Jumat, 23 Mei 2014

Yuk Pakai Produk Lokal!

Hello beautiful readers!

Siapapun yang mampir ke blog saya pasti menyadari, saya suka mereview produk kosmetik lokal. Memang sudah sering saya jabarkan, saya suka produk lokal karena harganya murah dan mudah ditemukan, saya kan nggak suka belanja online. 

Sekarang sedang ngetrend belanja kosmetik luar secara online

Ribet ah, harus nunggu beberapa hari atau minggu padahal sudah kepingin banget mencicipi (?) si produk idaman. Belum lagi khawatir soal tipu-tipu, saya ini orangnya susah percaya sama orang lain -- apalagi untuk urusan yang menyangkut duit dan keamanan produk. Gimana kalo nanti saya udah bayar dengan harga mahal tapi ternyata yang saya terima adalah barang palsu yang keamanannya nggak dijamin? Zonk banget nggak tuh..

Saya orangnya paranoid terhadap cyber crime dan segala jenis tipu-tipu

Biarpun banyak orang udah merekomendasikan online shop langganan mereka yang katanya terpercaya, saya tetap tidak terpengaruh. Dibilang kurang update, nggak gaul hari gini nggak belanja online bla bla bla.. ya biarin aja. Ibu saya juga tidak mengijinkan saya untuk belanja online. Katanya nanti bisa kebiasaan dan kebablasan. Order ini itu tanpa dipikir, tanpa cek tester, terus akhirnya tergeletak tidak terpakai karena nggak cocok. Paling sial kalo nggak cocok dengan barang yang mahal, padahal untuk belinya udah menguras tabungan. Ibu saya benar.

Pecinta fanatik produk luar seringkali underestimate terhadap produk lokal. Tapi nggak semua lho, hanya yang benar-benar fanatik. Kan banyak juga pecinta produk luar yang tetap suka produk Indonesia. Kenapa sih mereka underestimate produk negeri sendiri? Dari yang saya baca, ada beberapa alasannya, antara lain :

1. Packaging

Perempuan biasanya banci packaging. Siapa yang nggak suka melihat produk yang dikemas dengan menarik? Para pecinta produk luar umumnya melihat produk lokal memiliki kemasan yang tidak unyu dan tidak luxurious. Kemasannya jelek, murahan, rapuh, dll. Ya memang produk lokal bisanya bikin kemasan yang begitu, supaya bisa dijual murah. 

Produk lokal satu ini kemasannya hampir selalu dikomplain oleh para beauty blogger

Mereka ingin kemasan yang seperti ini

Seandainya produk lokal kemasannya seperti ini pasti harganya naik berkali-kali lipat

Seandainya kemasannya dibuat yang bagus dari bahan berkualitas, saya yakin harga jualnya akan naik drastis dan malah tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Gimanapun juga itu nggak mungkin, Indonesia kan negara berkembang, daya beli masyarakatnya nggak setinggi negara maju. Banyak orang masih mikir-mikir untuk beli kosmetik, kebutuhan yang lain aja banyak..

2. Kualitas aplikator bawaannya

Blush on dan eyeshadow lokal sering dibilang aplikatornya jelek, kecil, kasar, nggak nyaman dipakai. Spons bedak tipis, kasar seperti handuk dsb. Balik lagi ke masalah harga. Aplikator bagus yang diberikan secara cuma-cuma pasti memerlukan biaya besar. 

Spons gratisan dari bedak lokal biasanya begini

Brush bawaan dari blush on lokal umumnya kecil dan nggak lembut

Banyak orang yang menggerutu "Mending nggak usah ada, daripada ngasih gratis tapi nggak mutu!"

Hmm.. tapi nggak semua orang menyiapkan anggaran khusus untuk beli makeup tools lho. Saya yakin para beauty blogger punya makeup tools yang bagus, tapi banyak sekali perempuan Indonesia tidak punya. Aplikator gratisan pun nggak masalah, yang penting bisa dipakai untuk memoles makeup.

Saya juga termasuk orang yang pernah mengeluh soal packaging dan aplikator bawaan produk lokal, makanya saya bikin post ini untuk menginsyafkan diri sendiri hehehe..

3. Aroma

Beberapa produk lokal punya aroma yang katanya mengganggu. Merek yang paling sering dikomplain adalah Viva dan Fanbo. Banyak yang bilang wanginya nyegrak, jadul, murahan dll pokoknya yang jelek-jelek. Saya rasa aroma seperti itu adalah ciri khas retro yang menjadi trade mark mereka, hehehe..

Wangi bunga memang menyenangkan, tapi kalo terlalu strong jadinya tidak enak

Tapi keluhan konsumen ada baiknya didengarkan. Parfum dalam kosmetik tidak selamanya baik, bahkan banyak orang yang kulitnya sensitif terhadap parfum.

4. Coverage 

Coverage yang dimiliki makeup penting bagi para makeupnista yang wajahnya nggak flawless. Kebanyakan pecinta fanatik makeup luar meyakini bahwa concealer, foundation, BB cream dan bedak lokal tidak sebagus merek luar. 

Pasti pada tau video Cassandra Bankson tentang makeup untuk menutupi jerawat
 Banyak yang suka merek makeup yang dia pakai

5. Anggapan "Ada harga, ada kualitas"

Yang mahal pasti lebih bagus, itu anggapan sebagian besar orang. Nggak selamanya begitu lho. Mereka yang terbiasa memakai produk luar dan nggak pernah pakai produk lokal pasti ketinggalan info ini, hihihi..

Beberapa temen saya suka mengoleksi makeup walaupun mereka nggak punya blog. Makeupnya macam-macam, dari yang lokal & murah sampai yang mahal. Salah satu temen saya bilang "Lipstik Yves Saint Laurent Rouge Volupte teksturnya mirip Sariayu lho! Warnanya yang nggak jauh beda. Tapi menurutku malah bagusan Sariayu."

 
YSL dan Sariayu, saat dipakai temen saya terlihat sama saja, tapi kata dia bagusan Sariayu
sumber 12

Saya sih cuma angguk-angguk aja, soalnya belum pernah pakai lipstik YSL -- nggak bisa agree atau disagree dengan dia. Dan masih banyak lagi produk lokal yang dia bandingkan dengan produk luar. Saat dia pakai makeup lokal, saya pikir itu makeup luar, nggak bakal tau itu merek lokal kalo dia nggak bilang sendiri. Intinya satu : produk lokal banyak yang bagus, nggak kalah dengan produk luar.

Untuk skincare pun begitu. Saya pernah membaca suatu blog yang berjuang mengatasi jerawat dengan berbagai produk luar : Clinique Acne Solution, Murad Acne Complex, dll (saya lupa apa aja, lupa juga blog siapa). Ujung-ujungnya sembuh karena pakai Bless Acne Series yang meliputi skincare, foundation, dan bedaknya. Pasti banyak yang tau, Bless ini produk lokal yang diprakarsai oleh seorang dokter Sp.KK.


6. Pengalaman buruk yang tidak diketahui pasti penyebabnya

Suatu ketika saya blogwalking, saya menemukan komentar yang cukup lucu dari seorang pembaca blog itu.

"Aku ga berani pake foundie & bedak lokal gara2 dandan di salon pas acara nikahan saudara. Hasil makeupnya tebel banget, mana harus ditahan dari pagi sampai malam, trus besoknya aku breakout parah. Sejak itu big no no pake merek lokal."

Si pemilik blog dengan kalem menjawab "Nggak cocok aja kali. Nggak semua merek lokal begitu."

Kenapa saya bilang commentnya lucu? Pertama, dia bilang breakoutnya gara-gara dandan di salon. Nah, kita semua paham, peralatan salon itu dipakai untuk umum. Siapa yang menjamin makeup tools di salon itu higienis? Siapa yang mengamati tanggal expired di kemasan makeup salon? 

Peralatan dan bahan yang ada di salon dipakai oleh umum, nggak jaminan higienis

Kedua, dia bilang makeup itu dipakai dari pagi sampai malam. Siapa aja juga ngerti, makeup berat yang dipakai terlalu lama tentu aja menyebabkan pori-pori tersumbat. Ketiga, dandanannya tebal. Saya pingin tau, gimana usaha dia untuk membersihkan muka dari berlapis-lapis makeup itu. Udah cukup bersih atau belum, mungkin aja masih ada yang tersisa di wajahnya. 

Jadi tidak berlebihan kalo saya bilang comment orang ini lucu. Lha penyebab breakoutnya masih belum jelas kok malah menyalahkan merek lokal.

7. Gengsi

"Ortu atau suami kaya raya, masak kosmetik kita merek lokal yang murah? Gengsi dong!" begitu pemikiran beberapa wanita yang berasal dari keluarga kaya. Hihihi.. ya nggak apa-apa sih mau beli kosmetik impor yang mahal, kan itu duit mereka (meskipun mungkin dari ortu atau suami).

Mereka beli produk luar karena gengsi? Biarin aja.. toh belinya pakai duit mereka, mereka juga udah bayar pajak. Kita nggak usah ribut, nanti dikira sirik, hihihi..

Suka produk luar yang mahal-mahal dan luxurious boleh kok, kan pajaknya udah masuk ke kas negara. Tapi jangan sampai menghujat merek lokal ya.. gimanapun juga kita ini orang Indonesia. Menghina produk sendiri berarti menghina karya anak bangsa -- secara tidak langsung menyatakan bahwa kalian malu dan benci menjadi orang Indonesia.

Patut dipertanyakan

Dan mungkin masih banyak alasan mengapa seseorang nggak suka pakai produk lokal. Masing-masing mungkin punya jawabannya.

Tapi saya sangat suka produk lokal. Alasan saya adalah :

1. Murah

Meskipun ada produk lokal yang mahal (bahkan lebih mahal dari beberapa produk luar), namun pada umumnya masih terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Saya adalah tipikal masyarakat negara berkembang yang punya daya beli rendah, hehehe..

2. Gampang dicari dan tester pasti ada

Walaupun cuma dicoba di tangan, setidaknya kita tau bagaimana tekstur & warna aslinya

Meskipun tidak semuanya mudah dicari, setidaknya semua toko kosmetik di kota saya menyediakan berbagai macam produk lokal yang menurut saya oke. Tester pun disediakan, jadi kita tidak seperti beli kucing dalam karung.

3. Warnanya sesuai dengan kulit saya

Warna kulit saya seperti orang-orang di daerah tropis pada umumnya. Saya nggak akan cocok memakai BB cream dan bedak untuk wanita Asia Timur dan warna-warna makeup dekoratif mereka (blush on pink pucat, lip tint baby pink dll). Produk makeup Indonesia warnanya sudah pasti masuk untuk saya.

Warna kulit sawo matang khas Indonesia tidak cocok dengan BB cream yang warnanya seperti ini

4. Ingredients biasanya simpel 

Seringkali saya lihat di produk luar, ingredientsnya panjaaang sekali. Banyak bahan kimia yang sebenarnya nggak berguna untuk kulit, hanya berguna untuk produk itu sendiri. Misalnya untuk mencegah penggumpalan (semua kosmetik perlu anti gumpal, tapi macamnya lebih banyak dalam kosmetik negeri 4 musim), mencegah pembekuan dll. 

Cuma sunblock aja sepanjang ini ingredientsnya, btw ini sunblock luar dengan SPF 50

Produk dalam negeri jelas nggak perlu bahan anti beku. Ya kecuali perempuan Indonesia semuanya hobi menyimpan skincare & makeup di dalam freezer. 

Bahan-bahan tambahan yang nggak berguna bagi kulit justru akan menjadi tambahan radikal bebas yang mempercepat kerusakan sel kulit. Negara kita tingkat polusinya sudah parah (terutama di perkotaan). Udaranya aja udah mengandung banyak radikal bebas, masak masih mau ditambah lagi dari kosmetik?

Ada alasan mengapa kamu harus suka produk lokal :

1. Banyak merek lokal yang halal

Negara kita mayoritas penduduknya beragama Islam. Teman-teman muslimah seharusnya memakai produk yang halal. Sayang banget kan kalo ibadah sudah bagus, tapi kosmetik yang dipakai masih mengandung bahan yang haram? Kosmetik yang haram yaitu yang mengandung bahan-bahan yang berasal dari babi dan hewan lain yang diharamkan, hewan konsumsi yang tidak disembelih sesuai tradisi Islam, serta alkohol (sumber).

Contoh bahan-bahan yang haram antara lain :
  • pewarna Cl 77267 (bone charcoal/arang dari tulang hewan)
  • pewarna carmine/natural red 4/Cl 75470 / E120 (berasal dari ekstrak serangga Cochineal)
  • collagen, elastin (berasal dari jaringan hewan seperti kulit, tendon)
  • stearyl alcohol (dari lilin organ spermaceti pada paus/lumba-lumba)
  • hydrolyzed animal protein
  • silk powder (berasal dari sekresi ulat sutera, banyak terdapat dalam hair products)
  • tallow, stearic acid, glycerin, myristic acid (berasal lemak hewan, bisa sapi/domba/babi)
  • lanolin (dari kelenjar minyak hewan)
  • placenta
  • lendir siput
  • bisa ular
dan masih banyak lagi. Bisa dibaca di sini dan di sini.

Brand kosmetik lokal yang terkenal (bukan yang merek gajebo) sudah punya sertifikat halal dari MUI, bisa dilihat di kemasannya yang ada logo ini

Jika kalian melihat ingredients produk lokal yang sudah bersertifikat halal, mungkin masih bisa menemukan bahan seperti collagen, glycerin, stearic acid, stearyl alcohol, myristic acid, lanolin dsb. Jangan khawatir, jangan langsung berpikiran bahwa produsen kosmetik menyogok untuk dapat sertifikat halal *konyol*. Bahan-bahan itu bisa diperoleh dari tumbuhan atau bahan sintetik yang bebas turunan hewan.

Brand kosmetik lokal yang halal apa aja? Oh, banyak.. misalnya 
  • Wardah
  • Zoya
  • produk Martha Tilaar (Sariayu, Caring Colours, Mirabella, PAC)
  • La Tulipe, LT Pro
  • produk Mustika Ratu (Mustika Ratu, Mustika Puteri, Moors, Biocell, Taman Sari Royal's Heritage)
  • Viva, Red A
  • Biokos
  • Ristra
  • Rivera
  • Marcks Venus
  • Purbasari, Freya
  • Inez
Jika kalian memakai merek lokal di atas, nggak perlu ragu lagi dengan kehalalannya.

2. Kosmetik lokal dibuat sesuai iklim Indonesia

Saya udah membahas soal skincare yang sesuai untuk daerah tropis di post ini. Lalu bagaimana dengan makeup?


Pernah nggak kalian menyadari bahwa liquid foundation merek lokal umumnya lebih encer, sheer coverage, nggak bisa menyamarkan kekurangan kulit, cepat hilang -- pokoknya beda banget dengan liquid foundie luar. Ada tujuannya lho. Liquid foundation yang ringan dengan poor staying power tentunya tidak berat, masih memungkinkan kulit untuk bernafas bebas. Iklim kita panas dan lembab, maka liquid foundation dibuat seringan mungkin. Cream foundation lokal lebih baik coveragenya daripada varian liquidnya, tapi pastinya lebih berat.

Semoga post kali ini bermanfaat!


Yuk! Kamu orang Indonesia apa bukan?


76 komentar:

  1. aq cuma bisa meringis membaca postingan yg ini :)
    soal packaging q jg sering gak sreg ma kosmetik lokal. merek makeup lokal udah ada brp yg signature colour nya biru tua & kuning, ga kreatip qiqiqiqi
    soal brush di blush on, yaelah kemasan blushonnya aja kecil kok nuntut yg gede, kyk gak mikir brush gede mo ditaro dimanaa??
    tp overall aq suka produk lokal. kualitasnya bagus ko.. yg penting isinya bukan luarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh bener juga ya.. beberapa merek lokal kemasannya biru tua, wah wah..
      hmm, daripada ngeluh soal brush bawaan yg kecil, ya mending dicocol pakai tangan biar puas kalo nggak ada brush gede hehehe..
      setuju.. yg penting isinya & hasilnya, bukan kemasannya

      Hapus
  2. Sama, aku jg ga demen belanja online #toss
    Bikin nyesel,, harga di tiap OL shop sering beda2~~ ga smua penjual ramah n peduli ma customer.
    Sering molor lagi nyampe rumah,, setelah ditunggu2 sekian lama trnyata hasilnya nggak sesuai harapan~~ uhh kesel >_<
    Kosmetik lokal mutunya nggak kalah dari yg impor,, pokoknya I love u full indonesian products!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo selisih harganya jauh emang bikin nyesel.. hasilnya nggak sesuai harapan? bisa dimaklumi karena belum lihat sendiri testernya. hmm, yg sabar aja ya..
      semoga makin banyak orang yg cinta produk dalam negeri

      Hapus
  3. Aku udah sering nyasar ke blognya kak lintang ini. Aku suka artikel-artikelnya, keren kak.....

    Sebagai mahasiswa indonesia dengan budget pas-pasan, tapi tangannya pengen main lenongan, aku lebih suka beli produk lokal ketimbang beli yang produk luar. Sempet pengen beli yang buatan korea gtu, tapi mikir harganya yang kira2 bisa buat beli yang lain langsung mundur. toh kualitasnya nggak jauh beda dengan produk luar, harganya murah lagi. Dan ingredientsnya emang simple klo produk lokal. Tinggal pilih yg sesuai sama jenis kulit.

    Soal packaging sama aplikator, aku nggak terlalu mempermasalahkan. Asal isinya bisa terlindungi dari udara luar yg banyak mikrobanya udah bagus aja menurutku. klo aplikator g bisa dipake ya bener kata kak lintang tuh, pake jari. Hehehe

    Keep writing ya kakak.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Ranny.. makasih udah baca-baca blogku
      wah aku juga mikirnya gitu. duit untuk beli 1 produk impor bisa untuk beli beberapa barang lokal.. lagian kosmetik kalo udah nempel di muka nggak ketauan lagi apa mereknya, hehehe.. yg bikin makeup keliatan bagus itu sebenernya adalah kondisi kulit. kalo kulit sehat, makeup apapun tampak oke. dan kalo mau kulit sehat, kurangi bahan kimia.

      betul, yang penting kemasannya rapat & bisa melindungi isinya. hehehe.. tapi kadang buat aku sendiri lebih enak pakai jari sih untuk makeup harian.

      yupz..makasih ya

      Hapus
  4. buakkakakakakak pasti banyak yg ke 'slap' sama postingan ini,, iya sih, heran gue,, kita pake produk mereka tp mereka ga pake produk kita,, menguntungkan sebelah pihak.. negara kita ga untung kasian, wuss.. untung bea cukai? lo pikir itu untung?
    malah kasian gue sama negara ini.. sama konsumennya lebih kasian

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo masuknya kosmetik impor sesuai prosedur, udah pasti negara dapat untung. kenapa sekarang barang impor gampang masuk, nggak kayak jaman dulu? ya karena negara kita ingin menambah keuntungan dari pajak masuk barang impor.

      tapi sayang, banyak kecurangan. pedagang curang, bea cukainya juga curang sehingga duitnya nggak masuk kas negara. baca deh disini http://lihatkosmetik.blogspot.com/2009/04/cara-perhitungan-bea-masuk-pajak-barang.html. yg punya blog nulis "sebenernya ada juga cara2 tidak resmi tapi rasanya tidak pantas saya beberkan disini karena sama artinya mengajari orang lain untuk melakukan tindakan korupsi . kadang kita tidak sadar telah melakukan tindakan yg di kategorikan merugikan negara alias Korupsi"

      ya memang negara rugi dengan banyaknya online shop yg melakukan kecurangan.

      yg saya maksudkan dgn MENGUNTUNGKAN NEGARA yaitu jika konsumen indonesia BELI KOSMETIK IMPOR DI COUNTER RESMI, misal di counter etude house, the body shop, MAC, dll yg resmi, bukan di online shop aneh2 yg menawarkan diskon secara gila2an (secara nggak mungkin banget barang impor diskonnya bisa segede itu. kemungkinannya cuma 2 : palsu atau ilegal)

      kenapa kasian dgn konsumen? kan mereka sendiri yg pengen beli, lagipula mereka kan punya uang, mereka nggak merasa rugi beli barang impor. yg patut dikasiani adalah konsumen yg nggak punya uang tapi memaksakan diri untuk beli kosmetik mahal.

      kosmetik lokal sebenernya tetep jaya. aku pernah baca hasil survey, konsumen kosmetik impor persentasenya lebih kecil daripada konsumen kosmetik lokal. keliatannya aja yg pake kosmetik impor banyak soalnya kita liat di internet & blog.
      tapi seandainya lebih banyak lagi yg pakai produk lokal, industri kosmetik lokal pasti akan lebih maju, bangsa kita lebih maju.

      gitu lho mbak Ratih..

      Hapus
    2. commentnya ratih asbun ih -_-
      penjelasan yg bagus mba lintang :)
      xixixi.. q juga sering beli kosmetik korea di ol shop coz lebih murah drpd counter resminya. tobat ah, trnyata kek gitu cuma mendukung tindakan korupsi hhhhh
      percuma menuntut pemerintah utk nggak korup, pdhl rakyatnya sendiri mendukung korupsi u.u

      Hapus
    3. sebenernya banyak online shop yg lurus. tapi kalo orang pikirannya udah cari untung, cari murah, cari gampang jadinya ya cara nggak lurus pun dicapai.

      konsumen pun sayangnya juga banyak yg cuma cari murah sehingga nggak sadar mereka mendukung tindakan korupsi hehehe..

      Hapus
  5. Ratih said : ...malah kasian gue sama negara ini.. sama konsumennya lebih kasian
    #sirikdetected
    konsumen yg punya duit buat beli barang impor original ga usah dikasiani kalee. lu kasian ma gw? gw belinya di counter resmi bukan di olshop bodong krn cari murah

    BalasHapus
  6. aduhaduh kok malah ribut disini ya >_<
    ini blognya kak Lintang, mau komen yg sopan donk, hargai yg punya blog :(
    kak, kolom komennya diamankan. kasi approval atau yg ngga punya ID ngga boleh komen daripada blog kakak jadi rusuh. blogger ngga ada akismet kak? di wordpress komen spam langsung ditolak, yg mancing kerusuhan bisa diblock.
    aku setuju ma isi postingan & jawaban kak Lintang. kereennn <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks sarannya Lena..blogger nggak ada plugin akismet. bisa install nggak ya *ngarep*
      aku dulu pernah punya blog wordpress tapi nggak mudeng pakainya (gaptek bgt ya hihihi), akhirnya ganti ke blogger.
      makasih Len..

      Hapus
  7. tp bener juga sih kata ratih,, negara banyak mengalami kecurangan ... kasian :( mari cintai produk indonesia klo pengen maju =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tapi harusnya dia lebih rinci menjelaskan, yg mana yg dikategorikan sebagai kecurangan hihihi..
      jadi nggak menyamaratakan pedagang curang & pedagang di counter resmi. yg jual produk impor di counter resmi habis biaya banyak lho buat perijinan *tapi entahlah kalo dikorup juga ma oknum yg dimintai ijin*

      iya, yuk kita cintai produk indonesia

      Hapus
  8. kwokwkwokwkwkwk malah ribut... post kyk gini emang kontroversial juga sih :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. anggap aja yg ribut itu sedang berusaha meramaikan suasana hihihi..

      Hapus
  9. Wow.. wow WOW WoWW O.O ribut
    maaf y mba, namanya aja berpendapat , hmm
    tp post mbak lintang ini emg bisa bikin org punya pandangan beda2 loh:
    1 sisi menyuruh orang utk pake produk dlm negeri , jgn produk luar, 1 sisi lainnya sadar bahwa poduk luar ga cocok krn beda iklim..
    kalo ak emg uda pake produk dlm negeri sih mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. asalkan jangan bawa clurit gpp hehehee

      iya, isi post ini emang intinya mengajak orang untuk pakai produk dalam negeri. tapi balik lagi ke kecocokan kulit masing2. misalkan cocoknya memang merek luar negri mbok ya belinya di tempat yg benar (resmi). sama kayak kita beli CD jangan yg bajakan, beli barang elektronik jangan yg hasil selundupan dll. pokoknya bebaskan negara ini dari black market.

      makasih ya udah mampir ke blogku..

      Hapus
  10. online shop owner24 Mei 2014 10.46

    saya sbg pemilik salah 1 online shop membenarkan adanya kecurangan para pebisnis olshop. sya jujur aja tdk curang, justru itu barang yg sya jual sering kalah saing dgn olshop lain yg harganya murah. tp gpp, untung rejeki selalu ada, ga perlu curang utk dpt bnyk konsumen, smua udh diatur Tuhan. klo jln lurus, rejeki yg didapat bersih, hati tenang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih atas sharingnya.. semoga banyak pengusaha online shop yg jujur di negara kita.

      setuju.. rejeki udah diatur Tuhan. nggak usah lah serakah dan curang, hati lebih tenang jika kita nggak curang.. semoga tokonya selalu laris manis ya mbak

      Hapus
  11. hahaahha... xD mampir ke post sacchrmyses eh ke forward ke sini.
    dah komennya ratih dihapus aja mba, drpd ribut (ntar malah yang banyak ikut2an kayak aku ini :p ) , tp emang ak nangkepnya si kayak ratih gt.. eh ternyata bukan setelah baca komenmu itu .
    Okeee OWkeeee .. cintai produk dlm negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. biarin aja. kalo aku hapus komennya ntar dikira aku tersinggung hehehe..
      yupz, ayo kita cintai produk dalam negeri!

      Hapus
    2. Klo tipe cuma orang + nama pas ngepost kyk aku gini, mampir terus ngilang mba, ga kembali lg,, *kebetulan lg cari merk halal jd mampir kesini *

      Hapus
    3. hihihi.. bener. thanks ya udah mampir..

      Hapus
  12. hmm rame gara2 comment si ratih. bahasanya emang ngawur n kasar je, kyk gak dipikir fufufufu
    untung yg punya blog cerdas, tetap tenang, bisa ngasih jawaban yg bener



    BalasHapus
    Balasan
    1. di semua blog selalu ada comment yg lucu & salah paham kok, santai aja lagi..hehehe

      Hapus
    2. mau ikutan rumpi cyin?? gpp sih namanya aja berpendapat..
      tp post nya jg bisa bikin pandangan org berbeda lo mba,, untung q pake produk dalam negeri , niatnya cintai produk dalam negeri aku sih ;)
      kyknya postnya ratih menjelaskan, kasian konsumen krn pajak ditilep gt, ~
      hm g mau ikut2an, kesannya kyk seneng bgt liat keributan wkaokawokwak

      Hapus
    3. hehe makanya kita harus bisa jaga bahasa saat comment. pakai bahasa yg netral, jangan sampai menimbulkan prasangka. mungkin intinya benar, tapi karena penyampaiannya ambigu bisa ditafsirkan macam2.
      aku sendiri nggak jelas dia kasian sama konsumen yg mana. soalnya bahasanya ambigu

      Hapus
    4. berpendapat di forum gpp, tapi ini blognya orang. bahasa ambigu mang bisa bikin ribut. post ini biasa aja og, gak kontroversial. brarti mrk aja yg pikirannya macem2.
      setuju ma leonielena, yg boleh comment cuma yg punya ID. blogmu sasaran empuk bagi troll. klo aku amati yak, yg comment bisa aja 1 org dgn berbagai nama samaran. aku aja ngeh kok, u kagak? diliat deh dari isi comment, tanda baca, cara ngomongnya.

      Hapus
    5. oh buat cewek, omongan kosmetik aja kadang bisa kontroversial lho, hahaha.. kedengarannya sepele ya?

      eh apa iya? hmm.. mungkin kamu benar bro. masukan yg bagus, matur nuwun yo..

      Hapus
    6. mbanya pernah pakai maskr viva bengkuang g? repiw ya klo bisa huehehehe, aq uda coba pitera kwny nie.. okey jg

      Hapus
    7. pernah.. aku bingung reviewnya. lha di bungkusnya aturan pemakaiannya 1 bulan sekali. sebelum abis maskernya udah nggak ingat kalo punya, hehehe.. itu viva salah ketik apa aturannya memang begitu, nggak ngerti deh.

      enaknya masker viva karena bikin adem di muka, efek mencerahkan/memudakan bekas jerawat nggak keliatan. kalo aku sih lebih suka masker bengkoangnya mustika ratu

      Hapus
    8. aku pake kok cekit2 ya wajahku :( bentar aja sih , MR itu jg ok. adem jg huehehe

      Hapus
    9. wah berarti nggak cocok tuh.. kalo di aku mustika ratu rasanya panas, tapi efeknya kelihatan signifikan. sekarang sih aku dah nggak pakai masker2 komersil gitu

      Hapus
  13. Aku setujuh sama post ini. Dan kalau liat meja riasku, kebanyakan makeupku ya lokalan punya. Soalnya aku memang suka sensasi belanja secara langsung, ngoprek2 tester, nanya-nanya rese mbak-mbak SPGnya, dan juga suka murahnya. Selain itu ya memang bener kok, kualitas produk lokal sekarang bagus-bagus. Aku jauuuh lebih milih eyeshadow inez dan sariayu dibandingin NYX atau eyeshadow2 korea.

    Yang aku kurang sepakat soal brush nih (yang sepakat mah nggak usah dibahas lagi ya, Tang. Sama2 sepakat mah nggak seru, nggak perlu dibahas panjang lebar :D :D).

    Brush bawaan yang jelek itu bukan alasan orang nggak suka produk lokal. Soalnya mau lokal maupun luar, kebanyakan brush bawaan itu selalu jelek. Blush sekelas Bourjuis aja brushnya parah, kasar banget. Terus kuas eyeshadow sleek dan MUA itu juga nggak kepake, beneran deh. Jadi permasalahan brush ini bukan cuma ada di makeup lokal. Malahan aku ada 2 makeup lokal yang brush dan spongenya bagus. Yaitu pixy TWC dan silkygirl blush (eh..silkygirl merk malaysia ding ya? Tapi intinya dia murah dan nggak perlu beli online lah ya).

    Terus brush khusus yang beli terpisah dari makeupnya juga nggak harus yang mahal kok. Kuas blushon andalanku malah harganya cuman 10rban loh, kuas shading 15rban. Aku juga punya kabuki brush harga 15rb, dan bagus :D.

    Aku termasuk yang suka bilang kalau kuas bawaan ini jelek, mendingan nggak dikasih brush aja tapi produknya dibanyakin karena menurutku lebih berguna. Ya tau sih, harga kosmetiknya murah, masa mau ngarep brush yang bagus? Tapi memang kenyataannya agak susah dapetin hasil makeup yang bagus kalau kuas yang dipakai nggak bagus. Di aku, kuas blush dan eyeshadow yang kasar itu kalau nekat dipakai hasilnyanggak rata, kelihatan kurang nempel, dan bentuk di pipi/mata juga kurang bagus. Sebagai beauty blogger (iya po?), aku sih mau ngajakin yang pada baca buat pakai kuas yang tepat, biar hasil makeupnya maksimal. Sekali lagi, kuas yang tepat bukan berarti mahal. Tapi tepat bentuknya sehingga memudahkan pemakaian dan bisa berfungsi dengan baik :D

    Eh tapi lagi-lagi ini soal selera sih ya. Kalau menurut kamu kuas bawaan itu sudah tepat, sudah bisa digunakan untuk mengaplikasikan makeup dengan baik, rata dll; ya beruntunglah XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. disitulah seni berbelanja kosmetik, cobain semua tester dan tanya2 ke spg nya. yupz, udah banyak yg bilang eyeshadow inez & sariayu bagus. ibuku punya, saking pigmentednya aku nggak berani nyoba hehehe..

      kalo ngreview aku juga suka komplain soal brush & spons bawaan kok, hihihi.. brush & spons bedak yg aku beli sendiri juga yg murah2, tanpa merek. yg penting lembut, ukurannya pas, efisien buat dandan.

      TWC merek lokal sponsnya nyaman kok misalnya pixy, caring colours, sariayu. aku sering beli sponsnya walaupun nggak pakai bedaknya hehehe..

      aku setuju sama mbak Arum, kuas yg tepat bukan berarti mahal. nah masalahnya sebagian besar orang sering berpikir beli brush makeup harusnya yg bagus sekalian (bermerek) supaya hasilnya oke. kalo beli brush di toko asesoris dianggapnya kurang berkualitas, cepet rusak, nggak jauh beda dgn mutu brush bawaan. padahal enggak semuanya gitu.. brush di toko asesoris ada juga yg bagus (tergantung tokonya sih)

      Hapus
    2. Eh sekalian ngomongin brush, nyambung nih ya. Kalo mau beli brush set sekalian yang bagus merk lokal apa ya? Soale kebanyakan brush yang bagus-bagus kok kayaknya merk luar semua. Belum adakah brush bagus merk lokal? Kok kayaknya info brush set lokal ngga ada ya? Atau memang akunya yang kurang jeli.

      Atau beli brush set itu untung-untungan ya? Kalo untung dapet bagus, kalo engga, ya beli lagi. Gimana menurut Mbak Lintang atau Mbak Arum. Makasih banyak ya :)

      Hapus
    3. wah, soal brush set aku nggak ngerti juga nih. selama ini kalo liat review2 memang pada bilang brush set luar yg bagus

      oya, ada nih yg review brush set dari ranee : http://annisawulandary.blogspot.com/2014/05/review-ranee-make-up-brush.html
      katanya cukup lumayan, bulu kuasnya cukup halus

      Hapus
  14. waktu awal2 beli perlengkapan lenongan, q diracuni oleh sekian banyak orang di dunia nyata maupun maya. beli brush harus yg mereknya bagus jgn yg murahan bla bla bla. brush pertamaku masami shouko, trus q beli ecotools. belinya nabung dulu. bener si brush yg bagus mendukung tampilan makeup qt. brush yg murah mgkin cuma nyaman di awal2 beli tp ga awet.

    beli brush bagus butuh modal, maka masih banyak org indonesia bertahan dgn brush bawaan. jd inget temen q. dandanannya bagus, q pikir makeup luar dgn brush mahal. eh trnyata makeup lokal, pakenya brush bawaan #shocked #merasakalahtelak
    IMO smua tergantung keterampilan si pemakai. klo ngeblendnya pinter, hslnya bs bagus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itulah.. brush bagus harganya mahal hihihi.. aku bisanya beli yg murah aja sih, yg penting ukurannya pas buat aku.

      aku nggak pandai ngeblend makeup, tapi itu semata2 bukan faktor brush. mungkin kalo aku ganti brush yg bermerek hasilnya akan sama aja karena aku memang belum jago, belum menguasai tekniknya hehehe.. temenmu beruntung ya, mahir ngeblend makeup

      Hapus
  15. Keren bgt artikelnya. Bener2 buka in mata yg slm ni buta. Luv u kk. Mudah2an bnyk yg keracun ya sm blogg nya kk. (Biar selamat) hahahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ya.. hehehe, semoga infonya berguna deh buat semua yg mampir kesini.
      makasih udah baca blogku..

      Hapus
  16. ak juga suka produk lokal soalnya gampang dicari dan murah tentunya :D ini blog recommended banget dah kasih cendol !! *emang kaskus XD
    keep writing kaka :D cemungutt

    XOXO
    your silent reader
    julitesasianipar.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga suka produk lokal karena faktor gampang dicari & murah itu..nggak bikin kantong bolong
      hihihi.. makasih ya Juli

      Hapus
  17. Eh buseettt, postingan kamu jleb banget ih :D
    Iya, aku termasuk yang banci packaging. Entah ada kelainan mental apa, pokoknya aku maniak sama lipstick yang kemasannya simpel berwarna hitam. Nah merk lokal yang begituan cuma MakeOver, Revlon juga sih (eh, Revlon masuk kategori merk lokal nggak sih?) :D Terus kalo merk luar kan ada lebih banyak tuh yang kemasannya simpel berwarna hitam. Jadi... ya gitu deh >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi.. post inilah yg membuatku banyak diprotes. tapi asik juga nulis hal-hal yg kontroversial begini, jadi lebih tau pendapat orang2 dari berbagai sudut pandang.

      banci packaging itu bukan kelainan mental, perempuan biasanya emang suka yg bentuknya cantik. aku juga suka sih sama packaging yg bagus2, tapi kalo nggak bagus juga no problem.
      Revlon merek luar tapi harganya cukup merakyat ya.. hehehe, nggak apa2 sih beli produk luar, yg penting bukan dari black market

      Hapus
    2. menurut aku sariayu trend warna itu packaging nya bagus kok. indonesia banget. :3 lipstick sariayu yg ditampilin mbak lintang di artikel ini emang baguuus. :D

      Hapus
    3. iya, packagingnya sariayu bagus, indonesia banget.
      setuju, lipstik sariayu kualitasnya oke.. banyak yang bilang nggak kalah dengan lipstik merek luar

      Hapus
  18. halo, baru blogwalking dan nemu post ini abis ubek-ubek.

    setuju sih sama dukung produk lokal tapi balik lagi ke fungsi sih kalo menurutku. contohnya aku yang udah trial error pake produk lokal tapi pada ga cocok. cuma satu aja sih yang cocok: sariayu lotion jerawat. yang lain aku coba beralih ke produk jepang korea tapi mahalnya amit-amit jadi sekarang fix pake natural regime dan itu udah cukup.

    ada juga ibuku yang ga mempan pake produk mana aja, ngefeknya sama produk muahal itu (macem estee, kanebo dan sebayanya), misterius sekali xDDD

    kalo untuk make up jujur aja masih pake compact powder dan liptint keluaran korea punya. utk compact powder udah nyobain produk lokal tapi kurang puas baik dari warna dan berasa kurang merata. entah apakah aku udah kena sugesti merk duluan ataukah ini kenyataannya xD. untuk liptint aku rasa belum ada produk lokal keluarin liptint ya? atau aku yang kurang apdet sama make up? xD kebetulan juga masih ada oleh2 dari temen yg ke korea beliin liptint yang entah kapan ini abisnya v__v kurang suka lipstick buat daily sih krn terlalu tebal.

    tentang packaging sih emang bener semakin bagus semakin mahal. tapi bisa loh mencontoh desain2 packaging dari home industry, mereka bikin packaging yang menarik tapi juga biayanya murah, apalagi kalo udah mass production. tapi mungkin terkendala alat cetaknya juga kali ya.

    anyway, postingnya bagus sekali (menurutku), cocok buat ajak orang diskusi xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo..
      ya betul, memang faktor kecocokan perlu dipertimbangkan. untuk urusan skincare, aku cocok sama produk lokal tapi nggak bertahan lama, bentar cocok..setelah beberapa bulan jadi "nolak", karena pada dasarnya kulit bisa jenuh dengan bahan2 kimia.

      hehehe.. ya nggak apa2 kalo cocoknya sama produk mahal. daripada ntar ada apa2 karena pilih yg sembarangan.

      iya, belum ada produk lokal yg ngeluarin liptint. mungkin karena liptint itu biasanya dipakai oleh orang muda (remaja, dewasa muda) sedangkan masyarakat indonesia umumnya beranggapan bahwa lip products untuk orang dewasa, makanya lip products lokal didominasi produk lipstik. orang dewasa apalagi yg seumuran ibuku biasanya nggak pede pakai liptint, padahal konsumen lip makeup terbesar di indonesia adalah orang dewasa.

      di luar negeri anak sekolah boleh pakai liptint, di sini banyak dilarang. mungkin produsen kosmetik lokal masih ragu memproduksi liptint, takutnya nanti yg beli sedikit. ada lipstik remaja, tapi dikit pilihannya soalnya produsen yakin remaja kita nggak makeupan tiap hari.

      ya betul, mungkin terkendala mesin produksi dan bahan baku. yg aku baca, bahan baku industri apapun (nggak hanya kosmetik) jauh lebih murah di korea & negara2 maju lainnya.

      makasih hehehe.. aku seneng ada yg suka diskusi juga

      Hapus
  19. Aku cinta indonesia. Aku juga cinta Mba..
    Makasi ya ilmunya.. Bermutu! ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, kita harus cintai negara kita. hehehe.. makasih yaa
      thanks udah baca blogku ini..

      Hapus
  20. Yeeps, aku juga pengennya pake full produk indonesia.. soalnya gampang dicari.. gak usah mikir ongkir dll.. but sad to say.. aku mostly ga cocok :( pake sabun muka aja contohnya..pake merek citra aja udh bruntusan ga karuan.. pake yg semacam ponds, garnier juga ga cocok.. murah sih tapi biaya buat ngobatin mukaku juga ga murah :( . plus masih banyak produk lokal yg pake zat2 kimia model paraben, methylparaben, dll.. kayak wardah.. tp ga semua varian wardah.. biasanya sebelum beli, aku cek dulu ingredients nya.. aku pake wardah itu buat make up remover.. krn ga pedih di mata.. plus pensil alis aku sukanya pake viva.. but for the rest of it, aku pake produk luar.. hehehe.. ohya plus, sebenernya banyak produk lokal yg organic! yg bebas dr paraben dan turunannya.. cuman sayang belinya musti online dulu.. i will try them soon.. kalo cocok lmyan buat selingan sama skincare aku, biar kulitnya ga jenuh.. :D . have a nice day!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. susah ya kalo masalahnya karena nggak cocok. ngobatinnya itu yg bikin makan ati. sebenernya pakai kosmetik apa aja yg penting ingredientsnya cocok di kulit kita.

      aku suka makeup lokal, tapi soal skincare juga banyak nggak cocoknya. misalnya cocok, beberapa bulan kemudian nggak cocok. kulitku tipe yg reaktif & gampang jenuh. makanya aku nggak mau gambling coba2 produk luar, ntar kalo nggak cocok nangis batin. bingung pilih skincare lokal yg cocok, jadi aku sekarang beralih ke diy skincare, yg bener2 bebas bahan kimia.

      produk lokal yg organic juga bagus. kalo nggak pingin beli online, sekali-sekali coba bikin diy skincare sist.. kalo cocok seneng banget deh, hehehe.. pertama memang rasanya malas, tapi kalo udah merasakan efeknya sendiri jadi rajin bikinnya

      Hapus
  21. just found out this article. SETUJU BANGET KAAAK!
    aku sekarang malah lagi menggilai produk lokal. pernah beli eyeshadow produk luar, ya ampun harganya tinggi banget, udah gitu warnanya gak terang. eh ternyata ada produk lokal yg harganya 2x lipat lebih murah dan baguuuus. untuk para kakak2, aku masih newbie soal make up, mungkin ada yg udah tau, ada loh produk lokal merknya MAKE OVER. itu juga bagus kok. :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah agak nyesel ya kalo udah beli mahal2 ternyata nggak begitu memuaskan hasilnya, padahal ada yg lebih murah & lebih bagus..
      udah lama aku mupeng sama make over, kalo liat review keliatannya bagus banget hasilnya, kemasannya juga oke. tapi sayang aku nggak tau counternya di semarang hehehe..

      Hapus
  22. Tengkyuu mba.. gegara postingan mba ini sy jdi sukses berpaling ke Sariayu skincare yg mawar series :) mesqipun baux dangdutan but i feel safe lah pokokx :D

    keep on writing till the end ya mba! always curious to read ur new insight! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..banyak orang yg bilang sariayu wanginya enak. kalo menurut hidungku wangi herbalnya terlalu tajam, baru kali ini ada yg bilang wanginya dangdutan. yg penting cocok aja deh buat kulit
      sip, makasih ya mbak..

      Hapus
  23. yap bener sist, bukannya berniat menelekkan tapi setahuku dari pengalaman pribadi, kulitku emank gak cocok sama produk impor dari luar, tapi gak semua si..(beberapa kali ngalami terperosok sama produk luar, tapi bangkit lagi, dan ujung2nya sembuh sama herbal di sekitar kita..hehehe),intinya sesuaikan sama kondisi kulit masing2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul.. kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan kulit masing2. intinya harus jadi smart buyer. kan sering ada tuh, orang yg beli skincare impor karena ikut2an mumpung booming, tanpa memperhatikan kecocokannya di kulit.
      ternyata nggak cocok. kan sayang kulitnya (& uangnya). jadi kita harus kenal kulit kita cocoknya dengan apa, apapun mereknya nggak masalah hehehe..

      Hapus
  24. Bukannya menjelekkan produk lokal, tapi aku emang ga cocok pake produk lokal, udah pernah nyoba beberapa yang katanya bagus pun akhirnya break out. Aku lebih suka merk luar yan harganya terjangkau macam bodyshop, innisfree, nyx, revlon karena gapernah bikin break out. Semua cocok-cocokan sih, bukannya ga cinta produk lokal, tp urusan kosmetik aku emang ga mau mempercayakan sama buatan indo. Kalo tas, sandal gitu support local brand banget aku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan salah mereknya sih, tapi mungkin kulitnya emang nggak cocok dengan ingredients tertentu.
      aku kalo milih kosmetik jarang mempertimbangkan review orang, yang penting ingredientsnya cocok di aku atau enggak, no. BPOM & reputasi merek itu (pernah bermasalah dengan kandungan bahan berbahaya atau enggak, dsb). soalnya yg kata orang bagus, belum tentu bagus juga di aku.

      coba deh banyak2 belajar tentang ingredients kosmetik. merek apapun (lokal maupun luar) kalo ingredientsnya nggak cocok di kamu tetep bakalan breakout. saran aja sih, hehehe..

      Hapus
  25. aku juga.. maafkeun aku produk lokal.. tapi kulit aku juga gak cocok untuk kbanyakan produk lokal.. kyk masker, pelembab, sabun muka yg bikin kulit jadi kering.. n untuk masker, aku juga tipe malas bilas masker, n maunya masker nya itu bisa di bawa tidur hahaha.. sementara di indo juga gak ada masker kyk gitu ya..? untuk sampo juga, kyk sari ayu dan natur bikin kulit kepala jd gatal n rambut kering kerontang... nah beralih ke make up, aku suka sama brand lokal caring color, rivera, pixy.. kualitasnya bagus :D n gak bikin kantong bolong.. kecuali untuk lip tint n shimer, aku beli brand luar.. krn gak ada di indo (atau aku yg gak tau yaa??) pokoknya, urusan kulit, aku BELUM percaya produk lokal, tapi untuk di luar urusan kulit (skin care) aku lebih senang beli yg lokal.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah perlu tau nih ingredients apa yang biasa bikin nggak cocok? bukan masalah merek lokal atau enggak loh.. tapi cuma 1 : ingredients.
      shimmer ada tuh dari PAC, LT pro, rivera. lip tint lokal belum ada, tapi liquid lipstick banyak hehehe

      Hapus
    2. iya juga sih, ingredients nya.. sampai sekarang aku masih belum tau ingredients apa yg bikin aku gak cocok.. *gk ngerti ttg ingredients*
      rivera ada shimer juga..?? wah baru tau.. hehhee... aku masukin rivera k list dulu deh.. thx infonya..

      Hapus
    3. biasanya orang2 yg pakai skincare lokal bermasalah dengan mineral oil, petrolatum, ethanol, benzyl alcohol, alcohol denat, lanolin, dimethicone, parfum.
      ya, rivera ada shimmer. tapi kalo cari yg warnanya pigmented katanya mending LT pro hehe..
      sama2..

      Hapus
  26. Merubah mindset yg susah mbak. Cerita dikit yah. Jadi dulu pernah, waktu msh gadis, datang ke acara sweetseventeenan. Di toilet, tmnku mau pinjem lipstick. Tiba2 batal ajah setelah dia melihat lipstick-ku merk mustika ratu, dan akhirnya dia pinjam ke tmn yg lain, yg lipstick-nya Clinique. That was 15 years a go. Ya orang Indo, dari kecil sudah brand-minded. Susah. Apalagi Jakarta..
    Jadi bukannya ga mau pake kosmetik lokal, tp kadang2 gengsi lebih kuat.. Bahkan kalau sedang jalan sama teman2, mau masuk counter kosmetik lokal, ga berani mbak. Karena pasti komentar dari teman2 tidak enak, males dengerinnya, bikin kuping sakit.
    Jadi belanja kosmetik lokal, pas lg sendiri saja deh..
    Seandainya Indonesia seperti Thailand yang menghargai produk2nya sendiri yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, iya.. sebagian besar orang indonesia dari kecil emang udah brandminded, pengaruh ortu juga sih. ibuku orangnya suka underestimate produk indo yang murah kayak viva, fanbo (tapi beliau masih suka produk lokal juga, asalkan yang harganya mahalan hihihi).

      hmm.. daripada bareng temen yg kayak gitu mending pergi sendiri ya.
      hehehe aku jadi inget temenku, sukanya ngomentari kosmetik orang yang lokal & harganya murah.
      lha rakyat indonesia udah terbiasa dengan mindset "yang impor lebih baik, ada harga ada rupa, harga nggak pernah boong" pasti susah lah mengubahnya

      Hapus
  27. mbaa gara gara postinganmu, sekarang aku mulai beralih pakai kosmetik dalam negri mbaa. tapi aku rada trauma spg" nya kok jutek amat. tiap toko kosmetik yang aku datengin spg nya selalu jutek jutek. apa ini karma yaa :D

    sekarang lagi kepincut sama lipstik dan eyeshadownya inez :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. spgnya lagi pms mungkin. kalo aku sih nggak terlalu peduli spgnya mau jutek atau ramah. yg penting aku dapat produk yg dimau.
      eyeshadownya inez bagus, kalo lipstiknya banyak yg bilang terlalu glossy tapi warnanya cakep2

      Hapus
  28. baguuss bgt mba artikel nya.. aku juga lg latian bikin blog yg review produk2 lokal.. jadii makiin semangat nih buat bikin blog kayak mba juga.. maksiih mba buat inspirasi nya .. ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak..
      ayo ditulis reviewnya. semakin banyak review produk lokal, semakin meyakinkan orang untuk cinta produk lokal.
      sama2..

      Hapus
  29. halooo kak lintang, salam kenal..

    kak, bless itu bagus gak buat muka jerawatan? aku lagi jerawatan nih, udah kdokter dan klinik skin care gak kunjung sembuh. sempet tinggal bekasnya, eeeh.. sih hujan datang menerjang mukaku. dan gatel semua dan berjerawat lagi. huhuhu..

    newbie nih kak dalam kosmetik, gak prnh dandan soalnya aku.pakai bedak tabur mars doang selama ini. mohon bimbingnya lagi mau bljr memilih kosmetik yang benar :))

    BalasHapus
  30. @santi
    hai, salam kenal ya..

    Bless bagus, dulu aku pernah nyoba acne cleansing tonic &resurfacing cream. periihh banget tapi jerawat membaik.

    buat newbie coba deh pixy. BB creamnya ringan di kulit. maskara & liquid eyelinernya gampang diaplikasikan. eyeshadow &blush on pixy warnanya kalem, shimmernya nggak lebay.

    BalasHapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah