengket)
(+) murah & gampang dicari

(-) kurang maksimal daya bersihnya
(-) boros (soalnya daya bersihnya kurang mantap sehingga harus dipake agak banyak)

Rate : 8/10
Repurchase? Iya

FACE TONIC
  • Harga : Sekitar Rp 4.000 (netto 100 ml)
  • Kemasan : Mirip dengan milk cleansernya. Tutup model flip top yang rapat sehingga aman, tidak perlu takut terbuka sendiri & tumpah jika dibawa bepergian
  • Tekstur : cair
  • Warna : hijau jernih

  • Aroma : segar, parfumnya tidak nyegrak
  • Bagaimana saya menggunakannya :  saya tidak memakainya untuk mengangkat sisa milk cleanser (seperti petunjuk pemakaian di botolnya). Saya selalu pake facial wash untuk mengangkat sisa milk cleanser, pake face tonic aja kurang meyakinkan. Saya kurang suka pake kapas, karena face tonicnya banyak meresap di kapas & jadi mubazir. Saya tuang sedikit ke tangan lalu ditepuk-tepuk ke wajah sampai meresap
  • Setelah digunakan : Kulit terasa adem. Tidak menyebabkan kulit perih & kering karena alcohol free. Suka! Saya sering pake sewaktu-waktu saat kulit saya mulai kekeringan, face tonic ini bisa membuat kulit saya segar & tidak dehidrasi lagi. Supaya gampang, saya berniat memindahkannya ke botol spray, kayaknya enak tuh buat disemprot-semprot ke muka
  • Ingredients : aqua, propylene glycol, witch hazel (Hamamelis virginiana) extract, methylparaben, PEG-40 hydrogenatedd castor oil, allantoin, Camellia sinensis extract,  tea tree (Melaleuca alternifolia) oil, tartaric acid, perfume, Cl 19140, Cl 42090
Dilihat dari ingredients nya:
  • Mengandung ekstrak teh hijau yang bersifat antioksidan, tea tree oil yang bersifat antibakteri, witch hazel extract sebagai anti iritasi, dan allantoin yang melembabkan kulit. Witch hazel itu aneh deh, dia bisa jadi anti iritasi tapi juga bisa menyebabkan iritasi (jika terlalu banyak dalam kosmetik)
  • Tidak mengandung alkohol, aman untuk kulit sensitif dan kulit kering
  • Karena tidak mengandung alkohol, face tonic ini TIDAK ideal untuk mengangkat sisa milk cleanser. Milk cleanser mengandung minyak, yaitu mineral oil. Minyak bisa larut & dibersihkan dengan mudah oleh bahan yang bersifat sebagai pelarut organik (misalnya alkohol dari jenis ethanol, benzyl alcohol)

Karena itu disarankan untuk mencuci muka dengan facial wash supaya bersih sempurna. Sisa milk cleanser yang bercampur kotoran akan menyumbat pori & mendukung pertumbuhan bakteri, malah menyebabkan jerawat deh meskipun dia mengandung antibakteri..

(+) terasa sejuk
(+) menyegarkan kulit seketika
(+) alcohol free, tidak menyebabkan kering & perih di kulit saya
(+) murah & mudah dicari

(-) tidak bisa mengangkat sisa milk cleanser dengan sempurna

Rate : 9/10

Repurchase? Iya dong, favorit nih

Btw, ayo lanjutkan kegiatan bersih-bersihnya..

face tonic dituang ke kapas untuk membersihkan sisa milk cleanser + makeup yang tadi

Lumayan lah.. tapi masih ada sedikit garis liquid eyeliner & lipstiknya. 
Di foto nggak terlalu jelas, tapi aslinya kelihatan banget

Kapas toner yang tadi, kotor juga ya..

Thanks buat kalian yang sudah mampir ke sini!


22 komentar:

  1. hi mbak aku juga pakai viva milk cleanser sama tonic tapi yang bengkoang. tapi itu juga nyegerin sih.
    btw aku follow kamu, mind to followback ?
    sincemay1998.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg bengkoang seger karena ada alkoholnya, sayang aku gak cocok hehe
      thank you..

      Hapus
  2. Hayy kak aku juga baru make pigeon nih, kaka kalo abs make pigeon disekitar idung kulitnya jd berkerak gitu gak ?
    trus informasi yg aku pernah baca masa facial wash pigeon termasuk bisa menyebabkan kanker karna mengandung paraben, itu benar gak sih kak ? Aku jd takut hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya di sekitar hidung jadi kering? aku enggak sih, soalnya seluruh kulit wajah emang udah kering, hehehe..
      nggak benar lah. paraben nggak menyebabkan kanker, nggak usah takut.
      sampai sekarang tidak ada bukti bahwa paraben bisa menyebabkan kanker. kalo saya sih lebih percaya sama pernyataan ilmuwan di jurnal ilmiah soalnya mereka yg melakukan penelitian, saya nggak percaya opini publik. kadang informasi di internet itu menyesatkan, hehe..

      Hapus
  3. pengen coba pigeon ini deh... sama dee dee - wardah - pigeon masalah kelembaban enak mana mba? kulitku kering sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di aku lebih lembab dee-dee soalnya milk formulation. pigeon & wardah sama kelembabannya di kulitku, tapi beberapa orang bilang kulitnya malah jadi kering gara2 pigeon.. efeknya beda2 sih

      Hapus
    2. diaku dee-dee bkin sedikit kering.. apa terlalu sering cuci muka ya?? km cuci mukanya brp kali sehari? kapan aja?? pagi - siang - malam? sore ga?

      Hapus
    3. oh, mungkin iya keseringan cuci muka.. aku cuci muka pakai facial wash cuma 1x sehari pas habis pergi. kalo pagi, malam/cuma di dalam rumah cuci muka pakai air doang.
      ya gimana lagi.. aku takut kulit tambah kering kalo sering2 pakai facial wash, hehe..

      Hapus
  4. pake sabun oilum deh,, lembab, yang hijau :) klo uda coba, review y mba :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. oilum sama dove lembab mana ya? eh jadi penasaran..

      Hapus
    2. oilum menurutku,, jg ga licin2,, hehe,, yg ijo itu loo oilum collagen soap. + olive oil jg loh.. ak dlu sempet pake berenti, skrg pake lg krn cuaca sedang kemarau

      Hapus
    3. dulu aku pikir oilum itu sabun badan, ternyata sabun muka toh, kalo gitu aku berani deh coba..hihihi
      makasih ya infonya..

      Hapus
    4. pernah coba kelly lemon soap g mba??? itu jg ga bkin kering menurutk

      Hapus
  5. pernah coba kelly lemon soap g mba??? itu jg ga bkin kering menurutku,, wlwpun sodium lauryl sulfate urutan atas tp ga bkin kering sama sekali di aku,, (tipe kulitku kering)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya pernah deh pas SMA.. yg kuning itu kan. nggak bikin kulitku kering juga sih, tapi wanginya aneh kayak sabun cuci piring hihihi..

      Hapus
    2. iya hahaha.. sayang bgt baunya

      Hapus
  6. Dee Ma Pigeon daya bersihnya bagusan mana buat ngangkat minyak ma kotoran? DeeDeenya beli Dimana iya Susah banget carinya ampe SPG supermarketnya juga kgk tau ada pembersih wajah dari Dee Dee -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurutku dee-dee, tapi mungkin beda2 hasilnya di tiap orang.
      dee-dee ada lho di supermarket kayak superindo & giant, di bagian perlengkapan mandi anak2

      Hapus
  7. Minggu ini saya coba ganti Milk Cleanser memakai Viva Milk Cleanser Spirulina, tapi setiap saya pakai kok terasa perih di kulit muka saya ya...
    apakah karna tidak cocok atau bagaimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin kulitmu sensitif dengan pengawetnya (phenoxyethanol, potassium benzoate, potassium sorbate dan BHT). bahan2 ini sifatnya irritant.

      selama ini orang cuma fokus ke paraben, dibilang paraben yg bahaya padahal pengawet kosmetik yg lainnya juga bisa menyebabkan reaksi sensitivitas, alergi dan memicu kanker.

      Hapus
  8. kak, kan aku masih sekolah ya hehe kulit ku juga sensitif, banyak pembersih muka yang kurang cocok buat kulitku. Aku sih pernah pakai pigeon sekali, lembut tapi efeknya belum kelihatan soalnya aku langsung berhenti. Pengennya aku lanjutin lagi. Menurut kakak, aku pakainya kalau pas selesai olahraga sama habis berpegian, itu gapapa kan kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pigeon memang nggak ngasih efek apa2 kok (nggak ada anti acne, whitening dsb) cuma membersihkan & bikin kulit segar. menghilangkan kusam juga.
      ya, habis pergi & olahraga wajib cuci muka pakai facial foam.

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah