Jumat, 30 Mei 2014

DIY Seaweed Mattifying Moisturizer Gel

Hai hai hai..


Ada yang suka es campur rumput laut? Saya sukaaa banget! Rumput laut nggak hanya sehat untuk dimakan, tapi juga bagus untuk dijadikan kosmetik. Ada yang pernah dengar Gizi Super Cream? Yang semboyannya "Secret of Seaweed" itu.. Teman-teman yang pernah pakai tentu baca deskripsi di brosurnya, mengenai keajaiban rumput laut untuk kulit. Dulu saya pengguna GSC, saya terkesan membaca tentang pengumpul rumput laut yang tangan dan kakinya tetap halus meskipun pekerjaannya kasar.

Iseng-iseng saya bikin moisturizer gel dari rumput laut hari Senin lalu, tapi baru sempat saya tulis sekarang. Bukan hanya baru sempat sih, tapi juga saya tes hasilnya dulu. Human testing nih ceritanya, tapi saya sendiri kok yang jadi objek percobaan. Setelah beberapa hari, tidak ada reaksi negatif di kulit saya.. malah saya suka sekali efeknya. Ternyata mattifying alias memberi efek matte seperti memakai bedak, tapi di kulit tidak terasa kering sama sekali. Kulit jadi halus dan terhidrasi. 

Mainan baru

Rumput laut yang saya gunakan adalah rumput laut yang biasa dipakai sebagai bahan es campur, itu lho.. yang warnanya putih.  Rumput laut ini jenisnya Eucheuma cottonii. Aslinya di laut dia tidak berwarna putih, melainkan hijau atau kecoklatan. Selama proses pengeringan, klorofilnya hilang sehingga saat direndam warnanya menjadi putih bening.


Bentuk asli Eucheuma cottonii

Ada yang hijau, ada yang coklat
Dua gambar di atas berasal dari sini

Pengeringan dengan cahaya matahari menghilangkan klorofilnya

Nanti jadinya seperti ini, inilah rumput laut yang biasa kita konsumsi

Eucheuma cottonii mengandung vitamin E, A, C, B kompleks, asam amino, dan mineral (kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, natrium). Juga mengandung antioksidan, antibakterial, dan kolagen (sumber). Menurut sumber ini, manfaat rumput laut Eucheuma cottonii  untuk kulit yaitu : 
  • melembabkan dan mencerahkan kulit
  • mengurangi kerut dan flek
  • mengontrol produksi sebum
  • bersifat sebagai anti inflamasi (anti peradangan)
Eucheuma cottonii juga mempercepat penyembuhan luka. Menurut hasil penelitian di artikel ini, ekstrak Eucheuma cottonii menyembuhkan luka lebih baik daripada madu.

Manfaatnya keren banget ya.. Nah, makanya saya tertarik untuk membuat moisturizer dari rumput laut Eucheuma cottonii. Beginilah caranya..

1. Siapkan rumput laut. Saya beli di supermarket, wujudnya sudah basah dan kenyal pertanda sudah direndam oleh pabriknya. Tapi tetap harus dicuci lagi lho, supaya yakin bersihnya.. 

Yang saya pakai nggak sebanyak ini kok, cuma seperempatnya
Kan saya juga pingin bikin es campur, hehehe..

2. Masukkan ke panci, tambahkan air sampai seluruh rumput laut terendam. Rebus hingga mendidih.

Usahakan rumput lautnya terendam

Rebus hingga mendidih

3. Setelah mendidih, angkat dari kompor. Biarkan sampai panasnya berkurang (agak hangat). Air rebusan dan rumput lautnya diblender.


4. Tempatkan ke dalam wadah. Saya sarankan wadahnya adalah jar, bukan botol seperti ini soalnya nanti akan mengental. Jar plastik nggak apa-apa, karena ini bukan produk fermentasi. 
Saya taruh di botol karena ternyata kebanyakan bikinnya, tapi nggak punya jar yang cukup untuk menyimpannya. Wadah bekas lulur kayaknya sih muat, tapi saya nggak punya.

Taruh di jar, jangan di botol kayak punya saya
Repot nanti kalo mau pakai

5. Biarkan dulu sampai dingin. Setelah dingin, tutup rapat lalu masukkan ke kulkas. Tanpa bahan pengawet bisa tahan kurang lebih 1 minggu. Terpaksa saya kasih pengawet makanan natrium benzoat soalnya banyak banget nih jadinya, nggak yakin bisa habis dalam 1 minggu. Makanya bikin dikit aja ya teman-teman, jangan kayak saya..

Biarkan dingin, lalu tutup rapat dan masukkan ke kulkas

Kalo pakai natrium benzoat bisa sampai 1 bulan, tapi dosis penambahannya maksimal 0,5% aja. Saya sih nggak sampai 0,5% kayaknya, hehehe.. Untuk produk kosmetik semacam toner dan moisturizer, batas aman yang diperbolehkan adalah 0,5% (sumber). Pemakaian kosmetik yang mengandung natrium benzoat nggak boleh dibarengi dengan kosmetik yang mengandung vitamin C dan E konsentrasi tinggi (vitamin C dan E sebagai bahan utama) karena akan bereaksi membentuk benzene yang bersifat karsinogenik.

Natrium benzoat yang saya pakai cuma seujung sendok teh untuk adonan sebanyak tadi
Dicampurkan waktu wujudnya masih cair, belum jadi gel

Nah, kalo udah masuk kulkas, bentuknya akan berubah jadi gel. Persis kayak minuman jelly gitu, kenyal-kenyal menggemaskan (?)

Sekali lagi saya ingatkan, jangan disimpan di botol atau nasib Anda akan seperti saya
Susah ngambilnya, sumpah deh nggak bohong

Bentuknya gel, ya memang semi padat begini..

Rumput laut Eucheuma cottonii dimanfaatkan oleh industri kosmetik untuk menghasilkan carrageenan. Fungsinya adalah sebagai emulsifier, pengental, pengikat, dan penstabil dalam kosmetik (sumber),dan pembuat gel. Saya pernah membaca bahwa carrageenan bersifat komedogenik, misalnya di website ini

Carrageenan itu bukan rumput laut secara keseluruhan lho, melainkan hanya polisakarida (karbohidrat kompleks) yang diekstrak dari rumput laut, sudah tidak mengandung berbagai zat aktif yang biasa terdapat dalam rumput laut utuh. Proses ekstraksinya saja menggunakan bahan kimia (KCl atau alkohol) (sumber).

Carrageenan disebut sebagai bahan comedogenic, namun rumput laut asli justru mampu mengontrol sebum & mengurangi peradangan pada jerawat. Jadi teman-teman yang kulitnya oily nggak usah takut memakai rumput laut di wajah.

REVIEW

Tekstur

Seperti yang bisa dilihat, teksturnya gel. Licin jika dioleskan ke kulit, ketika akan meresap rasanya lengket, tapi begiu meresap hasilnya matte. Untuk yang kulitnya kering seperti saya, agak kurang suka saat gelnya baru meresap karena rasanya kulit agak kaku. Lama-kelamaan perasaan kaku itu hilang, digantikan dengan kesan smooth dan kulit lebih elastis. 

Gel semi padat

Dibaurkan jadi licin

Begitu meresap hasilnya smooth meskipun ada perasaan kaku di awal
Seperti jika kulit terkena adonan agar-agar

Finishing

Matte, hasilnya seperti memakai bedak, tanpa kilap. Saya coba pakai krim sunblock Parasol setelah gel ini. Hasilnya masih matte aja, wow! Saya coba nggak pakai bedak atau tepung maizena setelah sunblock, saya bawa beraktivitas selama 4 jam. Alhasil, setelah 4 jam kilap mulai muncul di hidung.

Btw kulit saya ini super kering ya.. tapi jika pakai sunblock Parasol aja pasti ada kilap seperti minyak. Makanya biasa saya setting dengan tepung maizena, biasanya sih tahan seharian tanpa kilap (cerita lengkapnya di sini). Saya coba tidak pakai maizena selama 4 jam ini. Ternyata kilapnya si sunblock baru muncul setelah 4 jam, itupun cuma di hidung. Kalo kayak gini, rasanya saya nggak butuh bedak lagi.. hehehe

Saya simpulkan oil controlnya memang bagus. Cocok buat teman-teman yang berkulit oily.

Menurut saya finishingnya kayak pakai Gizi Super Cream. Tapi kata temen saya hasilnya kayak pakai The Body Shop Mattifying Day Cream. Hmm.. masak sih? Tapi saya cuma angguk-angguk aja deh, soalnya belum pernah pakai yang dari TBS.

seawood-mattifying-day-cream-body-shop-4
Kata dia sih hasilnya sama dengan krim ini, biayanya beda jauh
Saya keluar 4 ribu doang buat beli rumput laut, hahaha..

Efek pada kulit saat pemakaian

Tidak ada purging, tidak ada breakout, tidak ada iritasi atau alergi di muka saya. Aman-aman aja sih. Tidak muncul komedo baru.

Selain matte, kulit jadi lebih elastis. Lembab sih enggak ya.. lembabnya baru terasa jika kita cuci muka pakai air dan gelnya menghilang. Makanya saya buat maskeran juga gel ini *biar cepet habis juga sih hehehe*. Dioleskan tebal ke kulit, tunggu kering & meresap (20-30 menit), lalu bilas dengan air. Wow, rasanya kepingin cubit-cubit pipi sendiri setelah itu.. kulit jadi kenyal dan lembab. Cobain sendiri lah..

(+) ringan di kulit, cepat meresap
(+) efeknya mattifying
(+) membuat kulit terasa halus dan kenyal, apalagi jika dijadikan masker
(+) oil control bagus
(+) tidak ada reaksi aneh-aneh di kulit saya (tidak breakout, tidak iritasi atau alergi, tidak menyebabkan komedo)
(+) lumayan lah masa simpannya (1 minggu tanpa pengawet) karena sudah direbus sampai mendidih & masuk kulkas. Jika dengan natrium benzoat kira-kira bisa tahan sampai 1 bulan.

(-) repot (namanya juga homemade cosmetics)
(-) waktu pertama dioles rasanya licin, awal-awal meresap agak kaku di kulit
(-) untuk kulit super kering, kelembabannya tidak terasa saat dipakai, tapi sebenarnya sangat melembabkan kulit. Terasa banget kalo habis cuci muka

Bikin lagi? Iya, bulan depan hehehe *masih banyak nih*
Recommended? Ya, untuk semua jenis kulit terutama yang kulitnya oily dan ingin membuat kosmetik anti aging alami

Pembuktian di muka saya..

Cuma pakai :
homemade seaweed moisturizer gel
Viva Chic on Lips strawberry  (sunscreen lip balm)

Lalu saya bawa pergi muter-muter dari kampus, rumah dosen, sampai akhirnya pulang. Nggak pakai makeup dan saya masih pede aja (emang dasarnya kepedean). Menurut saya, perempuan itu harus pede dengan mukanya sendiri walaupun tanpa makeup, yang penting dirawat dan dilindungi dengan skincare supaya tetap sehat.

Empat jam kemudian mengkilap di bagian hidung aja

Sekian resep dan review dari saya. Semoga bermanfaat ya..




86 komentar:

  1. Wah keren infonya..
    Eh mbakl btw bukannya parasol mngandung vit e yah?? Itu emg gpp d tmpuk gitu?
    Oh ia rumput laut di supermarket biasanya trletak d sbelah mna?
    Mbak boleh kasih prmintaan?? Bikin dong moisturizer atau fw dari grapeseed oil...
    Trimakasih dan maaf trlalu pnjang comment:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg nggak boleh itu kalo vit E nya konsentrasi tinggi (seperti serum atau vit E ada di urutan awal dari produk). parasol ada vit E tapi di urutan terakhir, jadi cuma dikit. trus gel ini dikasih natrium benzoatnya nggak ada 0,5% juga, kayaknya cuma 0,1% jadi aman lah

      di supermarket bagian makanan dingin (dekat asinan,tape, tahu dll)
      oke, kalo aku dah dapet grapeseed oilnya. aku nyari di supermarket deket rumah agak susah nih, kayaknya harus nyari di supermarket yg lebih jauh hehehe..

      ok, sama2..

      Hapus
  2. Mbak..
    Ada gak pngawet kosmetik lain slain natrium benzoat??

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak.. ada alkohol, benzalkonium chloride (tapi bikin iritasi), formaldehyde/formalin (bahaya karena karsinogenik), paraben, dll.
      tapi yg paling aman & gampang didapat itu natrium benzoat soalnya itu pengawet makanan. kosmetik anak2 juga biasanya pakai natrium benzoat sebagai pengawet

      Hapus
  3. wow keren:)
    pengen bikinnnn >.<
    kalo rumput laut nya biasa beli dimana ya?
    kalo natrium benzoat biar dapet sekitar 0.5 % tu caranya gmn ya? makasih lintang.. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih.. yuk bikin
      rumput laut aku beli di supermarket bagian makanan dingin
      wah, aku nggak ngukur bener sih. yg aku pakai disini cuma dikiitt banget, cuma seujung sendok teh..

      Hapus
  4. lagi2 masalah homemade skincare itu emg lifetime nya.. yaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, hehehe.. tapi enaknya bisa mengurangi bahan kimia yg nempel di kulit

      Hapus
  5. waaa baiklah, hohoho boleh dicoba nih xD
    thanks for sharing :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk dicoba.. gampang kok hehehe
      iya, sama2..

      Hapus
  6. natrium benzoat bisa sampai 1 bulan, tapi dosis penambahannya maksimal 0,5% , itu seberapa sdt ya mba? foto dong hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma seujung sendok teh yg aku pakai disini.. oke, ntar aku tambahin fotonya

      Hapus
  7. Mupeeeeng pengen bikin.... :D
    Hahahaha..
    Kulitku juga kering ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo bikin, hehehe..
      ini bisa buat maskeran juga, kulit rasanya lembab setelah dibilas

      Hapus
  8. Maaf mbk boleh tanya..
    Gmana sih nyuci wadah bkas buat dikasih kosmetik yg homemade kyak gitu dn si toner fermentasi?
    Trimmakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya aku cuci pakai sabun badan/cuci piring yg antibakteri, trus dibiarkan sampai kering. kalo wadahnya kaca, setelah itu aku rendam pakai air panas juga biar steril. kalo wadah plastik, disterilkan pakai alkohol. setelah kering bisa dipakai buat nyimpan homemade skincare, nggak perlu takut alkoholnya nyampur karena udah menguap semua..

      Hapus
  9. mbak, btw ini rumput lautnya pas mateng keras (kayak yang disajikan di es cmpur ) apa empukk & gampang hancur???

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan lunak sih, hancur kalo dipencet pakai sendok.. semakin lama merebusnya jadi makin lunak. air rebusannya juga jadi licin kayak mengandung gel

      Hapus
  10. Nuri Anindya31 Mei 2014 10.42

    waahh Lintang punya blog sebagus ini ga bilang2 og,,, trnyata kmu ada hobi tetek bengek soal kosmetik. tau gitu khan aq bs nanya2 kmu biar ga kecele klo beli apa2
    kmu make up ato ga tetep ga kucel. lha aq, ga bedakan aja lgsung minyak dimana2, pori gede nongol, lecek kyk belom mandi huahahaha
    rajin ya kmu bikin diy skincare gini,,,salut dah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ada Anin nyasar kesini.. hihihi, blog ini emang nggak sering aku sebut2, tapi nggak rahasia juga kok..
      tau sendiri kan kamu, dulu aku kucelnya kayak apa hehehe.. baru akhir2 ini aja agak mendingan.

      sebenernya nggak rajin tapi terpaksa Nin.. soalnya kulitku rewel. banyak nggak cocok sama ingredients kosmetik pabrikan. bikin homemade skincare biar meminimalisir bahan kimia yg nempel di kulit

      Hapus
    2. Nuri Anindya31 Mei 2014 11.12

      kulitq kucel apa krn kebanyakan bhn kimia ya? dulu q pernah perawatan di klinik skrg dah ga, kerja di kota kecil jauuhh dr mana2. masak hrs balik semarang bwt perawatan thok hahahaa
      klow dah ga perawatan gmpang bgt kucelnya Tang,,, dipakein apa aj ga ngaruh.q saranin kmu jgn coba2 ke klinik or salon,, mending dirawat alami aja walopun ribet

      Hapus
    3. mungkin juga ya.. wah repot tuh kalo sampai ketergantungan gitu. kalo nggak rutin muka bisa balik kucel, nggak enak dong..

      nggak lah Nin.. aku nggak mau perawatan di klinik, sayang duitnya hehehe.. kalo aku prinsipnya ribet nggak papa yg penting cocok di kulit, aman dan murah

      Hapus
  11. Kak Lintang, Lena udah coba. Kemarin sore langsung cus ke supermarket buat nyari rumput laut. Ngrebusnya kebanyakan air heheheu.. jadi airnya nggak Lena campurin smua ke blender, boleh ngga? Tapi tetep cepet siy jadi gel nya
    Adem di kulit, bener jadi matte loh.. iya kak, agak kaku pas meresap, tapi terus kakunya ilang. Bedakku jadi awet. Aku ngga brani kalo ngga pake bedak, ni muka oily bgt soalnya heheheu..tapi pake gel ini jadi ngga cepet kucel, oil controlnya jempol!
    Makasih ya kak untuk resepnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak papa, nggak semua air rebusannya harus dipakai kok.. aku juga nggak pakai semua airnya, tapi tetep aja jadinya kebanyakan hehehe..

      oh, bisa bikin bedak jadi awet ya.. sekali2 cobain nggak pakai bedak Len, biar tau oil control sebenarnya di kulit oily.
      sama2 Lena..

      Hapus
  12. denger2 rumput laut itu comedogenic.. kulitku berminyak n acne prone mbak tp aku coba aja td malem diolesin ke muka, paginya ga komedoan malah kulit jd kenyal, lembab, alus. td siang udah coba sbg makeup primer emang baguuus oil controlnya. yg bikin seneng trnyata ga bikin jerewi or komedo sprti cerita orang2. kayaknya cucok neh, bakal lanjut terus.
    tengkiu mbak lintang resepnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tingkatan komedogenik dari rumput laut itu sama seperti cetearyl alcohol, cetyl alcohol, coconut oil, cocoa butter.
      padahal di kosmetik yg untuk kulit oily pun sering muncul cetearyl alcohol atau cetyl alcohol. kalo berani pakai 2 bahan itu seharusnya nggak perlu takut pakai rumput laut di wajah.

      oh, bisa buat makeup primer ya? bagus lah kalo nggak menimbulkan komedo.. cocok berarti hehehe
      sama2 Vio..

      Hapus
  13. Very very interesting, jd pengen nyoba deh buat primer.
    Lintang gak pengen nyoba rumput lautnya difermentasikan? Kayak sea kelp bioferment itu lho. Tapi fermentasinya pake lactobacillus kayak yg di yoghurt, bukan pake saccharomyces.
    Skb itu dipake di la mer lho ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dicoba aja, hehe..
      kalo pake lactobacillus nanti hasil fermentasinya lactic acid, aku kurang cocok pakai apapun yg ada lactic acid, hehe.. clekit2 biasanya
      tapi lactic acid bagus buat yg kulit oily & nggak sensitif

      Hapus
  14. sy dah coba ini dr kmrn & kmrn mlmnya. hslnya bagus, muka gk gmpang minyakan tp ttp lembab. gk bikin jerawat & komedo. dikulit kering jd agak kaku? di sy gk lhoh. bner efekny kyk gizi super cream tp yg ini gk bikin komedoan. hihi seneng ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, di kulitku agak kaku awalnya, tapi lalu elastis kok..

      syukurlah kalo cocok, sebenernya aku agak was2 share resep ini soalnya rumput laut kan mengandung alginic acid/algin yg comedogenic. takutnya ntar ada yg nggak cocok terus protes ke aku hehehe.. hmm mungkin karena ini direbus ya.. apa mungkin pemanasan bisa berpengaruh ke algin nya..

      Hapus
  15. dah nyoba~sukses sis. hihi adem bgt di kulit. matte pdhl kulit eke oily bgt. bbrp jerewi jd ikutan kering looo. koq bs dibilang comedogenic yaa? ironis qiqiqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, bisa bikin kering jerawat? keren ya.. hehehe
      entahlah, sering ada bahan yg dibilang comedogenic,tapi ternyata nggak nyumbat pori.. ya misalnya rumput laut ini. ada juga yg sebenernya non comedogenic tapi terbukti memicu jerawat, komedo di kulit oily & acne prone, misalnya mineral oil.

      kalo nggak buktiin sendiri kita nggak pernah tau hasilnya kayak gimana..

      Hapus
  16. Indah Puspitasari2 Juni 2014 21.56

    aku uda coba.. nimbrung review yaa. di aku jadi matte, oil control tanpa bedak 2 jam. tumpuk acne loose powder latulipe oil control 5 jam. tu uda keren bgt coz mukaku biasanya tambang minyak. ga bikin jerawat / komedo.
    thanx ya Lintang tips diy nya bermanfaat bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. oil control tanpa bedak 2 jam udah termasuk bagus tuh buat yang kulitnya oily. syukurlah kalo nggak bikin jerawat/komedo
      sama2 Indah..

      Hapus
  17. kak lintang,kalo udah dikasih benzoat,ga disimpan di kulkas maslah ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak apa2 sih.. tapi mungkin tetap nggak seawet kalo di kulkas.
      temenku ada yg nggak nyimpen di kulkas karena dia anak kost. disimpen di toples kaca kecil, trus toplesnya direndam air dalam mangkok biar tetep dingin. bisa ditiru tuh..

      Hapus
  18. mba Lintang ijin share yaa buat di twitter ku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, boleh.. silahkan di share

      Hapus
  19. Ka Lintang, terima kasih banyak yaaa resepnya~ udah dicoba~ mukaku berminyak ampe tumpe tumpee, tp abis pake ini, minyaknya jadi jauh berkurang. beneran jauh berkurang. 8 jam bisa dibilang 'nyaris dewy' aja XD ini dites ga pake bedak, bahkan saking pemalasnya saya, 12 jam++ ini minyak masih dalam batas yg keterlaluan aman :p belum dicoba sih kalo pake bedak. trus sesuatu yg bikin muka geradakan (kaya kecil" gitu ga tau apa namanya) bisa rada hilang :D pori" pun jadi malu malu gt~ amaygat bahagiah. efeknya jauh lebih bagus drpd krim g1zi itu kalau di saya :p untuk jerewi sih masih belum tau. msh pemakaian hari ke 2

    ohya ini saya makeny rada barbar, sampe kena" alis. pas ga tau kenapa saya garuk" alis (padahal kaga gatal), ada yg jatoh" kaya ketombe. hahaha alis saya berketombee /abaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama..
      wow mantap banget 8 jam masih oke. berarti oil controlnya memang jago. hihihi.. bisa ngecilin pori juga ya di kamu, keren..
      semoga cocok ya.. kalo jerawat emang nggak dijamin bisa ngilangin sih.. tapi bekasnya lumayan bisa (di aku).

      kalo dipakai di alis emang kayak gitu. aku juga kaget di alisku ada serbuk putih berguguran. tapi kalo ditumpuk pensil alis, pensil alisku jadi awet..hehehe

      Hapus
  20. aku kemarin bikin terus aq pakai, koq ninggalin bekas putih gitu ya..supaya gak ninggalin bekas putih gimana ya, aku pengen pakai untuk hand body soalnya, bikinnya kebanyakan..
    aq pakai rumput laut yang tanpa pengawet, beli di superindo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, mungkin kamu pakainya waktu kondisi kulit udah kering. pertama aku juga gitu, lalu aku coba diolesin tipis2 ke kulit yg lembab (habis cuci muka, udah dilap tapi belum bener2 kering), nggak timbul bekas apapun.

      semoga berhasil..

      Hapus
    2. wow... cari ah diisuperindo :D

      Hapus
    3. iya, ada kok di super indo & giant.. biasanya ditaruh dekat kolang-kaling & selasih

      Hapus
  21. mbak Lintang, aku baca di beberapa postingan sebelumnya, biasanya produk DIY-nya kudu disimpen di wadah kaca, kalau yang ini harus di botol kaca atau bisa di wadah plastik? Thanks ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa kaca, bisa plastik asalkan plastiknya tebal.. tapi jangan di botol ya.. kalo di botol, pakai botol yg bisa dipencet/pump. oke, sama-sama..

      Hapus
  22. Mbak Lintang, kalau wadahnya, bisa ya disimpan di wadah plastik? Wah kalau bikin DIY gini, kayaknya kudu invest toples-toples kaca kecil ya. Makasih mbak. DIY-nya keren2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo yg bukan fermentasi, bisa disimpan di wadah plastik tebal. tapi sebenernya homemade skincare yg terbaik memang disimpan di wadah kaca. aku punya botol kaca banyak gara2 suka beli youC-1000 & karena dulu pakai EVOO. nggak usah beli toples lagi, hihihi..

      Hapus
  23. menurutku ini resep paling gampaaaangg. dr segi hasil (banyak) dan proses pun gampang hahahaha...

    ga boleh sama vit c dan vit e yah, pdhl pelembabku ada tp dikit,, pelembab pigeon itu lo mbak.
    mw aku kasih natrium benzoat soalnya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya, gampang banget cuma butuh 1 bahan. jadinya juga banyak (saking banyaknya sampai aku pakai juga buat badan).

      pakai lemon essential oil aja buat pengawetnya. kalo susah belinya, bisa bikin sendiri. tinggal parut kulit lemon, diperas minyaknya. lumayan bisa mengawetkan sampai 2 minggu kalo disimpan di kulkas

      Hapus
  24. rumput laut sendiri bukannya mengandung vit E (bener ga sih ) ya mba?? apa gpp??

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada, Eucheuma cottonii mengandung 0,870 mg alpha tocopherol per 100 g bobot segar. kalo udah dikeringkan, dihilangkan pigmennya, lalu direndam lagi kayak yg aku beli ini vit E nya udah rusak (hihihi.. nggak guna banget ya)
      apalagi prosesnya direbus dulu, jadi nggak ngefek apa2 vit E nya

      Hapus
  25. Aku udah nyoba resepnya..guampang pake banget tapiiii kekentelan..airnya terlalu dikit..jadi butuh usaha buat ngambil ma ngoles ke wajah..
    Bisa pa nggak kalo yg udah padat gini dimasak lagi trus ditambahain air..?
    Ato Lintang punya cara lain spy teksturnya smooth kyk produknya TBS..?
    Resep2 DIY-nya keren + gampang dibuat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. airnya untuk merebus emang harus sampai merendam rumput lautnya
      direbus aja lagi, trus diblender ulang..

      biar smooth dikasih antistatic & emulsifier. antistatic paling gampang itu garam dapur, emulsifier misalnya gliserin. tapi aku belum nyoba lho, masih mengira-ngira doang..hehehe

      makasih yaa

      Hapus
    2. kalau ditambahkan aloe vera bisa gak ya?

      Hapus
    3. kayaknya kalo ditambah aloe vera masih sama teksturnya.. mungkin lho

      Hapus
    4. lintang, kemarin pagi aku nyoba merebus rumput laut dgn sdktt garam dan gliceryn, koq msh sama ya teksturnya, apa masih kurang air lagi ya...
      terus sisa rumput laut yang di di blender aku kasih air plus rebusan aloe vera, eeh malah smooth di aku..aku pakai untuk pelembab, lumayan juga...
      lintang skrg pakai skin care pelembabnya apa? masih seaweed inikah?

      Hapus
    5. mungkin kurang air, atau emang kualitas rumput lautnya. oh, dikasih rebusan aloe vera bisa ya? keren nih infonya.. makasih ya
      seaweedku habis 2 minggu yg lalu, belom bikin lagi, bosen soalnya hehehe.. sekarang cuma pakai toner storm aja, udah cukup lembab di kulitku

      Hapus
  26. mbak, aku pake seaweed gel ini pertama2 ngaruh, muka jd gak berminyak seharian tapi lama2 kok gak ngefek ya? mukaku teep aja berminyak, apa sdh kebal?
    mbak lintang punya resep diy lain buat oil control?
    terima kasih sebelumnya ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kulit oily itu punya mekanisme sendiri (sebagian orang berkulit oily mengalaminya). waktu minyaknya dikontrol oleh skincare, kelenjar minyak malah semakin aktif memproduksi minyak, jadinya skincare yg menawarkan oil control terasa nggak ngefek.

      masker dari pil aspirin biasanya oil controlnya oke (karena kandungan asam salisilat). dihancurkan aja pilnya, kasih air dikit, buat maskeran (bisa buat scrubbing & bersihin komedo juga).

      oke, sama2..

      Hapus
    2. campur aspirin biar bisa tambah matte gimaana? apatambah salycid acid :D

      Hapus
    3. aspirin ada salicylic acid nya. boleh aja ditambahin biar oil controlnya tambah bagus, tapi jangan banyak2, nanti bikin kulit kering..

      Hapus
    4. mba, akhirnya aku dapat solusi buat oil control mukaku, pake campuran gliserin plus aquadest buat pelembab malam :)

      Hapus
    5. oh, berarti kulitnya tipe oily karena dehidrasi ya? kalo kulit dehidrasi kan biasanya ada peningkatan produksi sebum untuk melembabkan kulit.
      gliserin+aquadest bisa mengikat air (dan uap air) di kulit, sehingga kulit jadi lembab & otomatis mengurangi sendiri produksi sebumnya.

      Hapus
    6. iya mba, oily gara2 dehidrasi. pdhal aku sdh byk minum, sehari rata2 2,5 liter.
      gliserin max berapa persen yg aman dipake buat muka, mba?
      kalo aquadest kuganti rebusan jamur & perasan pepaya (seperti resep mba lintang yg snow papaya) biar kulit putih, boleh enggak mba?
      terima kasih byk ya mba, maaf byk tanya.

      Hapus
    7. faktor lingkungan juga sebenernya.. biasanya kulit bakal dehidrasi kalo suhu lingkungan terlalu tinggi/rendah dengan kelembaban yg rendah.
      gliserin max 5% aja.

      bisa kok diganti air rebusan jamur & air pepaya, tapi tetep dikasih air (aquadest boleh) supaya nggak lengket untuk muka. air rebusan jamur snow fungus agak clekit2, jadi baiknya diencerkan dulu.
      oke sama2.. hehehe santai aja

      Hapus
  27. kak lintang kalo air rebusannya yg kayak gel aja yang dipake kira" mau ga ya kak? maklum anak kost ga punya blender, tapi udah kepingin bikin, jadi rumput lautnya ga dipake, cuma air rebusan aja yg teksturnya kayak gel? - ayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. air rebusannya bisa mengental juga kok, bisa dijadikan mosturizer. tapi merebus rumput lautnya jangan kebanyakan airnya, supaya bisa lebih kental..

      Hapus
  28. Hai Lintang..., Ada kepikiran nggak misalnya bikin fermented rumput laut gitu ? soalnya aku baca fermented seaweed itu kan bagus bgt utk perawatan kulit. Pengen sih bikin tapi ga ngerti gimana caranya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo..
      fermented seaweed itu dibuat pakai bakteri Lactobacillus. tapi aku kurang tau spesiesnya yg Lactobacillus casei/bulgaricus/acidophilus. infonya minim banget di internet, malah yg nongol situs yg jualan fermented seaweed (kelp), hehehe..

      mungkin bisa segala jenis Lactobacillus kayak yoghurt. kalo yoghurt tu kan biasanya susu dipasteurisasi dulu (panaskan sampai 70 derajat celsius), lalu didinginkan sampai suhu 38-40 oC (di dalam toples tertutup), setelah itu dicampur Lactobacillus. inkubasi selama 6-8 jam di inkubator bersuhu 38-40 oC, setelah itu masukkan ke kulkas supaya fermentasi berhenti.

      mungkin bisa diadaptasi metode ini. rumput lautnya direbus dulu tapi nggak sampai mendidih, trus proses selanjutnya sama..

      belum pernah nyoba sih, soalnya kata temenku,Lactobacillus yg masih asli itu mahal, biasanya kalo bikin yoghurt kita pakai yg udah bentuk biang supaya murah.

      Hapus
  29. Halo Lintang, mau tanya kl seaweed gel ini ditambah zinc oxide bisa gak ya? aku bermasalah mulu sama sunscreen pabrik nih. dan masih boleh pake na benzoat ga? makasih banyak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. seaweed gel itu kan sebenernya kurang bisa menyerap sempurna ke kulit (lebih banyak stay di permukaan kulitkayak lapisan lem), jadi ntar zinc oxidenya nggak bisa nempel dengan baik di kulit. sebaiknya pakai bahan yg mudah meresap ke kulit.
      kalo pakai air timun/air bengkoang/sari buah yg lain malah bagus lho

      Hapus
  30. jadi sari buah td dijadikan air rebusannya? ato untuk bikin sunscreen kayak yogurt-aloe? maap ya banyak nanya, soale aku cocok banget ama seaweed dan males ribet-ribet,jadi ngarep banget bisa gabungin seaweed&zinc oxide. oya aku gak cocok pake yogurt & aloe, single use maupun digabung. makasih banget dah mau dengerin curhat nan panjang ini. he he he
    keep posting ya , i love it

    BalasHapus
    Balasan
    1. air buahnya dicampur dengan zinc oxide, agak susah sih apply-nya soalnya bentuknya agak cair gitu. atau zinc oxide dicampur ke bedak. biasanya aku juga mencampur zinc oxide dengan tepung maizena+tepung beras sebagai bedak. point minusnya, bedak bisa aja luntur kalo kena keringat. coba gitu aja hehehe..
      makasih ya..

      Hapus
  31. mba, kalo bahannya dari lidah buaya gimana cara buatnya ya? soalnya saya kan tipe wajah yg gampang jerawatan meradang, kayaknya ampuh kalo pake lidah buaya utk ngempesin + ngilangin bekasnya....
    oiya, tipe kulit berminyak karna dehidrasi cocoknya pake gliserin ya mba? (td baca komen diatas2) itu bahan yg paling cocok kah? atau ada pilihan lain yg lebih ampuh utk kulit dehidrasi + berminyak?
    seneng bgt ketemu blog ini ^^ makasih banyak mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dikupas sampai ilang hijaunya, jangan ada getah putih kekuningan yang tersisa, itu getah aloin yang biasanya bikin gatal/jerawat makin parah. dicuci bersih, biasanya aku lap juga buat menghilangkan lendir yang di luar. terus dihancurkan, kalo bikin banyak bisa diblender.

      ya, sejauh ini dehidrasi paling ampuh pakai gliserin. coba pakai madu, madu biasanya bagus untuk kulit kering, tapi mungkin juga bagus untuk kulit dehidrasi yang berminyak.
      sama2..

      Hapus
  32. Mbak..kalo misal saya bikin toner atau apapun dgn lemon essential oil sbg pengawet, trus setelah diaplikasikan ke muka saya pakein bedak padatnya sariayu aman ga? Kemasan kertasnya udah saya buang jadi ga tau ada pengawetnya atau engga

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, lemon essential oil boleh dijadikan pengawet, kadarnya sekitar 0,5 - 2% tergantung kondisi kulit (jika kering & sensitif cukup 0,5%).
      ya, aman2 aja. bedak padat sariayu seingat aku juga mengandung essential oil tapi cuma untuk aroma, pengawet kimianya jelas ada.

      Hapus
  33. hai Lintang, aku selalu ikutin update km, keren dan inspiring bgt deh blognya.. aku pingin banget bikin seaweed moisturizer ini tapi cari dimana2 gak dapet seaweed-nya. bagus gak ya kalau diganti pakai agar2 bubuk yg plain? tapi takut nutrisinya udah ilang.. abis bingung cari pelembab buat muka aku yg rewel, oily n acne prone ini. pakai lidah buaya aku gak tahan sama bau langu-nya hehe. makasih banyak sebelumnya ya lintang. and so sorry if my question sounds dumb ^^
    *putri

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo putri, makasih udah baca blogku.
      kalo pakai agar2 bubuk yang plain nggak bisa (dulu pernah nyoba karena penasaran). soalnya banyak bahan tambahannya, nggak murni seaweed.

      lidah buaya bisa direbus dulu lho supaya baunya ilang, ditambah air jeruk nipis dikit. ntar baunya jadi kayak jeruk nipis, hehehe..
      sama2 putri..

      Hapus
  34. hai mbak lintang, aq udah coba resepmu, tapi aq pake rumput laut kering dan aq rendam dulu, baru aq rebus. trus aq tambahin madu, kelopak mawar, dan air jeruk nipis (pengganti benzoat), tapi kok waktu diblender warnanya jadi agak biru gitu ya? trus aq tambahin air jeruk nipis lagi, warnanya agak krem pink (gara2 kelopak mawar) gitu mbak. apa mungkin masih mengandung sedikit klorofil? atau pengaruh dari bahan lain ya? gak putih kayak tempat mbak lintang...thx mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak apa2 sih.. hasilnya bisa berwarna apa aja. birunya itu karena anthocyanin di kelopak mawar, kadarnya kan nggak selalu sama di tiap bunga.
      apapun warnanya tetep aman kok buat kulit

      Hapus
  35. Kak lintang klo gak disimpen dikulkas boleh nggak? Trs klo boleh bisa awet berapa lama ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wajib disimpan di kulkas.. kalo nggak di kulkas 1 hari aja udah rusak.
      misalnya botolnya direndam di baskom air juga cuma tahan 2 hari. rumput laut gampang banget rusaknya

      Hapus
  36. Kak lintaaangg....kk masih pakek pelembab ini gak skrg? Aku udah bikin dan woow!!! Sukaaaaa bgt..kulitku jd kenyal2 gitu jadi pengen pegang2 pipi trs..hihi

    makasih bgt ya kak udah share diy yg tokcer bgt ini. Sukses trs kak! Muacch muacch :* hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang nggak bikin lagi, beli rumput lautnya jauh hehehe
      ya kan, enak di kulit.. semoga hasilnya oke terus di kamu

      sama2 niena. makasih yaa

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah