Sabtu, 19 April 2014

Lip Products I Won't Repurchase

Apa kabar, random readers?


Masih ngobrol seputar lip product nih, semoga kalian yang membacanya nggak bosan. Saya memang cinta banget dengan makeup bibir, bisa dibilang lip junkies mungkin. Nggak bisa bereksperimen dengan makeup muka karena kulit saya rewel, nggak bisa fleksibel dengan makeup mata karena saya pakai kacamata. 

Kali ini saya mau cerita tentang lip product yang nggak akan saya beli lagi. Bukan karena nggak bagus, buktinya produk yang saya sebut ini jadi favorit banyak orang. Ini cuma masalah selera saja, alias kecocokan hati.


Apa saja ya? Boleh disimak!

Wardah Wondershine

toko kosmetik wardah, wardah wondershine

Kata websitenya Wardah, ini termasuk lipstik cair, tapi kata para beauty blogger termasuk lip gloss. Jadi apa dong? Ah sudahlah tak penting. Pokoknya dia cair dan glossy, hehe.. 

Saya beli ini bulan September 2013 seharga Rp 32.000. Pilih yang soft pink (no 03) karena saya pikir warnanya netral dan nggak mengganggu penampilan lipstik merah. Ternyata ehmm.. ada shimmernya. Saat saya pakai di atas lipstik memang bagus, tapi shimmernya itu bikin bibir saya terlihat basah mengkilat dan saya kurang suka. Jadinya norak, apalagi kontras banget dengan kulit muka saya yang super matte tanpa kilap (alias kering). 

Hanya Wardah Wondershine tanpa lipstik

Dipakai di atas lipstik pink, hanya di tengah bibir


Saya coba pakai di tengah-tengah bibir saja supaya nggak norak. Oke sih, tapi itu bikin lipstik yang di tengah bibir jadi nggak tahan lama. Saya malu dong, lipstik di pinggir bibir masih ada tapi yang di tengah sudah raib. 

Bukan berarti Wardah Wondershine jelek lho ya.. Yang saya suka, dia tidak lengket, melembabkan bibir, dan wanginya tidak berlebihan. Wanginya vanilla yang yummy. Masih sering saya pakai, tapi cuma di rumah. Nggak akan saya pakai untuk pergi-pergi, soalnya malu hihihi.. Sekarang tinggal sedikit, tapi saya nggak akan beli lagi. 

Recommended banget untuk kamu yang sedang mencari lip gloss lokal dengan kualitas bagus, tidak lengket dan mampu melembabkan bibir. Dan pastinya yang tidak keberatan dengan shimmer.

Nivea Fruity Shine

Tinted lip balm yang teksturnya oke karena sangat ringan, tidak menyebabkan bibir terasa tebal seperti berlapis lilin. Kemampuan melembabkannya juga oke, masih terasa lembab meskipun sudah dipakai minum berkali-kali. Lip balm ini mengandung SPF 10.

Saya punya yang cherry, wangi cherry-nya enak sekali. Warnanya di tube memang merah membara tapi saat dioles ke bibir jadi sheer. Cocok buat anak sekolah nih, apalagi dia ada sunscreennya. Harganya pun ramah di kantong, antara 20 - 30ribu tergantung belinya di mana. Saya dapat 22 ribu di Giant bulan Desember 2013.

Yang kurang saya suka adalah shimmernya. Nivea Fruity Shine mengandung shimmer yang cukup besar dan noticeable. Selain bershimmer, yang kurang saya suka yaitu lip balm ini mudah lembek dan meleleh. Jangan sekali-sekali ditaruh di tempat panas, pasti langsung tidak berbentuk. 

Shimmer attack! Tapi masih terlihat natural kok di bibir
Maaf ya warnanya saya gelapin dikit, soalnya kalo foto asli nggak kelihatan jelas shimmernya

Sariayu Liquid Lip Color Double Action


Sudah pernah saya review singkat di sini. Dulu saya bilang mungkin akan repurchase, tapi sekarang saya mantap nggak akan beli lagi, hehehe.. 

Februari 2013 harganya 50ribu, entah sekarang berapa. Beli Sariayu ini ibarat buy 1 get 1 free. Beli lipstik cair bonus lip gloss. Punya saya yang shade Nias, warna lipstik cairnya mirip Wardah Wondershine soft pink tapi lebih tua (ke arah merah). Lip glossnya clear pink, kalo dipakai sendiri nggak nampak warnanya cuma blink-blink aja. Saya suka lipstik cairnya, tapi nggak suka lip glossnya. 

Lip glossnya lengket banget. Shimmernya ganas, saya ngeri pakainya. Selain itu juga terasa agak kering di bibir, mungkin karena terlalu lengket ya. Kalo lipstik cairnya oke, satin finish tapi gampang hilang juga kalo dipakai minum. Kalo mau glossy finish ya tinggal ditambah lip glossnya.

Beginilah jika lipstik cairnya ditambah lip gloss
Kalo lipstik cair saja warnanya akan lebih tua dan tanpa shimmer 

Wanginya seperti buah delima. Seingat saya begitu, sekarang kan udah nggak ada lagi barangnya hehehe.. Yang oke, lip product ini mengandung sunscreen. Semua lip product Sariayu memang mengandung sunscreen. Sip lah!

Karena isinya nggak banyak, produk ini juga cepat habis, apalagi saya sering reapply lipstik cairnya. Begitu lipstiknya habis, langsung good bye deh ke tempat sampah, meskipun lip glossnya masih banyak. Nggak akan beli lagi, soalnya pemborosan. Toh lip glossnya nggak pernah saya pakai.

Oriflame Very Me Lip Stain


Saya beli lip stain ini waktu ada promo tahun 2012, entah bulan apa. Promonya di flyer (bukan katalog), biasanya yang ada di flyer Oriflame itu barang-barang cuci gudang yang tanggal kadaluwarsanya sudah dekat. Harganya sekitar 25 ribu waktu itu, expired dalam waktu 4 bulan tapi saya nekat beli soalnya sedang murah hehehe..

Saya beli yang raspberry, yang ada hint pink. Jadinya natural di bibir jika tidak kebanyakan. Teman saya pikir saya habis minum Fanta, hehehe.. yah hasilnya memang kayak gitu sih. 


Apply Lip Stain Step 10   Version 2.jpg
Kira-kira kayak gini hasilnya (itu bukan foto saya)

Yang saya perhatikan pertama kali adalah ingredientsnya. Mengandung sodium hydroxide (NaOH) dan saccharin (pemanis buatan). Wew, ngapain juga dikasih NaOH, pantas saja rasanya kering. NaOH kan biasanya ada di sabun. Ada blogger yang bilang lip stain ini menimbulkan sensasi panas di bibir, ya mungkin karena ada NaOH itu. Rasanya manis kalo terjilat karena saccharin. Wanginya seperti pewarna makanan aroma frambozen, terlalu strong menurut saya.

Jika dipakai di bibir, bisa awet seharian bahkan dengan makan dan minum. Karena nggak kuat dengan keringnya, saya pakai lip stain ini sebagai blush on. Jadinya oke, warnanya awet sekali, cuci muka pakai air pun nggak hilang.

Lip stain ini akhirnya saya buang 1 bulan sebelum tanggal expired karena rasanya udah nggak nyaman, agak gatal gitu di kulit. Yang pasti, saya nggak akan beli lagi barang ini.

Tony Moly Lip Tint


Tahun 2012 adalah awal-awal saya hobi menjelajahi beauty blognya orang, waktu itu belum punya blog sendiri. Di berbagai blog yang saya baca, mereka ramai membicarakan lip tint, jadi kepingin. Saya beli Tony Moly ini dari teman saya, kebetulan dia punya online shop. Nggak perlu transfer uang. Cukup bilang & bayar, dapat deh si mungil ini dengan harga 30 ribu, katanya itu harga teman hehehe..

Saya beli yang red apple, ada hint oranye. Kan saya udah coba Oriflame raspberry yang hint pink. Pengen coba yang oranye dong.. Beli yang mini 3 ml dulu. Kalo puas, nanti beli yang kemasan lebih besar.

Bukan foto saya
Tapi hasilnya mirip ini

Saat pakai lip tint, saya suka meratakan ke seluruh bibir sehingga hasilnya seperti gambar di atas. Saya kurang suka style lip tint yang gradient lips ala ulzzang gitu.

Kalo saya pakai model begini, bukannya cute tapi malah menakutkan seperti bibir yang sedang infeksi dan berdarah-darah hehehe..

Tony Moly ini rasanya agak kering di bibir walaupun nggak separah Oriflame, wanginya strong mirip aroma pewarna makanan, dan rasanya sedikit pahit. Yang ngeri kenapa nggak ada tulisan ingredients-nya. Apa benar aman, soalnya harganya murah banget. Teman saya yang jual lip tint ini juga angkat bahu saat saya tanya.

Warnanya awet banget di bibir, digosok-gosok pakai air juga nggak hilang. Yang bikin saya kapok pakai ini bukan karena efek keringnya, tapi lama-kelamaan bibir saya makin gelap. Ya gimana nggak gelap, warnanya aja langsung menyerap ke dalam bibir dan susah sekali hilang. Saya pakai saja sebagai blush on. Untung isinya sedikit, jadi bisa cepat habis. 

Nggak berani ah beli lagi. Mending saya pakai lipstik matte aja, staying power oke, tapi juga mudah dibersihkan dan nggak bikin bibir gelap.

Jadi apakah lip tint ini recommended? Saya juga nggak tahu, hehehe.. Untuk yang mau nambah koleksi atau bereksperimen dengan warna lip tint yang berani, boleh deh coba. Untuk yang punya masalah bibir kering dan takut bibir menjadi gelap, saya sarankan jangan.

Itulah lip products yang bikin saya kapok, tapi bukan berarti nggak bagus ya.. Yang nggak cocok di saya mungkin cocok di kamu. Efek kosmetik kan beda-beda di setiap orang.

Suka? Biasa aja? Nggak suka? Pasti hasilnya lain-lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah