Sabtu, 28 Juni 2014

Resep DIY Pisang & Kulitnya untuk Permasalahan Kulitmu

Hai!

Pisang (dan pepaya) adalah buah yang selalu ada di rumah saya, makanya resep DIY yang saya buat nggak jauh-jauh dari kedua buah itu. Dari kemarin saya membahas pepaya terus, sekarang gantian pisang. 

Pisang memang buah yang tidak mahal, tetapi manfaatnya luar biasa. Tidak hanya buahnya saja, tetapi juga kulitnya. Pisang (buah dan kulitnya) memiliki aktivitas antioksidan dan antimikrobial. Pisang dikenal dengan kandungan vitamin B dan C yang tinggi, selain itu juga vitamin A. Pisang sangat potensial sebagai skincare untuk mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat, hiperpigmentasi, aging, dan iritasi. Kulit pisang juga berpotensi sebagai pembersih (face wash & peeling) karena mengandung saponin. Nanti kita bahas lebih lanjut ya.. sekarang resepnya!

Jangan lihat bentuknya, yang penting khasiatnya


Pisang jenis apapun boleh, biasanya saya pakai pisang raja dan kepok karena di rumah adanya itu.


Resep 1 : Masalah Jerawat 

MASKER KULIT PISANG + KUNYIT

1. Siapkan bahan :

  • Kulit pisang dicincang/dihaluskan
  • Green tea
  • Kunyit (bubuk/segar)

2. Campurkan 1 sendok teh bubuk kunyit ke kulit pisang yang dihaluskan/dicincang


3. Campurkan dengan air seduhan teh hijau secukupnya


4. Aduk hingga berbentuk pasta, siap digunakan sebagai masker. Bisa juga dijadikan face wash. Sebaiknya langsung dihabiskan. Jika mau disimpan di kulkas, boleh untuk 1 hari (besoknya bikin lagi).


REVIEW

Saya belum membuktikannya sendiri karena kebetulan saya sedang nggak jerawatan, tapi teman saya & adiknya udah mencoba. Temen saya itu kulitnya berminyak, jerawatnya merah kecil-kecil (papule) terutama di daerah jidat, ada jerawat yang keras dan berisi (pustule) di pipi. Dia pakai resep ini sebagai face wash (cuci mukanya 3x sehari) selama 3 hari jerawatnya yang merah jadi kempes, tinggal bekasnya. Pustule di pipi cepat matang dalam 1 malam, besoknya kering & isinya lepas sendiri. 

Adiknya juga punya kulit oily, jerawatnya lebih sedikit dari si kakak tapi berukuran lebih besar (merah, meradang) di pipi & dagu. Dia mencoba resep ini sebagai masker dan face wash. Setelah 2 hari, beberapa jerawatnya mulai mengering & kempes.

Mereka bilang, oil control dari masker ini lumayan bagus. Selama memakai resep ini, mereka mengaku sebum agak berkurang.

Sayangnya mereka nggak mau berbagi foto kondisi kulitnya. Cuma cerita aja (itupun lewat sms hehehe) tapi nggak apa-apa, yang penting sukses di mereka.

(+) Efektif untuk mereka (menjinakkan jerawat, oil control lumayan bagus)
(+) Gampang dibuat

(-) Meninggalkan stain kuning jika digunakan sebagai masker (tapi bisa hilang jika cuci muka dengan oatmeal/facial wash)

Recommended ? ya, untuk kulit yang oily & acne prone

Resep 2 : Masalah Kulit Kering & Aging

MASKER PISANG MADU + VITAMIN E

1. Siapkan bahan
  • Pisang (buahnya) dihaluskan
  • Madu
  • Kapsul vitamin E (saya pakai merek Natur E)

2. Campurkan 1 sendok teh madu ke pisang yang telah dihaluskan


3. Tusuk kapsul vitamin E dengan jarum, lalu isinya dituangkan ke adonan


4. Aduk rata, masker siap digunakan


REVIEW

Ini salah satu masker favorit saya karena mudah sekali dibuat. Katanya masker pisang bisa mengurangi kerutan. Kulit saya kering, saya khawatir kerutan akan muncul lebih cepat dari yang seharusnya. Masker ini saya pakai secara rutin, semoga bisa menunda kerut beneran. Soal itu belum terbukti sekarang, tapi yang jelas masker ini bisa membuat kulit lebih lembut & glowy. Efeknya pun nggak hanya sesaat, tapi bertahan seharian (di kulit saya).

Oya, karena kandungan vitamin B dan C yang tinggi, pisang bisa mengurangi hiperpigmentasi. Soal itu, harus dibuktikan dengan pemakaian single use ya.. Memang sekarang warna kulit saya lebih merata, noda bekas jerawat memudar, ice pick scar (scar bekas jerawat) mulai banyak yang menutup sehingga tekstur kulit lebih halus. Tapi saya kurang tau itu efek dari DIY skincare yang mana. DIY skincare yang saya pakai macam-macam sih, tergantung mood mau bikin yang mana hehehe.. Maafkan reviewnya nggak bermutu, tapi memang begitulah adanya.

(+) Mudah dibuat
(+) Kulit jadi lembut, glowy, lembab setelah pemakaian masker & efek itu bertahan seharian (di saya)

(-) Lengket (sebenarnya madu bukan bahan favorit saya, nggak suka dengan lengketnya)

Bikin lagi? Pastinya! Saya berharap bisa menunda kerutan, biar awet muda hehehe..
Recommended? Ya, terutama untuk yang berkulit kering. Bagus juga untuk mencerahkan kulit dan mengurangi bekas jerawat (baik yang berupa noda maupun scar).

Resep 3 : Multifungsi (untuk beberapa masalah kulit)

Fermented Banana Sleeping Mask 

1. Siapkan bahan
  • Ragi roti
  • Pisang dihaluskan
  • Kulit pisang dicincang/dihaluskan

2. Masukkan kulit pisang & pisang ke dalam botol kaca yang sudah disterilkan dengan air panas. Ke dalam gelas juga boleh (nantinya ditutup plastik seperti di resep-resep sebelumnya). Tapi menurut pengalaman saya, gas karbondioksida yang dihasilkan dari fermentasi pisang itu dahsyat, plastiknya pun bisa lepas sendiri meskipun sudah diikat kencang. Solusinya, lakukan fermentasi dalam botol kaca. Wajib kaca ya, jangan plastik.

Saya kapok pakai gelas + tutup lembaran plastik, soalnya sering lepas sendiri
Kan fermentasinya jadi gagal..

Tambahkan air

3. Setelah ditambah air, tambahkan 1 sendok teh ragi. 


4. Tutup botolnya, kocok merata. Lalu biarkan mengalami fermentasi selama 2 jam. 

Selama fermentasi ada bunyinya lho, mendesis gitu.. Lucu sekali
Bunyinya dari gas karbondioksida yang terbentuk, tapi nggak semua fermentasi menghasilkan bunyi (tergantung botolnya)

Setelah 2 jam, ampasnya di atas, air di bawah
Membukanya pelan-pelan, soalnya bisa muncrat & isinya tercecer ke mana-mana

5. Disaring dengan kain. Beri pengawet alami, saya nggak pakai natrium benzoat karena ramuan ini ada vitamin C nya. Vitamin C + natrium benzoat = benzene yang bersifat karsinogenik.

Pengawet alami bisa berupa air perasan jeruk nipis/lemon. Karena saya nggak tahan dengan air buah yang asam-asam, saya pakai ekstrak kulit jeruk nipis (kulitnya aja nggak asam). Resep membuat ekstrak kulit jeruk nipis ada di sini. Nggak usah banyak-banyak, 1 sendok teh cukup untuk ramuan kira-kira 180 ml. Bisa tahan 3-4 hari dengan disimpan di kulkas. Jika tanpa pengawet, hasil fermentasi buah-buahan harus segera dihabiskan.


Ampasnya jangan dibuang, bisa untuk maskeran di muka & badan
Adem lho di kulit

REVIEW

Ramuan ini dijadikan sleeping mask, dipakai sebelum tidur (dengan kapas) lalu dibilas pada pagi harinya. Jangan dipakai siang-siang sebagai toner, bikin kulit kucel karena lengket & oxidize.

Sama efeknya dengan vitamin ABC sleeping mask yang saya buat di sini. Kulit saya jadi lembut & glowy setelah dibilas pada pagi harinya. Oya, di teman saya & adiknya (yang saya ceritakan tadi), sleeping mask ini nggak menyebabkan jerawat mereka semakin parah dan nggak menimbulkan jerawat baru, justru pada pagi harinya kemerahan pada jerawat berkurang dan jerawat banyak yang kempes. Soal oil control nggak terlalu ya, soalnya saat bangun pagi muka mereka masih berminyak. Mereka baru pakai selama 2 hari, jadi ini bisa dibilang first impression yang cukup bagus. Saya minta mereka pakai secara single use, masker kulit pisang+kunyitnya nggak dipakai dulu. Btw mereka baik ya, mau jadi kelinci percobaan hehehe..

Manfaat pemakaian rutin yaitu melembabkan kulit dan menjaga elastisitasnya, menghilangkan kemerahan, meredakan iritasi, mengurangi peradangan pada jerawat, memudarkan noda & scar jerawat, menunda penuaan dini dan mencerahkan kulit. Apakah saya kedengaran seperti beriklan? Nggak bermaksud begitu lho, kalo nggak percaya silahkan mencoba sendiri hehehe..

(+) Efeknya langsung dapat dirasakan (kulit saya jadi lembut & glowy, di mereka berdua mengurangi kemerahan pada jerawat & mengempeskan jerawat)
(+) Nggak bikin breakout atau purging di kulit kami 

(-) Proses fermentasinya agak horror (gasnya banyak banget, kadang muncrat saat botolnya dibuka)
(-) Oil control kurang (kulit mereka sangat berminyak)

Bikin lagi? Ya, soalnya bahannya simpel (daripada vitamin ABC sleeping mask di resep sebelumnya)
Recommended? Ya, untuk semua jenis kulit

Muka saya bare face di pagi hari, satu jam setelah membilas sleeping mask dengan air
Sayang sekali teman saya & adiknya nggak sudi memajang foto di sini, hehehe..
Padahal progress nya lumayan lho

Kulit saya memang nggak sebening orang-orang yang perawatannya mahal (?) Tapi percayalah, ini lebih baik dibandingkan waktu saya masih pakai skincare pabrikan. Dulu muka saya super kering, selalu kusam nggak jelas, sering ada dry patch, kemerahan, dan ice pick scarnya membuat pori-pori saya menganga seperti kawah.  

Sebetulnya apa yang membuat pisang & kulitnya begitu super? 


Kulit pisang memiliki aktivitas antimikrobial karena kandungan senyawa fitokimia : tannin, saponin, dan flavonoid. Menurut hasil penelitian, bakteri yang bisa dilawan dengan ekstrak kulit pisang adalah bakteri Gram positif seperti Bacillus cereus, Bacillus megaterium, Bacillus subtilis Sarcina lutea, Staphylococcus aureus, bakteri Gram negatif seperti Escherischia colii, Salmonella paratyphii, Salmonella typhii, Shigella boydii, Shigella dysentriae, Pseudomonas aeruginosa, Vibrio mimicus, Vibrio parahemplyticus, serta fungi Aspergillus niger, Candida albicans.

Tannin tidak hanya berfungsi sebagai antimikroba tetapi juga memiliki fungsi astringent sehingga bisa menekan produksi sebum. Saponin dikenal sebagai cleansing agent, baik untuk membersihkan kulit.

Polifenol, flavonoid dan alkaloid dalam kulit pisang berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin A (beta carotene dan lycopene), vitamin C dan E juga antioksidan. Antioksidan menangkal pengaruh radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel.

Pisang dan kulitnya kaya akan vitamin (B kompleks, C, A, dan E). Vitamin B kompleks terutama B6, B12, B3. Vitamin B12 mencegah dan mengobati hiperpigmentasi. Kandungan vitamin A jenis lycopene dan beta carotene membuat kulit cerah merona sehat. Vitamin A secara umum membantu regenerasi sel. Vitamin C menekan pematangan melanosome sehingga menghambat pembentukan melanin (mengurangi hiperpigmentasi & menaikkan skin tone). Vitamin A, C, E menstimulasi pembentukan kolagen sehingga menjaga elastisitas kulit & kehalusannya, termasuk mempercepat penyembuhan scar.

Nah, itulah mengapa saya suka pisang untuk skincare. Keren banget kan manfaatnya. Apalagi jika ditambah Saccharomyces dan kunyit. Soal Saccharomyces  dan kunyit sudah sering saya bahas di artikel-artikel sebelumnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya!

Referensi


75 komentar:

  1. Yah g mau dipajang yh.. Kn tinggal disensor matanya jd g keliatan siapa hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. orangnya nggak mau, katanya malu..hehehe

      Hapus
  2. Ak suka masker pisang krn bkin kulit kenyel2

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga suka banget.. iya, bikin kulit kenyel2

      Hapus
  3. halo lintang. sy baru baca blognya. bagus dan sy suka. sy ada pertanyaan yg tidak berhubungan dengan post ini. apakah boleh?

    sy ada pertanyaan ttg lipstick yg cocok untuk kulit sy yang tidak gelap tp jg tidak terang (binggung sama warna kulit sendiri). bagusnya warna apa ya? mendekati merah atau oranye? terus terang jarang makeup-an. karena saya gak tinggal di indonesia bs kasih rujukan warna dengan brand maybelline atau l'oreal,gak? merk paling murah disini.

    terimakasih yaa. maaf pake anonymous karena gak punya account yg disebut utk jadi pilihan.
    salam,
    dien

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak dien.. makasih yaa
      boleh dong hehehe

      hmm.. warna apa ya. aku udah nulis tentang pemilihan warna lipstik di post ini
      http://randomandquick.blogspot.com/2014/03/lipstik-untuk-remaja.html
      di situ ada gambar lipstick shades for your skin tone. nanti bisa pilih warna lipstik yg sesuai itu. soalnya aku nggak pernah pakai lipstik maybelline atau l'oreal

      oke, sama-sama. nggak apa2..

      Hapus
  4. Mbak lintang ini habis peeling kulit pisang perlu dicuci lagi ngga sih? Thankyou :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, harus dicuci lagi. pakai air aja, nggak perlu face wash
      sama-sama..

      Hapus
  5. mba lintang kulitnya matte gitu ya pas bangun tidur, tambah bening :)
    kalau aku sukanya difermentasi di dalam termos nasi mba, adonannya taruh di gelas tinggi, muncratnya tertampung di dalam termos nasi :D
    oya mba, kalau pake pisang hijau atau pisang amboh yg belum matang bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. itu karena habis dibilas air. kalo sleeping mask nya belum dibilas ya keliatan kucel karena oxidize
      oh, bener juga ya.. biar nggak muncrat ditampung di termos nasi, makasih ya masukannya
      sebaiknya pisangnya matang soalnya vitamin paling banyak di pisang matang. kalo jenisnya pisang yg memang hijau waktu matang boleh2 aja..

      Hapus
  6. Mbak kalo pisangnya warna ijo bisa nggak?? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa asalkan matang.. kalo masih mentah jangan

      Hapus
  7. bagus deh, fotoku n rizky jangan dipajang disini yaa, malu qt wkwkwk. kulit qt tu kebalikan dg dirimu. jmn smp sma kulit qt mulus, bgitu kuliah lgsg duarrr..jerawatan! tp skrg uda mendingan sjk pake diy skincare. resep kulit pisang kunyitnya ajiibb..bener2 nolong, thanx yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya deh, nggak dipajang tuh.. hehehe
      itu faktor hormon, mas bro. katanya jerawat pada cowok bisa dikendalikan dengan menekan hormon androgen. google aja cara menekan androgen secara alami, lebih baik daripada pakai obat & nggak ada efek samping ke fertilitas.

      syukurlah kalo diy skincare bisa menolong, dirutinin aja. oke sama2..

      Hapus
    2. udah googling, ternyata gak boleh aktivitas fisik berlebih pdhl aku suka olahraga berat >.< disuruh jd vegetarian jg hohoho. ya ntarlah dicoba

      Hapus
    3. wah susah juga ya.. apalagi kalo sebelumnya bukan vegetarian. selamat menjalani aja deh..

      Hapus
  8. penasaran ma masker pisang tp aku alergi madu. kak, masker pisang+vit E+air lemon bisa mutihin kulit ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk dicoba, tapi nggak usah pakai madu
      ya.. air lemon kan tinggi vitamin C, dikombinasi dengan pisang pasti manfaatnya lebih oke untuk mencerahkan kulit

      Hapus
  9. Wah keren jadi pengen coba ... Kebetulan kulit lagi jerawatan bawaan bayi, k hamil kunyit diganti kopi gpp ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba mbak.. iya, kunyitnya diganti kopi aja
      atau kulit pisang+teh aja bisa..

      Hapus
  10. Halo Mba Lintang, salam kenal :) I am ur new fan hehehe...

    Btw, tipe kulitqu nih asli sangat moody :'( galau antara kombinasi dgn kering..kadang jdi berminyak n kusam klw pake kosmetik tertentu n klau pake TWC malahan kulit mukaqu jadi kering n flaky2 gtu.. pokokx bingung deh cari kosmetik yg face-friendly :'(

    Oya, masker pisang + madu + vit. E yg di atas ampuh gak buat ngecilin pori2 muka? soalx di T-Zone mukaqu tuh pori2x gede banget :'(

    Aqu sempat googling ke sana kemari katax bisa pke madu + minyak zaitun + gula ampuh bwt ngecilin pori2,, n bbrp hr yg lalu aqu udah praktekkin.. gmn mnurut mba?

    sori mba klw aqu kebanyakan nax hehhehe :) blogx keren bingitzz dah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai.. salam kenal ya
      kayaknya kulitmu dehidrasi sehingga kadang jadi oily. kulit yg dehidrasi berusaha melembabkan diri dengan memproduksi sebum.

      cobain deh diy yg pakai fermentasi, soalnya ragi saccharomyces menstimulasi hyaluronic acid alami di kulit, nanti kulit bisa mengikat air sendiri.
      atau coba air+gliserin sebelum pakai makeup (gliserin mengikat uap air dari udara)

      pisang kurang ngefek kalo soal ngecilin pori, tapi kulit pisang lumayan bisa.
      hmm.. minyak zaitun buat ngecilin pori? setahu aku malah minyak zaitun itu mild comedogenic. yg bisa ngecilin pori itu scrub dari gulanya.

      hehehe nggak apa2. makasih ya..

      Hapus
    2. sorry mba baru balas :) iya masama mba :)

      Hapus
  11. lintang aku tertarik ni ma yg sleeping mask nya,, kalo di awetinnya pake perasan jeruk nipis/lemon kira2 bertahan brp lama ya d suhu ruangan?
    trus prasan lemonnya kira2 brp banyak? tq :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba Ca.. kalo di suhu ruangan aku kurang yakin bisa awet ato enggak, lebih baik botolnya direndam di baskom air biar dingin, nanti bisa awet 3 hari.
      air perasan lemon 1 sendok teh aja untuk sleeping mask sebanyak di foto..

      Hapus
  12. kak Lintang, aku udah nyoba fermentasi pisang+kulit pisang tadi pagi. aku pake maskeran ampasnya, tp airnya buat nanti malem. aku awetin pake air lemon.
    habis maskeran pake ampas kulit rasanya kenyel n halus bgt, suka dehh. apalagi airnya yaa, penasaran hasilnya bsok pagi heheheu---
    aku pake toples gede buat fermentasi, soalnya takut muncrat kemana2 pas dibuka \(^o^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kan.. ampasnya sip banget buat maskeran hehehe.. sebenernya ampasnya itu yg lebih bagus, tapi nggak mungkin kan tidur dengan masker ampas gitu, bisa kotor kasurnya

      oh pakai toples ya.. bagus juga tuh biar nggak muncrat hehehe

      Hapus
  13. ah selama ini aku menyia2kan kulit pisang. mbahku jualan pisang goreng, baru tau kulit pisang kepok bagus utk kulit. ntar takcoba ah. matur nuwun infonya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dimanfaatkan, kulit pisang kepok cocok banget lho buat peeling, saponinnya lebih tinggi daripada pisang ambon. tannin nya juga lebih tinggi. sayang susah dihancurkan (karena juga tinggi serat) jadi harus dicincang
      sami-sami mbak..

      Hapus
  14. Mbk mw nannya madu mawar itu kekentalannya kayak ap ? Susu kental manis?? Madu asli? Apa kyk air?? Mw ak pake cuci muka hhhww..
    ---+putri+-----

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih kental madu asli & susu kental manis. ini madunya lumayan encer kayak madurasa, tapi kalo di aku masih bisa buat cuci muka..

      Hapus
    2. Di apotk ato toko jamu y adanya.. Soalny diinternet kan adavtips pake madu raw. Raw honey buat cuci muka. Krn pake madu premium sayang jd pake madu mwr sja hhheee

      Hapus
    3. iya, adanya di apotek/toko jamu. di toko swalayan nggak ada.
      aku juga sayang kalo madu premium buat cuci muka hehehe.. untung madu mawar nggak bikin efek negatif di aku, mungkin karena ada air mawar yg bikin kulit kalem

      Hapus
  15. mbak aku udah nyoba yang kulit pisang + teh, tapi gak pake kunyit soalnya ada nya yg segar, bingung ngolah nya hehe.
    kok pas dibilas diwajah kayak pliket kena getah kulit pisang nya, trus tak cuci pake oatmeal mbak -_-"
    apa emang kayak gitu rasanya abis maskeran? atau gimana mbak?
    oiya kalo teh nya pake teh biasa bukan green tea gimana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kunyit segar bisa dihaluskan/diparut terus dicampur ke kulit pisangnya.
      oh, kadang2 emang pliket gara2 getahnya, aku sering buang pangkal & ujung si kulit pisang soalnya getah paling banyak disitu. dulu waktu pertama nyoba bikin masker ini, aku pakai sekalian pangkal & ujungnya, jadi pliket & oxidizenya keterlaluan.

      teh biasa juga bisa kok.. tetep oke antioksidannya

      Hapus
  16. yuhuuu, saya datang nanya2 lagi x3

    mbak kalo pake sleeping pack yang ini sama ABC itu, setelah dipake boleh pake krim malem ga sih? kebetulan ini masih banyak krim malem, bertanya-tanya apa bisa dipake abis aplikasi sleeping pack DIY.

    makacih :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. haloo..
      kayaknya boleh. tapi dicoba dulu aja. soalnya aku nggak pernah pakai krim malam hehehe.. dan tetep harus dibilas waktu bangun paginya

      oke sama-sama..

      Hapus
  17. Mba lintang slma pke sleeping mas ttp pake toner sacharomyses g???
    Pgen nyoba krn aada iming2 ngempesin jrawt.kbetulan dpipi nongol jerwat merah gede...:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo malam cuma sleeping mask ini aja. siangnya aku pakai toner storm (tapi minus jamur karena stok kosong)
      coba aja. tapi hasilnya mungkin beda2 di tiap orang..

      Hapus
  18. Udh sering mantengin blog mbak lintang, udh praktekin bbrapa tp bikin beruntusan huuhuuhu pdhl excited bgt ama resep" mbk lintang, terutama kunyit it, ak suka bgt kunyit, tp ternyata bgitu diterapkan dimuka jd beruntusan, sma yg oatmeal jg gtu, mngkn muka ak aj yg sensi ama bhan" it, skrg lagi stop dulu diy diy ny, smpe ntr nih muka rapi dulu pke treti.. mbak klo yg toner saccro it dtmpat suhu ruang bsa than brp hri ya? N klo direndam ma air, jd nambah gk long lifenya? Krn ak kyaknya lbh aman ama ferment nasi ntu, dan pernah bikin dulu tp bikin malam, bsok dk bau kecut bgt.. males klo mo bikin tiap hari #penyakit hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahan diy juga cocok2an, sama kayak bahan kosmetik umum.
      oh, mungkin kamu alergi gluten dari oatmeal & nggak toleran terhadap curcumin dari kunyit. banyak kok orang yg gitu, hehehe..

      toner saccharomyces nggak bisa ditaruh di suhu ruang, harus di kulkas/direndam di baskom air. kata temenku sih tahan 3 hari kalo direndam.
      bikin diy fermentasi emang agak malesin, soalnya bikinnya lama tapi shelf life pendek.

      semangat ya.. semoga cepet sembuh bruntusannya

      Hapus
    2. Tp hri ni td ak bikin ferment oat ma turmeric mbak, lupa jg masukin madu td biar tau gmn efekny, klo gk salah ak jg beruntusan ama madu, krn skrg beruntusan ak rada kalem jd klo misalny setlh ini ternyata bikin ngamuk lgi beruntusan, sbaiknya ak so far away ama mereka.. huhuuhu
      Makasih yya mbak, ntr ak mo telatenin toner sacchro aj deh rendem di baskom isi air, tp klo gk ad es ny gk pp jg kan mbak?? Maaf bnyk nanya yy mbakk ^^

      Hapus
    3. wah.. iya, sebaiknya hindari aja tuh oatmeal & madu. kalo kunyit sebenernya jarang yg nggak cocok, biasanya oatmeal & madu itu
      sama-sama..
      tapi pakai toner saccharomyces nya ntar aja kalo kulitnya udah bener, hehehe.. takutnya ngamuk lagi
      iya, baskomnya isi air, tanpa es juga no problem.. tapi airnya diganti tiap hari

      Hapus
  19. halo mbak, klo kullit pisang perlu dibuang bagian terluarnya gak, soalnya kan biasanya kulit pisang suka kotor, atau dikerok aja bagian kulit dalamnya efeknya masih ok gak? thank u yah, blognya inspiratif !

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo..
      kalo aku biasanya dicuci dulu kulit luarnya (kadang pakai air garam supaya getahnya bener2 ilang). tapi bagian dalamnya aja nggak apa2, masih bisa
      sama-sama..

      Hapus
  20. mbak lintang kalo habis maskeran atau peeling gitu harus pake pelembab lagi gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. habis peeling iya, soalnya biasanya kulit jadi agak kering.. habis maskeran boleh pakai pelembab, boleh enggak.. kalo aku biasanya nggak pakai pelembab lagi sehabis maskeran yg sifatnya melembabkan

      Hapus
  21. Mbak, kalo masker pisang madunya nggak pake vit E bisa enggak? Fungsi vit E utk apa Mbak?
    Yg sleeping mask, bisa enggak buat masker biasa? Jd tanpa diberi air, pisang & kulitnya langsung diberi ragi, difermentasikan 2 jam, trus langsung dipake?
    Makasih jawabannya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. vitamin E fungsinya buat antioksidan supaya memaksimalkan fungsi anti aging, juga melembabkan kulit. tanpa dikasih vitamin E juga boleh, soalnya pisang sendiri juga sudah ada vitamin E

      bisa, untuk masker biasa nggak usah ditambah air. ya, langsung aja dihancurkan & dikasih ragi.
      oke sama-sama..

      Hapus
    2. Pisang yg paling bagus buat skincare pisang apa Mbak?
      Makasih jawabannya ya..

      Hapus
    3. pisang tanduk, pisang kepok, pisang ambon. pokoknya yg nggak cuma manis aja, ada asamnya dikit
      sama-sama..

      Hapus
    4. Mbak, sdh kucoba pisang+kulitnya diberi ragi trus buat maskeran, ternyata langsung jadi hitam warnanya, itu teroksidasi ya?
      Berarti sebelum diberi ragi, sebaiknya dicampur air lemon dulu saja ya? Kebetulan aku cocok pake lemon, asal jangan sering2.
      Makasih jawabannya, mbak.

      Hapus
    5. iya, emang pisang & kulitnya itu gampang teroksidasi, tapi kalo di kulit warna hitamnya bisa dicuci..
      dikasih air lemon dulu juga boleh. atau difermentasi dulu, baru dikasih air lemon setelah disaring.
      sama-sama..

      Hapus
  22. mba lintang aku bikin fermentasi pisang ini, pake botol kaca juga.. tapi selama prosesnya setelah sejam ampas pisangnya keluar2 sedikit dari sela2 tutup botolnya (tutup botol ga sampai lepas) . itu fermentasinya gagal atau engga ya? mungkin saya kebanyakan pisangnya daripada airnya.. terus kalau fermentasinya cukup sejam aja bisa gak ya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. fermentasinya berhasil, sukses banget malah, sampai tumpah gitu hehehe..
      ya, mungkin kebanyakan pisangnya.. atau pisangnya manis banget jadi gas CO2 yg dihasilkan lebih banyak.
      kalo udah kayak gitu, hentikan aja meskipun belum 2 jam (misal baru 30 menit juga nggak apa2) soalnya nanti alkohol yg terbentuk lebih banyak & itu kurang baik

      Hapus
  23. ok mba lintang hehee.. btw, fermentasi pisang ini bisa dicampur buah lain ga? misalnya pepaya atau apel? alpukat? wortel? buah apa aja yg bisa di fermentasi bareng2 mba? aku pengawetnya selalu pake air lemon benar kan yah? makasih bgt yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dicampur dengan buah apa aja karena ada karbohidratnya..
      air lemon bener kok, bisa buat memperpanjang umur simpan meskipun cuma 3-4 hari. lumayan lah, soalnya fermentasi buah biasanya 1 hari aja udah rusak.
      oke, sama-sama..

      Hapus
  24. Mbak mau tanya ^^, sy bikin masker pisang aja dihancurin bejek2 pake sendok hhe. Nah biasanya itu kulitnya pisang yg bagian dalem sy pake buat digosokin ke seluruh muka baru ditimpa pisang tadi. Menurut mbak gimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe sama, aku bikin masker pisang cukup dihancurkan sendok. oh bagus juga tuh.. antioksidan yg tinggi kan di kulit pisangnya. selama nggak ada reaksi aneh2 lanjutkan aja..

      Hapus
  25. mbak lintang , kalau green tea diganti teh chamomile boleh? :)
    - Ami-

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh.. teh chamomile cocok banget buat kulit kering

      Hapus
  26. mbak lintang, aku udah coba toner saccharo-nya hampir seminggu-an, pas bangun tidur kulit jadi lembab halus tapi setelah dibilas kulit jadi kasar, bruntusan gitu, terus kemaren aku coba fermented banana-nya, efeknya sama, bangun tidur jadi halus tapi setelah dibilas kasar lagi, ditambah muncul jerawat di dagu. itu kira2 kenapa ya mbak? kulitku ga cocok sama yg fermented2 gitu apa gimana? mohon sarannya ya mbak..makasih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, berarti nggak cocok dengan yg fermented karena 2 resep ini nggak ada bahan yg bikin purging. kalo bruntusan kemungkinan cuma nggak cocok.
      mungkin kulit mbak sama sekali nggak bisa kena alkohol meskipun cuma sedikit. bisa juga karena nggak cocok dengan enzim proteolitik yg dihasilkan selama proses fermentasi. kalo gitu jangan dilanjutkan pemakaiannya mbak..

      Hapus
    2. Hai Mba Lintang..

      Mba, permasalahanku juga sama dengan Mba Nihaya, huhu
      padahal ngarep banget kulit jadi glowing.
      Awalnya sih aku nyoba masker vitamin E aja, eh ternyata breakout kulit aku yang oily kombinasi jadi kering dan kasar terutama bagian pipi.

      terus aku coba pake pelembab agak mendingan, nah aku coba juga deh pake fermented tapi hasilnya kayak mba Nihaya.

      Kira2 aku cocok pake DIY yang mana ya mba? ditambah aku pengen ilangin fine line di mata.

      Makasih Mba Lintang :)
      Sukses

      Hapus
    3. golongan darahnya apa mbak? B atau AB? biasanya di antara 2 itu nggak cocok sama yg fermented
      coba dicek di postinganku yg "memilih bahan DIY sesuai golongan darah"
      semoga dapat sedikit pencerahan disana, hehe..
      sama2 mbak ria..

      Hapus
  27. oh gitu ya mbak..makasih ya atas balasannya..sukses terus buat blognya mbak ^^

    BalasHapus
  28. Mbak lintang, kalo vit E nya yang 400 IU boleh? atau dipake setengahnya aja? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba vit E nya dipakai single use dulu di wajah, kalo oke berarti dosisnya cocok
      baru deh dicombine dengan pisang & madu

      Hapus
  29. Waah..pas banget bisa dibilang tiap hari ada pisang di rumahku :-). BTW, baiknya berapa hr sekali kita pake masker pisang ini, Mba Lintang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya 3 hari sekali, supaya kulit nggak jenuh. paling baik kalo diselang-seling masker lainnya supaya kulit dapat variasi nutrien

      Hapus
  30. Mba, vit e nya sekapsul kah? Ato berapa tetes? Kulitku kering acne prone. Makasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo acne prone vitamin E nya 1 atau 2 tetes aja, jangan sekapsul. atau tanpa vit E juga boleh, kan pisang & madu udah melembabkan.
      sama2..

      Hapus
  31. Thanks responnya, Mba Lintang :-).

    BalasHapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah