Sabtu, 15 Maret 2014

La Tulipe Soft Foundation

Haiii..

Wah saya sedang giat menulis review nih, entah sedang kerasukan apa, hehehe.. Yang mau saya review kali ini adalah cream foundation, padahal biasanya saya sangat menghindarinya. Kalo pake foundation selalu aja kulit jadi kekeringan. Orang lain kulitnya bisa mengkilap setelah dandan seharian, muka saya malah kelihatan dehidrasi & retak-retak seperti tanah di musim kemarau. Apa mungkin saya belom nemu foundation yang pas aja ya.. Saya beli foundation ini karena diajak temen. Foundation ini kabarnya punya coverage yang bagus, dengan formula yang ringan meskipun dia bentuknya krim. Ringan itu relatif ya, buat saya yang nggak suka pake foundation rasanya ya jadi berat.

Oke, langsung aja.. inilah dia La Tulipe Soft Foundation


Saya pilih yang shade Rachel untuk kulit kuning langsat. Mbak BA-nya saran supaya beli yang shade Natural (untuk kulit putih / kuning), tapi kayaknya terlalu terang. Feeling saya benar, yang Rachel ini pas banget di kulit saya, hehe..
  • Harga : Rp 27.000 isi 12,5 g. Murah kan? Bagi saya isinya banyak banget, saya kan jarang pake foundation. Ini aja udah jadi milik saya selama 1 bulan baru 4 kali dipakai (seminggu sekali kalo ke gereja doang, hehe)
  • Kemasan : ada sekat pemisah di bawah tutupnya, menurut saya bagus karena foundationnya jadi nggak bleber kemana-mana. Saya paling sebel kalo pake kosmetik dalam jar yang isinya bisa berantakan di ulir tutupnya.

  • Tekstur : creamy tapi mudah diblend. Paling gampang kalo diblend dengan spons foundation. Pake spons segitiga aja hasilnya udah memuaskan banget bagi saya
Creamy
  • Wangi : uh, wanginya saya nggak suka. Kayak bau cat akrilik
  • Coverage : bagus banget, bisa menutupi flek-flek bekas jerawat di muka saya. Pori-pori tersamarkan. Tinggal diset pake loose powder aja (saya biasanya pake bedak Marck's), muka jadi flawless tapi nggak kelihatan fake. Saya suka!
Coveragenya mantap
Inilah Photoshop yang dikemas dalam bentuk krim, hehehe...
Foto di atas nggak saya edit, cuma digabungin & dikasih tulisan
  • Staying power : nah, inilah yang saya nggak ngerti. Saya biasanya pake foundation ini maksimal 2 jam, kan cuma untuk ke gereja. Selama 2 jam sih hasilnya oke banget, masih menempel dengan cakep seperti saat awal dandan. Tapi rasanya agak kering di muka (ya, memang muka saya selalu kering kalo ditemplokin foundation). Saya pingin coba pake ini untuk ke kampus, tapi takut muka saya jadi dehidrasi kayak pengalaman yang sudah-sudah 
  • Efek lainnya : foundation ini bikin white cast karena mengandung sunscreen. Bikin malu kalo foto di dalam ruangan pake flash, muka kelihatan kayak pake bedak yang terlalu putih atau nggak rata.
Saya foto dengan pencahayaan yang berbeda
Yahh ternyata ada white cast
  • Ingredients : mineral oil, zinc oxide, talc, Cl 77891 (titanium dioxide), beeswax, ozokerite, Cl 77492 (iron oxide yellow), Cl 77491 (iron oxide red), propylene glycol, Cl 77499 (iron oxide black), fragrance, diazolidinyl urea, methylparaben, propylparaben
Dilihat dari ingredients-nya:
  • Mengandung sunscreen (zinc oxide & titanium dioxide). Sifatnya memantulkan cahaya, inilah yang menyebabkan white cast saat difoto dengan flash
  • Mild comedogenic karena mengandung mineral oil. Untuk yang punya kulit oily & acne prone harus hati-hati
  • Mengandung diazolidinyl urea sebagai pengawet. Orang terlalu fokus pada paraben, padahal paraben nggak terbukti menyebabkan kanker. Yang sering diabaikan adalah diazolidinyl urea yang bersifat sebagai formaldehyde releasing. Sudah pernah dengar formaldehyde? Nggak beda jauh dengan formalin buat pengawet mayat, formalin itu sifatnya carcinogenic (memicu kanker). 
Tapi nggak usah paranoid, diazolidinyl urea nggak seberbahaya itu, komponen formaldehyde-nya semua menguap sebelum bisa terserap ke kulit. Tapi diazolidinyl urea bisa menimbulkan reaksi alergi di sebagian orang. Saya sendiri cukup sensitif terhadap zat ini. Setiap kali memakai foundation, BB cream & kosmetik lain yang mengandung diazolidinyl urea, kulit saya jadi terasa kering dan dehidrasi, saat dibersihkan dengan pembersih yang nggak tepat jadi terasa agak perih.

Kesimpulan

(+) coverage mantap
(+) tekstur mudah diblend & nggak gampang cakey
(+) awet di kulit saya (selama 2 jam masih sama seperti awal dandan, tapi belum pernah dicoba lebih dari 2 jam)
(+) waterproof
(+) mengandung sunscreen sehingga cukup oke untuk kegiatan yang terpapar sinar matahari (masuk point minus jika tujuannya untuk acara foto-foto, karena sunscreen menyebabkan white cast)
(+) kemasan dilengkapi sekat sehingga krimnya tidak berantakan di ulir tutupnya

(-) bikin kulit saya makin kering karena saya sensitif terhadap diazolidinyl urea
(-) menimbulkan white cast saat difoto dengan flash
(-) comedogenic
(-) baunya nggak enak, kayak cat
(-) lumayan berat untuk kulit saya 

Rate : 5/10
Repurchase ? no, ini aja nggak tau kapan habisnya




Pengen flawless saat difoto tapi kok malah jadi kayak topeng? Hehe

2 komentar:

  1. foundation ini yg bikin muka gw kek badut pas foto wisuda, hiahahaa XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. white cast emang bikin dandanan jadi absurd, hehe..

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah