Jumat, 13 Juni 2014

4 Macam DIY Facial Cleanser yang Oil Free

Hai!

Ada teman saya yang tanya begini "Lintang, pembersih muka DIY yang bebas minyak apa ya? Aku udah pernah coba bersihin muka pakai EVOO dan grapeseed oil tapi ternyata bikin bruntusan. Mukaku acne prone dan anti banget sama segala macam minyak."

Resep DIY skincare kali ini tentang 4 macam facial cleanser yang dijamin bebas minyak, cocok untuk orang yang kulitnya seperti teman saya ini.  Dua resep saya peroleh dari usulan pembaca, dua lainnya hasil utak-atik sendiri. Ternyata empat-empatnya oke banget untuk teman saya dan saya sendiri. Eh padahal kulit kami berlawanan banget lho. Kulit dia super berminyak, kulit saya kering.

Nah, ini dia facial cleanser yang saya maksud..


Dari kiri ke kanan :
Fermented oat & turmeric with green tea
Fermented honey
Fermented honey & cinnamon
Spicy chocotea

Semuanya punya aroma yang sedap (menurut hidung saya). Yang ada embel-embel fermented memang difermentasi, tapi nggak ada bau-bauan khas ragi. Facial cleanser yang wanginya yummy bikin saya rajin membersihkan muka, hehehe..

Fermented Oat and Turmeric with Green Tea


Recommended untuk kulit oily & acne prone, tapi kulit super kering seperti saya juga bisa menggunakannya (malah cocok banget di saya). Ini adalah facial cleanser modifikasi dari resep fermented oat mask & scrub yang disini. Sebetulnya bisa juga untuk maskeran, tapi bisa untuk facial cleanser juga. Jika dibuat maskeran, warna kuningnya nggak hilang-hilang. Jika cuma sebagai facial cleanser, warna kuningnya nggak keterlaluan di kulit, segera hilang jika digosok pakai air. Jika masih ada, pakailah toner yang diusap dengan kapas. DIY toner maupun toner yang beli di toko sama-sama bisa membersihkannya.

1. Siapkan bahannya (oatmeal, bubuk kunyit, teh hijau, dan ragi roti)


2. Tuangkan 2 sendok teh oatmeal ke wadah kaca/porselen. Untuk DIY skincare dengan fermentasi jangan memakai wadah plastik atau logam.



3. Tambahkan 1 sendok teh bubuk kunyit



4. Tambahkan air teh hijau secukupnya, aduk hingga rata. Tehnya saya pakai yang segar (baru setengah jam diseduh), tapi jika lebih suka teh basi juga boleh.



5. Tambahkan setengah sendok teh ragi roti.



6. Aduk, lalu tutup dengan plastik, kencangkan dengan karet gelang. Taruh di tempat yang terlindung dari sinar matahari, biarkan mengalami fermentasi selama 2 jam.





Fermented Honey


Resep ini saya dapat dari salah satu pembaca blog ini, makasih ya atas resepnya! Bagus banget ternyata, bisa dijadikan alternatif minyak untuk makeup remover. Makeup yang ringan tentunya, saya nggak pernah pakai makeup berat, hehehe..

1. Siapkan bahannya (madu dan ragi roti)


Itu madunya murah banget, 100 ml harganya 6 ribu. Madu mawar namanya. Memang bukan madu murni, tapi madu yang dicampur air mawar. Di botolnya ditulis sebagai "jamu". Kata bapak saya ini madu murahan, paling nggak ngefek buat manusia, biasanya di rumah saya madu ini dipakai sebagai campuran pakan kelinci. Biarpun bapak saya bilang begitu, ternyata madu ini oke banget untuk gigitan serangga dan menyembuhkan luka. Dulu waktu musim tomcat, ruam akibat tomcat bisa sembuh dengan madu ini. Sering saya pakai untuk obat luka untuk saya maupun kelinci. 

Tapi saya sarankan kalian pakai madu murni aja, jauh lebih baik untuk skincare.

2. Masukkan 2 sendok teh madu ke dalam wadah kaca


3. Tambahkan 2 sendok teh air. Madu dan air perbandingannya 1 : 1



3. Tambahkan setengah sendok teh ragi. Aduk/kocok hingga rata





4. Tutup rapat, fermentasikan selama 2 jam di tempat yang terhindar dari cahaya matahari.

Fermented Honey and Cinnamon


Resep ini juga dari pembaca. Katanya, ini bagus untuk scrub. Saya juga pakai sebagai facial cleanser, tapi nggosoknya pelan aja, nggak usah terlalu semangat. 

1. Siapkan bahan (madu, kayu manis bubuk, dan ragi roti)


2. Masukkan 1 sendok teh kayu manis bubuk ke dalam wadah kaca


3. Tambahkan 1 sendok teh madu, lalu aduk hingga rata.


4. Masukkan setengah sendok teh ragi.


5. Aduk rata, lalu tutup rapat. Fermentasikan selama 2 jam di tempat yang terhindar dari cahaya matahari.

  


Spicy Chocotea


Namanya kayak nama minuman, padahal pembersih muka hehehe.. Resep facial cleanser ini mudah, nggak perlu nunggu lama karena tanpa fermentasi, bisa untuk semua jenis kulit terutama yang acne prone. Wanginya yummy banget, tapi jangan dicicipi karena rasanya pahit. Kalo mau ditambah madu juga boleh. Saya sengaja nggak tambahkan madu supaya facial cleanser ini nggak semakin lengket. 

1. Siapkan bahan (cocoa powder, kayu manis bubuk, kunyit bubuk, tepung maizena, teh hijau)


2. Masukkan setengah sendok teh bubuk kayu manis ke dalam wadah. Wadahnya bisa plastik, logam dsb. Tidak dibatasi harus kaca/porselen karena tidak pakai fermentasi.



3. Tambahkan setengah sendok teh kunyit.



4. Tambahkan setengah sendok teh cocoa powder.



5. Tambahkan 1 sendok teh tepung maizena.



6. Tambahkan teh hijau secukupnya, lalu aduk rata. Spicy chocotea siap digunakan.



Gimana, gampang-gampang kan?

Facial cleanser yang saya buat tadi bisa saya pakai 3-4 kali. Sengaja nggak buat banyak karena nggak pakai pengawet. Setelah dipakai sekali, langsung masukkan kulkas. Bisa tahan selama 2 hari. Untuk yang oatmeal, sebaiknya langsung dihabiskan saja.

Soal tekstur, bisa dilihat sendiri yang fermented honey bentuknya cair seperti toner, tapi jangan dipakai sebagai toner, lengket abis! Yang fermented oatmeal biasa lah, creamy & lengket. Yang bikin saya gemes adalah fermented honey & cinnamon dan spicy chocotea.. kental-kenyal seperti lem! Fermented honey & cinnamon betulan seperti lem, karena ada lengketnya.

Fermented honey & cinnamon teksturnya mirip apa ya? Hihihi..

Spicy chocotea kayak bubur maizena (ya memang ada maizenanya)

Review

Yang namanya facial cleanser beneran harus bisa membersihkan muka. Menurut saya juga harus bisa membersihkan makeup meskipun makeupnya ringan dan ala kadarnya.

Oke, kita tes aja ya..
Fermented honey

Sekarang saya sehari-hari cuma pakai sunblock, lipstik matte, dan pensil alis (tapi seringnya tanpa makeup)
Bedak pun hanya dari tepung maizena
Maka 3 benda komersil ini yang perlu saya uji dengan homemade facial cleanser


Tuang ke kapas karena teksturnya cair seperti toner


Diusap 1 kali, bersih tanpa bekas! Keren ya.. hihihi
Tapi lengket banget, harus segera dibilas pakai air
Setelah dibilas, saya nggak pakai facial wash lagi dan wajah saya baik-baik saja


Ini "sampah" yang berhasil diangkat facial cleanser ini

3 homemade facial cleanser lainnya

Yang diuji masih barang yang sama

bawah : fermented honey & cinnamon
tengah : fermented oat & turmeric with green tea
atas : spicy chocotea

Gosok perlahan

Bilas

Dikeringkan
Ternyata yang paling bawah (fermented honey & cinnamon) masih menyisakan stain lipstik

Menurut pengalaman saya, lipstik Mirabella colorfix memang agak bandel, stainnya masih sering tersisa meskipun sudah dibersihkan dengan baby oil, EVOO atau minyak kelapa. Jika homemade facial cleanser ini bisa mengangkat stain dari Mirabella colorfix, saya harus bilang itu keren.

Ternyata fermented honey, fermented oat & turmeric with green tea,  spicy chocotea bisa membersihkannya dengan baik. Saya senang sekali!

Lalu gimana efeknya di kulit?

Di kulit saya yang kering, yang paling terasa lembab adalah yang mengandung madu. Yang pakai oatmeal cukup lembab tapi tidak terlalu. Spicy chocotea terasa biasa aja, nggak lembab tapi juga nggak kering.

Di kulit teman saya yang super oily & acne prone, yang paling ampuh untuk mengontrol minyak & mengurangi jerawat adalah yang fermented oat & turmeric with green tea. 

Jadi, apakah saya akan membuat lagi? Ya, pastinya.
Recommended ? Ya, untuk kalian yang menghindari oil untuk homemade skincare

Ngobrol Soal Ingredients

Mengapa saya pilih bahan-bahan di atas sebagai skincare, khususnya untuk facial cleanser?
Kayu manis dan kunyit adalah rempah-rempah yang termasuk makanan dengan kandungan antioksidan tertinggi. 
antioxidant

ORAC di sini kepanjangannya adalah oxygen radical absorbancy content, yaitu tolak ukur untuk menentukan aktivitas antioksidan. Semakin tinggi angka ORAC, semakin kuat antioksidannya.

Kunyit (Curcuma longa) mengandung curcumin yang menyebabkan warna kuning. Curcumin memiliki sifat sebagai antioksidan, anti peradangan, antiviral, antibakterial, antijamur dan antikanker. Curcumin merupakan modulator bagi enzim-enzim dalam tubuh yang berperan dalam detoksifikasi. Curcumin dapat menyembuhkan beberapa jenis masalah kulit seperti acne, psoriasis, scleroderma, vitiligo, aging, iradiasi, kanker kulit (melanoma) dan penyembuhan luka. Curcumin dapat meningkatkan produksi kolagen dan fibroblast sehingga mempercepat penyembuhan luka juga meningkatkan elastisitas kulit.


Curcumin merupakan antimutagenik yang mencegah mutasi sel-sel tubuh, mutasi adalah salah satu penyebab timbulnya kanker. Bakteri yang bisa dilawan curcumin adalah Staphylococcuc aureus, Eschericia coli, Bacillus cereus, Yersinia enterocolitica. Curcumin juga berpotensi sebagai pengawet alami dalam bahan pangan.

Komponen antibakteri dalam kayu manis (Cinnamomum burmanii) adalah volatile oil bernama cinnamaldehyde, serta senyawa polifenol bernama proanthocyanidin. Sifatnya bisa melawan beberapa bakteri patogen penyebab kerusakan pangan dan masalah kesehatan (antara lain Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Salmonella anatum), sehingga kayu manis bisa berfungsi sebagai pengawet alami.


Sama halnya dengan curcumin dalam kunyit, cinnamaldehyde pada kayu manis juga meningkatkan produksi kolagen pada kulit sehingga kulit menjadi lebih elastis. Namun cinnamaldehyde & eugenol pada kayu manis dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang akibat adanya senyawa eugenol dan cinnamaldehyde, gejalanya berupa ruam kemerahan, perih, panas. Kayu manis tidak boleh digunakan pada wanita hamil, menyusui, dan pada anak-anak.

Cocoa mengandung anthocyanin yang memiliki aktivitas antibakterial. Bakteri yang bisa dihambat adalah Salmonella typhimurium. Cocoa juga mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang disebut flavanol, mencakup procyanidin, catechin, dan epicatechin yang terutama bekerja pada pembuluh darah, yaitu dengan meningkatkan aliran darah. Dalam skincare, cocoa bermanfaat untuk meningkatkan rona kulit. Semakin lancar aliran darah, semakin tinggi suplai oksigen ke sel-sel tubuh (termasuk kulit) sehingga kulit terlihat glowing dan sehat.


Madu terkenal memiliki aktivitas antibakteri karena memicu aktivitas enzim yang memproduksi hydrogen peroxide, kecuali manuka honey. Manuka honey adalah non-peroxide honey. Bermacam-macam bakteri dapat dilawan oleh madu, antara lain S. typhiS. flexneriE. coli, P. aeruginosa, Acinetobacter spp. dan beberapa jenis bakteri lainnya.

Oat (Avena sativa L.) mengandung saponin sebagai cleansing agent, kemampuan membersihkannya sama dengan sabun. Oat juga mengandung senyawa fenolik dan vitamin E . Senyawa fenolik utamanya yaitu avenanthramides yang diketahui memiliki aktivitas anti peradangan, anti iritasi, dan anti gatal. 


Tepung maizena (corn starch) juga mengandung saponin sehingga baik digunakan untuk pembersih. Maizena mengandung vitamin B kompleks serta sejumlah senyawa fitokimia yang bisa berfungsi sebagai antioksidan (alkaloid dan anthraquinone). 

organic cornstarch

Lalu mengapa difermentasi dengan ragi roti? Ragi roti penyusun utamanya adalah Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces cerevisiae  adalah nutritional yeast  yang menghasilkan nutrien penting selama proses fermentasinya, antara lain vitamin B kompleks, 9 asam amino esensial (asam amino yang tidak bisa diproduksi tubuh), mineral selenium dan kalium. 


Fermentasi Saccharomyces cerevisiae dimanfaatkan untuk menghasilkan vitamin B seperti B6 dan B12 untuk suplemen kesehatan, metodenya dengan cara memperkaya Saccharomyces dengan jenis vitamin B yang diinginkan. Saccharomyces yang dikembangkan di lingkungan yang kaya akan vitamin B akan memproduksi vitamin B dengan jumlah lebih besar. 

Fermentasi juga dapat menghidrolisis (menguraikan) gluten. Gluten yang terdapat dalam oat merupakan protein yang kadang menyebabkan alergi pada sebagian orang. Jika seseorang mengalami reaksi negatif di kulit (gatal, breakout) setelah membersihkan muka dengan oat, kemungkinan besar dia akan baik-baik saja jika menggunakan oat yang difermentasi.

Itulah sebabnya saya suka menggunakan Saccharomyces untuk fermentasi oat, nasi, dan bahan pangan tinggi vitamin B lainnya. Diharapkan vitamin B yang dihasilkan akan semakin banyak dan optimal untuk regenerasi kulit karena vitamin B diperlukan untuk metabolisme sel.

Semoga post kali ini cukup berguna ya! Selamat membersihkan muka!

Referensi
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18461339

57 komentar:

  1. makasih mba tipsnya uda dipost ttg honey itu,, btw dijadiin facial wash , masker jg oke kok.. asal jangan toner yaa ,, lengket hehehehe... tertarik sama turmeric nyaaa :D bubuk sama kunyit asli lebih ok yg mana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama.. makasih juga ya udah dikasihtau resep ini.
      iya, cocok banget nih buat masker. buat facial wash kalo langsung digosok ke mukaku jadi ngalir, makanya aku pakai kapas biar gampang, hehehe.. ternyata bisa bersih beneran, malah lebih cepet daripada pixy cleansing express yg dulu aku pakai.

      katanya bagus kunyit asli, tapi kalo kunyit asli di mukaku jadi panas & bekas kuningnya nggak ilang2. makanya aku pakai yg bubuk

      Hapus
  2. coba cleanser nya tepng maizena aja gimana ya? ehhehe.. biar lancar ga mampet di septitank..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho, malah menggumpal toh.. hehehe

      Hapus
  3. madunyaa murah bgt.. beli dimana mba??? kan ga sayang klo buat banyak2... biar dikata ga ngefek tp ada lah efeknya paling ga, lumayannn lah drpd beli madu asli. hahhahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. di apotik deket rumah, kalo di semarang gampang nyarinya soalnya ini buatan semarang. ngefek kok buat obat luka & gigitan serangga.. kalo buat jerawat entahlah, hehehe.. tapi untung madu ini nggak bikin aku breakout

      Hapus
  4. kok cleansernya ga dikasih natrium benzoat jg mba? biar awet gitu :o

    BalasHapus
    Balasan
    1. dikasih juga boleh.. aku bikin dikit2 karena gampang nggak pakai penyaringan. yg toner sengaja bikin banyak&dikasih natrium benzoat karena malas nyaringnya, hehehe..

      cleansernya juga udah ada antimikroba nya kok (madu/kunyit/kayu manis) sebagai pengawet alami. tapi tetep aja kalo udah 3 hari baunya agak aneh

      Hapus
    2. mungkin klo kunyit + maizena + madu (botolnya disendirikan) ditaruh ditangan dulu diadon baru ditaruh di wajah lebih awet kali ya..

      Hapus
    3. iya gitu juga boleh. setiap mau pakai baru bikin adonannya, langsung dihabiskan. dulu aku juga gitu, tapi banyak malesnya hehehe..

      Hapus
    4. yang mba rutinin yang mana cleansernya???

      Hapus
    5. kalo aku yg spicy chocotea soalnya nggak usah nunggu fermentasi dulu & wanginya juga enak banget..

      Hapus
  5. aku gak pake make up tp pengen nyoba, apalagi yg ada kunyit mantep buat kulit laki yg minyakan xixixi
    fermented oat turmeric dijamin gak bikin muka kyk the simpsons to??

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba.. kunyit bagus buat kulit oily & acne prone
      hehehe the simpsons.. jadi kuning gitu maksudmu? nggak, asal jangan dibiarin kelamaan.. kalo dijadikan masker baru bikin kuning

      Hapus
  6. mbak, ak mw ccoba, bubuk kunyit + maizena + bubuk coklat aja yahh... bisa tahan lama kan ya.. diadon pas mau cuci muka gitu..
    klo maizena + coklat jg gpp kan? Trimakasi sebelomnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk mari dicoba.. iya, bisa tahan lama tuh kalo ngadonnya pas mau cuci muka aja
      nggak apa2, maizena & coklat bisa membersihkan muka kok
      oke, sama-sama..

      Hapus
  7. mba btw itu cuci mukanya , wajah dlm keadaan kering, baru diusap ( adonan + air) gosok2 baru bilas yah??? kyk luluran gt?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo yg fermented dipakai waktu muka dalam keadaan kering tanpa ditambah air. gosok, bilas. yg spicy chocotea wajah agak dibasahi dikit, kalo dalam keadaan kering jadi seret/agak sakit..

      Hapus
  8. Aku nyoba yg di fd cocok lho kak. Siapa tau kak lintang mau nyoba juga. Resepnya 1 bag labu kuning kukus + 1 bag susu skim bubuk + 1 bag fermented seaweed + 5% cromollient (buat emulsifier).

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow.. dari bahannya keliatannya cocok banget buat kulit kering. jadi pingin nyoba tapi bingung beli cromollient di mana hehehe..

      Hapus
    2. Ada di fd juga kak, ada member fd yg jual, namanya elea.

      Hapus
    3. cromollient emulsifier ya..kayaknya ada juga alternatif lainnya. makasih ya untuk info & resepnya..

      Hapus
    4. Sm2 kak. Emulsifier alternatif apa ya kak?

      Hapus
    5. kalo yg alami gliserin, cetearyl alcohol, beeswax, carnauba wax, jojoba oil
      yg kimia potassium hydroxide, TEA, DEA, dll. banyak kok

      Hapus
  9. Lintang kalo resep ini jadiin masker bisa nggak?! :D
    Hehehehe...
    Habis aku make up nya berat pake cc sama bb cream takutnya nggak bersih, jadi nya masih pake pembersih pixy non alkohol... :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa banget, malah bagus..hehehe
      iya, kalo makeup berat memang kayaknya nggak bisa tuntas nih bersihnya, bisanya makeup yg ringan aja

      Hapus
    2. kayaknya mau dijadiin masker aja deh, ato jadiin cleanser buat pagi2 kali yaa :D
      fermentasi itu maksimal hanya dua jam saja ya?!
      kalo lebih gimana?

      Hapus
    3. iya, gitu aja.. buat bersihin muka kalo lagi nggak makeupan
      sebenernya lebih dari 2 jam boleh. tapi menurut pengalamanku, yg ada madunya malah semakin lengket & susah buat bersihin muka, kalo buat masker no problem hehehe..

      Hapus
  10. biasanya kan ada tulisan di FW = membersihkan hingga ke pori2 wkwkwk... entah trik pasar atau emg gitu..
    klo DIY cleanser ini bs membersihkan sampai pori2 ga sih? kan gosok terus bilas aja tuh mba :)
    ga bertahan lama di wajah? itu digosok diwajah didiamkan dulu ga? apa lsg dibilas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah, trik marketing itu hehehe.. cleanser buatan pabrik maupun DIY nggak ada yg bisa membersihkan sampai ke pori2 kalo pori2nya nggak dibuka dulu. biasanya kalo mau bersih tuntas kan kita harus steaming dulu, atau cuci pakai air hangat. nah kalo pori2 dah terbuka, baru kita bisa bersihin sampai ke dalam2nya.

      DIY cleanser kayak begini boleh aja didiamkan/langsung gosok & bilas. kalo mau optimal manfaatnya, bisa dijadikan masker sekalian

      Hapus
  11. apa kandungannya ikut masuk ke dlam kulit mba?? tentang Face wash pasaran , sebenernya ak ga yakin klo face wash itu nutrisinya bisa meresap ke kulit kan cuma usap2 bilas gt aja. nah klo alami apakah sama? klo sama mending pake yang alami haha . klo yg alami nutrisinya bs masuk ke dalam kulit ga? haduh ribet amat yah nanyanya.. pokoknya gt lah mba. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih.. katanya kan face wash pasaran sebaiknya diusap ke muka cuma 10 detik, kalo gitu mana mungkin meresap ya nutrisinya. tapi sabun muka pemutih yg batangan instruksinya didiamkan dulu 3 menit, dan buktinya ngefek ke orang2 tertentu (kalo aku baca review2nya).

      berarti yg alami juga baiknya memang didiamkan, minimal 3 menit deh. sayangnya aku orangnya nggak sabaran nunggu 3 menit aja, sekiranya makeup udah bersih, acara cuci muka selesai hehehe..

      oke, sama2..

      Hapus
  12. mbakk,, itu disebut spicy chocotea, kunyit emg rada panas ya buat cuci muka? ak pakai kunyit ajah tadi. hbis dibilas pedas gt haha. tp uda ilang jd seger efeknya. *semoga jerawat cpt kering _amin* ngomong2 kunyitku ko ga halus bgt yah. masi ada texturnnya gitu. 6rb doang sih harganya.. warnanya jg ga oranye, tp rada butek . wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, pedes di muka makanya aku kasih embel2 spicy hehehe..
      semoga jerawat cepet kering dengan kunyit, amin
      memang nggak halus kok, yg aku beli juga 6ribu & ada teksturnya. tapi mantep lah di muka hehehe..

      Hapus
    2. gpp buat cuci muka daily kan itu scrub jg tipenya mbak?? ak cuci mukaa 3 x sehari hehe.. kyak gini warnany http://www.pinterest.com/pin/289285976035967735/ wwkwkwk

      Hapus
    3. aminnn smoga cepet kering wkwwkwk :D mau ak share diblog klo emg ngefek ^^

      Hapus
    4. ow, kalo warnanya kayak gitu wajar, punyaku juga.. kunyit kalo masih seger emang oranye, kalo dah kering jadi kuning

      iya, kalo dah berhasil share di blog. aku juga gitu kalo bikin homemade skincare, nunggu sukses dulu baru share. yg gagal ya nggak masuk blog, hehehe..

      Hapus
  13. Assalammualaikum kak lintang
    Aku mau tanya kak , facial cleanser itu apa? Semacam pembersih wajah kayak pons, garnier, dll? Atau semacam masker? Atau semacam pembersih make up?
    Aku kurang ngerti tntg itu, abisnya bingungin sih. Kalo mau cuci muka aja sabun zwistal selesai tanpa make up >_< *masih sekolah*
    Aku suka semua DIY kak, walaupun aku gak semua cobain satu" :D
    Kak lintang kapan" haircare diy dong , rambut aku agak kering dan sering rontok . gimana mengatasinya?
    Makasih kak atas DIY nya, maaf yah kebanyakan nanya dan minta nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam..
      facial cleanser itu istilah umum untuk pembersih muka, macamnya bisa facial wash, facial foam, facial scrub, cleansing oil, cleansing wipes (kayak tisu basah), cleansing milk (susu pembersih), cair seperti toner dll

      hehe, kalo belum pakai makeup memang nggak perlu banyak pembersih muka, yg bentuk sabun aja cukup.
      makasih ya..

      iya nih, aku juga lagi bikin diy hair tonic, masih dalam percobaan. baru aku pakai 2 hari, jadi belum keliatan efeknya. ntar kalo sukses aku tulis di blog. karena kalo share resep setidaknya udah harus terbukti manfaatnya.

      sama-sama fidiya.. santai aja

      Hapus
  14. mba lintang, aku udah coba fermentasi turmenic oat nya, dan cocok banget diaku, aku jadiin masker ga ninggalin bekas kuning, aku pake kunyit asli yg di ulek,
    tetep berkarya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. seneng deh kalo cocok.. kunyit asli lebih mantap ya, aku pingin deh pakai kunyit asli sayangnya kok terasa panas banget di kulitku
      siip.. makasih ya

      Hapus
  15. Lagi hamil nih pake kunyit gpp kah? Penasaran pengen nyobain setelah kesuksesan toner saccaromyces :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya kalo lagi hamil jangan pakai rempah2 dulu mbak.. soalnya zat aktif dari rempah2 bisa menyerap ke dalam kulit, masuk ke pembuluh darah (untuk kondisi tidak hamil sih no problem).

      kunyit kan terkenal bisa menyebabkan kontraksi rahim, jadi not recommended untuk ibu hamil..

      Hapus
  16. Kalo gitu diganti apa ya mbak Lintang? Makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. diganti kopi atau coklat bubuk bisa lho.. oke, sama2

      Hapus
  17. Kunyit asli diaku bkin ademm g panaa sma sekali beda saman kunyit bubuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah enak dong.. kalo di aku kunyit asli agak panas, padahal bagusan yg asli ya

      Hapus
  18. Mbak Lintang, kalo madu langsung diberi ragi roti tanpa diberi air dulu, bisa dipake buat facial cleanser enggak Mbak? Kebetulan sy suka lengket2nya madu, he2....

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa.. bagusnya memang nggak usah ditambah air lho. nanti setelah fermentasi biasanya jadi agak encer (kayak ditambah air, padahal nggak). lengketnya juga nggak selengket madu tanpa fermentasi

      Hapus
    2. Kalo fermented honey tanpa air tahan brp lama ya mbak? Terima kasih.

      Hapus
    3. biasanya 2-3 hari. aku nggak pernah simpan lebih dari 3 hari, baunya udah aneh..

      Hapus
  19. Halo Lintang..kalau untuk Fermented Oat and Turmeric with Green Tea sesuai dengan takaran diatas bisa tahan berapa hari bila disimpan tanpa kulkas (jar-nya direndam dalam air) ? thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya oat fermentasi dihabiskan dalam 1x pakai aja. aku pernah coba simpan di kulkas, dalam 1 hari udah agak berair & baunya kecut kayak udah rusak

      Hapus
  20. Mbak Lintang. saya suka membaca resep2 DIY mbk.
    wajah saya berminyak (T)-kering (U)-sensitif tapi kusam. saya pernah coba beberapa tanaman herbal seperti kunyit, temulawak, kencur, jahe, lidah buaya. kunyit, temulawak membuat wajah saya berjerawat. jahe, kencur lemon membuat wajah saya perih, panas. lidah buaya membuat wajah saya gatal2.
    saya mau nanya mbk, ada nggak pelembab herbal untuk tipe wajah saya? herbal untuk penghilang kusam ada nggak mbk?
    trims ya mbk,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. rempah2 bisa buat detox, jadi kalo berjerawat wajar aja karena proses detoksifikasi.
      jerawat karena nggak cocok & detoks tuh beda. kalo detoks, jerawatnya muncul di area2 yang memang sering muncul jerawat/ ada hubungannya dengan organ hati, ginjal paru2, bisa dilihat di acne face map tentang daerah2 itu : http://lookglambox.com/wp-content/uploads/2013/04/Chinese-Face-Mapping.jpg
      kalo breakout, jerawat muncul dimana aja, nggak cuma di daerah yang berhubungan dengan 3 organ itu & bukan di daerah langganan jerawat

      lidah buaya bikin gatal karena aloinnya nggak kamu bersihkan. aloin itu komponen cairan warna kuning. lidah buaya nggak cukup hanya dikupas & dicuci tapi harus direndam air hangat.

      buat ngilangin kusam coba aja bengkoang/ kedelai direndam air hangat lalu diblender /beras disangrai & ditumbuk.
      bahan DIY memang harus benar mengolahnya supaya nggak muncul efek aneh2. jadi nggak bisa asal templok.

      Hapus
    2. oala...saya baru tau kalau lidah buaya harus direndam dgn air hangat. saya biasanya nyuci dengan air mengalir aja mbak trus aloinnya saya kikis dgn pisau. yang saya lihat dari produk2 kosmetik klu bengkoang tu utk kulit kering n normal, jadi saya nggak berani pakai mbk...thanks ya mbak..berkat mbk saya jadi tau

      Hapus
    3. ya, sebaiknya memang direndam air hangat dulu kalo perlu direbus. biasanya aku rebus juga kalo lagi dapat lidah buaya yang super banyak aloinnya.
      bengkoang nggak cuma untuk kulit normal kok. boleh untuk kulit sensitif, tapi dicampur dulu dengan tepung beras/maizena/oat, nggak 100% bengkoang.
      sama2..

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah