Minggu, 15 Juni 2014

DIY Snow Papaya Soap (for Face & Body)

Halo semuanya!


Saya punya resep DIY lagi nih, kali ini tentang sabun. Namanya Snow Papaya Soap. Kedengarannya kayak sabun yang punya efek whitening. Memang secara logika begitu, karena bahan utamanya adalah snow fungus (alias jamur kuping putih / Tremella fuciformis) dan pepaya. Dua bahan ini terkenal punya efek skin lightening. Apa iya sih? Hehehe.. mari kenalan dulu!

Snow fungus / jamur kuping putih (Tremella fuciformis)

Tremella fuciformis  alias snow fungus alias jamur kuping putih mengandung senyawa karbohidrat kompleks yang bernama glucuronoxylomannan. Senyawa ini bersifat sebagai anti peradangan dan menstimulasi pembentukan hyaluronic acid pada lapisan epidermis. Makin tinggi kadar hyaluronic acid, makin banyak air yang diikat oleh sel-sel kulit sehingga kelembaban dan elastisitas kulit terjaga. Glucuronoxylomannan juga dapat menghambat pembentukan melanin sebesar 59,7%, lebih baik dibandingkan arbutin, kojic acid maupun vitamin C. Dapat juga menstimulasi pertumbuhan sel sehingga mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi erythema (bercak merah semacam ruam). Manfaatnya keren sekali ya..

Snow fungus juga mengandung senyawa fenolik seperti 4-hydroxybenzoic acid, gentisic acid, 4-coumaric acid. Gentisic acid (GA) dan coumaric acid menghambat aktivitas enzim melanosomal tyrosinase (enzim yang berperan dalam produksi melanin), sehingga kedua senyawa tersebut juga bermanfaat dalam skin lightening. Senyawa fenolik dalam snow fungus terutama berperan sebagai antioksidan.

Namun snow fungus juga menghasilkan methanol (sejenis alkohol yang tergolong irritant) sehingga kurang baik untuk kulit sensitif. Saya sendiri juga cukup merasakan clekit-clekit jika menggunakan air rebusan snow fungus sebagai toner, meskipun tidak separah kojic acid dari jamur shiitake. Saya benar-benar angkat tangan dengan kojic acid.

Mexican Papaya

Siapa yang tidak kenal manfaat pepaya untuk mencerahkan kulit? Kandungan dalam pepaya (Carica papaya) yang baik untuk kulit adalah vitamin A, C dan enzim papain. Enzim papain adalah enzim proteolitik (menguraikan protein), sehingga mampu mengangkat sel-sel mati penyebab kulit kusam, maka enzim papain dapat mempercepat regenerasi sel-sel kulit. Menurut berbagai hasil penelitian, enzim papain dapat membantu penyembuhan luka dan sebagai anti iritasi. Vitamin A dan C berfungsi untuk menstimulasi pembentukan kolagen sehingga kulit terjaga elastisitasnya. Vitamin C juga mampu menghambat produksi melanin dengan mencegah pematangan melanosome, sehingga vitamin C efektif untuk mencerahkan kulit dan mengatasi hiperpigmentasi.

Oke, sekarang resepnya. Mari kita sambut DIY snow papaya soap!


Bahan-bahan yang diperlukan

Sabun, pepaya, snow fungus, gliserin, minyak kelapa (boleh diganti minyak lainnya)

Snow fungus biasanya dijual dalam bentuk kering. Saya beli di pasar setengah ons harganya 11 ribu, setengah ons itu dapat 3 buah jamur kering seperti ini

Perlunya cuma sedikit kok (seperempatnya aja)

Saya pilih sabun bayi Cussons karena saya cocok pakai ini
Dulu  waktu saya iritasi, disuruh dokter pakai sabun bayi. Yang ini nggak bikin iritasi tambah parah

75 gram harga antara 2,5 - 3 ribu

Ingredients sabun bayi Cussons varian Cares & Protects
sodium palmate, aqua, sodium palm kernelate, talc, glycerin, sodium chloride (NaCl = garam dapur), tertrasodium etidronate, tetrasodium EDTA, parfum, sodium carbonate, sodium laureth sulfate (SLES), Melaleuca alternifolia (tea tree) leaf oil, Cl 77891

Sabun ini mengandung tea tree oil sebagai anti bakteri, tea tree oil biasanya ampuh untuk melawan jerawat. Surfaktan yang dipakai jenisnya SLES (sodium laureth sulfate) yang bersifat mild, beda dengan SLS (sodium lauryl sulfate) yang irritant.

Langkah-langkahnya

1. Rendam jamur dalam air mendidih sampai mengembang dan kenyal. Biasanya jamur snow fungus harus direndam lalu direbus lama (sekitar 30 menit) untuk konsumsi. Supaya hemat waktu dan energi, saya rendam pakai air mendidih. Nanti toh bahan sabunnya juga akan direbus lagi.


2. Parut sabunnya


3. Masukkan sabun ke panci. Tuangkan setengah sendok makan minyak kelapa (atau minyak apapun). Minyak fungsinya untuk melembabkan kulit (emollient) supaya nantinya kulit tidak terasa kering setelah cuci muka & mandi. Minyak tidak perlu banyak-banyak karena nanti akan menyebabkan busa berkurang (yang menurut saya kurang asik, hehehe)


4. Tambahkan 1 sendok makan gliserin. Gliserin berfungsi sebagai emulsifier supaya nantinya minyak tidak memisah dari sabun dan air, selain itu juga berfungsi untuk melembabkan kulit. Jika tidak ada gliserin juga tidak masalah, tapi sebelum sabun dipakai harus dikocok dulu. Sebelum punya gliserin, saya sering bikin shower cream tanpa emulsifier, harus dikocok dulu sebelum dipakai. 
Gliserin saya beli seharga 8 ribu setengah liter.


5. Peras potongan pepaya dengan kain bersih sehingga airnya benar-benar terpisah dari ampasnya.

Untung pepaya itu lunak, jadi gampang diperas begini

6. Masukkan sari pepaya ke dalam sabun


7. Tambahkan air rendaman jamur. Airnya aja ya, jamurnya nggak usah.


8. Masak di kompor sambil terus diaduk hingga semua bahan tercampur rata


9. Jika sudah tercampur rata dan mendidih, angkat dari kompor. Boleh ditambah pewangi jika suka. Saya tambahkan vanili bubuk karena saya suka wangi vanili. Tapi sebenarnya sabun ini udah wangi kok, karena ada parfum dari sabun bayi. Bau kecut dari snow fungus tidak terlalu tercium.

Setengah sendok makan cukup

10. Masukkan ke wadah. Nggak harus wadah kaca kok, justru saya sarankan kamu memakai jar bekas lulur atau botol plastik yang bisa di-squeeze. Jangan botol kaca seperti saya atau botol plastik pump. Sabun ini nantinya akan mengental, tapi tidak sampai mengeras. Kentalnya creamy seperti lulur, jadi enaknya dicolek-colek aja, hehehe..

Kenapa saya pakai botol kaca? Karena saya nggak punya jar bekas lulur
Yang ada cuma stok botol kaca bekas You C-1000

Snow papaya soap sudah jadi!

REVIEW

Tekstur
Kalo sudah dingin, jadinya creamy seperti lulur atau sabun colek. Makanya jangan pakai botol kaca atau pump, susah nanti.. hehehe

Wangi
Dominan sabun bayi, sedikit vanili, tidak tercium bau asam dari snow fungus atau bau pepaya.

Busa
Lumayan banyak, saya senang.. tergantung merek sabun yang dipakai dan minyak yang ditambahkan

Saat dipakai
Di kulit wajah saya yang sensitif ada sedikit rasa clekit-clekit, itu karena methanol dari snow fungus. Yang kulitnya tidak kuat, jangan dipakai di muka. Tapi untungnya tidak menyebabkan kulit saya kering. Terasa lembab sih enggak ya, biasa aja. Untuk badan saya tidak ada clekit-clekit sama sekali. 

Kalo di sabun-sabun pepaya pasaran, untuk mendapat manfaat yang optimal, sabun harus didiamkan 3 menit dulu, baru dibilas. Ngikut aja deh..

Setelah dibilas
Tidak menyebabkan kulit wajah saya terasa ditarik-tarik, tapi juga nggak lembab. Kulit badan nggak kering dan nggak lembab juga, tapi rasanya halus.

Yang saya heran, muka terlihat sedikit lebih pucat setelah cuci muka. Efeknya kayak habis pakai masker/scrub pemutih, hehehe.. Itu termasuk efek mencerahkan apa gimana?

Setelah 4 hari dipakai
Ya, saya baru 4 hari pakai sabun ini. Hari pertama, saya pakai di muka tapi kurang suka efeknya karena bikin muka kelihatan agak pucat kayak habis maskeran. Mungkin kalian yang ingin mencerahkan kulit akan suka efek ini. Saya sih enggak, langsung buru-buru saya kasih cocoa supaya ada ronanya lagi (cocoa bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah supaya kulit lebih glowing).

Selanjutnya saya pakai di badan. Setelah 4 hari, saya perhatikan bekas luka gores di tangan saya agak memudar, tapi belum sepenuhnya hilang. Hmm.. mungkin sabun ini ngefek, hehehe..

Kesimpulan
(+) di kulit saya bisa agak memudarkan bekas luka (perlu pemakaian lebih lama supaya benar-benar hilang)
(+) nggak terasa kering di kulit saya

(-) kurang melembabkan
(-) agak clekit-clekit di muka saya yang memang sensitif
(-) bikin efek pucat (atau cerah?) setelah cuci muka, yang jelas saya kurang suka karena saya memang tidak suka produk whitening

Bikin lagi? Nggak ah, nanti isinya mau saya ganti dengan bahan lainnya
Recommended? Ya, untuk kamu yang suka DIY soap dengan efek whitening

Coba sedikit di tangan

Hasilnya creamy (kulit belum dibasahi)

Dibasahi dengan sedikit air, lumayan ada busanya

Oya, ampas pepaya yang ada di kain jangan dibuang. Bisa dibuat maskeran atau luluran.

Bahannya ini supaya kulit glowing, boleh dikasih oatmeal atau bahan lainnya

Masukkan ampas pepaya

Campurkan hingga merata, enak sekali baunya
Dipakai maskeran & luluran bikin kulit halus

Biasanya saya nggak suka luluran, tapi melihat barang nganggur (ampas pepaya) jadi kepingin dioles-oles di badan, hehehe..

Oke, sekian resepnya. Semoga bermanfaat!

Referensi



60 komentar:

  1. buru2 dikasih bubuk coklat mbak? cocoa itu bubuk coklat kan? dimasker gt yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya soalnya aku kurang suka efek cerah, hehehe.. sukanya yg glowing & tan
      yupz, cocoa itu coklat bubuk. iya, sebagai masker..

      Hapus
    2. mbak, ini wiwid. mbak aku udah praktekin nih bikin sabun papaya, tapi gak dikasih jamur, malah tak tambahin air cokelat soalnya gak mau kelihatan pucet... jadinya choco papaya soap... kapan2 aku mau share di blogku.. hehe, oh iya mbak, aku buat sabun ini pake zwitsal, madu(ganti gliserin) dan EVOO, tapi malah jadinya padat gitu... untung gak jadi di taruh di jar bekas lulur, akhirnya aku cetak di cetakan kue mangkok...
      Sabunnya enak banget di kulit wajahku, kulitku agak halusan dan bruntusan berkurang sedikit-sedikit... Alhamdulillah... ketagihan bikin lagi.
      Makasih ya mbak resepnya... kalo ada resep lain share terus ya. Keep writing. :)

      Hapus
    3. dikasih air coklat pasti wanginya yummy banget nih..
      zwitsal memang kalo dicairkan balik jadi padat lagi, malah lebih padat dari cussons. dicetak di cetakan kue pasti cantik nih
      ayo bikin lagi..hehehe
      sama2 wiwid. oke siip

      Hapus
  2. ohh berarti smua sabun bisa diginiin ya kak? aku sempet nyoba sabun pepaya merek dream, pertama pakek jg clekit2 malah sampe ngelupas. tau gini kan bikin sndiri aja sabun pepaya pakek sabun favoritku heheheu
    makasi resepnya kak Lintang \(^o^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, semua sabun bisa.. bikin sendiri aja, gampang kok.. bahannya bisa diganti-ganti sesuai selera & yg cocok sama kulitmu biar nggak ada reaksi aneh2
      oke, sama-sama..

      Hapus
  3. seru nih kl bs bikin cerah :)
    mau coba ah. aku biasanya pake dove, itu jg bisa kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tapi kalo mau cerah kan nggak cuma mengandalkan sabun aja. skincare lainnya juga harus mendukung
      yuk dicoba.. dove bisa kok, semua sabun boleh

      Hapus
  4. tertrasodium itu appa ya mba? hehe TQ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetrasodium maksudku.. biasanya kalo di sabun ada tetrasodium etidronate & tetrasodium EDTA yg fungsinya mengikat ion logam dan menetralkannya supaya tidak berbahaya untuk kulit

      Hapus
  5. mba aku gak ngerti soal jamur nih, kalo jamur kuping yg coklat itu fungsinya sama atau beda yah sama yg putih? disini mayan susah nemu yg putih --"

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, kalo jamur kuping coklat tinggi kolagen, bagusnya untuk anti wrinkle & penyembuhan scar jerawat/luka tapi untuk whitening nggak bisa..
      yg fungsinya mirip jamur kuping putih misalnya shiitake (tinggi kojic acid)

      Hapus
  6. waaaa~ dapet ilmu yg bermanfaat lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. senangnya kalo bisa bermanfaat

      Hapus
  7. mantap mbaaak lintang ini resepnya :D
    awet berapa lama sabunnya mbak?
    ini simpennya harus dikulkas nggak?
    kalo gliserin nggak ada nggak papa kan ya?
    soalnya belum nemu gliserin ini :(
    oh ya kalo semua sabun bisa, apa nggak bentrok ya ingre nya dicampur ini itu :D


    makasi yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe makasih..
      biasanya aku taruh di kamar mandi, 2 minggu masih oke. kayaknya bisa lebih dari itu karena sabunnya udah dikasih pengawet dari pabriknya. biasanya kalo aku bikin sabun 2 minggu udah habis, jadi nggak tau berapa lama maksimalnya

      tanpa gliserin nggak apa2, tetep jadi kok..
      nggak bentrok soalnya cuma dikasih tambahan bahan alami. tapi kalo kebanyakan minyak, biasanya ada yg mengeras sendiri & nggak bisa berbusa.

      oke, sama-sama..

      Hapus
  8. satu lagi mbak kalo bahan pepaya nya diganti pake yang lain gimana?!
    contohnya pisang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh kok, bisa diganti bahan2nya sesuai efek yg diinginkan
      asal bisa diambil airnya aja, ampasnya jangan ikut..

      Hapus
  9. kalau sabun bayi + madu dimasak gt madunya ttp bermanfaat ga? apa ga ganggu bahan alami + bahan kimia mba?:) awetnya jg ngikutin sabun kan ya??? itu digodok langsng sabunnya? ga dilelehkan kayak melelehkan coklat gitu? melelehkan didalam air rebusan gt mbak..
    maaf banyak nanya :p

    sekedar saran aja, post2 mba tolong dibagi 2 ('page break' deket tulisan text align ) dong, biar pas mau buka home postnya ga panjang sampai akhir hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tetep bermanfaat. madu kan boleh dipanaskan..
      nggak apa-apa, kalo air jamurnya justru memang harus dimasak. jamur apapun nggak boleh dipakai/dimakan mentah soalnya banyak jamur yg punya polisakarida/protein yg bersifat toksik.
      sabun pun di pabriknya juga pakai proses pemanasan. bahan2 kimia yg ada di ingredientsnya sifatnya stabil selama pemanasan

      sabun bayi nggak bisa dilelehkan kayak coklat, aku dulu dah nyoba. harus direbus+dipenyet2 pakai sendok biar meleleh. kecuali sabun2 transparan kayak lifebuoy clinishield, nah yg kayak gitu direndam air panas aja dah mencair.

      oke oke siip hehehe...

      Hapus
    2. ok mba, terimakasih :D

      Hapus
  10. Mba, kalo pake sabun buat cuci muka apa pHnya gak terlalu tinggi? Rata2 pH sabun kan alkali (rata2 9) padahal kulit kita cenderung acid. Pemakaian sabun apa nggak malah merusak acid mantle kulit kita? Acid mantle memang bisa recover sendiri tapi kan butuh waktu. Sayang kulit wajah kita. Kalo kulit badan sih biar aja, he2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah aku dulu juga taunya gitu, sampe aku tulis tentang itu di blog pertamaku (lintang rinastiti zone). ada temenku yg pakai sabun bayi buat muka, kulitnya baik2 aja. trus aku ajak beralih ke sabun pH balanced, ternyata malah jerawatan.. jadi merasa bersalah

      penjelasan logisnya baru nemu pas aku mengalami iritasi & berobat ke dokter spkk. dokternya nyuruh aku pakai sabun bayi aja, padahal waktu itu aku pakai wardah yg pH balanced & menurutku cocok. aku sempat protes & ngomong soal acid mantle. trus dokter bilang, teorinya memang gitu tapi kenyataan nggak selalu gitu. kulit orang nggak selalu sama pHnya, tergantung makanan & lingkungan. aku jadi ingat ternak (karena aku kuliah di jurusan peternakan), pH kulit & daging ayam bisa berubah akibat pengaruh pakan.

      kenyataannya memang banyak orang yg cocok pakai pembersih muka bentuk sabun (bisa sabun bayi, sabun pepaya, sabun susu, sabun sulfur dll).

      tapi kalo kita biasanya pakai facial wash yg pH balanced buat muka (dan cocok) ya jangan coba2 pakai sabun lainnya.. hehehe

      Hapus
    2. salam kenal mba lintang, ini Vonny
      seneng bgt deh baca blognya mba, banyak apalagi ada diy. wahh sama mba, sejak jerawatan diriku jg pke sabun bayi krn disuruh dokter. alhamdullilah jerawat jd sembuh sejak pke sabun bayi, dikasi salep antibiotik & obat utk diminum. dokter di RS pemerintah soalnya, bukan yg buka praktek sendiri. dokter yg buka praktek/di klinik biasanya malah ngasi resep sabun & krim racikan. smpe skrg daku jg masih pke sabun bayi
      dulu sempet pake face wash yg pH balanced,jg baca di beauty blog lain soal acid mantle itu. tp kenyataannya mlh daku tak cocok dg face wash apapun (pH balanced & yg biasa), hanya sabun bayi yg cocok.
      keep writing ya mba! blognya informatif sekalee & membuka wawasan :)))

      Hapus
    3. hai Vonny.. salam kenal
      aku juga kalo ada masalah kulit perginya ke RSUD, hehehe.. selama ini belum pernah dikasih skincare racikan dokter, cuma obat sedikit (maklum pakai askes) & segudang nasehat.

      sabun muka emang cocok2an ya.. kalo sekarang aku malah nggak pakai sabun bayi lagi, pakainya oatmeal & homemade cleanser yg alami, kadang dee-dee kalo lagi males bikin adonan

      makasih yaa..

      Hapus
  11. aku jg pake sabun bayi loh, merek johnson's, yg batangan, kadang yg cair (milk bath). kulitku sensitif, ga bisa pake fw dewasa biarpun pH balanced, tetep alergi. sabun bayi cucok di aku soalnya ingredientnya simpel. sabun bayi ga bisa mutihin, tp aku takuut pke fw whitening.
    kyknya resep ini bs dicoba neh, mau aku tambahin pepaya aja dehh. jamur kuping putih bikin clekit2 ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya yg pakai sabun bayi emang orang2 yg kulitnya sensitif ya soalnya ingredientsnya emang simpel sih hehehe..

      sebelumnya udah pernah pakai pepaya buat maskeran belum? kalo belum, dicoba dulu buat tau cocok enggaknya. kalo di aku, pepaya no problem (malah bikin kulit jadi kalem), tapi jamur kuping putih clekit-clekit

      Hapus
  12. mba ak pake johnson putih milk yg btang itu bikin kering, kisut, kulit uda kering pdhl hahahaa.. lbh oke my baby malah diaku ..
    ada rekomen sabun batang buat kulit kering ga mbak? ak pnh pake cusson yg biru, bikiin kering jg sih haha.. hadeeh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. di aku johnson's & my baby bikin kering. sabun batang buat kulit kering tuh nivea for dry skin. kalo di superindo & giant harganya 5 ribu, sabunnya gede kayak dove. dove juga bagus sih, tapi lebih lembab nivea. oilum collagen juga lembab (tapi aku belum pernah nyoba oilum)

      Hapus
  13. Mba...
    Glycerin beli dmana?
    Trus kalo pke jamus shitake jamurnya diparut apa di potong2 biasa aja trus direndem air panas?
    Trus kalo pake vanili banyak2 ngefek ga?soalnya aku pngen pas udah slse mandi masih wangi vanila..
    Maaf ya banyak nanya.. hhehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. glycerin ada di toko bahan kimia. belinya yg vegetable glycerin, bukan yg animal. katanya sih ada di apotik semacam kimia farma, tapi aku belom pernah nyoba cari disana

      shiitake dipotong/cincang, harus direbus sampai matang (lunak). jangan direndam air panas aja, soalnya shiitake ada racunnya (racun lentinan yg bikin kulit gatal & merah). tapi racun itu bisa hilang kalo direbus sampai matang.

      wah itu tergantung sabunnya.. kalo sabunnya wangi banget, vanilinya tetep kalah
      hehehe no problem..

      Hapus
  14. Lintang, kalau bikin sabun batang gitu susah nggak sih? Aku suka sabun-sabun batang yang ala-ala Bali itu. Yang bentuknya kotak-kotak dan warnanya nggak jelas :D. Nggak bikin kering kulit + lucu-lucu aja bentuknya. Kadang suka beli cuma buat dipajang-pajang #halahwanita. Siapa tau gampang bikinnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah2 gampang mbak.. jadi inget dulu aku pernah praktek bikin sabun susu, dibilang gagal sama seniorku karena busanya dikit banget, tapi malah enak di kulit, nggak sekering sabun yg dicontohkan senior, hahaha..

      resepnya banyak di google, asik tuh kalo dicetak pakai cetakan agar-agar yg lucu kayak hewan, bunga dll. kalo udah bikin sekali, pasti ketagihan pingin bikin lagi..

      Hapus
  15. Bener kok ph balance belom tentu cocok entah itu trik pasar or whatever. Krn menurutku sabun itu uda disesuaikan ph nya sama tempat tujuan sabun. Pd dasarnya emg ph kulit org beda2 trgtg cuaca juga, tanah aja ph nya beda2, wlpun tempatny sm. Btw ak ga cocok sma dee dee itu pdhl klaimnya ph balance. Sabun muka semu uda dicocokkab kq ph nya cuma bebeerapa org ya ga cocok sma ph sabun it mungkin. Ak klo beda cuaca suka ganti sabun mukanya.. Wardah fw jg ga begitu cocok tp suka lembabnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya ada unsur trik marketing juga. pH kulit berubah-ubah karena faktor lingkungan (termasuk makanan). pH sabun muka & sabun bayi nggak mungkin setinggi pH sabun badan apalagi sabun cuci (tapi banyak orang yg pakai sabun badan di muka & kulitnya baik2 aja, wow..)

      yg menentukan cocok enggaknya kita dengan sabun muka bukan cuma faktor pH, tapi yg utama ingredientsnya. aku pakai himalaya herbal nggak cocok lho, padahal pH balanced, gara2 ingredientsnya ada yg bikin aku iritasi..

      Hapus
  16. hai lintang, aku hesti...aku udah bikin ini dan memang kurang melembabkan ya, lebih melembabkan sabun diy oatmeal itu...
    ntar kalau yg ini udah habis aku mau nyoba dikasih madu, gapapa kan? biar lembab.
    kalau sabunnya bukan sabun batang tapi sabun cair gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mbak hesti..
      iya, lebih lembab diy oatmeal karena bener2 free surfaktan kimia.
      coba dikasih madu & susu biar lebih lembab..
      sabun cair boleh, malah gampang nggak usah diparut & bisa langsung nyampur, hehehe..

      Hapus
  17. Mba, kalo jamurnya diblender lalu dicampur ke adonan sabun boleh enggak? Jadi nggak cuma air rebusannya yg dipake.
    Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di sabun cair begini biasanya jamurnya nggak mau nyatu dengan sabun, jadi misah gitu. kalo dijadikan sabun padat sih nggak apa2 hehehe..
      sama2..

      Hapus
  18. Mbak, aku dah coba, sabunnya pake sabun homemade yg bikinnya pake NaOH, hasilnya nggak creamy, tetap cair.
    Yg bikin creamy itu SLES nya kah?
    Kalo mau ngasih madu, bisa mbak? Kalo bisa, takarannya berapa persen ya?
    Makasih mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, memang NaOH juga berfungsi untuk menstabilkan tekstur sabun. yg bikin creamy biasanya karena minyak-minyak alami yg digunakan sebagai bahan sabun
      dikasih madu bisa, 2 - 5% sudah bagus
      oke sama-sama..

      Hapus
  19. Mbx cma usul, bikin sabn madu batangan dong? Biar thn lama gt, campur susu juga dll rempah2 jadi g usah beli sabun mandi ato sabun wajah hihi,kan sekalian bkin banyak :) diy bar soap hehe, ato pake sabun batangan lain dicampur rempah,madu ,susu ato yg lain dibuat bar soap ga liquid itu ttp nampol ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti aku latihan dulu ya.. hehehe
      masalahnya kalo sabun batangan dicairkan, dicampur bahan2 lain & dipadatkan lagi itu susah. maksimal memadatnya agak creamy kayak lulur, nggak bisa sepadat sabun aslinya.

      aku juga pingin bikin sabun batangan,pernah liat bahan2nya di toko kimia. susah-susah gampang sih bikin sabun itu, perlu latihan dulu. nanti kalo aku udah nyoba & berhasil akan aku posting.

      Hapus
    2. Iy mba selain awet jg bsa banyak hhhe.
      Trus klo dkasi rempah skalian buat luluran gt,,, bisa buat rambut jg ada. Ak pnh liat soalnya hhe. Lumayan bgt, bahn2ny kykny mudh ddapat ya?

      Hapus
    3. betul tuh..
      sabunnya yg ada butiran2 rempahnya itu kan.. yg bisa buat body scrub sekalian. kepingin bikin..
      toko kimia indrasari di semarang jual bahan paket pembuatan sabun batang, lengkap dengan parfum & pewarna. tapi aku pingin beli yg tanpa parfum & pewarna biar bisa dimodif sendiri.. di toko2 kimia kota lain pastinya juga jual yg beginian

      Hapus
  20. mbak aku dah bikin sabunnya, oke banget ngilangin kusem, tapi kok rasanya kesat cenderung kering ya? apa dari sabunnya? aku pake cussons yang pink. kira2 ditambah apa ya biar lembab/ itu takaran sari pepaya dan air jamurnya berapa ml sih mbak? apa suka2 kita? kalo airnya dibanyakin bisa jadi sabun cair gak ya? #sotoy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, biasanya karena sabunnya bikin kering. ganti aja sabunnya (misal dove atau lainnya). biar tambah lembab kasih madu aja atau gliserinnya ditambah.
      sari pepaya boleh suka2 sih, tapi kalo air jamur di resep ini aku pakai sekitar 100 ml. dibanyakin airnya nggak bisa jadi sabun cair, tetep agak memadat hehehe.. tapi sabunnya jadi banyak

      Hapus
  21. Kak, kalau pakai bengkoang atau beras, membuatnya gimana ya? Takarannya berapa? hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 bengkoang diparut, ambil airnya aja buat dicampur ke sabun. beras 3 sendok makan direbus dengan 200 ml air sampai airnya berkurang setengah (berasnya nggak usah sampai matang), nah airnya itu yg dicampur ke sabun

      Hapus
  22. Mbak lintang, saya mau nanya beberapa hal mengenai Ingredients sabun bayi
    1. didalam sabun kan sudah ada glycerin nya, kok mbak nambahin glycerin lagi didalam pembuatan Snow Papaya Soap? Apa nggak apa2 buat kulit kita?
    2. Bedanya SLS yang bersifat mild dgn SLS bersifat irritan itu apa mbk?
    Yang saya tau kalau SLS dapat menyebabkan iritasi kulit dan dapat dengan mudah diserap tubuh sehingga dapat mengganggu kesehatan mata dan menyebabkan katarak.
    3. talc terbuat dari berbagai kombinasi bahan seperti zinc stearate, magnesium silicates, dll. Meski tergolong aman bagi kulit, namun bahan-bahan tersebut berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara seperti debu yang bisa masuk ke dalam paru-paru dan bisa berakibat fatal bagi paru-paru. Penggunaan talc di area kewanitaan dapat menimbulkan resiko kanker ovarium hingga 30%. Karena butiran talc yang masuk ke dalam area organ reproduksi dan mampu menyebabkan inflamasi atau peradangan.
    Kalau kita gunakan di kulit wajah sebagai sabun wajah walau penggunaannya sedikit apa nggak bahaya buat kulit wajah?
    4. Trus kalau kita gunakan dalam jangka panjang walaupun kandungan talc nya atau kandungan lainnya sedikit apa nggak numpuk di kulit? trus tumpukkannya meresap kedalam tubuh kita nggak mbak? Kalau misalnya meresap, apa nggak merusak organ kita? Sama nggak dengan bahayanya obat yang dikonsumsi?
    Maaf ya mbk kebanyakn nanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. gliserin itu fungsinya buat melembabkan & melarutkan.
      nggak ada bahayanya untuk kulit.
      baca tentang gliserin di postingan ini : http://randomandquick.blogspot.com/2014/09/diy-makeup-remover-alcohol-oil-free.html

      2. nggak ada SLS yang mild.
      SLS dan surfaktan beda lho. surfaktan adalah cleansing agent yang sifatnya bisa mengangkat kotoran.
      SLS adalah salah satu jenis surfaktan.
      SLS = sodium lauryl sulfate, itu surfaktan yang irritant
      Surfaktan yang mild misalnya SLES (sodium laureth sulfate), saponin

      3. talc dalam sabun gunanya untuk menstabilkan tekstur sabun (perekat komponen2) & mencegah sabun cepat meleleh jika terkena air. jumlahnya dikit sekali dalam sabun, nggak ngaruh apa2 ke kulit

      4. seperti yang udah saya bilang, talc hanya untuk perekat di sabun. sudah bereaksi dengan komponen2 lainnya.
      kalo talc dalam bentuk murni itulah yang bahaya. talc murni sifatnya irritant jika kontak dengan kulit, tapi nggak bisa terserap lewat pori2. membahayakan organ jika terhirup hidung atau masuk melalui organ reproduksi, makanya bedak bayi seharusnya nggak ditaburkan di popok atau alat kelamin bayi

      semoga penjelasannya cukup jelas ya

      Hapus
  23. saya dulu suka pakai sabun buat cuci muka, seneng aja krn tdk ada keluhan & praktis.
    tapi lama2 seiring tambah usia, wajah makin gampang kering setelah pakai sabun yg sebelumnya sdh cocok.
    mungkin pH kulit juga berubah saat usia kita makin tua ya? mungkin awal2 tdk masalah tapi lama2 terganggu juga dgn beda pH dari skincare.
    akhirnya sekarang skincare saya minimalis & pHnya masih sesuai pH kulit yg sekitar 5,5. pagi cuma cuci muka pakai madu lalu pakai sunscreen devita, malam pakai oil cleansing method (oilnya ganti2 tiap hari) trus dilanjut masker madu sekalian utk toner (dibiarin 15 menit lalu dibilas seperti di skinacea http://www.skinacea.com/diy/diy-recipes.html#RAWHONEY ), 2 malam sekali exfo pakai parutan buah (buahnya ganti2 juga) diberi madu secukupnya.
    pengen nambah regime lain seperti masker beras atau kacang2an, yg ada malah kulit malah kering meskipun sudah diberi madu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, pH kulit memang berubah sesuai usia. kandungan air di sel2nya juga berubah sehingga lebih gampang kering
      cuci muka dengan madu bagus banget kalo kita nggak pakai makeup. kalo bermakeup pasti kurang bersih ya.
      masker madu oke banget buat melembabkan. malah madunya sering aku jadikan campuran toner juga.

      sebenarnya exfo nggak perlu dengan bahan kasar kayak beras dll.
      acid dari buah sudah cukup kok. exfo dengan garam juga bagus, garamnya bisa ditambahkan ke buah tapi garamnya dikit aja kalo buahnya udah asam.

      Hapus
    2. iya, maka dari itu saya pakai madu untuk cuci muka di pagi (yg kotornya wajah cuma dari keringat, minyak wajah, & debu di kamar tidur) & malam madu saya pakai setelah ocm.
      ocm itu yg saya pakai untuk makeup remover, sisa oil dari ocm itu yg saya bersihkan pakai madu (sekalian buat toner juga).

      saya nggak cocok exfo pakai garam, pdhal betul2 cuma seujung sendok teh pakainya tapi wajah tetap terasa kering tertarik setelahnya. lebih cocok exfo pakai buah + madu, kadang2 campur almond bubuk bila ingin kasar krn pakai almond bubuk tetap terasa lembab setelahnya.

      saya mau coba face mist nya lintang yg baru (larutan infus nacl 0,9% diberi madu), mau dipake kalau pas udara panas, mudah2an cocok.

      salut buat lintang, tetap bikin diy dari bahan2 sekitar yg mudah didapat ya.

      Hapus
    3. madu bagus buat membersihkan pori2 (asalkan pori2nya nggak ditutup yg berat2). sejak pakai madu untuk skincare kulitku jadi nggak gampang bruntusan.

      oh, kalo exfo pakai garam aku juga nggak pernah single use, harus dicampur bahan lainnya kayak oatmeal, tepung maizena/beras atau buah. kalo single use rasanya kering banget & perih. kalo dicampur bahan lain yg moisturizing lebih nyaman di kulit.
      tapi memang cocok2an. ada yg merasa masih kering & perih meskipun garamnya udah dicampur bahan lainnya.

      iya mbak, dicoba aja. semoga cocok ya.
      makasih mbak..

      Hapus
  24. Waaahhhh keren banget DIY-nya :D kayaknya it's a must try buat saya yang memang lagi pengen mencerahkan kulit. Nah, sebelum nyoba, saya mau nanya-nanya dulu agak banyak, boleh kan?
    Pertama, buah pepaya yang dipakai bagusnya buah pepaya matang/ranum atau yang masih setengah matang, ya? Karena saya baca di beberapa artikel, beberapa produk skincare yang mengandung ekstrak pepaya yang ada kebanyakan menggunakan buah pepaya yang masih agak hijau dan keras.
    kedua, aman kah si snow fungus itu? karena gimanapun dia kan termasuk jamur-jamuran yang kemungkinan ada kandungan toxic-nya.
    ketiga, boleh nggak misalnya ditambah bahan-bahan lain seperti ekstrak lemon dan madu? terus kalau memang boleh, takarannya seberapa ya?
    dan yang terakhir, karena hasil akhir lebih mirip tekstur lulur, seandainya mau diubah jadi lulur aja apa yang mesti diubah ya? atau setidaknya apa yang perlu ditambahkan supaya bisa jadi sabun exfoliating juga? Thanks in advance untuk jawaban dan thanks for sharing this useful DIY recipe. Have a nice day <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh..
      1. ekstrak pepaya yg masih hijau & keras lebih banyak enzim papain nya, kegunaan utamanya untuk exfoliator, bukan untuk mencerahkan.
      pepaya yg matang tinggi vit A & C, tujuan penggunaan pepaya matang untuk mencerahkan, exfo nya kurang.
      jadi silahkan dipilih mau yg mentah/matang, sesuai fungsi yg diharapkan.

      2. sangat aman. yg pakai snow fungus untuk DIY bukan aku saja, tapi orang2 dari banyak negara. googling deh "snow fungus serum" atau "snow fungus DIY serum" banyak link blog yg muncul, termasuk produk2 yg mengandung snow fungus.

      snow fungus sudah digunakan oleh praktisi herbal cina & jepang selama >2000 tahun untuk berbagai penyakit, termasuk untuk skincare.
      "...snow fungus is commonly used as a stimulating herb and also as a beauty augmenting medicine. It is widely used for the betterment of the skin tone."
      sumber : http://www.herbs2000.com/herbs/herbs_snow_fungus.htm

      Snow Fungus’ polysaccharides combine a number of other anti-ageing properties:
      ..... Supporting skin-health, including as a moisturizing agent in cosmetic preparations
      sumber : https://napiers.net/snow-fungus.html

      3. boleh aja. tergantung kecocokan. yg kulit sensitif lemonnya nggak usah banyak2, 1 sdm aja. yg kulit normal boleh lebih. madunya 3 sdm boleh.

      4. bisa dijadikan lulur/exfoliating soap, tambahkan aja gilingan beras sangrai. boleh beras putih, merah atau ketan hitam. yg penting disangrai dulu.

      sama2..

      Hapus
  25. buat mbak lintang sama yang lain yang pada pengen bikin sabun batang base soapnya bisa pake sabun bee and flower mbak. barusan bikin diy pake sabun itu dan hasilnya g lembek, dia mengeras lagi :) btw mbak lintang kalo mau bikin sabun glutathione pake apa ya kira2

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalo aku malah nyari yg bisa jadi sabun cair. minimal jadi pasta deh.
      hampir semua sabun batang memang memadat lagi setelah dipanaskan. sabun bayi juga gitu kok.
      glutathione setahu aku nggak ada yg jual dalam bentuk pure secara offline. kalo beli online banyak, di online shop yg jual bahan kimia untuk industri kosmetik.

      atau sederhananya pakai kapsul glutathione dicampurkan ke dalam sabun.

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah