Minggu, 01 Juni 2014

DIY Purifying Face & Body Wash

Hai.. kembali lagi dengan DIY skincare hasil keisengan saya

Kali ini saya mau berbagi resep homemade face & body wash. Bahannya gampang banget, cuma oat, kayu manis bubuk, gliserin, dan minyak kelapa. Minyak kelapanya boleh diganti minyak zaitun/ grapeseed /rice bran atau apapun yang kita punya.  


Ada embel-embel "purifying" soalnya bisa untuk eksfoliasi. Tapi tergantung kondisi kulit juga sih, jika kulit sudah bersih (baru aja scrubbing / peeling / luluran), daki nggak akan keluar. Begitupula untuk kulit muka, jika ada komedo dan sel kulit mati jadi gampang dibersihkan, kalo nggak ada ya nggak apa-apa.

Sifatnya mild di kulit saya, dan sangat melembabkan. Nggak ada reaksi aneh-aneh seperti kemerahan, perih, kulit mengering dan mengelupas, jerawat, komedo, gatal dll. Makanya saya berani share resepnya. Tapi bisa aja hasilnya berbeda-beda di setiap orang karena tidak semua bahan alami bisa ditolerir oleh kulit semua orang. 

Ini kedua kalinya saya bikin. Sebetulnya face & body wash ini bisa tahan 1 mingguan atau mungkin lebih karena ada pengawet alaminya (kayu manis). Tapi punya saya dalam 3 hari aja udah habis, hehehe..

Ngobrol soal ingredients-nya

Oat (Avena sativa L.) adalah bahan utama pembuatan face & body wash ini karena oat mengandung saponin yang berfungsi sebagai cleansing agent. Oat efektif membersihkan kulit sebagai pengganti sabun. Selain itu oat mengandung bahan anti peradangan dan anti iritasi, dapat mengangkat sel kulit mati, merawat beberapa jenis gangguan pada kulit (acne, eczema, rocasea, kerusakan akibat surfaktan, AHA, pemutih), memperkecil ukuran pori-pori, mengandung antioksidan yang memperlambat penuaan dini, serta kaya akan vitamin B yang dapat menghaluskan dan mencerahkan kulit.


Antioksidan yang ada di dalam oat adalah senyawa fenolik dan vitamin E . Senyawa fenolik utamanya yaitu avenanthramides yang diketahui memiliki aktivitas anti peradangan, anti iritasi, dan anti gatal (sumber 1sumber 2).

Bahan yang tak kalah pentingnya di sini adalah cinnamon powder alias bubuk kayu manis. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) sifatnya antibakteri, baik untuk mencegah masalah kulit seperti gatal-gatal dan jerawat. Komponen antibakteri dalam kayu manis adalah volatile oil bernama cinnamaldehyde, serta senyawa polifenol bernama proanthocyanidin. Sifatnya bisa melawan beberapa bakteri patogen penyebab kerusakan pangan dan masalah kesehatan (antara lain Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus, Eschericia coli, Salmonella anatum), sehingga kayu manis bisa berfungsi sebagai pengawet alami (sumber).

Cinnamaldehyde juga meningkatkan produksi kolagen pada kulit sehingga kulit menjadi lebih elastis, lembab, dan tidak cepat keriput.

Tapii.. kayu manis bisa menyebabkan iritasi pada sebagian orang akibat adanya senyawa eugenol dan cinnamaldehyde, gejalanya berupa ruam kemerahan, perih, panas (sumber). Kayu manis tidak boleh digunakan pada wanita hamil, menyusui, dan pada anak kecil (sumber).


Lalu saya juga pakai gliserin untuk face & body wash ini. Gliserin adalah humectant, sifatnya melembabkan kulit dengan cara mengikat uap air dari udara dan dari lapisan kulit terdalam (dermis) sehingga meningkatkan kadar air pada permukaan kulit/ epidermis (sumber).

Minyak kelapa juga untuk melembabkan karena sifatnya sebagai emollient. Minyak kelapa juga bersifat sebagai anti bakteri dan anti jamur karena kaya akan lauric acid. Efektif untuk mencegah dan mengatasi infeksi pada kulit akibat Staphylococcus aureus  dan jamur Candida (sumber 123). Minyak kelapa juga merawat kulit yang mengalami iritasi. Selain itu minyak kelapa juga membantu eksfoliasi kulit.

coconut oil

Itulah penjelasan tentang ingredients nya. Sekarang resepnya!

1. Siapkan bahan-bahannya


1. Oatmeal
2. Kayu manis bubuk
3. Semangkuk air
4. Gliserin
5. Minyak kelapa (boleh diganti EVOO, grapeseed oil dll)

Gliserin yang saya pakai adalah vegetable glycerin, belinya di toko bahan kimia. Gliserin ada yang nabati, ada yang hewani. Gliserin hewani sering bermasalah dengan isu kehalalannya. Gliserin pekat jangan sampai kena kulit ya.. soalnya panas dan justru bikin kulit kasar. Kalo nggak ada gliserin juga nggak apa-apa sih..

2. Campurkan oatmeal dengan air. Untuk resep ini saya pakai 4 sendok makan oatmeal untuk semangkuk air. Aduk sampai airnya menjadi keruh.


3. Pisahkan airnya di panci. Sisa oatmealnya bisa digunakan untuk keperluan lain. Buat maskeran boleh, dimakan juga nggak apa-apa asalkan airnya matang. Eh, beneran saya makan lho *kelaparan*

Airnya aja yang dipakai, buburnya nggak usah

4. Campurkan 1 sendok makan gliserin ke dalam air oatmeal.


5. Lalu tambahkan 1 sendok makan kayu manis bubuk.


6. Tambahkan minyak kelapa. Untuk kulit super kering gunakan 1 sendok makan. Untuk kulit normal / berminyak cukup 1 sendok teh.


7. Didihkan sambil diaduk hingga mengental.


8. Jika sudah mengental, angkat dari kompor. Jadinya agak seperti jelly. Memang kayu manis kalo ketemu minyak akan seperti itu jadinya.


9. Jika sudah dingin, masukkan ke dalam botol. Boleh botol kaca atau plastik, yang penting steril. Cara saya mensterilkan wadah untuk produk homemade begini yaitu dicuci dengan sabun anti bakteri, lalu wadah kaca direndam air mendidih sedangkan wadah plastik dengan alkohol 70%. Biarkan kering hingga air / alkohol dalam botol menguap, setelah itu boleh diisi.

Yeayy..jadi! Sepintas kayak selai kacang

Cara pakai

Tuangkan secukupnya ke telapak tangan, lalu usapkan ke wajah dan tubuh dalam kondisi kering. Pijat atau gosok perlahan, setelah itu dibilas. Saat membilas, gosok badan dengan jari. Jika kita belum peeling, akan terasa banyak kotoran terangkat dengan mudah. Face & body wash ini cuma membantu eksfoliasi, tetapi tidak menyebabkan kulit mengering & mengelupas secara paksa seperti chemical peeling. Jika memang kulit sudah dalam kondisi bersih, ya tidak akan ada kotoran yang keluar.

REVIEW

Tekstur
Kental, tapi bukan creamy. Kayak bubur kanji tapi nggak lengket, berarti apa nih.. gel? Digosokkan ke kulit jelas terasa licin tapi kesan licinnya hilang saat dibilas. Butiran kayu manis terasa seperti scrub yang halus, saya sih suka.. nggak sakit kok di kulit. Lebih menyakitkan kalo pakai gula.

Bau
Baunya ya kayak kayu manis. Saya suka wangi kayu manis..enak!

Saat dipakai
Untungnya saya tidak punya alergi terhadap kayu manis, jadi tidak ada rasa panas, perih, atau yang aneh-aneh. Tapi rasanya agak semriwing di kulit muka, adem-adem gimana gitu. Kalo di badan nggak ada sensasi apa-apa.

Daya bersih
Seperti yang sudah saya bilang, ini bisa membersihkan kulit dan membantu eksfoliasi. Habis mandi & cuci muka, kulit rasanya bersih.

Efek setelah dibilas
Kulit rasanya lembab dan halus, meskipun nggak pakai moisturizer sesudahnya. Kalo kamu kebanyakan ngasih minyak, yang ada malah terasa greasy. Tapi untunglah di percobaan pertama & kedua ini minyaknya pas untuk saya. 

Efek untuk jerawat
Kurang tau, saya nggak sedang jerawatan. Tapi yang pasti face & body wash ini nggak menyebabkan jerawat untuk saya.

Efek untuk komedo
Memang saya sering komedoan di bagian hidung karena krim sunblock yang saya pakai tapi face & body wash ini nggak menambah komedo baru. Komedo justru jadi mudah dibersihkan setelah cuci muka pakai ini. Tapi bagi saya yang jago membersihkan komedo tetap fermented oatmeal mask hehehe..

Efek untuk masalah kulit yang lain
Dua hari yang lalu saya sedang kena biang keringat di punggung gara-gara cuaca yang panas dan lembab. Setelah mandi pakai ini, gatalnya berkurang dan cepat sembuh. Senang sekali.. 

Kesimpulan
(+) Wanginya enak
(+) Ada scrub lembutnya
(+) Bisa mengangkat semua kotoran, daya bersih oke
(+) Melembabkan & menghaluskan kulit
(+) Nggak menimbulkan reaksi aneh-aneh di kulit saya (panas/perih/gatal/jerawat/komedo dll)
(+) Terbukti bisa menyembuhkan biang keringat di saya

(-) Bentuknya kayak bubur kanji, susah dipegang
(-) Nggak seru karena nggak ada busanya (apa perlu saya tambah surfaktan? Nanti jadinya nggak lembab lagi)
(-) Cuma tahan sekitar 1 minggu (itupun dimasukkan ke kulkas) karena tidak ditambah pengawet buatan
(-) Repot (homemade ya repot)

Bikin lagi? Ya
Recommended? Ya, tapi dilarang untuk yang sedang hamil/menyusui/punya alergi terhadap kayu manis.

Oya, ini ada foto swatch di tangan

Nggak menarik wujudnya

Digosokkan ke kulit, rasanya licin dengan butiran yang lembut dari kayu manisnya

Setelah dibilas & dikeringkan, lembab & halus rasanya

Buat yang alergi kayu manis, boleh kok diganti kopi atau bubuk kunyit karena sama-sama punya fungsi purifying. Tapi kalo kopi nggak ada fungsi antibakterinya. Oke, sekian resep & reviewnya..



47 komentar:

  1. gliserin beli dimana
    pengen njajal cuci muka pake oatmeal tp males tenan nek kotor dimana2. iki luwih praktis yo. dikasih sodium benzoat piye boleh gak. biar mbuatnya skala besar sekalian

    BalasHapus
    Balasan
    1. toko serba sari dekat RS bhayangkara, tau? di perempatan persis, sejalur ma RS.
      cuci muka pakai oatmeal emang repot sih. yupz.. ini lebih praktis

      boleh, tapi emang mau bikin berapa kilo kok dikasih pengawet segala? hehehe..

      Hapus
  2. Memang kayu manis kalo ketemu minyak akan seperti itu jadinya. ,, itu yang kentel oatnya apa kayu manisnya mbak? :D hmm repot ya. tp pengen coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayu manis, soalnya aku sering bikin masker dari kayu manis+minyak kelapa+isi natur E jadi kayak bubur kanji
      oatmeal bisa mengental, tapi kentalnya creamy, nggak kayak kanji

      coba aja hihihi..

      Hapus
  3. resep diymu selalu seru sis, mo coba ahh
    klo ga usah dikasi minyak gmn? muka eke udh minyakan qiqiqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk dicoba..
      boleh aja nggak dikasih minyak, ntar jadinya encer..hehehe

      Hapus
    2. bubur oatnya dimasukin biar jd kental, gmn menurutmu sis?

      Hapus
    3. boleh juga tuh.. tapi biasanya sih yg pakai bubur oat itu sekali pakai. tapi berhubung ini ada kayu manis, jadi ya coba aja berapa lama daya simpannya..

      Hapus
  4. Harus di simpen dibotol kaca ya?! Saya udah praktekin yg rumput lautnya, hasil nya okee banget buat body gel...
    Kalo buat muka agak sedikit bikin bruntusannya...
    Kebetulan dirumah ada oat nih.. bikin lagi aaah...
    Wah sama nih, saya keluhannya komodo item di idung :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak harus sih, kalo aku biar gampang dikeluarin aja soalnya botol kaca mulutnya lebar, hehe..
      rumput laut oke banget buat badan, nggak semua orang cocok pakai di muka ya..

      yuk bikin.. tapi nggak usah banyak2 dikasih minyak (ato tanpa minyak juga nggak apa2)
      komedo di hidung selalu balik lagi, bikin sebel hehehe..

      Hapus
    2. asiiiik udah coba bikin ini semalam, tapi nggak pake glycerin soalnya nggak ada..
      jadi campurannya cuma oat, kayu manis sama almond oil :D
      kayu manis sama almond oil nya cuma pake satu sendok teh aja hehehe..
      tadi pagi udah cobain, sukaaa :D
      hehehehe... nggak kering, lembab malah..
      besok mau coba pake kopi kayak nya :D

      makasi ya lintang resep nyaaa :*

      Hapus
    3. bisa kita ubah-ubah sendiri campurannya sesuai selera. bagus tuh pakai almond oil, ada efek soothing nya.
      iya, biasanya diy face wash yg bebas surfactant terasa lembab di kulit, hehehe..
      yuk dicoba yang kopi..
      aku pingin nyoba pakai kopi tapi di rumah adanya kopi instan, bukan kopi tubruk hihihi.. kalo kopi instan nggak bisa buat scrub, langsung larut

      iya, sama-sama...

      Hapus
  5. Indah Puspitasari2 Juni 2014 21.59

    diganti kunyit shelf life nya gmn? sama dg kyu manis or lebih pendek?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kayaknya.. curcumin dalam kunyit juga sifatnya antibakteri, bisa jadi pengawet alami juga

      Hapus
  6. Mba, mau tanya. Kalo produk2 diy skincare ini seperti yg pitera homemade dll, kalo ditambahkan vit e yg kapsulan dengan tujuan untuk mengawetkan bisa ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, vitamin E bukan pengawet. vitamin E hanya antioksidan yg mencegah radikal bebas mengoksidasi minyak, sehingga bisa memperlambat proses tengiknya kosmetik yg mengandung minyak.

      pengawet itu bahan yg bisa mencegah pertumbuhan mikroba (bakteri, jamur). vitamin E bukan anti mikroba

      bisa dibaca disini http://coilybynature.com/preservatives-the-truth-about-natural-preservatives/

      Hapus
  7. wah seru resepnyaa. pengen coba. tp saya pernah cumuk pake oatmeal doang yg bungkus biru malah bruntusan. tujuannya sih buat ngilangin bekas jerawat. itu bruntusannya karna saya gak cocok atau salah makenya ya kak? saya makenya itu ambil oatmeal segenggam trs dikasih air mengalir, diperes. airnya buat basahin muka trs oatmealnya digosok ke muka pelan2 trs gak pake fw lagi. ada yg salah kah?trs kira2 bakal cocok gak sama resep ini?

    BalasHapus
  8. aku pernah cumuk pake oatmeal tapi bikin bruntusan plus nambah jerawat. cara pakenya itu ambil oatmeal segenggam trs dikasih air dan diperes. airnya buat basuh muka lalu oatmelnya aku gosok2 ke muka tp gosoknya pelan2 bgt. abis itu bilas dan gapake fw lagi. apa ada yg salah stepnya jdnya nyebabin bruntusan? terus kira2 aku pake resep ini cocok gak ya? TIA kak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara cuci mukanya udah bener kok.. memang nggak perlu dikasih facial wash lagi.

      kemungkinan kamu nggak cocok sama gluten (protein yg ada di oatmeal), jadinya bruntusan. sebagian orang memang ada yg alergi gluten. kalo punya alergi gluten, resep ini jangan dipraktekkan.. ntar takut ada apa2

      Hapus
    2. Gue juga bruntusan pake oatmeal buat cuci muka tapi nyoba resepnya lintang yg fermented oat scrub malah nggak apa2. Apa mungkin gluten nya berubah sifat setelah difermentasi?
      Kalau resep face wash nya pake fermented oat diberi air lalu airnya dipake, bisa enggak ya?

      Hapus
    3. kalo di ilmu peternakan sih, beberapa zat yg kurang menguntungkan dalam bahan pakan bisa dinetralisir dengan fermentasi. mungkin di kosmetik juga gitu, hihihi..

      boleh dicoba.. daripada pakai air oat asli bikin bruntusan, nggak ada salahnya difermentasi dulu.

      Hapus
  9. Kak Lintang bikin diy hair tonic buat numbuhin rambut dongggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku juga penasaran pingin bikin hair products semacam tonic gitu. tapi untuk urusan rambut pasti percobaannya agak lama nih, semua resep diy kan harus aku coba dulu sebelum ditulis di blog, hehehe..
      makasih atas masukannya..

      Hapus
    2. haha okeee ditunggu ya kak;)

      Hapus
  10. kalau lagi menyusui,,kayu manis diganti apa mba' lintang??

    BalasHapus
    Balasan
    1. diganti kopi bubuk atau cocoa bisa kok..

      Hapus
  11. Hi mba lintang blog mba lintang bagaikan pencerahan deh hehehehe, pas banget sedang cari2 DIY untuk skincare dan nemu blog ini, sy tinggal di timteng yang kalau summer panas sekali dan winter dingin sekali jadi kulit dr mulai muka sama badan super kering, pengen coba semua DIY skincare mba lintang #kebanyakan curhat
    Oia untuk DIY ini selain pake kayumanis lebih baik kunyit bubuk atau kopi?
    Terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo.. hehehe makasih ya
      wah, daerah sana emang iklimnya ekstrim ya.. skincarenya perlu disesuaikan kalo gitu. enaknya diy skincare lebih murah & bahannya bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan kulit

      sebetulnya bagus kunyit bubuk (ada fungsi purifying & antibakteri). tapi kalo alergi kunyit/sedang hamil/menyusui, baiknya jangan pakai rempah2
      oke, sama2..

      Hapus
  12. Iyah ekstresm banget, mau banget coba si STORM tapi disini susah cari fresh mushroom adanya yang kalengan aja :(
    Oooo kalau lagi hamil/menyusui ngga boleh ya pakai rempah2 walaupun bukan untuk dimakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalo kalengan jangan.. udah banyak bahan tambahannya tuh

      iya, kalo lagi hamil/menyusui sebaiknya hindari rempah2. zat aktif dari rempah2 meresap ke kulit, bisa masuk ke aliran darah & mengganggu hormon (kalo lagi nggak hamil/menyusui no problem). misalnya kunyit, itu bisa memicu kontraksi rahim, kan bahaya buat janin..

      Hapus
  13. Bkin moist ldah buaya dong mbak hehehe ak pgen bkin cuma ga tau ngolahnya gimna :) trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga bingung hehehe.. kalo pakai lidah buaya kulitku gatal & perih, entah itu karena aku nggak cocok atau salah pengolahan.
      aku pernah iseng nyoba lidah buaya diblender (bagian kulitnya yg ijo dibuang), trus dioles ke kulit, gatal & perih deh.. akhirnya aku pakai di rambut

      Hapus
  14. Kulit wajahku nggak kuat pake resep ini mbak, kayu manis bubuknya terasa kasar & panas di muka. Jadi resep ini sekarang kupake buat badan, biasanya aku pake kunyit bubuk, coklat bubuk, kopi (baru giling di pasar), kadang2 kombinasi, sesuka2nya lah ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, kayu manis memang harsh untuk sebagian orang, yang nggak kuat bisa iritasi lho.
      wah aku jadi bayangin wangi coklat bubuk+kopi, wangi moka dong hehe.. enak tuh kayaknya, bikin laper

      Hapus
  15. peeling itu apa ya mbk? peeling tu cuma utk wajah atau bisa tuk tubuh, kaki n tangan nggak mbk?
    bedanya peeling herbal dengan peeling yang ditangani dgn dokter itu apa mbk?
    soalnya saya pernah liat di tv kalau peeling yang ditangani dgn dokter tu meski di atas 30 tahun
    kalau peeling herbal digunakan dibawah 20 tahun or 30 tahun bisa nggak mbk, nggak merusak kulit nggak mbk?
    efeknya disaat kita tua nanti apa mbk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. peeling = proses mengangkat sel kulit mati
      bisa untuk wajah dan seluruh tubuh
      yang ditangani dokter tentu aja pakai bahan kimia/alat. jenis peeling profesional yaitu chemical peeling, physical peeling seperti laser & cryotheraphy, mechanical peeling seperti vacuum & ultrasonic cleaning
      prosesnya lebih rumit, rasanya lebih sakit dari peeling sendiri dengan herbal, tapi hasilnya lebih oke. seperti kulit para artis, bisa glowing, flawless, putih

      peeling herbal jangan harap hasilnya seperti itu. kulit memang bisa glowing & cerah tapi dalam taraf wajar, nggak seperti dipermak banget.
      DIY peeling dengan herbal karena mild jadi aman digunakan oleh remaja sampai yang tua. asalkan nggak berlebihan.
      nggak ada efek negatif, jika bahan2 yg digunakan memang cocok & nggak kontra dengan kosmetik yang dipakai

      Hapus
  16. .Hai, ka Lintang :)
    .Mau nanya nih, DIY Face Wash ini boleh dipake setiap hari ga?
    .Soalnya kan ada rempah-rempahnya (kayu manis)
    .Rencananya mau dipake setiap pagi soalnya ka ^^
    .Terus kalo ga pake gliserin itu dampaknya jadi beda banget ga ya ka?
    .Thx be4 ya ka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tiap hari boleh, tapi cuma kontak sebentar dengan kulit.kalo dijadikan masker kan kontaknya lebih lama, jadi kurang baik maskeran rempah2 tiap hari.
      ya, kalo nggak dikasih gliserin hasilnya kurang moisturizing bahkan cenderung bikin kulit kering.

      Hapus
  17. sebenernya aku suka rempah2,, suka diminum..tp klo buat kulit terutama muka kok kyknya gak cocok ya kak, apa kulitku tipis, huhuhu..suka perih&agak panas, clekit2 gitu..
    selama ini cuci muka pke oatmeal doang, bagus.si hasilnya..jd lembab, tadinya kulitku kering..
    mgkn nnt coba resepnya kak lintang yg daily pore cleanser, hehe..
    sebenernya pgn bikin resep ini, tp gak tahan kayu manisnya..bisa diganti coklat bubuk kah?dimasak juga gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat kulit sensitif jangan pakai rempah2, memang rasanya bakal perih.
      kalo bikin daily pore cleanser nanti garamnya jangan banyak2 ya, hehe.. takutnya nanti perih lagi
      ya, kayu manisnya bisa diganti coklat bubuk atau kopi. dimasak juga.

      Hapus
  18. iya deh kak, aku mau coba pake coklat bubuk atau kopi deh..makasih ya kak..
    oh iya, minyak gorengnya pake merek apa kak?
    kl minyak habbatusauda bisa buat masker jg ga kak?
    biasanya aku minum doang si, satu kapsul itu isinya minyak habbats+zaitun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke.. sama2
      pakai merek apa aja bisa, tapi jangan minyak kelapa sawit. recommended olive oil/grapeseed oil/ coconut oil/rice bran oil
      ya, minyak habatussauda bisa buat masker
      tapi karena agak panas, harus dicampur bahan lainnya (misalnya madu)

      Hapus
  19. .Ka, mau tanya..Kalo ini ditambah madu boleh ga ya? Terus kalo airnya diganti sama susu boleh ga? Soalnya takut kalo ada yang ga cocok aja dicampur ka..Thanks before ka ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, boleh.. combine aja dengan bahan2 yg terbukti cocok di kamu

      Hapus
  20. Mbak Lintang, kalo body wash nya sy bikin untuk anak sy tuh aman ngga y? Anak sy umur 5 tahun n kulitnya sensitif, thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah jangan, rempah2 nggak aman buat anak kecil..

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah