Minggu, 20 April 2014

Face Makeup I'll Never Repurchase

Halo!


Sebelumnya saya cerita tentang lip products yang nggak akan saya beli lagi, sekarang saya mau sharing mengenai makeup muka yang nggak ingin saya repurchase. Sebetulnya nggak mengecewakan banget sih, masih ada beberapa poin yang saya suka. Ini adalah produk-produk yang belum pernah saya review di blog ini karena dulu memang belum punya blog, hehehe.. Meskipun udah lama belinya, saya masih ingat lho apa yang saya suka & nggak suka dari mereka.



Yuk mulai!

BB Cream Caring Colours Luminizing




Ini adalah BB cream kedua saya. Yang pertama adalah BB cream Caring Colours juga, tapi yang Fair White. Dulu rencana mau repurchase yang Fair White tapi dibujuk-bujuk sama BA nya untuk beli yang Luminizing. Pasti dibujukin begitu karena yang Luminizing lebih mahal, hehe.. Harganya masih 60 ribu di pertengahan tahun 2012, kalau yang Fair White 53 ribu. Sekarang berapa ya? Kayaknya udah naik banget deh.

Yang saya suka pertama adalah ingredientsnya, bisa dilihat bahan aktifnya dalam gambar di bawah ini. Dia juga mengandung SPF, kalo nggak salah sih 24 (atau 25 ya?), pokoknya sekitar itu deh. Saya jadinya nggak perlu pakai sunblock lagi.
Bahan aktif dalam BB cream Caring Colours Luminizing, oke banget!

Lalu, teksturnya. BB cream ini mudah sekali di blend. Yang Fair White lebih thick dan agak lama nge-blend nya, sedangkan Luminizing ini lebih mudah. Rasanya juga lebih ringan di muka dibandingkan Fair White.

Saya juga suka warnanya. Sangat sesuai untuk kulit saya. Yang Fair White hasilnya agak greyish di muka saya.

Yang nggak saya suka adalah glitternya. BB cream ini mengandung ekstrak mutiara sehingga ada efek berkilau. Eww.. I hate anything glittery or shimmery.

Saya juga nggak suka dengan staying powernya. Muka saya masih agak berminyak 2 tahun yang lalu, dan BB cream ini tidak mampu menahan minyak setelah 3 jam pemakaian. Kecewa deh.. muka jadi kusam lagi 

Saya pikir BB cream ini cocok buat kulit kering. Mungkin saya cocok ya, kalo sekarang pakai ini hehehe.. Tapi sayangnya saya udah nggak berminat pakai BB cream lagi -- apalagi yang ada glitternya. 

BB Cream Maybelline


BB cream ini harganya 35 ribu waktu akhir tahun 2012, entah berapa sekarang. Sebenarnya sudah sering baca review negatif tentang produk ini, tapi saya nekat aja coba. Siapa tahu di kulit saya cocok.

Hasilnya zonk, kawan-kawan! Hehehe.. Saya breakout pakai BB cream ini. Mungkin karena dia terlalu banyak mengandung dimethicone (silikon). Saya baca tulisan dimethicone muncul 3 kali di ingredients list. Dimethicone itu agak beresiko buat yang punya kulit rewel (sensitif).

Selain itu saya salah pilih warna. Harusnya saya pilih yang Natural karena lebih gelap, tapi saya malah beli yang Fresh, jadinya terlalu putih deh.. kayak hantu.

Coveragenya juga mengecewakan seperti kata beauty blogger lainnya. Dia nggak bisa menutupi flek hitam dengan sempurna, apalagi jerawat dan dark circle. Kalo mau perfect ya perlu pakai concealer, tapi saya malas keluar uang untuk beli concealer hehehe..

Staying power dan oil control buruk, lagi-lagi blogger lainnya benar. Kulit saya memang agak berminyak dulu, tapi minyaknya nggak parah-parah amat. BB cream ini hanya mampu bertahan sampai 3 jam, setelah itu muka saya berubah jadi absurd.

Tapi ada bagusnya lho BB cream ini. Teksturnya mudah diblend, dipakai saat buru-buru pun bisa. Terasa ringan di wajah, seperti nggak pakai krim apapun. Lebih enak di-set dengan loose powder. Kalo pakai compact powder apalagi TWC terasa berat dan malah cakey. 

Kandungan anti UV A nya mantap, yaitu PA+++. Kan tanda + itu menunjukkan kekuatan proteksi terhadap sinar UV A. Anti UV B nya cukup, yaitu SPF 26. Jadi nggak perlu pakai sunblock lagi.

Kayaknya BB cream Maybelline bakal cocok untuk yang punya kulit normal to dry dan nggak sensitif terhadap silikon (dimethicone). Cocok juga untuk yang suka dewy makeup, makeup ringan, dan coverage yang tidak terlalu full. 

Trisia Natural White Loose Powder

Natural White Loose Powder
Harganya masih di bawah 40 ribu waktu pertengahan 2012, sekarang katanya udah naik jadi 53 ribu.  Isinya banyak banget kok, sebanyak bedak Marcks mungkin. Sebetulnya saya suka lho dengan bedak ini, yang bikin saya nggak mau repurchase hanya 1 kekurangan saja. Peribahasanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga hehehe..

Kenapa saya suka? Pertama, teksturnya halus sekali. Bedak La Tulipe dan Sariayu punya ibu saya masih kalah halus dengan Trisia. Apalagi Marcks, terlalu jauh kayaknya. Setelah dipakai di muka, wajah kelihatan mulus banget dan nggak terlihat seperti baru pakai bedak. Karena warnanya cocok juga sih, saya pakai yang shade Golden White.

Kedua, wanginya enak. Seperti wangi bunga. Kata orang sih wanginya strong, tapi menurut saya wanginya lebih strong bedak bayi.

Ketiga, ingredientsnya bagus. Bahan aktifnya yaitu licorice dan vitamin B3 yang dipercaya bisa mencerahkan kulit. Ada vitamin E dan UV protectornya juga. Yang pasti, bedak ini sama sekali nggak bikin breakout kulit saya.

Keempat, coveragenya oke. Orang nggak percaya saya pakai pelembab dan loose powder Trisia aja, dikira saya pakai foundation dulu atau pakai TWC. Berarti coveragenya memang bagus, meskipun nggak bisa menyembunyikan jerawat.

Kelima, kemasannya kokoh dan lubang filternya cukup memudahkan keluarnya bedak. Kemasannya memang tahan banting karena tebal. Ada yang nggak suka dengan kemasan bedak Trisia yang gede dan bulky. Lho kalo gede kan wajar ya, isinya aja banyak. Kan nggak mungkin bedak sebanyak itu dimasukin ke wadah kecil, mana muat.

Keenam, staying powernya lumayan untuk kelas loose powder. Di muka saya yang agak berminyak, dia bisa tahan hingga 4 jam. Bandingkan dengan loose powder lain yang 2 jam aja mungkin udah lenyap dari muka.

Nah, lalu apa yang bikin saya nggak mau beli lagi? Bedak ini oxidize parah di muka saya. Saya yakin nggak salah pilih shade, waktu pertama dipakai warnanya cocok banget dengan kulit saya. Eh setelah 30 menit langsung jadi gelap. Kan nggak oke.. Apa gunanya pakai bedak yang teksturnya bagus kalo warnanya bikin muka saya jadi aneh.

Acnes Compact Powder
I love you but I hate you, begitulah kira-kira perasaan saya pada bedak padat ini, hehehe.. Saya dulu beli yang Natural Beige. Harganya 26 ribu awal tahun 2013.

Ingredientsnya bagus. Ada triclosan (antibakteri), sulfur (keratolytic agent yang mengangkat sel kulit mati), bisabolol (anti iritasi dan menyejukkan kulit yang berjerawat), squalene (melembabkan kulit), sunscreen. 

Teksturnya halus banget dan ringan, seperti pakai loose powder. Hasilnya bikin wajah terlihat smooth karena pori-pori tersamarkan.

Coverage lumayan, tapi tetap nggak bisa menutupi jerawat yang merah dan flek hitam yang heboh.

Staying power oke, bisa tahan 4 jam di kulit saya yang oily-kombinasi waktu itu. 

Yang saya benci, Acnes Compact Powder ini bikin kulit saya kering dan kelihatan jelas banget. Ya karena dia mengandung sulfur sebagai keratolytic agent yang membuat sel kulit mati mudah mengelupas. Bau sulfurnya juga nggak enak banget.

Nggak sukanya lagi, bedak ini juga oxidize parah, meskipun lebih parah Trisia. Kemasannya juga merepotkan karen nggak ada tempat spons-nya. Spons-nya harus ditaruh di plastik hijau terpisah bawaan dari Acnes. Kan nggak praktis. Kemasannya juga nggak kuat. Waktu itu pernah jatuh dan terguling, engselnya copot. Memang saya ceroboh sih, hehehe..

Acnes Compact Powder ini cocok untuk kulit oily. Yang merasa punya kulit kering jangan coba-coba deh. Jadi saya nggak akan beli lagi dong..

***

Sekarang face makeup yang saya pakai apa aja? Oh, nggak banyak. Cuma pakai bedak tabur Marcks, Pigeon baby powder. Sekali-sekali pakai bedak padat Marcks Venus kalo sedang ingin. Punya foundation sebiji doang (La Tulipe Soft Foundation) tapi nggak pernah dipakai karena bikin kulit kering juga. Udah nggak pakai BB cream lagi. BB cream yang terakhir saya coba adalah BB cream Garnier yang sumpah bikin saya kapok. Saya sebetulnya suka pakai foundation dan bedak tapi sayangnya nggak banyak yang cocok untuk saya.

Memang susah mencari produk yang cocok untuk kulit kering dan sensitif. Harus yang bebas silikon, urea dan lain-lain. Solusinya? Saya sedang berniat bikin homemade foundation dan face powder dari bahan-bahan alami yang bisa ditemukan di dapur. Nanti kalo sukses dan efeknya oke, saya akan sharing di sini.

Ide bagus nih, coba ah..

Udah dulu ya ceritanya. Maaf nggak ada swatch nya. Maklum lah, barang yang direview udah nggak ada lagi. Terus review macam apa ini, hehehe..








4 komentar:

  1. banyak yak yg gasuka ma bb cream maybelline, aq jg. tp bedaknya q cocok bgt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. rata2 beauty blogger asia iya.. tapi kalo aku lihat review yg dibikin blogger2 barat banyak tuh yang cocok & nggak breakout, mungkin memang bb cream maybelline lebih sesuai utk kulit caucasian ya..

      Hapus
  2. Aku pakai Innisfree long wear. Secara kulit asia tenggara gak nutup buat kelas BB cream. karena kulit kita sama mereka beda banget. Tapi asiknya gak bikin kulit berminyak dan beneran tahan lama. Aku kan cocok sama sekali dengan maybelline. Tambah kusam, belum lagi ke jilbab bekas banget dan pori pori tambah besar. Coba Maybelline 1 tahun yang lalu pas ganti sm Innisfree jadi lebih nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bb cream lokal juga warnanya sering masih terlalu terang, nggak semua kulit indonesia bisa pakai. seandainya bb cream disediakan dalam berbagai shade kayak foundation..

      maybelline memang cocoknya buat orang barat di daerah dingin. aku baca review orang amerika, dia pakai bb cream maybelline di daerah panas (california) nggak cocok, di boston yg dingin cocok.
      beda ras & iklim jadi beda hasilnya..

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah