Rabu, 02 Juli 2014

DIY STMJ Mask (for Skin and Hair)

Halooo...


Saatnya resep DIY lagi. Kali ini saya mau berbagi resep masker STMJ (Susu-Teh-Madu-Jahe). 


STMJ = susu + teh + madu + jahe

Lho, teh? Bukan telur? Ya, memang teh. Saya menghindari telur untuk DIY masker meskipun katanya putih telur bagus untuk mengencangkan kulit, mengecilkan pori, anti blackhead dll. Sebagai mahasiswa fakultas peternakan, saya belajar bahwa telur itu banyak sekali mikrobanya, antara lain bakteri Salmonella (negara maju sudah banyak yang concern dengan masalah Salmonella telur), E. coli, Campylobacter, Pseudomonas, Staphylococcus, Streptococcus, dsb. Soalnya saluran reproduksi, pencernaan & urine pada unggas itu muaranya jadi satu (= kloaka). Bayangin deh, telur keluarnya kadang-kadang bareng dengan *disensor*. Belum lagi kondisi kandang yang banyak kontaminannya. Kulit telur memang bisa dibersihkan dengan desinfektan & sabun anti bakteri, tapi putih & kuning telur tetap banyak mikrobanya, maka sebaiknya telur dimasak sampai matang sebelum dikonsumsi. Banyak lho bahan DIY skincare selain telur, yang pastinya lebih minim biohazard.

Saya menghindari telur mentah untuk DIY skincare karena banyak mikrobanya


Hmm.. cukup soal telurnya, sekarang saya mau bahas soal susu. Susu yang saya pakai adalah susu bubuk, susunya saya fermentasi dulu dengan ragi roti (Saccharomyces) karena saya nggak cocok dengan susu, pasti selalu bruntusan sehabis maskeran dengan susu. Ada yang mengalami masalah sama? Ini alasannya :

  • Susu mengandung IGF-1 (sejenis growth hormone) yang berasal dari tubuh sapi secara alami. IGF-1 menstimulasi reseptor androgen. Seperti yang telah kita ketahui, hormon androgen meningkatkan kerja kelenjar minyak & resiko clogged pore
  • Paling parah kalo sapinya dikasih suplemen hormon BST (bovine somatotropin), sekarang udah di-banned sih. Tapi siapa tau aja ada peternak yang bandel.. dan peternak di negara berkembang banyak yang nggak tertib. Hormon BST kerjanya mirip IGF-1 tapi lebih cepat efeknya.
  • Protein pada susu kadang-kadang menyebabkan alergi pada sebagian orang. Bukan laktosa nya. Kita tau ada orang yang lactose intolerance sehingga selalu diare kalo minum susu, makanya disarankan minum yogurt. Lactobacillus pada yogurt mengubah laktosa menjadi asam laktat (lactic acid) yang bisa mengatasi masalah intolerance ini. Tapi laktosa sendiri bukan penyebab acne. 
  • Lemak susu juga bisa menyumbat pori meskipun tidak terlalu, tergantung jenis susunya (misal susu full cream)
Lalu bagaimana dengan lactic acid? Lactic acid dalam konsentrasi tinggi bersifat irritant, tetapi dalam yogurt kadarnya hanya sekitar 1% (bervariasi antara 0,6-1,1%), jadi aman untuk kulit. Pada susu (non fermentasi) kadar lactic acid hanya sekitar 0,3%. Lactic acid dalam skincare dimanfaatkan sebagai mild peeling dan pencerah kulit.



Sepertinya kulit saya bermasalah dengan protein susu yang belum diolah, bukan IGF-1 nya. Soalnya IGF-1 itu kalo dikonsumsi tetap bisa memicu jerawat, dan kulit saya baik-baik saja meskipun tiap hari minum susu 2 gelas. Nah, makanya saya fermentasi dengan Saccharomyces, supaya proteinnya diuraikan menjadi asam-asam amino yang bisa langsung dimanfaatkan kulit. Kenapa nggak yogurt aja, tinggal pakai dan kandungan lactic acid nya lebih banyak? Yah soalnya saya malas beli plain yogurt, harus ke supermarket dulu, ribet dan keluar uang lagi hehehe.. Toh yang penting proteinnya terurai. Lagipula saya udah cocok banget dengan Saccharomyces.

Tapi kalo kamu cocok pakai susu, ya pakai aja, nggak difermentasi no problem. Untuk cowok yang kulitnya berminyak & acne prone, saya sarankan pakai susu kedelai (yang tawar ya) soalnya segala produk dari susu ternak mengandung IGF-1.

Bahan lainnya nanti kita bahas lagi. Sekarang resepnya yuk..

1. Siapkan bahan:



  • 1 sendok makan susu bubuk. Boleh diganti susu cair, yogurt, susu fermentasi Saccharomyces, atau susu kedelai
  • 1 kantong teh celup yang sudah diseduh. Untuk kulit kering, disarankan teh chamomile. Untuk kulit berminyak & acne prone pakai green tea
  • 1-3 sendok teh madu. Kalo susunya bentuk cair/yogurt/fermentasi, pakai 1 sendok teh madu cukup. Kalo bentuknya bubuk, pakai 2-3 sendok teh madu sampai berbentuk pasta
  • Jahe parut secukupnya (sekitar 1 sendok teh). Boleh juga diganti jahe bubuk.

Saya pakai jahe parut nih, padahal biasanya saya nggak pernah mau pakai kunyit parut. Di saya, kunyit segar yang diparut sering terasa panas, tapi jahe enggak. Panasnya beda sih. Panas dari kunyit nempel di permukaan kulit sehingga serasa ditampar, sedangkan jahe cepat meresap panasnya, enak deh. Apa cuma perasaan saya yah.. hehehe

2. Buka kantong teh yang sudah diseduh, tuang isinya ke dalam susu.


 

3. Tambahkan madu.



4. Masukkan jahe. 

5. Aduk, siap digunakan.



Cara membuat susu fermentasi Saccharomyces :

1. Siapkan susu bubuk 1 sendok makan.



2. Masukkan 1 sendok teh ragi roti (fermipan).



3. Tambahkan air 1 sendok teh hingga berbentuk pasta.


4. Tutup dengan plastik. Biarkan mengalami fermentasi selama 3 jam.


REVIEW

Saya biasanya maskeran pakai STMJ ini 1x seminggu untuk muka, kalo untuk rambut sih bisa sampai 4x soalnya rambut saya kering & butuh nutrisi khusus. Saya sudah 2x pakai STMJ ini untuk muka, lumayan suka dengan efeknya. 

Untuk kulit

Kulit jadi kenyal, lembab, smooth.  Selain itu juga jadi glowy, cerah tapi nggak pucat. Saya suka banget! Kalo pakai masker pepaya atau mushroom biasanya cerahnya agak pucat.

Foto diambil pada malam hari, harap maklum kalo kurang jelas
Noda bekas jerawat gimana? Saya nggak berani bilang masker ini efektif memudarkan bekas jerawat, soalnya saya nggak pakai secara single use. Saya kan pakai bermacam-macam DIY skincare, jadi tidak hanya 1 macam produk yang berperan dalam memudarkan noda jerawat saya.


Setelah pakai masker ini saya biasanya cuci muka (pakai face wash/oatmeal) untuk melarutkan lemak susu. Kalo nggak gitu, nanti bisa clogged pore. Oya, masker ini nggak ada oil control lho. Ini bukan masker yang tepat jika kamu mencari masker untuk mengurangi minyak. Tapi jahe, madu & green tea (jika kamu pakai green tea) memang bisa mengurangi jerawat.

(+) bikin kulit saya smooth, kenyal & glowy
(+) nggak bikin saya breakout karena susunya saya fermentasi

(-) agak berminyak, makanya harus cuci muka dengan benar setelah itu

Bikin lagi? Iya
Recommended? Ya, untuk smua jenis kulit, terutama yang nggak alergi susu & madu

Untuk rambut

Kalo bikin masker untuk rambut saja, susunya nggak saya fermentasi supaya cepat. Saya jauh lebih suka pakai ini daripada hair mask yang dijual di pasaran. Memang agak berantakan dan bikin kotor, tapi habis itu kan keramas. Rambut jadi lembut banget & mudah diatur, nggak kering lagi. 

Untuk efek menguatkan rambut, saya rasa lumayan juga. Masalah rambut saya itu rontok karena patah, saya lihat rambut saya yang patah agak berkurang. Saya sudah 9x pakai hair mask ini (seminggu saya pakai 4x). Berlebihan? Nggak apa-apa, ini kan 100% alami.. nggak seperti hair mask pasaran yang mengandung silikon.


 
Rambut jadi lembuuutt..

Dulu saya nggak berani tarik-tarik rambut, sekarang kan udah kuat hehehe..

 
Coba dibandingkan hasilnya dengan Ellips hair mask yang pernah saya review
Abaikan warnanya, rambut saya memang warna aslinya begitu kalo kena cahaya siang
(kiri : indoor, kanan : outdoor)

Tambahan : 3 Juli 2014
Oya, tadi saya coba bikin lagi sebagai hair mask, dan inilah efeknya di rambut saya
(foto diambil di dalam kamar pada pagi hari, pencahayaan dari sinar matahari)

 
Makin merah ya..
Soalnya chamomile emang punya efek bleaching pada rambut, tapi nggak permanen kok

(+) bikin rambut jadi lembut
(+) ngefek untuk mengurangi masalah rambut rontok karena patah (di saya)

(-) kalo nggak cermat membersihkannya malah bikin rambut keliatan jorok (ada serpihan jahe & teh)
(-) ada efek bleaching di rambut (karena chamomile, jika nggak pakai chamomile tea sih nggak apa-apa)

Bikin lagi? yes!
Recommended? ya, terutama untuk rambut kering & yang mudah patah

Soal Ingredients

Jahe

Jahe belum pernah saya bahas ya.. Jahe (Zingiber officinale) mengandung volatile oil bernama zinerone, shogaol dan gingerol. Gingerol itu aktivitas antioksidannya sangat kuat, bahkan melebihi kekuatan antioksidan dari BHT (butylated hydroxytoluene yang sering digunakan sebagai pengawet kosmetik).  Oleh karena itu, jahe digunakan sebagai antikanker. Oya, gingerol juga merupakan antibakteri.



Di berbagai resep DIY yang memakai jahe, disebutkan bahwa manfaat jahe adalah:
  • sebagai anti aging (mengembalikan elastisitas & kehalusan kulit, mengatasi flek hitam)
  • menyembuhkan luka bakar (termasuk sunburn)
  • mengatasi psoriasis & acne
  • mencerahkan kulit, meningkatkan skin tone
  • mengurangi kerontokan rambut
  • menstimulasi pertumbuhan rambut
  • mengatasi ketombe
  • melembabkan rambut
Jahe mengandung vitamin B kompleks, terutama vitamin B6 (12%). Juga vitamin C (6%) dan vitamin E (2%). Vitamin B penting untuk metabolisme sel, sedangkan C dan E sebagai antioksidan dan menstimulasi pembentukan kolagen.

Jahe mengandung sejumlah mineral penting, antara lain magnesium (12%), mangan (11%), kalium (9%), zat besi (5%), fosfor (5%), zinc (4%), kalsium (2%), natrium (1%) yang sangat baik untuk menguatkan rambut.

Teh chamomile

Chamomile sudah sering saya bahas. Chamomile (Matricaria recutita) mengandung zat aktif berupa bisabolol, bisabolol oxides A & B, matricin, dan flavonoid berupa apinecin. Keuntungannya bagi kulit adalah sebagai anti iritasi, anti peradangan, selain itu juga bersifat sebagai anti histamin (anti alergi) dan anti bakteri. Chamomile digunakan dalam skincare untuk menenangkan kulit akibat sunburn, menyembuhkan ruam, mengatasi gatal dan perih pada kulit. Chamomile juga meredakan bengkak dan mempercepat penyembuhan luka. 



Teh chamomile dapat digunakan sebagai kompres mata untuk meredakan iritasi dan bengkak. Di saya ngefek lho buat mengurangi puffy eyes akibat bergadang, tapi entahlah di orang lain.

Untuk rambut, chamomile bermanfaat untuk mencegah kerontokan rambut. Chamomile tea banyak digunakan di DIY hair care untuk mencerahkan warna rambut, sehingga membuat rambut pirang lebih berkilau. Hmm.. rambut saya sebetulnya memang berwarna coklat (atau agak merah) dari lahir. Chamomile tea bikin rambut saya agak terang, tapi untung efeknya cuma sementara.


Chamomile memang dapat mencerahkan warna rambut seperti di foto ini
Jika tidak ingin rambut bertambah terang, jangan gunakan chamomile tea

Soal manfaat susu dan madu, semuanya pasti udah tahu ya.. Susu bisa mencerahkan kulit karena kandungan lactic acid, juga melembabkan kulit & rambut karena kaya asam lemak, asam amino, dan vitamin.

Madu terkenal sebagai moisturizer yang efektif bagi kulit maupun rambut. Madu juga digunakan untuk pengobatan jerawat karena sifatnya antibakteri. Cara kerjanya yaitu memicu aktivitas enzim yang memproduksi hydrogen peroxide, kecuali manuka honey. Manuka honey adalah non-peroxide honey. Bermacam-macam bakteri dapat dilawan oleh madu, antara lain S. typhiS. flexneriE. coli, P. aeruginosa, Acinetobacter spp. dan beberapa jenis bakteri lainnya.

Yang perlu diingat, bahan DIY skincare itu juga cocok-cocokan. Ada orang yang langsung breakout jika pakai susu (seperti saya -- jika tidak difermentasi), ada yang alergi madu, ada yang tidak kuat dengan jahe (malah timbul kemerahan, perih dan ruam). 

Untuk ibu hamil, penggunaan rempah-rempah untuk skincare (termasuk jahe) tidak dianjurkan. Rempah-rempah sebagai bumbu masak biasanya diperbolehkan untuk dikonsumsi (karena dalam jumlah terbatas). Jika digunakan dalam skincare tentu saja konsentrasinya cukup tinggi. Bahan aktif dari rempah-rempah meresap ke dalam aliran darah. Sebagian besar rempah-rempah mempengaruhi kerja uterus, misalnya menyebabkan kontraksi. Kontraksi uterus yang berlebihan dikhawatirkan menyebabkan keguguran.

Nah, semoga infonya bermanfaat ya.. Selamat maskeran!

Sumber
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S030881460600481X
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18814211
http://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/diet/Ginger-has-beauty-benefits-too/articleshow/32728477.cms
http://en.wikipedia.org/wiki/Ginger
http://www.herbwisdom.com/herb-chamomile.html



54 komentar:

  1. Salam kenal, suka baca tulisannya^^
    Kumplit banget, kereeen..Tapi saya masih penasaran dgn Saccharomyces, amankah utk kulit?

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal.. makasih ya hehehe
      saccharomyces aman untuk kulit, udah dibuktikan oleh P&G di produknya SKII
      tapi mereka pakai teknologi canggih, sedangkan resep diy pakai cara tradisional tapi intinya sama : fermentasi
      fermentasi saccharomyces menghasilkan vitamin B kompleks, asam amino, asam lemak, mineral, antioksidan yg baik untuk kulit

      Hapus
  2. Resep baru lagi mbak lintang , suka bacanya ada dasar ilmiahnya. Pengen coba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. makasih mbak. dicoba aja..

      Hapus
  3. baunya itu godaan bgt deh hahahaha... masker susu + kunyt jg oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, baunya enak banget jadi pingin diminum hehehe.. bagus juga tuh masker susu+kunyit, bikin kulitku kenyal

      Hapus
  4. Indah Puspitasari3 Juli 2014 10.59

    Tertarik bgt buat nyobain di rambut, rambutku rontok parah gegara diwarnai. Teh chamomile beli dimana ya? Bisa buat nerangin rambut ya? Biar warna blonde ku awet ga usah diwarna lg :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba.. teh chamomile aku beli di giant, di supermarket lainnya ada
      iya, bikin rambut agak terang dikit, tapi efeknya nggak permanen

      Hapus
    2. aq juga susah cari teh chamomile

      Hapus
    3. diganti green tea/black tea juga bisa lho.. atau air rebusan bayam & sledri

      Hapus
  5. udah lama ga main ke blog nya ka lintang, udah update lagi aja nih ka :D !
    oh iya, aku mau kasih laporan kalau aku pake sleeping mask dari mangga, tomat, wortel plus pengawet alami kulit jeruk nipis hasilnya keren!
    tapi di aku ga bikin kulitku terlihat kusam sementara loh :D
    aku pake malem, pake kapas diusap usap terus pake kapas baru lagi buat kompres di mata sama di bekas jerwat lumayang bikin sueger :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow keren tuh sleeping masknya..iya, buat kompres di mata bagus, ngurangin bengkak di aku habis bergadang
      hmm jadi pingin bikin yg dikasih mangga, kayaknya wanginya lebih yummy.. aku suka mangga sih

      Hapus
  6. owhh trnyata itu alasan susu sapi pemicu jerawat, takkira gara2 lemakny. aku gak brani make susu sapi di muka, diminum aja gak brani xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. lemaknya juga lho..lumayan nyumbat pori
      buat kamu susu kedelai aja, lebih aman

      Hapus
  7. Ak lbh suka jahe drpd kunyit buat ngobatin jerawat. Sama ampuhnya tp jahe ga bikin kuning :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga lebih suka jahe.. selain nggak kuning, wanginya lebih enak & panasnya lebih meresap hehehe

      Hapus
  8. mba kalo ngilangin scar bekas jerawat sm garis halus penuaan dini apa ya?
    salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal.. banyak lho bahan yg bagus (terutama yg tinggi antioksidan) misalnya
      - jamur : enoki, lingzhi, kombucha
      - ragi Saccharomyces
      - rumput laut
      - pisang (buah & kulitnya)
      - rempah2 (jahe, kunyit, temulawak)
      - madu propolis
      masih banyak lagi sih sebenernya..

      Hapus
  9. aku ada yoghurt ni di kulkas, besok mau coba ah resepnya ^_^
    jahe ngga panas di kulit kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk dicoba..malah bagusan yoghurt daripada susu
      panas sih, tapi cepat meresap & hilang panasnya

      Hapus
  10. tehnya pake teh biasa boleh kan? ga pengen rambut jadi coklat nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa.. teh apapun boleh kok, teh biasa nggak bikin rambut terang

      Hapus
  11. Penasaran sama fermentasi susu bubuk nya nih :D kalo fermentasi susu langsung oles jadi masker bisa nggak mbak?

    makasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba.. bisa, aku juga suka masker susu yg difermentasi. kurang lebih efeknya sama kayak masker yoghurt
      sama-sama..

      Hapus
    2. Gitu ya, kalo gt sekalian aja masker yoghurt yaa :D
      Mbak, kan saya sukaaaaa banget sama diy ferment oat nya hasil nya oke di kulit saya glow, lembab, halus pulak...
      Saya pake tiap malam dan pagi buat jadi masker... :D
      Oh ya pake bubuk kayu manis dikiiit..

      Setelah baca resep yang ini jadi pengen campur susu juga...
      Enaknya susu cair ato bubuk ya?
      kalo susu cair apa harus hangat biar fermentasi nya bagus ato suhu ruang juga bisa?

      makasi ya lintang... ^_^

      Hapus
    3. iya.. yoghurt aja lebih praktis hehehe
      wow.. telaten banget ya, aku bikin yg fermentasi gitu kurang sabar.. makanya males kalo bikin tiap hari
      tapi emang efeknya oke banget, apalagi dikasih kayu manis/rempah2 lainnya

      susu cair lebih bagus, suhu ruang bisa.. nggak perlu dihangatkan lagi
      oke sama-sama..

      Hapus
  12. Karina Fransisca3 Juli 2014 22.13

    waa rambutmu keliatan lembut & shiny gitu ya~
    ellips kalah loh hihihi
    oke fix, besok nyoba hair mask stmj :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. aku lebih suka ini daripada ellips. bebas silikon & wanginya yummy..
      jahe emang bikin rambut shiny
      yuk mari dicoba..

      Hapus
  13. wah resep baru lagi :D
    pantes jerawat sama komedo udah 2 hari muncul terus,, ah ternyata gara2 susu yg aku minum -..-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tapi resep ini lebih sering aku pakai di rambut daripada muka, hehe..
      kulit acne prone sebaiknya memang menghindari dairy product. coba minum susu kedelai, kayaknya lebih aman..

      Hapus
  14. rambutnya jadi shiny kyk wig :D
    tp baguuuss

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayak wig ya.. padahal asli lho hehehe
      makasih lia..

      Hapus
  15. Fotonya cantik, rambutmu jd bagus. Keren loh merah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. makasih
      dulu waktu SD-SMP aku sering diejek karena rambutku merah, mereka bilang rambutku kayak besi karatan

      Hapus
  16. mbak oot nih, pernah nyobain oil regime ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernah.. yg pernah aku coba EVOO, minyak kelapa, grapeseed oil. tapi oil tuh aku kurang suka, efek lembabnya di permukaan kulit aja, kalo dilap jadi nggak lembab lagi

      Hapus
    2. aku juga ngerasa oil regime ribet dan berat. cuma kalo dimodif ke bahan lain gitu masih belum tau, kalo toner2 diy gitu kalo dikasih tambahan essential oil ada pengaruhnya ga mbak? soalnya kepikiran campur toner sama tea tree oil atau minyak lainnya yang katanya ngatasin jerawat.

      ada saran ga mbak?

      trus *nambah lagi xD* kalo toner diy kan kalo ga di kulkas cepet jelek ya, mbak. secara aku juga sering keluar jalan kemana gitu, digimanain tonernya biar seenggaknya awet untuk seminggu.

      makasih mbak :D

      Hapus
    3. eh aku baru nyadar ada comment terlewat, maaf ya..

      iya betul, oil regime tu berat menurutku. diy toner dikasih essential oil memang berpengaruh banget. tea tree oil kan ampuh untuk membunuh bakteri, selain bisa mngatasi jerawat juga bisa sedikit memperpanjang shelf life si toner.

      iya, kalo nggak dimasukin kulkas bica cepet rusak. solusinya dikasih pengawet alami, misal essential oil itu (tea tree oil/cinnamon oil/lime essential oil). trus menyimpannya juga di botol kaca yg warnanya gelap (kayak botolnya minuman kratingdaeng).

      sama-sama..

      Hapus
  17. kak Lintang, beneran ya pake jahe bisa ngurangin rontok? panas gak sib kak ditaro di kulit kepala? trs baca jg kalo bawang merah jg bisa ya? ada kemungkinan org yg gak cocok pake bahan ini gak? kalo gak cocok jd tambah rontok kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bisa..jahenya diencerkan dulu dengan air/teh. bawang merah juga bisa.. kalo nggak cocok biasanya perih di kulit kepala, ada juga yg tambah rontok karena kulit kepalanya nggak tahan..

      Hapus
    2. ada cara gak kak untuk meminimalisir ketidakcocokan spy rambutnya gak tambah rontok?

      Hapus
    3. diencerkan atau ditambah bahan lain (misal susu/minyak zaitun/minyak kelapa/madu) supaya nggak terlalu harsh buat kulit kepala..

      Hapus
  18. Hi i would like to ask you about my plan on doing your diy pitera toner and you mentioned here fermenting milk is it okay to add milk powder to the your recipe and use it as toner.thanks and your blog is great and very helpful

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi.. fermented milk will be great as mask, you should rinse it afterwards. I wouldn't recommend it as toner because the milk fat might clog pores.
      thanks for visiting my blog..

      Hapus
  19. Mba, kalau fermentasi susu diganti fermentasi santan bisa?
    Sama tehnya pake rosemary kering bisa?
    Kalau buat numbuhkan rambut, paling cespleng pakai resep diy apa, Mba?
    Terima kasih byk jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa, tapi sebaiknya dari santan asli, soalnya kalo santan dalam kemasan biasanya karbohidratnya lebih rendah dari yg asli..
      boleh banget pakai rosemary, bikin rambut cepet tumbuh..

      bahan yg cepet numbuhin rambut misal rosemary, aloe vera, seledri, bayam, ginseng. coba aja ginseng, seledri & bayam direbus, airnya buat menyeduh rosemary, lalu dicampur dengan gel aloe vera. dipakai sebagai tonik sehabis keramas.

      supaya rambut cepat tumbuh nggak bisa mengandalkan hair care dari luar lho. pastikan asupan mineral tercukupi (terutama zat besi & zinc). banyak makan bayam, kacang2an (polong, kacang merah, kacang hijau) & seafood

      sama2..

      Hapus
    2. rambutku cepet panjang, perasaan baru dipotong 2 bln yg lalu uda 7 cm aja.. ak sisiran sebelum tidur ngaruh juga kah mba? hahah.. maaf pertanyaan ga menarik y keknya :P

      Hapus
    3. kata orang jaman dulu, kalo mau rambut kuat & cepet panjang, sebelum tidur harus sisiran 100x. tapi ya masuk akal juga sih, sisiran itu kan melancarkan peredaran darah di kepala hehehe..

      Hapus
  20. Mbak lintang, kalau oat meal dibuat cuci muka itu, cara nya oat dikasih air, langsung dioles kaya scrub gitu ya?
    -ami-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bisa langsung dioles & dipijatkan ke wajah kayak scrub.. ada juga yg suka diperas dulu airnya, airnya dioleskan langsung ke muka, ampasnya belakangan. kalo aku lebih suka air+ampas langsung, lebih irit waktu hehehe..

      Hapus
  21. Mbak, boleh ga kalau tehnya ga diseduh dulu alias bubuk teh kering gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, pakai teh kering juga boleh..

      Hapus
  22. jmba lintang klo rambut nya warna item kira" efek bleaching dari chamomile nya berubah jdi kemerahan ga ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, jadi kemerahan. rambutku makin merah nih gara2 pakai chamomile

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah