Minggu, 08 Juni 2014

DIY STORM Toner (Saccharomyces-Tea-Oat-Rice-Mushroom)

Halo..

Kembali lagi dengan resep DIY skincare. Saya bingung ngasih nama untuk toner ini.. sebut aja STORM gitu ya. Bukan pitera tapi STORM, oke? Bahan utamanya memang 5 itu : Saccharomyces, Tea, Oat, Rice, Mushroom. Ada yeast, ada mushroom, difermentasikan.. serem kedengarannya? Tapi jangan khawatir, toner ini nggak akan bikin muka jamuran atau pipi mengembang hehehe.. (ide dari mana itu??)


Toner ini udah saya ujicobakan ke muka saya selama 1 minggu ini. Adapun bahan-bahan penyusunnya sudah saya gunakan secara sendiri-sendiri secara rutin. Saya merasa cocok memakai oat untuk cuci muka,  masker Saccharomyces+oat, toner Saccharomyces+Rice, toner dari teh, dan toner dari air rebusan jamur. Saya berpikir, bisakah saya menggabungkan semuanya? Ternyata bisa, malah hasilnya oke sekali untuk saya.

Air rebusan jamur tentu bukan hal yang asing lagi untuk penggemar homemade skincare, terutama bagi mereka yang fokus ke anti aging. Berhubung kulit saya kering dan katanya kulit kering itu cepat menua, saya sangat suka homemade skincare yang fungsinya untuk anti aging, salah satunya ya air rebusan jamur. Tapi sebenarnya air rebusan jamur itu multifungsi dan bisa digunakan untuk segala jenis kulit. Jamur umumnya kaya antioksidan, beberapa jenis jamur tertentu punya aktivitas antibakteri dan anti peradangan sehingga bagus untuk perawatan kulit acne prone. Jamur juga umumnya kaya akan vitamin yang dapat mencerahkan kulit, memudarkan flek hitam, menghilangkan kemerahan, dsb. 

Saya sudah pernah mencoba air rebusan dari beberapa jenis jamur sebagai toner. Jamur konsumsi ya, bukan jamur parasit. Saya sudah mencoba jamur kuping putih (biasanya dijual dalam bentuk kering), jamur tiram putih, jamur shiitake, dan jamur enoki. Masing-masing punya hasil yang berbeda. Jamur shiitake memiliki kandungan kojic acid yang bagus untuk mencerahkan kulit, tapi saya kurang cocok dengan kojic acid, terasa agak clekit-clekit. Jamur kuping putih dan enoki paling saya suka karena efek melembabkannya lebih terasa. Jamur tiram putih adalah yang paling nggak ngefek, hehehe.. not recommended as toner. Tapi kenapa saya pilih enoki daripada jamur kuping putih? Toner dari jamur enoki punya aroma yang umami (gurih dan khas), sedangkan toner jamur kuping putih baunya agak kecut. Shiitake juga umami lho. 

Jamur kuping putih (Tremella fuciformis) oke tapi tonernya bau kecut

Jamur tiram putih (Pleurotus  ostreatus) enak dimakan tapi nggak ngefek buat skincare

Shiitake (Lentinula edodes) kaya akan kojic acid tapi tidak cocok untuk saya

Flammulina velutipes
Enoki (Flammulina velutipes) favorit saya untuk dimakan dan skincare


Soal per-teh-an, saya yakin banyak pecinta homemade skincare yang hobi cuci muka atau maskeran pakai teh, saya juga gitu. Saya lebih suka pakai teh chamomile dibandingkan teh hijau karena kulit saya kering dan sensitif, gampang iritasi. Teh hijau paling bagus untuk kulit berminyak dan acne prone. Chamomile kan punya sifat anti iritasi, juga melembabkan. Tapi sebenarnya mau mencampur jenis teh yang berbeda pun sah-sah aja, hehehe..

Green tea, great for oily / acne prone skin

Chamomile Tea…Get a good nights sleep!
Chamomile tea, great for dry / sensitive skin

Nanti kita bahas lebih dalam lagi soal ingredientsnya. Sekarang masuk ke resep. Yuk ditengok!

1. Siapkan bahan

  • Ragi roti (1 sendok teh)
  • Teh, saya pakai chamomile tea karena kulit saya kering & sensitif. Untuk yang punya kulit berminyak & acne prone bisa mencoba green tea (1 kantong)
  • Oatmeal (1 sendok makan)
  • Nasi yang baru matang (2 sendok makan)
  • Jamur, saya pakai jamur Enoki. Yang di gambar itu 1 ons, saya pakai setengahnya aja
  • Air 400 cc
Teh chamomile yang saya pakai mereknya Lipton, beli di Giant harga 15 ribuan. Jamur Enoki harga 4 ribuan dapat 1 ons.


Tiap kantong teh dibungkus plastik sendiri, higienis

Jamur enoki, pangkalnya yang seperti gabus berwarna coklat sudah dibuang (memang wajib dibuang)

2. Rebus setengah ons jamur enoki dengan air 400 ml selama 30 menit. Untuk konsumsi, jamur enoki harus direbus 30 menit dalam air 100 derajat celsius untuk menghilangkan flammutoxin. Flammutoxin ini adalah racun yang bersifat merusak sel (sitolitik) dan membahayakan jantung (cardiotoxic), tapi pada penelitian lanjutan ditemukan bahwa flammutoxin tidak beracun jika termakan.

Meskipun demikian, para ahli tetap menyarankan konsumen untuk merebus jamur enoki selama 30 menit. Kita ikuti saja anjuran itu meskipun toner ini bukan untuk dimakan. Jenis-jenis jamur tertentu punya aturan masak, silahkan browsing dulu sebelum mengolah jamur untuk skincare maupun konsumsi.


3. Setelah itu, tuangkan jamur enoki dan airnya ke dalam gelas kaca / toples kaca, masukkan 1 kantong teh. Biarkan kurang lebih 10 menit atau hingga tehnya jadi.



4. Masukkan 2 sdm nasi dan 1 sdm oatmeal lalu aduk. Tunggu sampai suhunya agak dingin, tapi tidak dingin betul (hangat-hangat kuku).





5. Setelah suhunya hangat-hangat kuku, masukkan 1 sdt ragi. Aduk hingga rata.



6. Tutup rapat agar tak ada udara masuk, lalu biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam di tempat yang terhindar dari cahaya matahari.



7. Saring dengan kain berpori-pori halus/ filter paper. Jika tidak ada, bisa pakai tissue yang dirangkap 2. Tissuenya harus yang kuat ya (saya pakai merek Paseo). Filtratnya ditampung di botol kaca. Hasil fermentasi wajib disimpan dalam wadah kaca karena kaca tidak dapat ditembus udara.

Tissue pun boleh untuk proses penyaringan, dirangkap 2

8. Simpan dalam kulkas. Ini boleh dipakai untuk 3 hari tanpa pengawet. Jika diberi natrium benzoat  (pengawet makanan) bisa tahan 2 minggu. Dosis natrium benzoat maksimal 0,5%. Ingat, natrium benzoat tidak boleh digunakan bersamaan dengan vitamin C & E konsentrasi tinggi karena akan ereaksi membentuk benzene yang bersifat karsinogenik. Jika kamu memakai natrium benzoat untuk pengawet, jangan dilanjutkan dengan memakai serum vitamin C atau lotion vitamin E.


Review


Sebelumnya saya pakai toner Saccharomyces ferment filtrate alias homemade pitera alias toner fermentasi nasi. 

Aslinya wana kulit saya nggak sepucat ini, masih ada ronanya.
Faktor pencahayaan dari jendela & kamera HP
Kiri : hari ke-26 toner Saccharomyces sekaligus start untuk toner STORM
Kanan : hari ke-7 toner STORM

Bedanya nggak terlalu terlihat, tapi kalo saya sendiri yang memegang kulit terasa bedanya. Lembabnya mirip dengan toner Saccharomyces, tapi lebih halus (apa cuma perasaan saya?) Perbedaan terbesarnya terasa saat bangun pagi. Foto di atas diambil pada pagi hari setelah bangun tidur, belum cuci muka apalagi mandi tapi iler udah dilap dan sama sekali nggak pakai skincare (sebelum tidur saya udah pakai toner). Toner Saccharomyces menghasilkan kilap pada daerah T saat saya bangun pagi, sedangkan toner STORM tidak. 

Kulit muka jadi lembab merata. Bisa juga dilihat, noda hitam dekat sudut bibir agak memudar. Dark circle juga agak berkurang. Soal mencerahkan? Saya nggak terlalu memperhatikan, tapi ada yang bilang saya agak cerahan (tapi itu bilangnya pas saya masih pakai toner Saccharomyces). Merah-merah di hidung dan pipi hilang. Ahh padahal saya suka sekali pipi saya agak merah, kayak pakai blush on hihihi..

Soal bau, saya sudah pasti lebih suka toner STORM. Bau tapenya nggak dominan, tapi ada aroma segar dari teh chamomile dan  bau gurih (umami) dari jamur enoki. Kalo pakai teh melati pasti wanginya lebih enak.

Buat kalian yang udah coba toner Saccharomyces, coba deh upgrade ke toner STORM, hehehe.. Bandingkan aja hasilnya. Tapi ya agak rempong, jauh lebih praktis toner Saccharomyces. Kalo secara pribadi, saya lebih suka toner STORM. 

Kesimpulan :
(+) di kulit saya sukses mengurangi dark circle & memudarkan flek yang belum dapat ditangani oleh toner Saccharomyces
(+) melembabkan kulit tanpa membuat T-zone mengkilap di pagi hari
(+) baunya lumayan daripada toner Saccharomyces

(-) lebih ribet cara membuatnya

Bikin lagi ? Iya lah
Recommended? Iya. Bahannya dapat digonta-ganti sesuai kebutuhan kulit (misalnya bisa diganti beras merah, teh hijau/teh hitam, jamur lainnya)

Lalu bicara soal ingredients

Soal Saccharomyces sudah saya tulis di sini sedangkan oat (Avena sativa L.) ada di sini. Nah, sekarang kita kenalan dulu dengan jamur Enoki dan teh chamomile.

Oat mengandung gluten (sejenis protein) yang dapat menyebabkan alergi pada sebagian orang. Ada orang yang tidak cocok menggunakan oat untuk cuci muka, tandanya timbul jerawat, gatal, atau kemerahan. Fermentasi dapat menghidrolisis (menguraikan) gluten sehingga menetralisir efek negatifnya. Jika kamu mengalami bruntusan setelah cuci muka pakai oat, kemungkinan besar kamu akan baik-baik saja jika oat itu difermentasi dulu.

Jamur Enoki

Jamur enoki (Flammulina velutipes) punya khasiat yang hebat dan disebut sebagai salah satu super food. Jamur ini mengandung antioksidan kuat berupa phenolic acid dan l-ergothioneine. Antioksidan ini bahkan berpotensi sebagai antikanker dan vaksin. Jamur enoki juga mengandung lectin dan beta-D-glucan yang tinggi, lectin meningkatkan produksi antioksidan dalam sel jamur enoki.

EnokitakeJapaneseMushroom.jpg
Bagian bawahnya yang coklat harus dipotong sebelum diolah

Beta-D-glucan menstimulasi produksi kolagen pada kulit, sehingga sangat potensial sebagai anti aging. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa beta-D-glucan dapat mempercepat penyembuhan luka.

Jamur enoki memiliki aktivitas antibakterial dan antijamur. Nama zatnya yaitu cuparene-type sesquiterpenes. Bakteri yang bisa dilawan adalah Eschericia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus.  Semuanya bakteri penyebab masalah kesehatan. Jamur yang bisa dilawan adalah Cladosporium herbarum.

Studi pada hewan menunjukkan bahwa zat proflamin dari jamur enoki bisa menyembuhkan kanker kulit (melanoma) dan adenocarcinoma. 

Jamur enoki juga kaya akan asam amino. Rasa umami diperoleh dari kandungan asam glutamat yang tinggi. Ini profil asam amino dalam jamur enoki :
NutrientQuantityNutrientQuantity
Aspartic acid0.19 gPhenylalanine0.15 g
Leucine0.13 gTyrosine0.14 g
Glutamic acid0.38 gGlycine0.11 g
Lysine0.13 gThreonine0.11 g
Alanine0.19 gHydroxyproline0 g
Methionine0.03 gTryptophan0.04 g
Arginine0.11 gHistidine0.07 g
Proline0.06 gValine0.23 g
Cystine0.02 gIsoleucine0.09 g
Serine0.09 g
Asam amino dibutuhkan untuk sintesis protein, dalam skincare diperlukan untuk regenerasi sel-sel kulit.

Hebat kan jamur enoki? Tapi jika kamu tidak menemukan jamur enoki, jangan khawatir. Bisa diganti dengan jamur super lainnya. Jamur yang recommended untuk skincare yaitu :

Shiitake

Jamur shiitake (Lentinula edodesterkenal dengan kandungan kojic acid yang dapat menekan produksi melanin sehingga dapat mencerahkan kulit. Kandungan asam aminonya dan antioksidannya juga banyak. Tapi ada juga hasil penelitian (di jurnal ini) bahwa shiitake dapat menimbulkan reaksi alergi berupa dermatitis.

Kojic acid memiliki sifat seperti astringent yang menyebabkan kulit terasa ditarik (sumber). Kulit sensitif tidak disarankan menggunakan kojic acid karena dapat menimbulkan iritasi. Saya sendiri juga tidak cocok memakai kojic acid.

Reishi

Jamur reishi atau Lingzhi (Ganoderma lucidum) termasuk jamur langka dan mahal, tapi efeknya bagus sekali untuk kulit. Jamur ini banyak digunakan sebagai obat kanker, hipertensi, diabetes, liver, kardiovaskular. Tidak hanya sebagai anti aging, jamur reishi juga bersifat sebagai anti peradangan, mempercepat penyembuhan luka, mengobati sunburn, jerawat, psoriasis, memar, gigitan serangga, dan meningkatkan suplai oksigen ke sel-sel kulit (sumber)

Chamomile tea

Chamomile (Matricaria recutita) mengandung zat aktif berupa bisabolol, bisabolol oxides A & B, matricin, dan flavonoid berupa apinecin. Keuntungannya bagi kulit adalah sebagai anti iritasi, anti peradangan, selain itu juga bersifat sebagai anti histamin (anti alergi) dan anti bakteri. 


Chamomile digunakan dalam skincare untuk menenangkan kulit akibat sunburn, menyembuhkan ruam, mengatasi gatal dan perih pada kulit. Chamomile juga meredakan bengkak dan mempercepat penyembuhan luka. 

Teh chamomile dapat digunakan sebagai kompres mata untuk meredakan iritasi dan bengkak (sangat potensial untuk mengurangi kantong mata). Minum teh chamomile bisa merilekskan tubuh dan pikiran, menyembuhkan insomnia, meredakan nyeri haid, mengatasi mual dan masalah pencernaan.

Banyak sekali manfaatnya. Chamomile juga melembabkan kulit, karena itu saya pilih teh chamomile untuk campuran toner ini.

Teh yang dipakai nggak harus chamomile kok. Boleh pakai green tea, rosella tea (yang kaya akan vitamin C) atau black tea. Dicampur-campur pun boleh. Homemade skincare itu dibuat dengan menyesuaikan kondisi kulit kita, tidak perlu terlalu ngotot mengikuti resep jika memang tidak cocok di kulit. Kita bisa memilih bahan yang benar-benar kita perlukan, itulah kelebihan homemade skincare dibandingkan skincare pabrikan hehehe.. 

Nah, sekian. Semoga resep kali ini bermanfaat ya..

Referensi

Hidrolisis gluten
Jamur enoki

122 komentar:

  1. Kak lintang,aku baru nyobain toner Saccharomyces,eh kak lintang udah bikin inovasi toner baru,coba juga ah yang ini.aku udah 3 hari pake toner Saccharomyces dan sukaaaaa banget,kalo bisa aku pingin nunjukin foto kulitku Ke kak lintang,hari ini mau bikin lagi rencananya,berhubung baca article ini jadi pengin nyoba bikin STORM juga. Thank you banget ya kak,keren tulisannya,jadi nagih baca blog kakak terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. soalnya aku tiba2 dapet ide buat nyampur semua bahan toner favoritku. ya, dicoba aja. berarti cocok dong pakai toner Saccharomyces, ayo ditunjukin aja. lewat email juga boleh.

      berarti aku sukses meracunimu dengan homemade skincare hehehe.. oke, sama2
      makasih ya Mitta..

      Hapus
  2. Hai mba, kenapa mesti pake oat?? :O

    BalasHapus
    Balasan
    1. oat sifatnya anti peradangan, melembabkan kulit, bisa untuk antiaging, untuk eksfoliasi kulit, katanya juga bisa mencerahkan & mengecilkan pori. kalo difermentasi manfaatnya tambah maksimal (pengalaman maskeran pakai oat fermentasi)

      aku suka banget oat makanya aku tambahin deh..

      Hapus
  3. fermentasi sendiri buat mba lintang biar apa?? klo menurutku biar molekul2nya kecil2 , hmm nano gt jadi cepet meresap. selain itu apa ya ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam fermentasi saccharomyces dihasilkan vitamin B (terutama B12), vit B yg dihasilkan semakin banyak kalo saccharomyces "diberi makan" bahan sumber vit B. nah, nasi, oat & jamur kan tinggi vit B, jadi harapannya bisa mensuplai lebih banyak vit B ke kulit.

      suplemen vit B yg dibuat di pabrik juga dari fermentasi saccharomyces. saccharomyces nya diperkaya dgn vit B juga, lalu difermentasikan. vit B yg dihasilkan jadi jauh lebih banyak dibanding saccharomyces yg nggak diperkaya vit B.

      Hapus
  4. mba lintang ini baunya kaya gimana yahh? asem2 gitu? aku pengen coba tp suka agak gak kuat sana bau2 fermentasi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bau tehnya lebih kenceng daripada bahan lainnya, ada bau gurihnya juga & asamnya dikit. kata ibuku kayak bau teh soda merek Tebs hehehe.. hidung orang memang lain2. kalo mau baunya lebih enak, pakai teh yg ada melatinya..

      Hapus
    2. oohhh gitu yah mba, kalo aku tambah vanili kacau gak yah baunya? soalnya suka bau vanili hihiii

      Hapus
    3. hehe, mungkin bisa lebih enak baunya.. dicoba aja. atau coba pakai teh celup vanila, mereknya teh poci yg kotaknya merah

      Hapus
  5. Karina Fransisca8 Juni 2014 22.32

    aku suka makan enoki, enak buat campuran sup, baunya sedep kl direbus tp aku blm pnh coba air rebusannya buat toner :D
    hee bauny kyk tebs? lucu nih jd pnasaran. aku pny teh tong tji melati, bs dipake ga kira2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba deh, air rebusan enoki bagus lho, bikin kulit jadi kenyal..
      hehehe, itu kan kata ibuku.. iya, teh melati bisa kok, teh apa aja boleh

      Hapus
  6. Halo, kak lintang. Mau tanya nih, kalau di daerah tempat tinggalku jarang banget ada jamur enokki, apalagi shitake. Kalau pakai jamur kuping putih kira-kira manfaatnya apa ya? Cara mengolahnya bagaimana? Terimakasih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo.. jamur kuping putih bisa melembabkan karena menstimulasi hyaluronic acid, jadi kulit bisa lebih nahan air. selain itu untuk anti aging, mengurangi redness, anti peradangan juga. kalo menurutku, efeknya mirip toner saccharomyces.

      biasanya jamur kuping putih dijual dalam bentuk kering, jadi harus direndam dalam air hangat sampai mekar, pangkalnya dibuang. lalu dipotong-potong, direbus. kalo untuk toner biasanya 30 - 45 menit, ada juga yg bilang sampai volume airnya jadi separuh volume awal.
      sama2..

      Hapus
  7. aseekk.... jd pengen upgrade ke storm. besok blanja ahh heheheu
    seru bgt niy meski agak repot. thanks kak Lintang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk upgrade, hihihi.. selamat mencoba
      emang repot banget. aku paling nggak sabar nunggu jamurnya direbus. iya, sama-sama..

      Hapus
    2. kak, aku dah nyoba bikin kmrn siang. dipakek sore & malem sblm tidur. paginya kulit jd glowy & less oily, sukaa <3
      isi jerawat lama jd gampang dikeluarin, yg udah mengeras itu loh. tinggal bekasnya ne, smoga bs ilang klo ditelatenin XD

      Hapus
    3. di aku juga gitu, muka nggak mengkilap pas bangun pagi.
      jerawat lama itu emang nyebelin, biar udah sembuh isinya susah dikeluarkan kalo nggak pakai alat, baguslah kalo di kamu jadi gampang.
      semoga bekasnya bisa ilang ya, coba ditelatenin aja kalo cocok pakai toner ini hehehe..

      Hapus
  8. Kulitnya Lintang makin bagus setelah pake storm toner lho. Gak pengen nyoba aplikasi storm toner pake cara lotion pack nya Chizu Saeki?
    Di aku, lebih bagus hasilnya drpd pake kapas diusapkan atau pake tangan ditepuk2kan. Cobain deh.
    Lebih boros kapas sih, aku abis 5 lembar kapas merk Wellness tiap pake.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe makasih ya.. soal warna jangan tertipu, itu foto di atas warna kulit jadi terlalu terang gara2 cahaya. tapi memang kulitku jadi lebih lembab & alus, happy banget soalnya selama 1 tahun terakhir super kering sampai ngelupas2 & kasar.

      kemarin sempat nyoba sekali sambil tiduran, tapi kebablasan. pas bangun rontok semua kapas di bantal, hehehe.. kayaknya ini nggak boleh dilakukan dalam keadaan ngantuk

      Hapus
    2. Memang cuma boleh 3 menit pake lotion pack nya.
      Oya, pake pengawet optiphen boleh enggak?

      Hapus
    3. ntar aku mau coba lagi ah, nggak sambil tiduran biar nggak kebablasan hehe..
      boleh, optiphen kan mengandung pengawet phenoxyethanol. penggunaan phenoxyethanol sendiri max 1% dalam kosmetik

      Hapus
  9. Walaaaaaaaaaaaahhhh, kulitku kering tapi malah suka pake DIY toner teh hijau. Wakwakakakak :D Lha piye ya? Soalnya aku suka berada di luar eee, kebanyakan makan polutan, jadi maksudku toner teh hijau itu untuk antioksidan biar wajahku gak gampang jerawatan. Heuuuu T__T

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi sama.. aku juga suka teh hijau. apalagi didinginkan di kulkas, trus buat disemprot ke muka hehehe.. adem aja gitu. nggak ada efek mengeringkan kulit, tapi nggak bisa melembabkan juga. kalo chamomile ini bisa melembabkan dikit makanya recommended banget buat yg kulitnya kering apalagi yg sampai ngelupas2 (kayak kulitku dulu)

      Hapus
    2. Stok teh hijauku masih banyak eee, cobak tak habisin dulu baru ganti ke chamomile :D

      Belakangan aku juga suka skincare yang less chemical, makanya banyak bikin DIY. Cleansing pakek EVOO, toner pakek greentea, scrub pakek kunyit atau jahe instan, belum bisa bikin facial wash yang DIY sayangnya T_T

      Hapus
    3. sip.. kalo menurutku lebih seger wanginya teh hijau lho hehehe.. chamomile tea itu wanginya agak aneh, kalo buat diminum aku malah nggak suka

      sejak kulitku iritasi aku jadi suka DIY skincare. oh, kalo facial wash DIY sebenernya bisa pakai rempah2 bubuk yg dikasih madu (kalo cocok pakai madu)

      Hapus
  10. lapor first impression mbakyu. baca resep ini subuh, jm 10 beli bahan n langsung praktek. calon jerawat di jidat takkompres storm 1jam mayan kempes n ilang merahnya, batal jerawatan xixixi
    sip tenan iki resepmu, kece badai sesuai namanya storm. pngen shiitake tp kosong di giant, adanya enoki, shimeji, portobello. yo wes enoki wae lah. tehnya teh ijo.
    mending diy skincare drpd beli skincare khusus cowo, mahal2 cuy!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuihh langsung praktek, rajin.. mantep deh kalo first impressionnya bagus. semoga tetep bagus efek ke depannya.

      shiitake coba cari di hypermart/carefour. kalo shimeji & portobello aku belom pernah nyoba.
      iya, murah meriah ini.. hehehe

      Hapus
  11. mba bikin DIY facial wash = madu + kayu manis + fermipan juga , oke ga?? ni aku yang komen kemaren hehehe keknya lebih tahan lama krn madu itu jg udah awet lama (alami) kayu manis juga awet alami. hehe tp tu kemaren madu + fermipan + air ,3 hari lebih uda mulaii baunya rada basi kecut gitu. tp masi ngefek jd plump gt wajahku :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku bikin madu+fermipan+air, juga bikin yg madu+kayu manis+fermipan+air. hasilnya oke banget. yg tanpa kayu manis rasanya lebih lembab, tapi yg pakai kayu manis lebih fresh di kulit (lebih bersih rasanya). tapi aku bikinnya langsung habis tanpa disimpan, hehehe.. rencana mau aku tulis di post berikutnya bareng resep DIY face wash lainnya

      makasih ya udah berbagi resepnya..

      Hapus
    2. hmmm masalahnya aku takutnya pake madu aja ga bersih mba,, bersih ga sih? klo kayu manis buat face scrub aja XD ak pake bedak tabur + pelembab non SPF (jarang panas2an juga) tp polusi lumayan, lengketnya madu bisa ngangkat kotoran kali ya?

      sama2 mba ^^ ditunggu pembahasannya :D

      Hapus
    3. kalo di kulitku bisa bersih, tapi ngolesinnya di muka yg kering (belom dibasahi), gosok-gosok, trus bilas. bisa bersihin sunblock & pensil alisku, hehehe.. kalo buat makeup berat nggak recommended. iya, yg kayu manis buat face scrub aja.

      oke siip..

      Hapus
    4. wah keren bisa bersihin sunlblock , ferment madu itu + oatmeal kasar buat taburan didalam botol gt, buat bersihin wajah lebih pol gimana ya mba? tapi klo kayu manis dikulit org kadang terlalu harsh, enaknya pake apa ya :D enaknya ferment madu ini ga usah nyaring... jd langsung pake gt :D ditambah chamomile lebih bagus kali ya lebih sejuk.. hmm sotoy hahaha.. campur2 gt ntar cepet basi takutnya

      Hapus
    5. " tapi yg pakai kayu manis lebih fresh di kulit (lebih bersih rasanya) " klo pake kayu manis ga begitu lembab brti ya??? lebih lembab pake madu biasa aja ?

      Hapus
    6. bisa, tapi nggosoknya agak lama hehe.. bisa juga tuh ferment madu+oatmeal biar bersihin wajah lebih maksimal tapi oatmeal kalo dah difermentasikan nggak boleh disimpan, harus langsung habis.

      hihihi.. coba aja dikasih teh. pasti lebih seger di kulit.
      iya, soalnya kayu manis agak harsh jadi kurang lembab di kulit, tapi tapi lebih cepet bersihnya

      Hapus
    7. dimodifikasi aja deh mba enaknya gimana hhehehe :D

      Hapus
    8. iya, ntar dimodif.. tapi pengen yg bisa disimpan biar nggak repot tiap kali mau pakai

      Hapus
    9. mbak, td dulu ak gugel ttg manfaat pisang, keren bgt. anti aging juga ternyat ak pnh pake masker kulit pisang, kulitku kenyel padet gitu.. enak bgt.
      nah td aku buat 1 kulit pisang susu/puter lupa ._. (masi ada pisangnya dikit bgt ) ak penyet2 pake garpu di gelas, tambah air setengah lebih dikit. trs ak fermentasikan 3 jam.
      buat toner hehe, masi ada ampasnya buat cuci muka.. enak :3
      soalnya diaku ada efek matengin jerawat nanah .
      ini ada pic keren http://www.pinterest.com/pin/328129522820634289/ nemu dulu banget.
      menurut mbak gimana :D

      Hapus
    10. oh kulit pisang ya.. itu bagus buat ngeringin jerawat & anti aging soalnya mengandung banyak senyawa fenolik yg sifatnya antioksidan, cytoprotective (pelindung sel) & antikanker.

      aku belum pernah lho nyoba kulit pisang, tapi kalo pisangnya sering buat masker hehehe..

      dari foto itu, efek si kulit pisang keren banget ya.. bener kok kulit pisang bagus buat menyembuhkan masalah kulit. temenku ada yg penelitian kulit pisang sebagai pakan ayam, luka di tangannya jadi cepet sembuh gara2 ngubek-ubek kulit pisang hehehe..

      Hapus
  12. pitera itu sebenernya kandungan dalam beras apa nama paten an ya mba??

    BalasHapus
    Balasan
    1. pitera itu nama patennya.. sebenernya itu hasil fermentasi beras oleh Saccharomyces alias Saccharomyces ferment filtrate

      Hapus
  13. Mbaaa... Jamur enoki seons 4ribu beli dimana mb? Barusan beli disuperindo, seonsnya 14ribu... Selisih jauuuhhh....
    Kmrn lusa udah nyoba toner fermentasi nasinya, aku pake csm an, ajaibnya jerawat gede di pipi langsung kempes besok paginya... Makanya pas toner yg kemarin habis, pengen upgrade ke toner storm ini, yg reviewnya lebih ajiiibbb.. .. Makasih ya mb, resep diy nya... Muach..

    BalasHapus
    Balasan
    1. di giant penggaron, semarang. eh tapi kayaknya itu karena ada diskon aneka jamur, aku kurang memperhatikan harga aslinya. mungkin 12ribuan..
      wah.. kereen bisa ngempesin jerawat dalam waktu singkat. semoga toner storm ini juga hasilnya bagus di mbak Poe. sama-sama, hehehe..

      Hapus
    2. Mb, hasil toner storm ini lebih sedikit ya, lebih banyak endapan putihnya? Atau aku ada yang salah pas mbuatnya ya mb?
      Oya, mb tau ga pengawet yang aman selain natrium benzoat? Yang ga bereaksi negatif pas dipake bareng vitamin E/C? TIA ya mb :)

      Hapus
    3. kalo aku sama aja kok hasilnya, tapi memang bahannya jadi ngembang banyak banget sampai nyaris luber di gelasnya. kayaknya faktor endapan dipengaruhi nasinya..

      ada phenoxyethanol, batas max 1% (misalnya optiphen), bisa awet 1 bulan lebih.
      lime / cinnamon essential oil, tea tree oil bisa 2 minggu
      air lemon, sekitar 1 minggu

      Hapus
  14. ka lintang, aku aja belum beres pake yang pitera kw, kaka udah update aja XD
    oh iya gara2 kepo sana kepo sini tentang home made skin care, belanjaan bulanan aku abis nya buat beli bahan2 makanan tau ga, sampai dikira aku mau buat kue sama temenku yang nemenin aku belanja :D
    makasih yah ka lintang, love this blog banget lah! cocok buat aku yg gaji nya masih minim xixixi :3
    oh iya ka, beli jamurnya dimana sih? aku mau beli rumput laut juga galau beli dimana karena mau eksperimen bikin pelembab dr seaweed juga :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. soalnya aku udah nyoba bermacam2 toner diy tradisional (teh, air rebusan jamur), bagus2 semua, jadi penasaran gimana hasilnya kalo digabungin

      belakangan ini aku juga nongkrongnya di toko bahan kue/supermarket bagian makanan. jarang ke bagian kosmetik, hehehe..
      sama-sama Juli..makasih ya

      jamur belinya di giant/superindo/hypermart. rumput laut juga ada disana, biasanya rumput laut ditaruh dekat kolang-kaling

      Hapus
  15. Aduh mbak, aku baru kemarin bikin yang toner saccharomyces itu ini udah ada baru lagi, kreatif banget deh... Aku cari-cari resep DIY banyakan di youtube & pinterest tapi bahan-bahannya susah karena banyakan dari luar negeri yang notabene memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda. Aku kira di sekitar kita banyak sumber yang bisa dimanfaatkan tapi kita saja yang belum tahu. Jadi Dora the explorer yuk mbak hehe....

    salam,
    Rin

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak Rin..

      hehe.. ini juga hasil keisengan, coba2 mencampur aneka toner favoritku.
      resep2 DIY di youtube & pinterest keren2, sayangnya disini bahannya langka. sebenernya nenek moyang kita juga punya banyak resep DIY. ya betul, yuk cari tau lebih banyak tentang bahan2 yg bisa dimanfaatkan, hehehe..

      Hapus
  16. tapi aku rada susah buat nyaringnya nih ka....kalau pake tisu 2 lapis beneran ga sobek nih kaaa?
    aku jug udah coba cuci muka pake oatmeal nah yg aku bingung oatmeal nya dicampur air sampai jadi pasta atau oat kering ditemplok ke muka yg udah dibasahin? :D
    oh ya, kaka kalau buat menumpas pasukan jerawat pake apaan yah? penasaran nih :3
    soalnya aku kemaren maskeran pake bubuk kunyit+susu bubuk+madu malah jadi keluar semua jerawatnya :(
    makasih ya kaaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak sobek kok, tapi dituang pelan2. tisunya juga yg kuat, misal merek paseo.
      oatmealnyadikasih air dulu, airnya diperas & dibuat cuci muka, lalu bubur oatmealnya digosokkan ke muka.

      kalo lagi jerawatan jangan maskeran pakai bahan yg tinggi protein & lemak kayak susu. madu juga cocok2an, kadang kandungan gulanya yg tinggi malah memeperparah jerawat (tapi ada juga orang yg cocok banget pakai madu untuk jerawat).

      untuk jerawat pakai aja masker dari bubuk kunyit+tepung beras/maizena+teh hijau. kalo di aku itu bikin jerawat cepet kering & nggak merah lagi. nantinya kulit agak kuning, tapi bisa ilang pakai facial wash / dicuci pakai oatmeal.

      oke sama-sama..

      Hapus
  17. aq dah nyoba :D
    bikin kulit kenyel, jerewi cepet kering, aegyo sal agak ilang hehe
    ribetnya terbayar dgn efeknya. thanks resepnya mb Lintang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga efek ke depannya tetep bagus ya.. wah, aegyo sal lagi ngetrend lho.. nggak sayang tuh diilangin? hehehe..
      memang ribet prosesnya, tapi aku pun nggak merasa sia2 bikin ini.
      oke, sama-sama..

      Hapus
    2. ga pengen ikutan trend heheheh
      blog kmu keren2 diy nya. apalagi diy temuan sendiri, bukan ambil dari artikel2 yg dah ada. banyakin lg resep diy & seluk beluk skincare, review produk lokal jg. kbanyakan request ni aq. maafkan yak :D
      tp kl dah rajin bikin homemade skincare belanja kosmetik jd berkurang yak?

      Hapus
    3. hehe makasih.. soalnya ini racikan yg sesuai kulitku & bahannya yg aku bisa dapatkan dengan gampang. tapi aku juga suka pakai diy yg udah kondang dan dipakai banyak orang. untuk resep diy yg dari luar negeri juga mupeng tapi bahannya susah didapat disini

      hehehe, iya, ntar dibanyakin lagi nulis seputar itu.
      betul, jadi berkurang banget kosmetik yg aku beli. kalo belanja sekarang bukan belanja kosmetik tapi bahan makanan. hmm.. bisa-bisa blog aku berubah jadi blog diy cosmetics karena jarang review produk lagi..

      Hapus
    4. kak,itu kulit pisang di fermentasi pake ragi roti juga ya?

      Hapus
    5. kulit pisang yg untuk toner? iya, difermentasi pakai ragi roti juga
      kalo yg di penelitian temenku (untuk pakan ayam) juga difermentasi pakai jamur Trichoderma. manfaat kulit pisang untuk semua makhluk emang paling optimal kalo difermentasi

      Hapus
  18. wah, harus dicoba juga niy (eeaa...lintang bikin apa, aq ikutan ajaah nii :)..
    kalau gak pakai jamur gapapa kan ya? males jg bayangin masak 30 mnt *irit gas, emak2*

    BalasHapus
  19. wah, kayaknya seru ni...ikutan bikin aah (eeeaaa...lintang bikin apa, ngikuuuttt ajaahh...)
    kalau jamurnya di skip bisa kan ya, ga usah pakai jamur gitu, males jg bayangin masak 30 menit *irit gas, emak2 :)*
    lintang ke giant penggaron ikutan beli di sana, beli di toko serba sari, ikutan eeh kalau sore sering tutup, toko kimia yg lain dimana ya, yg sekitar semarang timur dan selatan ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk mbak, bikin.. hehehe
      boleh-boleh aja kok. hehe, iya nih, 30 menit lumayan ngabisin gas. kalo aku ngrebus jamur biasanya juga buat konsumsi. separuh buat dimakan, separuh buat bahan toner, biar nggak sia2.

      oh, toko serba sari kayaknya emang tutup jam 4 (eh kurang tau juga ding, aku kalo kesana siang2). toko kimia lainnya di jl. stadion selatan, toko indrasari tuh.. kalo beli apa2 disana lumayan bikin pegel antriannya hehehe.. tutup jam 4 kayaknya

      Hapus
  20. halo mbak lintang, salam kenal
    aku kemarin kyaknya lihat mbak lagi belanja di ada fatmawati bagian bumbu. mau nyapa ragu2, bener mbak lintang gak ya, ntar klo salah kan malu dikira sok kenal sok dekat :D
    aku dah bikin storm tp pke jamur kuping putih (beli di ada kemarin hehe). baunya kecut bgt ya ternyata. tp di kulit baguuss, dipake kemarin malam, pagi ini jerawat matang. sekarang malah dah kering. puas bgt hasilnya, soalnya aku dah coba macam2 diy buat jerawat (cuka apel, lidah buaya, lemon, tomat, bawang, kunyit dll) baru ini yg bisa ngeringin jerawat dgn cepat. makasih ya mbak atas resepnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Via, salam kenal..
      hehehe kamu nggak salah liat.. kemarin aku emang lagi belanja di ada, lagi beli bubuk kunyit & kayu manis buat stok diy skincare. lain kali kalo ketemu sapa aja, sekalian bisa kenalan kan..

      iya nih, jamur kuping putih yg kering aja baunya kecut, kayak bau cuka. baguslah kalo bisa menangani jerawat secara kilat, semoga bekasnya pun cepat ilang
      sama-sama Via..

      Hapus
  21. gel lidah buaya lsg bisa difermentasikan ga mba? :V hahahaha
    tlg pencerahannya ya.. :D
    ada syarat bahan yg ga boleh difermentasikan ga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahan apa aja bisa difermentasikan asalkan mengandung karbohidrat
      kalo gel lidah buaya kayaknya nggak bisa langsung deh, kan low calories itu hehehe.. kecuali ditambah bahan lain

      Hapus
  22. hy mba, kmrin aku liat di infotainment ada anaknya AD ,si EL itu itu ditap-tap nasi hangat gt diwajahnya, katanya si itu rahasianya :D btw kulitny sih emg bagus .. gimana tu pendapatnya? ak jg pengen coba , >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu karena nasi, beras tinggi vitamin B kompleks yg membantu metabolisme sel. makanya kulit bisa cepat regenerasi

      budhe ku juga suka gitu dari muda. nasi dipenyet-penyet pakai sendok, trus ditempelin ke wajah, sedangkan tonernya pakai air tajin. kulitnya masih bagus, memang berkerut tapi nggak keliatan kayak orang >65th, malah masih kayak baru 50an. kayaknya bagusan nasi dihancurin gitu deh, biar lebih kecil partikelnya & vitaminnya gampang diserap kulit

      Hapus
  23. mba usul aja klo bs ditambahin harga2 nya yah :P buat org pelit kyk aku perlu bgt :D

    BalasHapus
  24. Kak kalo jamur shitake direbus berapa menit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. asalkan sampai matang (empuk, kalo perlu sampai lembek), nggak dibatasi berapa menit. soalnya shiitake ada kandungan lentinan, yg bikin reaksi ruam & gatal2 mirip alergi, terjadi kalo masak shiitake nya kurang matang

      Hapus
  25. Lintang, kalau setelah direbus, jamurnya diblender trus dicampur bahan2 lain di air rebusan jamur boleh enggak?
    Maksudnya sih biar lebih banyak bagian jamur yg terkena raginya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh.. malah lebih bagus lho kalo diblender. iya, semua bagian jamur bisa terkena raginya

      Hapus
  26. Ka kalo aku bikin toner nya ga pake jamur bisa ga? soalnya disini susah dapet jamur enoki nyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa.. kadang aku bikin tanpa jamur juga kalo lagi kehabisan enoki hehehe.. tapi sebenernya enak pakai jamur sih, lebih kenyal gitu kulitku

      Hapus
  27. i love your blog kak ><
    kak, aku udh coba buat toner saccharomyces blabla itu. baunya ga enak, tp kayaknya bagus buat kulit kering ya, karena mmg kasi efek boing-boing gitu, lembab :D
    nah, wktu kk bikin inovasi, aku ikutan juga bikin toner storm. Bahannya aku modif sama yg available di rumah. jadinya teh melati (model daun yg dikeringkan), nasi, sama oats doang difermentasiin.
    Trs aku mau nanya nih, hasil toner nya wangi banget kk, wangi melati gd bau2 kecut kyk toner saccharomyces itu. pertama aku pikir krn fermentasinya gagal, tp ini udh botol ke 3 dan tetep wangi.
    Terus pas aku pake, kulit jd kenceng banget. knp itu ya kak? aman gak? kulitku kering soalnya hehe
    Maaf jd curhat kepanjangan :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe makasih yaa..
      iya, toner saccharomyces bagus buat kulit kering karena secara alami memicu kulit kita untuk membentuk hyaluronic acid & allantoin sehingga kulit bisa melembabkan dirinya sendiri.

      wangi melati enak dong.. oh, kulit jadi kenceng banget karena tehnya. teh biasa (dari spesies Camellia sinensis) memang bikin kulit agak kenceng, sebenernya paling cocok buat kulit oily. aman kok, kurangi tehnya atau tehnya diencerkan aja..

      Hapus
    2. wahh iya, aku emang suka bikin teh yg rada kelat. soalnya sisanya lgsg buat aku minum hihi makasih jawabannya ><
      kk tanya lagi dong, kulitku kan kering, mata nya udh ada wrinkles gitu udh kyak org tua aja :( cocoknya dikasi DIY skincare apa ya ke mata wrinkles gitu yg efektif dan mudah?

      Hapus
    3. sama-sama..
      wrinkles sekitar mata kalo aku bisa ilang pakai olive oil, tapi resikonya kalo nggak cocok bisa timbul milia (soalnya olive oil termasuk mild comedogenic). alternatifnya pakai madu (max 30 menit aja, trus dibilas).

      Hapus
  28. kak nanya dong,kmrn kan ak uda bikin stormnya.trus tadi siang listrik mati ..jadi stormny ak pindahin ke freezer biar dinginny lebih kuat.ehh pas listriknya udah idup malah lupa dipindahin.alhasil storm nya beku: ( kira2 storm nya msh bs dipakai gak ya kak?takutny kandungan2 baik di stormny malah ilang gr2 dibekuin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, kalo beku nggak apa2, nggak rusak kok kandungannya. rusaknya cuma kalo kena panas, udara, dan cahaya matahari. ditaruh bentar di luar kulkas sampai mencair, trus dimasukin lagi ke kulkas, masih layak pakai kok..

      Hapus
  29. mbak, itu air rebusan enokinya yang dicampur ke dalam gelas atau air baru ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. air rebusan enoki.. itu buat menyeduh teh

      Hapus
    2. Ooh makasih mbak :D
      Terus penasaran nih kan katanya mbak biasa cuci muka pakai oatmeal, oatmealnya dihancurin dulu atau campur air atau bagaimana ? ^^ hhe makasih responnya

      Hapus
    3. sama-sama..
      oatmealnya dikasih air sampai lembek, lalu airnya diperas buat dipoles di muka. biasanya ampas oatmealnya aku pakai juga. seringnya sih langsung aku campur air, belum lunak tapi udah aku pakai buat muka, jadi ada sensasi scrub nya gitu..

      Hapus
  30. ka aku udah pake toner saccharomyces 2minggu dan aku sukaaa, terus aku mau upgrade ke toner ini. kalo ga pake jamur gimana? soalnya di tempat aku susah bgt cari jamur selain tiram putih

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak apa2 sih kalo tanpa jamur, mungkin beda dikit efeknya hehehe..
      atau coba resep diy toner ku yg baru (oxy rice apple toner), bahannya dari saccharomyces toner+apel+rempah2+air oksigen. efeknya mirip storm kalo di aku, tapi bahan2nya lebih gampang dicari & baunya aku lebih suka..

      Hapus
  31. kak,itu beneran airnya cuma 400ml?soalnya pas ak rebus 30 menit air nya malah abis.itu gmn kak mensiasatinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku cuma 400 ml, kadang malah kurang. direbusnya pakai api kecil, kalo api besar emang cepet habis airnya..

      Hapus
  32. Mbak.. Thanks banget untuk sharingnya. Aku juga ingin coba deh jadinya. Kami dirumah konsumsi nasi merah mbak, bisa nggak ya dibuat toner ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mbak angie..
      yuk dicoba. pakai nasi merah bisa, bahkan tepung beras juga bisa lho..

      Hapus
    2. Kalau pakao tepung beras berarti direbus dulu ya sampai mendidih airnya? Trus didinginkan gitu sebelum dicampur bahan lain?

      Hapus
    3. tepung berasnya dimasukin ke air teh yg masih panas (barengan oatmeal & jamur), lalu didinginkan. kalo udah dingin baru dicampur ragi

      Hapus
  33. hai mba lintang,
    mau tanyak ni , efeknya lebih bagus mana toner yang ini sm yang Saccharomyces Ferment Filtrate Toner, yang ini kayaknya lebih ribet hehehe..
    trus klo boleh tau sekarang mba pake toner yang mana?

    ita

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo ita..
      aku lebih cocok sama storm, lebih lembab & wajah keliatan lebih seger. tapi cocok2an sih, ada orang yg pakai storm malah kusam kulitnya (karena nggak cocok dengan jamur & tehnya)
      sekarang aku masih ngabisin fermented soybean, tapi udah bikin lagi yg oxy apple. aku suka selang-seling gitu, biar kulit dapat variasi nutrisi

      Hapus
  34. Mba lintang.. smlm aku lgsg praktekin bikin toner STORM tp ga pake jamur jd cm STOR :D sama buat fermentasi oat buat masker jg.. jd sekaligus bikin 2 macam.. trs lgsg aku pake mulai dari maskeran trs selang sejam (baru selesai fermentasinya STOR) pake toner nya.. enyaaakkkk banget nih muka.. hihi. Mau tanya mba kalo tonernya dalam 1hari aku pake sering2 blh ga? Krn sayang banget kalo kebuang.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. enak kan efeknya
      tonernya boleh kok sering2 dipakai, apalagi dijadiin face mist, disemprot kapan aja kalo mau biar cepet habis juga

      Hapus
  35. Lintaaang, aku mau coba ini juga aahh. Oiya baru tau kl tea tree oil essential bs dijadiin pengawet. Makenya setelah toner nya jadi (setelah disaring) atau pas proses bikin ya lintang? Besok weekend belanja enoki ahhhh hehehe, thankssss ya ilmunya ♥

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak dicoba hehehe..
      iya, tea tree oil bisa dijadiin pengawet tapi jangan banyak2, max 0.5%. dimasukin ke toner setelah disaring, trus dikocok.
      oke sip, sama2 mbak..

      Hapus
  36. Kak.... aku anak baru yg suka baca di sini. hehehehe.
    Mau tanya kak, aku kan suka pake green tea yg aku bekuin terus diusap usap ke wajah gitu tiap pagi sore malam. Boleh gak sih make green tea yg udah beku sering sering?
    Hehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo dyah.. makasih udah mampir
      green tea beku bagus buat ngecilin pori & oil control. recommended buat pagi, terutama sebelum makeup.
      buat siang pas lagi panas2 jangan ya.. soalnya suhunya ekstrim banget, nanti metabolisme sel kulit bisa kacau.
      malam boleh, waktu suhu lingkungan udah agak sejuk.
      waktu siang/sore pakai green tea yang sesuai suhu ruangan aja

      Hapus
  37. Mbak Lintang, klo ditambah sari apel boleh gx?
    makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. boleh ditambah apa aja yg cocok dengan kulit kita

      Hapus
  38. Mbak..stelah fermentasi 3jam kok aku ga liat ada buih ya? Btw kalo saya pake lemon essential oil utk pengawet tonernya brarti abs dipakein toner apa ga bole bedakan yg pake pengawet jadinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada, tapi mungkin dikit banget lho buihnya..
      tentu aja boleh. essential oil kan aman, nggak akan bereaksi dengan pengawet kosmetik

      Hapus
    2. Mataku yg ga beres atau emang ga keliatan ya saking sedikitnya?kalo yg toner pitera kmrn emang dikit tp masi keliatan.hihihi.

      Maksud pertanyaan saya kan si lemon essential oil mengandung vit C, gapapa gitu kalo abis itu bedaknya berpengawet?

      Hapus
    3. paling sedikit banget itu gelembungnya. lagipula storm kan lebih keruh hehehe..
      pengawet bedaknya kan paraben, nggak apa2 kalo kena vit C. yang nggak boleh kena vit C itu sodium benzoate

      Hapus
    4. Oo gtu..ku kira semua bentuk pengawet. Apakah berlaku jg utk makanan?jd misal makan mie instan ga boleh dikasih tomat gtu?

      Hapus
    5. iya, untuk makanan juga. kata orang2 kalo masak mie instan air rebusan pertama harus dibuang, trus diganti air yang baru untuk kuahnya supaya pengawetnya berkurang (tapi nggak hilang sih). tapi kalo udah ganti air rebusan kayaknya nggak apa2 kalo dicampur tomat. aku juga gitu, ganti air sampai 2x, daripada makan mie doang nggak pakai sayur hehehe..

      Hapus
  39. Halo mbak, mau nanya kalo diganti dengan jamur shiitake rebusnya brp lama ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk amannya 30 menit juga.. serem kalo masih mentah, banyak yang iritasi gara2 shitake mentah

      Hapus
  40. Hi lintang, aku ga pny natrium benzoat nih. Kl lebih dari 3 hari, msh boleh dipake kah toner-nya? Worry nih sama efek sampingnya.

    thanks ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. produk fermentasi tanpa pengawet maksimal tahan 4 hari aja. kalo udah lebih sebaiknya jangan dipakai.
      sama2..

      Hapus
  41. Hai Mba Lintang. Salam kenal..Aku Uci. Bersyukur banget bisa ketemu dengan blog ini. Diam-diam aku udah sering berkunjung ke sini sejak September lalu.. hehehe, sebabnya DIY nya keren2 dan ngefek banget di kulitku yang agne prone. Kulitku jadi lebih lembab tp tak berminyak. Thanks God ..Resep ini sudah menyelamatkan kulit wajahku ini. Mba Lintang thank you ya udah sharing2 DIY ya. Tetap semangat ya buat sharing2 lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai uci.. salam kenal ya
      wah aku senang kalo resepku cocok di kamu, semogake depannya kondisi kulitmu makin bagus.
      sama2 uci.. makasih juga karena udah baca blogku

      Hapus
  42. hola lintang :)
    aku mau nanya kmaren bru buat toner fermentasi nah aku pake mauripan bru nyadar Ada kandungan vit.c brarti g boleh pk natrium benzoat??
    trust kmaren d toko roti Ada ragi di bungksnya 2x aktif zat pengembang kalo g salah itu boleh gak buat toner fermentas? thanks for the answer :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai..
      iya, kalo ada vit c berarti nggak boleh bareng natrium benzoat
      nggak apa2 sih, kan isinya tetep Saccharomyces cerevisiae. boleh2 aja buat bikin toner fermentasi.
      sama2..

      Hapus
  43. Pagi...salam kenal lintang..mau nanya klo utk jamur shitake brp banyak yg dipakai?
    Trus utk pengawet selain natrium ama jeruk nipis apa ada pengawet lain yg recomended? Dan gpp di campur ma vit c atau kandungan lainnya?
    Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2-3 biji aja cukup, shitake lumayan tinggi kojic acidnya, nanti tonernya jadi perih kalo kebanyakan shitake.
      biasanya aku pakai air jahe/rebusan kayu manis untuk alternatif pengawet. sangat aman dibarengi dengan vit C & lainnya
      sama2..

      Hapus
  44. Malam Lintang,salam kenal ya Lintang.Keren begitu resep DIY nya,pas bener nemu blognya Lintang jd batal rencana mo beli SK II,kalau ada yg lebih murah dengan khasiat sama kenapa gak dicoba.....Aku kebetulan dirumah punya stok jamur Lingtze kering,apakah bisa dipakai untuk pembuatan toner Storm nya ya ? Mohon pencerahan Lintang.Thx before yaaaa....Andreani

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mbak andreani.. salam kenal ya
      jamur lingtze itu lingzhi kan? ya, bisa untuk bikin storm, lingzhi bagus untuk antiaging
      sama2..

      Hapus
  45. Mbak lin, aku pernah baca katanya greentea itu bisa bikin kulit kusam ya? Kata dokter nya, coba aja liat gelas yg sering digunakan utk minum teh pasti menjadi kecoklatan. Apakah benar itu mbak?? Soalnya saya lg seneng2nya csm-an pake greentea. Kan sia2 kalo malah jd kusam hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak benar. masak kulit orang disamakan dengan gelas? secara kimiawi udah beda lah, hahaha..
      penyebab kusam itu kan banyak. ada orang yg nggak cocok dengan teh, tapi nggak bijak banget lah langsung menuduh teh sebagai penyebab kulit kuam.
      kalo kamu cocok dengan greentea lanjutkan aja. greentea sangat baik untuk kulit, daripada pakai skincare dokter yg keras.

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah