Rabu, 04 Juni 2014

Menghindari Malapetaka Pemakaian Skincare

Haloo..

Jika disuruh memilih antara makeup dan skincare, jujur saya lebih memilih skincare. Saya tau 2 macam kosmetik tersebut beda fungsi, satunya untuk memperbaiki penampilan dan satunya lagi untuk merawat. Saya sebenarnya suka banget sama makeup, tapi nggak rajin menggunakannya. Makeup saya yang selalu terpakai hanya pensil alis, lipstik, blush on, eyeshadow coklat, itupun nggak wajib banget. Lainnya dipakai kalo bener-bener ada niat. Makanya kemampuan dandan saya berhenti di situ aja, hehehe..

Entah kenapa rasanya males gitu, apalagi buat sehari-hari aja.. dandan lama-lama, pakai ini itu, lalu akhirnya toh harus dihapus. Lagipula makeup itu bikin ketagihan dan ketergantungan. Begitu udah kenal makeup selalu ingin lagi, lagi dan lagi.. nggak pakai sehari aja rasanya ada yang kurang. Saya nggak bermaksud menyinggung para pecinta makeup lho. Saya justru kagum lihat para wanita jago memoles makeup. Apalagi yang bisa transformation makeup, wuihh.. keren banget!

Makeup transformation yang keren banget

Tapi jujur saya kepingin punya wajah yang kelihatan fresh tanpa makeup. Saya ingin nggak merasa kucel meskipun muka saya begini-begini aja (saya sih orangnya sadar diri, hehehe). Salah satu cara untuk mewujudkan keinginan saya yaitu dengan skincare yang tepat dan aman. Saya ini gampang banget keracunan review skincare yang murah meriah tapi hasilnya bagus, pastinya harus aman dong.

Skincare yang aman itu gimana?



Skin care products
Skincare yang aman dan bagus itu yang kayak gimana?

Ngobrol soal keamanan skincare, saya yakin semua orang sudah tau cara memilih skincare yang aman, misalnya memiliki ijin dari BPOM, ada logo halal (penting banget bagi yang muslim), tidak mengandung bahan berbahaya (seperti mercury, hydroquinone, dll), tidak palsu atau abal-abal. Kayak gini nggak usah diajarin lagi kan..

Skincare murah meriah -- apalagi yang lokal tak lepas dari berbagai isu. Misalnya isu mengandung merkuri. Saya yakin semua pasti udah baca tentang cara menguji kandungan merkuri dalam kosmetik dengan cincin emas. Itu cuma hoax dan nggak perlu dipercayai. Menguji kandungan merkuri dalam kosmetik nggak segampang itu. Kalo mau tau lebih lanjut, baca di post Heboh Uji Merkuri dalam Kosmetik.

Minimal jika ingin memilih skincare yang aman, kita nggak boleh buta soal ingredients. Tapi memang bagi sebagian besar orang, soal ingredients itu susah sekali dipahami. Biasanya orang tertarik melihat skincare dengan embel-embel "No SLS, No Paraben, No Phthalates, No Mineral Oil, No Alcohol" atau "Organic" meskipun belum tau betul apa maksudnya.


Skincare ingredients wajib tau sedikit-sedikit demi keselamatan kulit

Nggak mungkin dong kita menghafalkan ingredients segitu banyaknya, apalagi kalo kita awam banget soal kimia. Tapi nggak salah lagi, faktor ingredients sangat patut diperhatikan. Kita nggak bisa berpatokan pada label skincare yang tulisannya "For Oily Skin" "For Dry Skin" "For Sensitive Skin". Tetep aja di dalam suatu produk pasti ada bahan-bahan yang kurang baik atau kurang cocok untuk kita, meskipun di tiap orang beda responnya.

Saya nggak kuliah di jurusan kimia, saya kuliah di jurusan peternakan. Saya dapat sedikit kuliah kimia, tapi yang berhubungan dengan pakan & obat ternak serta pangan manusia, bukan kosmetik. Meskipun begitu saya selalu kepo soal ingredients. Saya save halaman website tentang ingredients dictionary di hape saya, supaya sewaktu-waktu bisa dilihat saat sedang belanja. Kadang-kadang saya dipelototin pegawai toko karena kelamaan baca kemasan produk, dengan satu tangan pegang barang, satu tangan megang hape. Temen-temen saya sering bilang saya ini ribet dan lebay. Hehehe.. ini menyangkut keselamatan saya lho. Duit melayang masih bisa dicari, kulit rusak siapa yang bisa ganti? Kulit saya kan nggak sekuat mereka *mungkin*.


Ribet banget kalo Lintang belanja kosmetik, semua ingredients dicek satu per satu

Kalo pingin lebih ngerti soal ingredients, ini link yang bisa dijadikan pedoman :

www.mbm.net.au/health/cosmetics tinggal diklik aja hurufnya sesuai nama bahannya


Isi websitenya bagus, dijamin tidak menyesatkan

Yang dicetak merah termasuk bahan yang kurang baik

Banyak orang yang suka mengambil sumber dari cosdna.com, tapi saya sendiri kurang suka karena tidak detail infonya. Ada juga yang bilang cosdna kurang akurat. Hmm.. soal itu entahlah.

Recording itu penting!



Pencatatan itu sangat penting. Maksud pencatatan di sini yaitu menuliskan kosmetik yang pernah membuat kita mengalami kejadian tidak menyenangkan. Boleh dicatat beneran, boleh cuma diingat-ingat saja. 

Lebih bagus lagi kalo dituliskan bahan yang menyebabkan itu. Jadi kita nggak langsung menyalahkan merek kosmetiknya. Misalnya brand A bikin jerawatan, brand B bikin komedo, brand C bikin kulit kusam dsb. Bukan brand-nya yang bermasalah, hanya saja ada 1 atau beberapa ingredients yang kurang cocok untuk kulit kita.


Kok jadi begini.. hiks hiks

Sekedar membantu teman-teman, ini saya tuliskan beberapa ingredients yang biasanya nggak cocok untuk jenis-jenis kulit tertentu. Untuk orang Indonesia pastinya.. karena ketidakcocokan terhadap suatu bahan juga dipengaruhi  oleh ras dan lingkungan (baca di post Skincare yang Tepat Sesuai Ras dan Iklim Kita)

Yang sering menimbulkan masalah untuk kulit berminyak dan (atau) acne prone

Yaitu bahan-bahan yang menyumbat pori (comedogenic).  Tingkatan comedogenic bahan ada yang mild, moderate, high. Ada kulit oily yang tahan terhadap mild comedogenic, ada juga yang tidak. Bahan comedogenic ada banyak, tapi secara garis besar yaitu :

1. Alkohol, ester, ether, gula
yang ada tulisan isocetyl, glyceryl, stearyl, stearate, succinate, oleth, laureth-diikuti dengan angka
2. Botanicals
3. Detergent 
sodium lauryl sulfate (SLS) dan sodium laureth sulfate (SLES)
4. Fatty acids & turunannya
Apapun yang ada kata glyceride, palmitate, oleate, linoleic, myristate, myristic, myristyl, lauric
5. Lanolin & turunannya
Apapun yang ada kata lanolin, lanolic, squalane
6. Mineral
Silicone (dimethicone, silica, mica), bismuth
7. Miscellanous
Lain-lain yang tidak tergolong di atas. Yang ada kata TEA (triethanolamine), xylene
8. Natural oil
semua minyak alami termasuk mild comedogenic (seperti argan oil, coconut oil, olive oil, jojoba oil, dll)
9. Oil
Termasuk turunan minyak bumi seperti petrolatum, petroleum, mineral oil, ozokerite
10. Pigments
Yang ada kata D&C Red
11. Turunan rumput laut
Carrageenan, algin, Chondrus crispus dan berbagai spesies algae
12. Thickeners & emulsifiers
Petunjuknya di no. 1 dan 4
13. Wax
Semua yang ada kata wax (beeswax, candelila wax dsb)
14. Termasuk yang masih diteliti/baru ditemukan
Misalnya coal tar, tocopherol
15. Non comedogenic jika dilarutkan (bukan ingredients utama)
misalnya mineral oil

Angka di atas bukan tingkatan comedogenic nya, cuma untuk kode. Macam bahannya ada di tabel berikut, saya nggak mungkin menghafalkannya. Lebih mudah baca kode di atas.


Info ini didapat dari www.skinsalvationsf.com


Yang sering menimbulkan masalah untuk kulit kering, penderita eksim, dan kulit sensitif

Yaitu bahan-bahan penyebab iritasi. Antara lain yaitu

1. Alcohol
Ethanol, SD alcohol, alcohol denat, benzyl alcohol
2. Acid
Salicylic acid (BHA), benzoic acid, glycolic acid (AHA), retinoic acid dll. 
3. Volatile oil
Camphor, menthol, essential oil yang berasal dari rempah-rempah & buah yang asam (eugenol, citrus oil, limonene, linalool)
4. Fragrance
5. Formaldehyde dan formaldehyde releasers
Mencakup
  • urea : diazolidinyl urea, imidazolidinyl urea
  • hydantoin : DMDM hydantoin, MDM hydantoin
  • bronopol
  • quaternium
6. Silicone --> memberi efek matte, tapi menutupi kulit & menghalangi kulit untuk bernafas. Meliputi silica, mica, dimethicone, silicone dioxide, talc, talcum
7. Mineral lainnya
yang mengandung bismuth
8. Lanolin dan turunannya
9. Alkali kuat 
yang ada kata hydroxide : potassium hydroxide, sodium hydroxide
10. Detergents
sodium lauryl sulfate (SLS)
11. Pengawet golongan isothiazolinone
methylchloroisothiazolinone, methylisothiazolinone  (sumber)
12. Segala macam pemutih
tidak diperbolehkan terutama bagi penderita eksim & kulit sensitif
13. Apapun yang ada kata benzyl
benzyl acetate, benzyl alcohol

Kulit sensitif sebaiknya juga menghindari bahan comedogenic dan bahan penyebab iritasi.

Cukup diingat-ingat yang sesuai jenis kulit kalian saja. Oya, saya sudah menulis post tentang Bahan Beracun dalam Kosmetik, silahkan dibaca jika penasaran.

Kesan Pertama itu Penting!

Meskipun banyak skincare yang menuliskan peringatan semacam :
"Pada awal pemakaian akan timbul gejala berupa peningkatan peradangan/ ruam/ iritasi/ gatal/ fotosensitivitas. Jangan dihentikan, Anda dapat melanjutkan pemakaian dan tidak perlu khawatir"

acne : Sad teenager girl looking at mirror and seeing acne Illustration
Gimana nggak khawatir kalo muka jadi merah, mengelupas, dan jerawatan?

Skincare yang menyebabkan purging atau iritasi dulu di awal pemakaian bukan solusi yang tepat untuk kita. Mungkin kata orang, skincare itu efeknya bagus, bisa membuat kulit jadi mulus dsb. Tapi kesan yang tidak baik di awal menandakan bahwa skincare itu keras dan memaksa.

Saya pernah menulis bahwa tretinoin termasuk 3 ingredients ajaib dalam skincare karena bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, misalnya untuk jerawat dan masalah aging. Untuk perawatan anti aging, saya pribadi nggak akan memilih tretinoin. Saya pernah pakai Vitacid 0,025% (maksudnya ya untuk anti aging) tapi cuma betah 1,5 bulan, hehehe.. Kulit saya mengelupas parah separah-parahnya, sakit sesakit-sakitnya. Kata orang, itu nggak apa-apa. Nanti kulit akan mulus dan awet muda (?) Hmm.. sebelum saya sempat merasakan kulit awet muda, udah hancur duluan kulit saya.

Kalo ada yang lebih mild, kenapa harus pilih yang keras? Memang yang mild efeknya juga slow, tapi jauh lebih nyaman & tidak bikin kulit kita menderita.

Bagi pecinta homemade skincare, ada yang harus diperhatikan

Saya cinta homemade skincare, tapi nggak sembarang bahan saya templokin ke muka dan badan. Bahan alami juga punya efek samping, sama halnya dengan bahan kimia.

Ada artikel dari CNN yang sangat menarik tentang Do's and Don'ts for DIY Skincare. Misalnya tentang bahan-bahan berikut:

Aloe vera baik untuk merawat kulit yang meradang, tetapi perlu kesabaran karena terasa menyengat di awal pemakaian. Berarti apa? Lumayan keras.
image001

Minyak tumbuhan sangat baik untuk kulit dan rambut, tapi rasanya greasy, justru bisa membuat rambut lepek dan muka mengkilap.

different-plant-oils

Sumber antioksidan seperti buah berry banyak digunakan orang sebagai masker, tapi lebih baik memakai teh (terutama white tea) karena lebih kaya antioksidan dan caffeine yang baik untuk kulit. Teh juga nggak akan meninggalkan noda di muka seperti berry.

Susu termasuk bahan yang sia-sia digunakan untuk DIY skincare. Tujuan utama menggunakan susu adalah untuk memperoleh asam laktat (lactic acid) yang sifatnya melembabkan kulit, tapi susu tidak bisa memberikan lactic acid dalam jumlah yang diperlukan kulit. Lagipula susu justru malah mengundang bakteri pada kulit (terutama jika tidak dibersihkan dengan benar). Dibandingkan susu, jauh lebih baik menggunakan yoghurt. Yoghurt mengandung lactic acid yang diperlukan kulit dan cenderung tidak disukai bakteri patogen karena kaya akan probiotik.

Yoghurt aja, jangan susu

Putih telur banyak digunakan untuk mengecilkan pori dan mengencangkan kulit, tetapi sebetulnya telur adalah bahan yang sangat banyak terkontaminasi oleh bakteri patogen Salmonella dan bakteri lain yang hidup dalam tubuh ayam. Belum lagi jika ayamnya terinfeksi flu burung, virusnya pun ada di telur. Sebagai mahasiswa jurusan Peternakan, saya sadar bahayanya memakai telur mentah untuk kulit dan saya tidak akan pernah mengonsumsi telur mentah sebagai makanan.

Post image for FoodSafety.gov answers questions about Salmonella and Egg Safety

Rempah-rempah seperti kayu manis, kunyit dsb banyak digunakan untuk skincare terutama untuk pengobatan jerawat. Rempah-rempah kaya akan volatile oil yang bisa menyebabkan iritasi atau alergi pada sebagian orang. Misalnya kayu manis mengandung eugenol dan cinnamaldehyde yang sifatnya antibakteri tapi dapat mengiritasi kulit orang-orang tertentu.

turmeric-cayenne spices

Citrus yang mencakup lemon, jeruk nipis dan aneka jeruk lainnya bersifat mengiritasi kulit. Tidak hanya itu, menggunakan lemon / jeruk nipis juga dapat menyebabkan sensitivitas terhadap matahari. Lemon mengandung psoralen yang menyebabkan fotosensitivitas, psoralen mulai aktif 10 - 15 menit setelah dioleskan ke kulit dan efeknya baru hilang setelah 24 jam. 

Lemon menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari

Begitulah, yang alami ternyata tidak selalu baik. Jadi ya jangan asal templok ke muka, hehehe..

Semoga post ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita semua. Jadinya tidak ada yang menyalahkan merek kosmetik ini atau blogger anu atas reviewnya. Ada lho, pembaca blog yang menggugat atau mencerca blogger karena merasa kosmetik yang dibelinya tidak sesuai dengan review si blogger. Sering saya baca di comment blog lain begitu. Lucu sekali. Yang namanya kosmetik itu cocok-cocokan, iya kan? 

Oke, sekian dulu ya..



46 komentar:

  1. Haloo mbak Lintang.. Salam kenal :)
    Suka deh sama postingannya, aku juga homemade skincare enthusiasm dan ingredients freak,soalnya kulitku manja, ga boleh kena chemical..
    Sering baca blognya embak tapi jarang meninggalkan jejak *maap* -_-
    I love your blog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Wikan, salam kenal..makasih yaa..
      iya nih, punya kulit rewel emang membuat kita terpaksa jadi ingredients freak soalnya takut ada efek aneh2
      hehehe nggak apa2.. makasih lho

      Hapus
  2. Lintang, kulit saya kan suka keluar putih2 gitu bukan panu, nggak gatel juga... itu gara2 apa yaa?!
    Btw nice share yaaa... berguna sekali nih, kalau2 mau beli skincare... :D
    Walaupun harus pusing2 liat ingre, bahasa kimia nya...
    Hahahaha saya bukan anak kimia soalnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baca di artikel ini http://www.womentribe.com/health/treat-white-spots-skin.html
      itu karena defisiensi imun yg diperparah paparan sinar matahari. defisiensi imun dipicu karena kekurangan vitamin & asam lemak esensial. penyebab lainnya karena ketidakseimbangan hormon (corticosteroid) sehingga menyebabkan penyakit autoimun (sistem imun menyerang sel2 tubuh kita sendiri). di artikelnya dijelasin juga kok pengobatannya.

      seneng deh kalo post ini bisa bermanfaat. iya nih, istilah2 kimianya bikin puyeng, tapi ya gimana lagi..hehehe

      Hapus
    2. keseimbangan hormon juga ngaruh ya, saya pikir dulu gara2 panas2 trus kena ac gitu... ternyata ada faktor lain juga ya..
      sip makasi ya lintang :D

      Hapus
    3. iya, ternyata keseimbangan hormon juga ngaruh banget..
      oke, sama-sama..

      Hapus
  3. Tang, aku dodol pol soal beginian hahahaa... Kadang ya ngerti2 aja kalau kulitku ga kuat sama alkohol, BHA. Suka kemerahan & perih. Tapi mbuh bingung kalau njelasin dlm bentuk tulisan. & aku termasuk blogger yg beberapa kali diimel cacian gegara produk yg aku review ternyata nggak cocok di si pembaca yg ngemail. :D

    Hmm...pantes ya aku ga pernah cocok sama skincare yg ada embel2 whitening. Terakhir nyoba olay ga cocok juga ternyata --". Terus aku tuh suka ngencerin masker pakai susu. Berarti lebih baik diganti plain yoghurt ya? Atau gpp kalau cuma untuk sekali pemakaian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga nggak ngerti kok mbak, nggak pernah belajar beginian di kuliah hehehe.. tapi terbantu banget berkat macam2 website tentang cosmetic ingredients
      waduh, para pembaca yg protes itu harusnya sadar dong efek kosmetik beda2 di tiap orang.. yg sabar ya mbak Arum

      skincare yg ada whiteningnya emang sulit, nggak semua orang cocok meskipun udah ditulis dermatologist tested juga.
      susu boleh kok, tapi mending plain yoghurt deh mbak, biar efeknya lebih maksimal hehehe..

      Hapus
  4. wah keren nih kak, nambah pengetahuan lagi :)
    aku jg pernah pakek skincare yg efeknya ngga enak di awal, merah n perih (sabun pepaya). tdnya pengen brenti pakek, tp kt kakakku aman. dilanjutin deh, hslnya emang bagus sesuai yg dijanjiin produknya. kyk gtu bneran aman ngga siy, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Lena..
      coba dihentikan sementara pemakaiannya, ada efek negatif nggak. kalo dihentikan nggak ada reaksi aneh2, berarti aman dan boleh dipakai terus.

      ciri skincare nggak aman biasanya : di awal pemakaian ada efek negatif, hasilnya cepat, tapi kalo dihentikan ada efek rebound (efek balik)

      Hapus
  5. sedih deh soalnya hampir semua mengandung salah 1 bahan yang disebutkan,, pastiiii adalah satu doang... lauric acid di facewash, isomopropil (?) di pelemab -__-
    squalane,

    tocopherol acetate it kan vitamin E, brti itu berbahaya(kesannya gimana bgt, hmm tdk sesuai aja) bagi komedogenik juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya skincare buatan pabrik ya pasti ada semua yg disebutkan di atas. 1 bahan aja belum tentu bahaya bagi semua orang, karena tiap orang punya sensitivitas yg berbeda-beda.

      tocopherol itu masih dalam tahap diteliti, belom 100% pasti komedogenik atau enggak. jadi jangan panik duluan dong, hihihi..

      Hapus
  6. baca blogmu bingung, jd yg aman pake apa ya ? SLS uda pasti ada. .___. . ak pake cocok tp jg ada reaksi2 gt deh... bisa whitehead, komedo atau yg laen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan bingung.. semua bahan kimia maupun alami ada sifat positif & negatifnya (sama kayak orang, punya sifat baik & buruk).

      kulitku kering & lumayan sensitif, tapi nggak semua bahan yg aku tulis di atas bikin kulitku bereaksi. aku cocok pakai rempah2, lanolin, dan pengawet isothiazolinone. di orang lain yg tipe kulitnya sama kayak aku mungkin nggak cocok. kan respon kulit orang itu beda2.

      Hapus
  7. semua kosmetik yg dijual ga lepas dari bhn kimia ya. biasanya ak pilih kosmetik yg ingrednya simpel aja, selain yg cocok ma jns kulit. ga sreg liat ingred list yg panjang. mslny ga cocok yaudah, nasib ehehehe ^_^
    bhn alami ak jg suka tp cocok2an. ak bruntusan pke susu. hmm pantes klo pke air lemon mukaku merah gajelas gt siang2. pdhl bikin muka cerahan n ngurangin flek. tp tnyt jd sensitif ma matahari. thanks infonya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, memang nggak bisa lepas dari bahan kimia. sebetulnya kita nggak usah terlalu paranoid kalo udah ngerti bahan mana yg bener2 nggak cocok untuk kita.
      aku juga kalo pilih skincare sebisa mungkin yg ingredientsnya simpel supaya nggak terlalu banyak macam bahan kimia yg kena ke kulit.

      oh, kalo gitu air lemonnya dipakai sore/malam aja mbak.. jangan lupa pakai sunscreen siangnya.
      oke, sama-sama..

      Hapus
  8. Hai lintang, aku komen lagi hehe ^^
    Awesommeeee..lengkap bnget penjelasannya.. jd agak lbh luas wawasanku ^^
    sejujurnya aku termsk salah satu org yg males memperhatikan ingredients wkwk.. yg aku notice cm kandungan alcohol, mineral oil, paraben, fragrance XD tp ga ngeh jg kalo ada kandungan turunan nya haha.
    thanks for sharing yaa :D

    www.xiaovee.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo Xiao Vee..
      makasih yaa.. seneng kalo bisa berbagi pengetahuan
      aku dulu juga nggak perhatian sama ingredients, begitu kulit muka bermasalah jadi lebih aware deh. ternyata kalo ditelusuri, penyebab kulit mukaku bermasalah cuma ingredients yg itu-itu aja

      hehehe.. sama-sama

      Hapus
  9. salam kenal mba lintang :D
    ak jg ga betah pke skincare yg efeknya aneh2 di awal >.<
    lbh suka homemade, lbh safe. ak uda praktekin resep2 diy mba lintang. yg homemade pitera n seaweed gel cucok bgt <3
    makasih ya udah share, bermanfaat bgt
    homemade pitera rame diomongin orang di fb. mba uda tau? tp bnyak yg omongannya negatif sii, intinya ga percaya keamanannya bwt kulit

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Meliana, salam kenal..
      aku juga suka yg homemade, atau produk yg mild. biar lambat asal selamat, hehehe..

      sama-sama, senang kalo bisa bermanfaat..
      oya? aku malah nggak tau, hihihi.. biarin aja mereka mau ngomong apa, cuma kita-kita yg udah nyoba aja yg ngerti gimana efek langsungnya ke kulit

      Hapus
    2. Kalo gue sih, bener2 appreciate apa yg dah lintang bikin. Pola pikir lintang kok kayak dah s3 ya (padahal lintang msh s2 kan?).
      Lintang bisa men sintesa sesuatu berdasarkan info yg dihimpun, sintesa itu sudah tahapan tertinggi dalam pengetahuan lho...

      Hapus
    3. makasih kak.. hihihi iya, aku masih S2.
      aku masih perlu belajar banyak, selalu tanya ke berbagai pakar. kalo tidak ada para pakar yg menjelaskan, nggak mungkin bisa menulis yg seperti ini.. tapi para pakar pun nggak ngerti aku nanya-nanya untuk tujuan menulis begini. paling dikira aku hanya konsumen atau pasien yg sedang konsultasi..

      Hapus
  10. hy mbak lintang..
    sya nemu blog ini dr Fd, dan lngsung jtuh cinta..heehe
    sya udh cba homemade piteranya, dan alhamdulillah ccok dimuka. bikin muka halus, cerah, lembab,dan pori2 aga mengecil.
    thanks y mbak lintang untuk ilmunya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo.. salam kenal. makasih yaa..
      untunglah kalo cocok. aku takutnya kalo banyak yg nggak cocok lalu beritanya nyebar lagi di sosmed, hihihi..
      iya..sama-sama

      Hapus
  11. hallo kak slam kenal :)
    mau share nih kulitku jenisnya berminyak cuma gak trllu sih udh skitar 2 mnggu aku pake pitera, ccok bgt, skitar 3hr yg lalu aku coba tmbhin skincare pake milk cleanser n toner, facial wash aku ganti pake clean n clear cream malam nya aku pake kelly pear cream. tp koq skrg aku ngrasa kulitku berasa agak kering, kusam dan gak sehalus n selembap kemarin2 ya? kira2 mnrt ka lintang mslahnya ada dmn ya? atau mmng itu efek smntra?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo meyy salam kenal..
      tonernya mengandung alkohol ya? mungkin itu yg bikin kulit jadi kering. kelly pearl cream itu teksturnya juga berat, menutupi pori sehingga uap air nggak bisa masuk, itu juga bikin kulit kering. facial wash clean n clear sebenernya nggak terlalu mengeringkan (asalkan pakainya sedikit aja & dicampur air di telapak tangan).

      coba krim malamnya pilih yg teksturnya ringan tapi melembabkan. kelly pearl cream mengandung sunscreen (titanium dioxide & benzophenone). sunscreen jangan dipakai di malam hari, apalagi benzophenone itu sifatnya lumayan mengganggu hormon

      Hapus
  12. Mbak Lintang salam kenal yaa:) Aku suka banget banget dehh tulisan kamu yg ini!!!<3 Nahh aku mau tanya, masker yg aman jd apa selain youghurt? Aku suka pake olive oil tiap malem, itu aman ga(tp bukan yg virgin)? Dijawab yaa mbak, makasiii:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo hanif.. salam kenal. makasih ya..
      masker yg aman banyak (buah2an, sayuran, rempah2).
      olive oil aman kok, bisa dipakai sebagai masker/cleansing oil, lalu muka dibersihkan lagi dengan facial wash. jadi olive oilnya nggak kelamaan diam di kulit. dengan cara ini, olive oil tetap aman buat yg acne prone/ punya kulit oily & big pores.
      sama2..

      Hapus
  13. Halo kak lintang, aku pembaca baru di blognya kakak nih.

    Aku mau nanya dong, kira kira produk kosmetik apa yg cocok untuk aku? Jujur aku paling males pake bedak dkk kalo ke sekolah cuma pake cream. Tapi aku ga pernah nemu cream yg cocok buat aku, kulit ku stardar dibilang berminyak enggak tapi dibilang kering juga enggak. Aku udh pernah coba macem" cream dari sari ayu sampe garnier tapi gada yg cocok. Kalo pake pelembab kulit jadi berminyak, kalo pake cream buat ngurangin minyak kulit ku jadi kering, aku jadi serba salah jadinya... Kulit ku ini gampang banget jerawat. Aku pengen banget pake produk diy tapi ga sempet buat ngebuatnya karena sibuk banget sekolah.

    Mrnurut kak lintang aku harus gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo, makasih udah baca blogku..
      kalo merasa ribet dengan bedak, mending pakai sunscreen khusus kulit acne prone & bagus oil controlnya. misal acnes UV tint (spf 30), hasilnya matte & ngasih warna kayak pakai bedak, nggak bikin muka cepet mengkilap & nggak kering kalo kulit kamu bukan tipe kering.

      untuk malam pakai aja pelembab biasa yg tanpa sunscreen (terserah mau produk apa) soalnya sunscreen meningkatkan resiko jerawat kalo dipakai di malam hari.

      Hapus
  14. Aku jadi pengen nyoba acnes UV tint spf 30 :)
    tapi ada masalah lain kak, aku tadi liat review lain ttg acnes, katanya bikin kulit keliatan kusam

    aku takutnya acnes ga cocok buat ruang kelasku yang full ac yg sering bikin wajahku jadi kusam banget. Padahal waktu pagi seger bgt :/

    gimana ya kak? :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. kusam enggaknya tergantung skincare lain yg dipakai sebelum sunscreen lho..

      di ruang ber AC baiknya pakai skincare yg mengandung oksigen. skincare yg banyak mengandung minyak justru bikin kulit dehidrasi di dalam tapi oily di luar. mustika ratu oxy series tuh, bagus lho buat yg sering di ruang ber AC. atau rajin nyemprot muka pakai air oksigen kayak merek super O2 (dicampur seduhan green tea biar lebih nampol menangkal kusam)

      Hapus
  15. Hai kak lintang! Aku mau curcol dikit boleh ya? Hihi, jadi aku suka bikin masker dari telur putih yang ditempel kapas dan ditemplok di hidung, ditunggu sampe kerinh dan voila black heads ku keangkat deh, tapi setelah baca blog kak lintang aku jadi agak2 takut karena bakteri yang ada di putih telur mentah itu, ya meskipun aku bikinnya jarang2 sih mungkin sebulan sekali tapi takut juga jadinya padahal cukuo efektif ngilangin blackheads kak hehe, aku mau usul mungkin kakak bisa bikin diy alternatif buat ngilangin blackheads yang bisa ngegantiin putih telur kak, pasti banyak juga yang pengen tuh terutama yang langganan blackheads kaya aku huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo..
      ya, putih telur itu serem banget mikrobanya (kalo diliat lewat mikroskop), jenis2nya yang biasa menyebabkan zoonosis (penularan penyakit dari hewan ke manusia) kayak diare, tipus & sejenisnya. ada juga bakteri yang bisa bikin jerawat &paling serem virus penyebab flu burung.

      aku juga pelanggan blackheads lho. biasanya aku pakai resep fermented oatmeal, disini resepnya : http://randomandquick.blogspot.com/2014/05/diy-fermented-oatmeal-facial-mask-scrub.html
      selamat mencoba..

      Hapus
  16. Kak lintang q punya kulit wjah yg kring & sensitif mlahan smpe kulit wjah q suka mngelupas saking kring nya nyari plembb wjah yg cocok buat wjah q susah mlah bikin breakout kira2
    bgus nya pke produk apa ya?? Thanx

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga pernah kayak gitu. aku dulu juga nggak nemu produk yang cocok, makanya nggak bisa menyarankan ke kamu.
      karena udah macem2 yang aku coba tapi kulit masih gitu aja, aku pindah ke DIY skincare. maaf jawabannya nggak bantu..

      Hapus
  17. Kak lintang postnya bermanfaat banget nih. Aku aja yang hampir tiap hari menggunakan bahan-bahan kimia ngak se-kepo itu. Hehe,, salut buat mbk. Semangat terus.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ya.. seneng kalo bermanfaat
      mau nggak mau aku harus kepo soalnya kulitku sensitif & sering nggak cocok sama bahan ini itu hehehe..

      Hapus
  18. lintang makasih banyak ya, berkat km aku jd ngeh sama ingredient produk yg selama ini udah bikin aku jerawatan..you save my life.. GBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 cessa.. semoga ke depannya kulitmu makin sehat ya
      GBU

      Hapus
  19. mba lintang saya sangat mencintai blog anda xd

    BalasHapus
  20. hai kak lintang aku mau curcol dikit nih
    aku pingin banget berhenti dari skincare lb* muka jdi putih sama tumbuh bulu halus2 gtu, mukaku itu jerawat bruntusan gtu kak sama kalo kena sinar matahari langsung muka memerah gtu. aku pingin banget muka jadi bersih tanpa ada jerawat. kakak punya tips atau saran gtu buat mukaku? makasih sebelmnya
    oh ya postingannya bagus bnget kak bermaanfaat jdi nambah wawasan kalo begini

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ikut senang kalo bermanfaat.

      krim2 seperti itu biasanya mengandung steroid. bulu halus, jerawat, fotosensitif itu efek samping steroid yg digunakan dalam jangka panjang. untuk mengembalikan wajah jadi sehat butuh waktu.

      sebaiknya kamu pakai skincare yg ringan, kalo bisa yg organik. kalo nggak pingin beli skincare organik bikin DIY skincare dari bahan2 alami.
      makeup nggak usah yg berat2, sehari2 cukup loose powder aja yg dipakai setelah sunblock.

      perawatan dari dalam : banyak minum air putih, minum teh hijau, minum jus seledri. coba juga air rebusan jahe & kayu manis. teh hijau, seledri, rempah2 bagus untuk detoks
      suplemen yg recommended : microalgae, misalnya spirulina atau chlorella. sangat bagus untuk detoks (termasuk detoksifikasi logam berat)
      masker alami yg patut dicoba : seledri, kacang hijau, rempah (kunyit jahe kayu manis)

      semoga membantu

      Hapus
  21. Hai kak lintang, aku pengen tanya tentang skincare thailand yg namanya gluta over white. Aku lihat di onlineshop instagram, banyak yg ngaku-ngaku asli, bahkan adayg memiliki setifikat keaslianya, aku masih ragu. Gimana sih cara cek keaslian produk/ aman tidak produk-produk suplemen kaya gluta over white. Thanks kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. baca komen2 yg di artikel ini ya : http://randomandquick.blogspot.com/2014/08/masih-jaman-ingin-putih-instan-dengan.html
      yg kamu tanyakan ada disana, dan simpulkan sendiri intinya.

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah