Minggu, 06 April 2014

Produk Skincare yang Sebenarnya Tidak Perlu



Hello skincare lovers!


Ini adalah sambungan dari post sebelumnya. Mungkin kalian sering membaca artikel seperti ini di berbagai situs berita atau majalah. Ada yang setuju, mungkin banyak juga yang menolak. Dulu saya termasuk orang yang yakin bahwa kulit harus dirawat dengan seksama, dengan produk bermacam-macam dan tahapan yang seabrek. Saya meyakini itu karena saya banyak membaca dari beauty blog Asia. Dikatakan bahwa rahasia kecantikan orang Korea & Jepang adalah rutinitas skincare yang komplit, meliputi 5 - 10 langkah. Banyak orang dari belahan dunia lain yang mengadopsi cara mereka. 

Beginilah langkah-langkahnya :
  1. cleansing oil
  2. facial wash/foam
  3. toner
  4. eye cream
  5. sheet mask (optional, biasanya dilakukan saat ada waktu luang/malam hari)
  6. essence/serum
  7. emulsion
  8. spot treatment (optional)
  9. cream
  10. sleeping pack (optional, hanya saat malam)
  11. sunscreen (pagi hari) --> orang Asia biasanya menyukai SPF yang tinggi (30 lebih)


Kulit orang Korea dan Jepang yang mulus sempurna tidak semata-mata hasil perawatan kulit yang ketat. Kecantikan kulit mereka ditentukan oleh 
  • Faktor genetik : misalkan mereka tidak ribet merawat kulit, kulit mereka tetap mulus, berpori-pori kecil, dan berwarna cerah. Memang begitu dari sononya
  • Faktor lingkungan : iklim sedang yang intensitas sinar mataharinya rendah dan kualitas udara yang bagus di sana menyebabkan kulit mereka minim resiko terpapar radikal bebas
  • Faktor makanan : saya percaya orang Korea & Jepang tidak melulu makan makanan fresh & sehat seperti yang diberitakan selama ini. Mereka pasti juga suka ngemil dan makan enak, tapi kenapa kulitnya bagus? Karena bahan makanan yang mereka konsumsi sudah berkualitas! Sayuran, buah, ikan, dan hasil ternak tidak terlalu banyak tercemar logam berat berkat manajemen lingkungan yang baik. Kedengarannya saya ngelantur -- tapi ini memang fakta.

Back to skincare routine ya. Memang metode Korea & Jepang itu oke, 2 tahun yang lalu saya mulai mencobanya. Saya beli rangkaian produk Hada Labo komplit, yang Gokujyun & Shirojyun, lotion nya beli yang Alpha Ultimate Anti Aging meskipun waktu itu umur saya baru 22. Saya juga beli rangkaian produk Acnes karena saya masih sering jerawatan. Sangat bagus hasilnya, terutama bagi orang yang sebelumnya tidak merawat muka secara teratur. Lama-lama bosan & bangkrut, coba-coba beralih ke produk lainnya dan melakukan rutinitas skincare yang lebih simpel. Ternyata nggak ada dampak negatif. Saya menyimpulkan, mau ribet atau simpel hasilnya sama aja.


 
Sebenarnya harga Hada Labo & Acnes itu terjangkau, yang bikin bangkrut kalo dituruti harus punya semuanya. Sah-sah aja beli 1 atau 2 macam, tapi terasa ada yang mengganjal di hati -- merawat kulit kok setengah-setengah *korban iklan*. Kalo dompet tebal enteng itu mah.. hehe

Dan saya tambah yakin seabrek skincare tak ada gunanya di wajah saya setelah saya sering main ke website dermatologist. Kali ini saya mau berbagi soal produk skincare yang sering dipakai orang tapi sebetulnya tidak perlu (menurut dermatologist barat). Pecinta skincare routine ala Asia jangan tersinggung yaa..

1. Krim yang berbeda untuk bagian-bagian tubuh tertentu

Ada face cream & neck cream --> kenapa leher harus diberi krim yang berbeda? Ada yang bisa menjelaskan pada saya?
Ada hand cream, body cream, bust cream, foot cream --> sebenarnya body cream & body lotion bisa digunakan untuk seluruh bagian tubuh (kecuali muka), jadi kenapa harus dipisah?


Eye cream --> banyak artikel menganjurkan bahwa bagian sekitar mata harus diberi produk khusus karena area mata lebih sensitif. Ya memang, bagian sekitar mata rawan penuaan dini. Tapi saya sendiri sudah membaca berbagai macam review mengenai eye cream, eye gel, dan eye roll -- sebagian besar tidak mampu menyembuhkan kasus dark circle, kantong mata membesar, kerutan. Cuma memberi efek dingin. Saya juga pernah menjadi pengguna eye cream, eye gel, eye roll. Adem sih, tapi nggak ada yang ngefek, hihihi.. 


2.  Produk Skincare Super Mahal

Anti aging skincare terkenal dengan harganya yang lebih mahal dibandingkan jenis skincare lainnya. Menurut dr. Arash Akhavan, tidak perlu beli produk anti aging mahal. Yang kita butuhkan adalah produk yang mengandung retinoid (turunan vitamin A, alpha hydroxy acid (AHA) atau antioksidan -- banyak produk semacam itu yang harganya jauh lebih terjangkau.


Masyarakat sekarang sudah terlanjur punya mindset "ada harga, ada rupa". Harga mahal = kualitas bagus. Mahal nggak masalah, yang penting sebanding dengan efeknya. Pricey but worth to buy.

Kata orang, sirik itu tanda tak mampu. Bukannya saya sirik, Seandainya saya punya duit berlimpah, saya juga nggak akan beli skincare seharga jutaan rupiah per botol. Kalo ada yang murah, aman, dan cocok buat saya kenapa enggak? Mending duitnya buat beli yang lain, hehehe.. 

3. Toner


Toner dipasarkan sebagai produk untuk menyempurnakan pembersihan kulit, mengembalikan pH kulit, dan mempersiapkan kulit sebelum memakai moisturizer. Kata dr. Akhavan, itu tidak perlu. Yang terbaik adalah membersihkan kulit dengan benar, lalu memakai moisturizer, dilanjutkan sunscreen selama siang hari. Pemilihan pembersih muka yang pH balanced sangat penting -- jadi tidak perlu pakai toner yang janjinya "mengembalikan pH kulit".

Toner untuk kulit berminyak umumnya mengandung alkohol. Astringent adalah toner yang mengandung kadar alkohol tinggi. Pemakaian alkohol hanya memberikan efek oil control untuk sementara. Memang, alkohol membersihkan minyak. Tapi kondisi kulit yang mendadak kering memberikan sinyal bagi kulit untuk memproduksi minyak lagi untuk mengembalikan kelembaban yang hilang. Makanya astringent bukanlah solusi untuk kulit berminyak.

4. Hydrating Serum


Menurut dr. Harold Lancer, penggunaan hydrating serum untuk sehari-hari tidak berguna, karena serum tidak bisa memberi manfaat lebih besar dari produk skincare lainnya. Hydrating serum yang sifatnya ringan dan cepat meresap sangat ideal untuk orang yang baru saja menjalani treatment di dokter kulit. Prosedur treatment seringkali menyebabkan kulit menjadi rentan dan sensitif terhadap produk skincare biasa. Kecuali jika seseorang memiliki kulit sensitif dan reaktif seumur hidupnya, hydrating serum bisa bermanfaat untuk menenangkan kulit.

5. Sunscreen dengan SPF tinggi


Banyak yang salah kaprah, mengira angka SPF menunjukkan perlindungan yang lebih tinggi. Angka SPF menunjukkan perlindungan terhadap sinar UV B saja, SPF 30 dan 100 tidak jauh berbeda perlindungannya. 


Makin tinggi SPF, makin banyak kandungan bahan kimia yang bisa saja membuat kita breakout atau iritasi. Menurut dr. Akhavan dan dokter-dokter lainnya, angka SPF itu tidak penting. Yang paling penting adalah gunakan dengan cukup (merata di seluruh bagian kulit yang perlu dilindungi), ulangi tiap 1 - 2 jam atau setelah kulit berkeringat / basah.

 6. Facial Mask (Instan)

Facial mask (masker) tidak efektif dipakai sering-sering. Kata dr. Lancer, tujuan utama pemakaian masker adalah untuk menenangkan kulit setelah prosedur facial. 

  
Masker bentuk lembaran, krim, dan peel off

Masker instan yang banyak tersedia sekarang mengandung sejumlah bahan kimia yang tidak bermanfaat bagi kulit, terutama masker jenis peel off yang kandungan alkoholnya cukup tinggi. Alkohol yang ada dalam masker peel off biasanya tertulis sebagai SD alcohol, alcohol denat, atau ethanol. Tujuannya adalah untuk pengawet, pelarut, dan mempercepat keringnya masker setelah dioles ke kulit. Alkohol menyebabkan masker terasa sejuk di wajah, tapi apa manfaatnya untuk kulit? Justru menyebabkan kulit kering.

PRODUK TAK BERGUNA LAINNYA

Selain itu, ada beberapa beauty product yang juga dianggap kurang bermanfaat, yaitu :

1. Lip Scrub

Kata orang, rahasia bibir lembut bebas pecah-pecah adalah rajin mengeksfoliasi bibir. Makanya sekarang banyak dijual produk lip scrub. Yang suka cara alami bisa membuat lip scrub sendiri dari campuran gula + madu. 
Ternyata lip scrub itu tidak penting karena bibir memiliki mekanisme sendiri untuk melakukan eksfoliasi -- begitulah kata dr. Akhavan. Yang terpenting adalah menjaga kelembaban bibir & lindungi dari sinar matahari (dengan sunscreen lip balm).

Efek scrubbing bibir tidak selalu bagus

Menurut pengalaman saya, bibir justru mudah iritasi jika rutin dieksfoliasi dengan bahan kasar. Dulu saya suka scrubbing bibir dengan campuran gula pasir & madu. Hasilnya perih (ya iyalah!) dan bibir justru jadi mudah kering dan bermasalah. Sekarang saya mencoba cara lain, yaitu basahi bibir dengan air bersih (bisa dilakukan setelah cuci muka), lalu gosok lembut dengan jari. Kadang-kadang ada lapisan kulit mati yang ikut mengelupas, kadang tidak. Tapi jangan basahi bibir dengan air ludah, karena bisa menyebabkan bibir tambah kering.

2. Krim anti selulit


Sekarang banyak dijual krim anti selulit, tapi sayang sekali tidak ada yang efektif. Hampir semua dermatologist di website yang saya baca bilang begitu. Krim anti selulit mengandung bahan yang bisa menyebabkan pembengkakan  di bagian kulit yang dioles sehingga permukaan kulit yang bergelombang seolah-olah merata. Jika pemakaian dihentikan, bentuk selulit terlihat jelas kembali. Hmm.. bohong dong kalo begitu..

3. Body scrub

Body scrub (lulur) digunakan dengan tujuan utama untuk mengeksfoliasi kulit. Selain itu juga untuk menutrisi kulit untuk tujuan tertentu -- misalnya mencerahkan atau melembutkan.


Cukup mengejutkan, ternyata lulur tidak penting bagi kulit. Kulit tubuh juga punya mekanisme eksfoliasi sendiri, sel-sel kulit mati bisa rontok dengan gosokan tangan. Dari kecil saya diajari ibu saya untuk menggosok badan saat mandi. Nenek saya mengajari pakai batu gosok yang bentuknya batu halus, bisa juga batu apung. Sekarang saya hobi bersih-bersih badan pakai batu apung, biasanya 2 kali seminggu seperti dosis memakai lulur.
Orang jaman dulu pakai batu gosok untuk mandi karena belum ada sabun atau lulur

Lulur untuk mencerahkan kulit -- setelah dipikir-pikir juga aneh. Berapa lama kita luluran, sampai bahan aktif dari lulur tersebut bisa meresap ke dalam kulit? Kalo luluran, paling lama saya hanya kuat 10 menit, lalu segera dibilas. Jadinya bahan aktif dari lulur belum meresap sempurna, sia-sia dong? Mungkin oke jika lulurnya didiamkan sampai 1 jam, tapi ngapain juga di kamar mandi sampai selama itu, keburu ngantuk hehehe..

Sekian cerita hari ini. Ini sekedar info ya, bukan bermaksud nge-judge atau menasehati. Terima kasih buat yang udah baca post ini.
Cara mana yang akan Anda pilih untuk merawat kulit? Itu terserah Anda

46 komentar:

  1. isi blogmu bener'' mengena mba. agak tersindir ni tp thx infony

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf lho, saya nggak bermaksud menyindir. yupz sama2.. makasih udah mampir kesini

      Hapus
  2. Aku setuju sama pos banget sama pos ini!!!

    Menurutku nggak perlu lah pakai banyak2 produk berbahan kimia tumpuk2 untuk muka. Malah kasian mukanya, berasa berat pengap nggak bisa nafas. Kalau di Korea sana mungkin cocok ya. Tapi kalau di Indonesia (Jakarta terutama) yang panas banyak debu menurutku kurang cocok aja.

    Terus produk banyak2 itu akal2annya produsen kosmetik aja nggak sih? Biar tambah banyak untungnya. Hahahhaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.. kasian ya kalo kulit dikasih bahan kimia berlapis-lapis, padahal udara di indonesia kan lebih panas & polusinya ngeri. kosmetik korea udah disesuaikan sama kondisi kulit orang sana, belom tentu cocok untuk orang sini.
      hehehe.. aku juga mikir gitu, produsen kosmetik kan harus kreatif biar produknya diserbu. promosinya juga meyakinkan banget..

      Hapus
  3. wah batu kali/apung ya... ak juga suka kadang . lebih alus malah... mungkin body scrub itu tren kali ya~ lip scrub jg ih bkin bibir cepet kering hahaha (bodohnya) .. btw how about face scrub.. ? penting ga? paling scrub pake bahan kasar kyk gula pasir, scrub dr remukan beras (kyak dipasaran) ehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. ternyata nggak cuma aku yg bibirnya kering gara2 scrubbing

      exfoliating wajah malah disarankan utk membantu regenerasi sel kulit wajah. face scrub katanya malah lebih baik daripada chemical peeling (apalagi jika scubnya alami).
      face scrub cuma dilarang utk kondisi kulit tertentu : sensitif, sedang berjerawat, sedang iritasi. face scrub juga dilarang keras utk penderita eksim.
      aku suka scrubbing, tapi pakai oatmeal soalnya kulitku gampang iritasi..

      Hapus
  4. kt mamaku, jmn beliau muda kosmetik ga sebanyak skrg tp orang2. cuma ada yg basic kaya' facial foam (kelly) dan pelembab (mamaku pake gizi supercream). ga ada serum2an eye cream dsb. spe skrg mamaku tetp pake itu, ga tertarik produk khusus anti aging yg mahal2. tp kok tetep cakep kulitnya, smpe dikira org ikut perawatan di klinik. usia beliau udah 54 pdhl ^o^
    krn baca2 beauty blog, ak jd ikut2an pke set skincare yg komplit (merk korea) dimarahin mama, ktny tuh trllu byk macemnya. kasian kulit kebanyakan bhn kimia. skrg jd ikut2an mama pke krim gizi, ga pake lg serum, emulsion, eye cream dll, nyatanya cocok n kulit jd lh sehat
    eh kok jd curhat niy :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. gpp, thanks udah sharing ya
      hmm.. jaman dulu memang nggak ada kosmetik macam2, makanya orang lebih suka pakai yg alami. jaman sekarang orang mudah terpengaruh iklan, makanya produsen kosmetik berlomba-lomba bikin produk yg aneh2.

      mamamu bener..semakin banyak produk yg ditempelin ke muka, semakin banyak bahan kimia yg terserap dan masuk ke aliran darah. jadi kalo bisa pake sedikit skincare ya malah bagus & lebih sehat..dan lebih irit hihihi..

      Hapus
  5. Aku sebenernya juga lebih sreg dengan skincare yang simple step, lebih ringkes & hemat... cuma iklan tuh bener2 bisa banget yah bikin kita mikir seolah2 kulit kita butuh produk mereka...hehe...tapi dengan tulisan ini makin yakin dengan misi aku buat ngurangin kosmetik yang ga perlu ada di meja rias...haha thanks for sharing ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama.. aku juga. yg simple step memang lebih ringkes & irit. aku dulu korban iklan juga, sekarang udah insyaf hihi..
      yuk kurangin kosmetik yg kurang perlu. demi kesehatan kulit juga hehehe
      sama-sama..

      Hapus
  6. Kalo pake sunscreen boleh pake handbody lagi kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh.. justru perlu banget kalo kulit badan tergolong kering

      Hapus
  7. Mbak Lintang saya punya masalah kulit dark spot di kulit pipi, selama ini saya menggunakan produk p**** age miracle untuk menipiskan dark spot. Dark spot tampak tipis kalo rutin dipakai. tapi daerah T zone khususnya hidung berkomedo. Saya mau menanyakan efektif manakah penggunaan retinol, AHA dan CLA di p*** atau menggunakan produk lain yang mengandung hyluronic acid dan rose hip oil Terima kasih .

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk dark spot lebih tepat retinol, AHA & CLA. hyaluronic acid & rose hip oil lebih cocok untuk melembabkan aja (tapi untuk efek anti aging tidak terlalu). supaya nggak muncul komedo di T-zone, krimnya jangan dioles di daerah itu, cuma di bagian yg ada dark spot aja.
      sama-sama..

      Hapus
  8. setuju bgt kaka... dulu aku nyesel bgt habis duit banyak. . cuma buat gitu gituan. dan sekarang. di hentiin semua. sama aja.... malah tambah mendingan kalau kata saya. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku dulu juga termakan iklan (& review), jadi boros.. padahal pakai yg simpel justru bikin kulitku lebih sehat hehehe..

      Hapus
  9. hehe setuju kakak...saya harus pake skincare praktis krn sering bepergian tugas lapangan, jadi beauty pouchnya kecil. jd yg wajib aja yg saya pake daily: double cleansing dgn milk cleanser+facial wash+toner... pagi harus pake sunblock krn kerja outdoor, malam harus bersihkan+pake lotion. udah gitu aja. Folback ya kakak.. griyatawang.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. less is more, hehehe.. kalo banyak2 skincare selain nggak praktis, berat di kulit+repot bersihinnya. yang penting cocok di kulit aja & bikin kulit sehat..

      Hapus
  10. Yaampun Lintang, salam kenal yaa. Aku merasa tertohok tau ga sih.. *tenang, efeknya positif kok. Aku pemakai skin care premium dari jepang yg sebotol ratusan bahkan jutaan itu lho. Tapi guess what?? Kemarin aku skin check di counter mereka (lagi) dan kulit aku malah nilainya drop dibanding score sebelumnya. Aku sutrissss dong... malah sama mbak2 BA nya dibilang, Ibu gausah ganti toner.. udah bagus toner yang kemaren (keluaran merk itu juga tp beda varian). Trus aku rada ilfeel deh... dan habis itu jalan2 ke premium skin care yg lain pengen ganti, tapi untung sama adek aku dilarang (coba) beli dan suruh telatenin pake si jepang ini karena udah dari awal tahun... dan tau nggak, untung aku nemu blog kamu. AKU MAU SORTIR itu skin care skin care aku yang banyakkkkk bangetttttttt step2nya. Aku preloved aja deh lumayan :))

    Makasih banyak ya lintang pencerahannya, sumpahhh bergunaaaaaa banget apalagi pas bangt sama kondisiku sekarang. ♥♥♥

    dila

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak dila..salam kenal
      wah kok bisa drop gitu skornya? sayang banget ya.. padahal udah dtelatenin step2nya.
      memang untuk kulit (terutama kita yg tinggal di negara panas yg kaya polusi ini) nggak perlu lah terlalu banyak step, malah kebanyakan numpuk bahan kimia (banyak bahan kimia = banyak radikal bebas = malah memicu penuaan dini).

      hehehe..betul, preloved aja supaya nggak mubazir. semoga dengan makin simpel kondisi kulit mbak bisa makin bagus.
      sama2 mbak.. senang kalo artikel ini berguna

      Hapus
    2. SENENG BANGET lintang nemu Blog kamu.. benar2 informatif, tanpa sok tau dan ahh keren deh pokoknya. Heran, pdhl aku termasuk aktif banget berselancar..tapi baru nemu sekarang huhu.. oh and btw aku juga lagi main ke blog mu satunya lhooo.. lagi tergemes2 riaaaaa! Hahahaha... nanti komen disana aja lah.

      makasih banyak ya lintang (aku panggil lintang cuz im 29yo --udah buibu hihi). Aku malah sekarang lagi seneng cuci muka pake oatmeal kaya bubzbeauty trus ini mau bikin si homemade fermentasinya yahhhh, sukses terus lintang ♥♥

      Hapus
    3. makasih mbak dila..
      blog sebelah heboh ya, tapi lumayan lah baca comment2 facebook nya untuk hiburan,ada yg lugu banget soalnya hehehe

      sama2 mbak..
      blogger & vlogger2 terkenal di luar negeri pada suka diy, udah terbukti juga di mereka, kita boleh niru dong hehehe.. yuk mbak dibikin
      sukses juga buat mbak dila..

      Hapus
  11. mbak berarti pake lightening serum gak guna dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung kondisi kulit & ingredients skincare yg dipakai. misalnya pelembab yg kamu pakai udah mengandung semua yg dibutuhkan kulitmu, serum nggak banyak berguna.

      tapi misalkan pelembabmu nggak mendukung (dari segi nutrisi nggak memenuhi, teksturnya berat & sulit meresap) sedangkan serummu bisa (selain nutrisnya lengkap, tekstur ringan tapi sifatnya juga moisturizing) justru pelembab itu yg nggak penting.

      skincare regime orang bisa beda2. ada yg butuh cuma facial wash, toner, sunscreen karena memang 3 barang itu aja udah cukup (toner & sunscreennya melembabkan). ada juga orang yg nggak pakai sunscreen karena pelembabnya udah mengandung anti UV, dsb.
      begitulah.. jadi semua tergantung ingredients

      Hapus
  12. Aku bilang sih semuanya penting ga ada yang ga penting jangan sering2 pake homemade

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa nggak boleh sering2 pakai homemade? boleh dong dijelasin alasannya + link yg mendukung

      Hapus
    2. @anonim, Km g pernah makan masakan di rumah?? Itu kan jg homemade. LOLZZZ . ijin ketawa yah..

      Hapus
    3. mungkin dia lebih suka beli karena lebih praktis..

      Hapus
  13. Wah! Ini seakan mengamini apa yang selama ini saya pikirkan. Saya sempat 'terjebak' untuk beli produk skincare bermacam-macam tapi saya lupa untuk menerapkan pola hidup sehat, padahal itu yang harusnya nomor satu ya mbak? Beli lotion macem-macem untuk ngatasin kulit kering, tapi minum air putih sama makan sayurnya minim sekali. Beli acne series buat ngatasin jerawat yang suka nongol, tapi kalo malem suka males bersihin muka. Itu saya banget. Hahaha. Sekarang lagi nyortir produk skincare di rumah dan nyoba kembali ke yang alami-alami aja deh.

    Makasih mbak, blog ini manfaat banget lho. Karena cantik ngga harus mahal dan ribet kan ya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, yang paling penting jaga pola hidup sehat. skincare yg banyak nggak akan berguna kalo asupan nutrisi & pola hidup kita masih kacau.
      kalo pola hidup udah diperbaiki, kita bisa mengurangi budget untuk beli skincare.

      sama2.. senang kalo bisa bermanfaat. ada berbagai cara untuk jadi cantik, mau yg simpel & murah atau yg ribet & mahal. tapi kalo hasilnya sama ya mending pilih yg simpel & murah hehehe..

      Hapus
  14. Bener banget mbak lintaangg.. aku sendiri udah ngerasain. Pernah ke dokter kulit dikasih krim segabrek tapi kulitku malah tambah parah. Pas pake yang simpel wajahku malah mendingan, kantongku juga nggak ngejerit kayak pas ke dokter kulit. Keep Blogging mbak <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak semua orang kulitnya tahan dengan skincare yg seabrek, apalagi ingredientsnya belom tentu cocok. krim dokter kan berat ya. kalo bisa sembuh pakai yg simpel malah bagus.
      makasih mbak..

      Hapus
  15. lintang aku mau nanya donk, kebetulan nih paket krim2 aku dah pd abis pengenya sih ga lnjutin krn lmyn brat nih pengeluaranya, skalian bikin simple aj krimnya biar ga byk2, kira2 apa ya yg msti punya utk sehari-hari, jenis mukaku kering, ada flek gtu di pipi gemes deh liatnya tapi ga tau msti pake apaan buat ngilanginya, aku ga sk yang ribet n ga suka make up kcuali bedak+lipstik doank, tapi aku srg kluar siang kena sinar matahari nih makanya kudu pk pelindung bantuin aku donk kira2 pk produk apa aja. thanks ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba aja produk2 pemutih gitu, yg ada facial foam, serum dan krim malam. krim siang bisa di-skip kalo nggak mau terlalu berat, cukup serum lalu lanjutkan dengan sunscreen.
      untuk produk yg bagus aku juga kurang ngerti, aku selalu mengalami kegagalan dengan produk whitening hehehe.. tapi kalo kulit kering hada labo itu bagus buat melembabkan, coba aja.. ada whitening series nya juga (shirojyun).

      sunscreen banyak yg udah dilengkapi pelembab, misalnya merek skin aqua itu, makanya day cream nggak terlalu penting kalo begini

      Hapus
  16. Wahhh setuju banget ma kamu Lintang... Aku dulu pernah ketergantungan ma skincare dari dokter, udah banyak stepnya meni ribed kalo mo pake hehehe, tp hasilnya ya kadang bagus kadang balik asal cape deh... Tp setelah lepas dari cream2 dari dokter n nemu skincare yang cocok n bisa di beli di supermarket/toko kosmetik + masker ala-ala homemade hehe kulitku malah jauuuhh lebih sehat.. n jauuhh lebih hemat ... Thx ya Lintang udah sharing infonya, bermanfaat banget...^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah skincare dokter itu emang berat di kantong & kulit ya. aku belum pernah sih pakai skincare dokter (dan kayaknya nggak bakal mau hehehe)
      betul ya, less is more. yg lebih simpel & hemat bisa lebih bagus dari yg ribet & mahal.
      sama2..

      Hapus
  17. aku malah gak bisa pakai batu apung, hiks.. kulitku super sensitive walau jerawat bisa dihitung (kalau cuma lagi dapet aja). Pakai lulur aja gak boleh yang banyak scrubnya dan lebih pilih yang ada tepungnya tinggi.
    Anyway, aku juga malas loh pakai banyak banyak produk *bukan korban iklan haha*, aku sekarang cuma pakai eyes cream Loreal sama Anti aging serum nya Hada labo buat malam (kadang kalau malas templokin lidah buaya aja sebelum tidur). Cuci muka pakai hada labo moisturizing. Pembersih dan penyegar dari Innisfree.. Lumayan hasilnya. Tapi masalah kulit menjelang 40 tuh pori-pori besar banget deh, menyebalkan. Aku pakai Innisfree pore tightening mask sudah 1 tahun gak mempan sama sekali! Punya review produk OK untuk usia diatas 35 yang bantu ngecilin pori yang membandel gak?? Kulitku seperti umur 27 thn..
    Thanks infonya..suka dengan blog mu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo batu apung biasanya aku pakai di badan, terutama tumit & lutut. di muka atau leher nggak berani, lecet pastinya hehehe..
      malah bagus kalo simpel. hasil survei membuktikan orang2 yg awet muda itu skincarenya simpel.

      betul juga ya, pori2 makin besar kalo umur bertambah. dari hasil baca2 katanya murad oke, ada varian anti aging-visible pores yg produknya kayak gini : http://www.murad.com/anti-aging-visible-pores

      untuk masalah pori karena aging yang paling simpel pakai produk2 yang mengandung glycolic acid, mereknya bebas, yg penting kadar glycolic acid 7,5-10%

      Hapus
  18. Skincare se abrek ap g bingung yg ngefek yg mana? Ak si simple bgt malah. Pembersih dan pelembab aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. katanya sih beda2 fungsinya. biasanya cream itu yang kandungan bahan aktifnya paling banyak, tapi nggak bisa diserap sempurna kalo nggak pakai serum dulu. itu kata produsen sih, hehe..

      Hapus
  19. Seneng banget temukan blog ini. Benar2 berguna banget. Aku jenis orang yang gampang percaya dengan produk2 kecantikan dari ratusan smpy puluhan juta aku habiskan namun setelah aku baca blog mba lintang jadi sadar semua itu tdk berguna karna kenyata'annya kulitku ttp ja gk ada perubahan yang ada malah kriput.dah tue x ye,,? Hehe,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak frisya, selamat datang di blogku.
      semakin banyak produk yang digunakan malah semakin banyak bahan kimia yang menyebabkan penuaan dini.
      bahan aktif bermanfaat yang diterima kulit nggak sebanding dengan radikal bebas dari bahan kimia lainnya.. kulit jadi cepet tua karena itu

      Hapus
  20. Aku seneng banget baca blog ini. Aku sudah habiskan puluhan juta rupia untuk membeli produk2 kecantikan yanb menjanjikan ini dan itu namun hasilnya nihil,,! Kini aku lebih yakin setelah baca blok ini cara alami lebig bagus. Makasih mba lintang,,? Blog mu sangat bermanpa'at.

    BalasHapus
    Balasan
    1. efektivitas skincare sebenernya nggak tergantung harga & macam produk yang digunakan, yang penting cocok di kita. tandanya kalo cocok yaitu ada hasil & nggak bikin reaksi negatif jika sewaktu2 dihentikan.
      cara alami ada yang bagus & ada yang enggak, harus trial & error juga sih hehehe..
      sama2 mbak frisya

      Hapus
  21. Iya nih, Lintang, aku suka geli ngebayangin orang kulitnya udah lumayan okay (jerawatan sebiji dua biji, pori rada gede, kulit sawo matang, rada kering, rada berflek itu menurut definisi aku sih lumayan okay yah. We're only human kan bukan porselen cina hihi) tapi tetep ribut ngerasa kulitnya bermasalah pake banget. Orang-orang jaman sekarang mah suka kemakan iklan, liat cewe2 korea di iklan kosmetik pada insecure. Pada kaga ngerti apa yah, muka bintang iklannya kalo ga dimakeup dan photoshop palingan ga lebih cakep dari yang ngiriin. hehehe maap kasar.
    Ujung-ujungnya, para produsen kosmetik memanfaatkan perasaan insecure kita untuk bikin produk-produk yang seperti kamu bahas ini. Efeknya? Bisa sih lebih cakep, naek 10-15% lumayan lah yaa hihihi (tapi abisin duitnya jutaan hahahaha)
    Pas jaman masih SMA dan awal kuliah dulu, aku sempet lama perawatan di klinik dokter. Aslinya bukan karena item, bukan kusem, bukan jerawat... yah emang niatnya random aja pengen keliatan lebih cantik gitu. Ih namanya dokter pasti ngasihnya obat ya, muka aku emang sempet kaya cling cling banget sih, sampe pada suatu poin aku ngerasa "ih ini mah obat, taunan gw teplokin ke muka. Udah ah gw berenti". Dan serandom mulainya, aku random juga berhentinya hahahahaa... Syukur ini muka gak kenapa2, tetep gak bermasalah dan malah hassle free karena gak tiap malem kita ribut kalo lupa pake krim malam.
    Sekarang aku 23, gak ada komplain sama muka dan regimen aku sehari2 cuman cleanser toner viva, skinaqua spf 30, sama sabun muka hadalabo.
    Astaga panjang bener ocehan gue.
    Maap lintang, nyampah di blog kamuu hihihi... Intinya aku setuju sama pos bijak ini. Jangan berekspekstasi berlebihan, banyak-banyak bersyukur, samaaa telatenin bersihin muka dan pake sunscreen secara religius aja hehehehehe

    *No amount of makeup can mask an ugly heart*

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. nggak apa2 kok curcol panjang disini, juga bisa buat pembelajaran untuk para pembaca lainnya.
      ya nih, perusahaan kosmetik pintar banget membidik para wanita yg insecure.
      jangan mau dibodohi oleh iklan. bener sih, model iklan kosmetik sendiri belum tentu kulitnya semulus di iklan, tapi ada juga yg emang udah mulus, tinggal dikasih efek glowing pakai photoshop.
      intinya, kita harus bijak menentukan apa yg diperlukan kulit kita.
      dan bener, harus banyak2 bersyukur & jangan ekspektasi yg berlebihan.. aku setuju dengan kamu hehehe..

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah