Rabu, 16 Juli 2014

DIY Sunscreen Gel

Hai pembaca di manapun Anda berada..


Saya penasaran pingin bikin DIY sunblock, tapi di Google saya selalu nemu resep sunblock yang pakai shea butter, beeswax, coconut oil. Wah, kayak gitu sih hasilnya krim, lumayan berat. Saya ingin yang ringan dan oil free. Eh jadinya sunscreen gel, tapi beda lho dengan punya Wardah. Saya dulu breakout gara-gara kandungan polyacrylamide (bahan gel) dan dimethicone (silikon) dalam sunscreen Wardah.


Resep sunscreen gel ini cuma pakai 3 bahan : yoghurt, aloe vera dan zinc oxide. Zinc oxide bentuknya serbuk, dijual di toko bahan kimia. Di Semarang ada di toko Indrasari (jl. Stadion Selatan no.15). Sudah lama saya niat beli zinc oxide, tapi dulu pegawainya agak menyesatkan, katanya harus beli minimal 1 kg. Waktu saya ke sana lagi, pegawai yang berbeda bilang zinc oxide boleh ngecer 1 ons, saya jadi beli deh. Harganya terjangkau, Rp 5.500 per ons. Di toko ini hanya jual zinc oxide biasa, bukan yang nanopartikel. Yang nano lebih mahal, dan saya pun nggak akan mau beli yang nano. Meskipun katanya lebih bagus dan tidak meninggalkan white cast, sunscreen nanopartikel sifatnya karsinogenik karena bisa menyerap jauh ke dalam kulit dan memasuki aliran darah. 


Kenapa saya pilih yoghurt dan aloe vera? Pertama karena teksturnya, ringan dan cepat meresap. Kedua, karena fungsinya. Yoghurt dan aloe vera sering digunakan untuk penyembuhan sunburn. Aloe vera mengandung aloin yang bisa melindungi kulit dari pengaruh sinar ultraviolet. Lalu mengapa zinc oxide? Zinc oxide adalah broad spectrum sunscreen yang bisa menangkal sinar UV A maupun B. Sifat perlindungannya adalah secara fisik (physical sunscreen), yaitu melapisi kulit seperti tameng. Physical sunscreen yang bukan nano biasanya menyebabkan white cast, kulit terlihat pucat terutama jika difoto dengan flash. Tapi sunscreen yang bukan nano justru lebih sehat karena tidak memicu kanker.

UVA UVB Sunscreen Ingredients

Zinc oxide disebut juga calamine. Pernah dengar calamine? Ya, ini bahan utama dalam bedak & lotion Caladine. Zinc oxide tidak hanya berfungsi sebagai sunscreen, tetapi juga mencegah & mengobati iritasi. Beberapa macam bedak bayi & krim bayi mengandung zinc oxide sebagai anti iritasi. Shampoo anti ketombe juga mengandung zinc oxide. Zinc oxide secara alami terdapat dalam mineral zincite, juga sintetik. Zinc oxide murni berwarna putih. Pada mineral zincite terdapat campuran mangan dan lain-lain sehingga warnanya menjadi kemerahan.

Zinc oxide murni

Kristal zincite, sumber alami zinc oxide

Homemade sunscreen yang ada di berbagai blog menggunakan takaran zinc oxide sebanyak 10 - 20% dari adonan. Beberapa merek sunscreen di website ini memberi petunjuk, sunscreen SPF 20 mengandung 10% zinc oxide sedangkan di atas 20% menghasilkan SPF 25 atau lebih. Ada sunscreen SPF 30 dengan 22,3 - 24,8% zinc oxide. Dermatologist umumnya menganjurkan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 15 untuk aktivitas di luar rumah. Sunscreen digunakan 15 menit sebelum keluar dan reapply tiap kali tergosok, terkena air atau keringat.

Nah, sekarang saatnya resep!

Bahan yang diperlukan

plain yoghurt 1 sendok teh
aloe vera (ukuran 5x3 cm setebal 1,5 cm)
zinc oxide sebanyak 10% (boleh diubah sesuai kebutuhan) 


Ini untuk 2 kali pemakaian. Sengaja saya tidak membuat banyak-banyak karena yoghurt cepat rusak jika sudah dibuka dan saya tidak menambahkan pengawet.

Cara membuat

1.Kupas aloe vera, hancurkan 


2. Tambahkan 1 sendok teh plain yoghurt


3. Aduk rata


4. Tambahkan zinc oxide. Zinc oxide : adonan = 1 : 10 bagian

Seperempat sendok teh
Kelihatan banyak karena nyebar di sendoknya

5. Aduk rata, masukkan ke wadah kaca/keramik/plastik tebal.


6. Jika mau disimpan harus ditutup rapat dan dimasukkan ke kulkas. Setelah disimpan di kulkas selama 1 hari, gel aloe vera dan yoghurt akan memisah. Tidak apa-apa, bisa diaduk lagi sebelum digunakan.

 
Dibungkus dulu sebelum disimpan di kulkas


Review

Tekstur
Antara gel-cair dengan butiran aloe vera yang kenyal. Saya nggak bisa menghancurkan aloe veranya sampai halus, mau diblender cuma sedikit. Jadi pakai sendok aja hehehe..

Waktu pertama dioleskan agak lengket, lalu menyerap dan hasilnya smooth. Yang sudah pernah pakai yoghurt dan aloe vera untuk kulit pasti tahu yang saya maksud.

Aroma
Asam khas yoghurt. Jika menurut kamu baunya mengganggu, bisa ditambah sedikit vanili bubuk untuk meredam bau asamnya.

Saat dioles ke kulit
Ada sensasi dingin, padahal belum masuk kulkas. Apalagi jika baru dikeluarkan dari kulkas, nyess... segar! Ada white cast juga, wajar lah.. namanya juga zinc oxide.

Sunscreen gel ini saya pakai di tangan, kaki, dan muka. Cocok banget untuk orang yang berkulit kering seperti saya karena sifat yoghurt dan aloe vera yang melembabkan. Untuk yang berkulit oily, sunscreen ini tidak ada oil control.

Kiri : dioleskan
Kanan : sudah di-blend

(+) mudah dibuat
(+) ringan dan mudah meresap, hasilnya bikin kulit smooth
(+) melembabkan kulit saya & tidak bikin breakout atau iritasi

(-) baunya asam
(-) nggak tahan lama karena tanpa pengawet

Bikin lagi? iya

Recommended for :
  • normal to dry skin
  • orang yang suka sunscreen dengan bahan alami
Not recommended for
  • orang yang sensitif & alergi terhadap yoghurt atau aloe vera
  • kulit acne prone yang tidak bisa menoleransi semua dairy product
  • orang yang mencari sunscreen dengan oil control
Di post yang ini, saya sudah menjelaskan bahwa susu sapi secara alami mengandung IGF-1, semacam hormon pertumbuhan. Sifatnya menstimulasi hormon androgen. Meningkatnya sekresi hormon androgen menyebabkan kenaikan aktivitas kelenjar minyak sehingga berisiko menimbulkan jerawat. IGF-1 tetap ada dalam yoghurt dan segala produk olahan susu. 

pH plain yoghurt umumnya berkisar antara 4,5 - 5. Lactic acid pada yoghurt sebanyak 0,6 - 1,1% sehingga tidak akan menyebabkan iritasi pada kulit. Lactic acid dalam konsentrasi tinggi  bersifat irritant. Guna lactic acid dalam skincare adalah untuk mild peeling, melembabkan dan mencerahkan kulit. Yoghurt dapat mengatasi sunburn dengan menyeimbangkan kadar asam-basa pada kulit, mendinginkan dan menghidrasi kulit.


Aloe vera sudah terkenal dengan khasiatnya untuk menyembuhkan luka bakar, termasuk sunburn. Hasil penelitian pada sel fibroblast kulit manusia menunjukkan bahwa senyawa anthraquinone pada aloe vera yang disebut aloin dapat melindungi kulit dari pengaruh sinar UV A yang mengganggu perbanyakan sel fibroblast dan menurunkan sintesis kolagen. Pada tanaman aloe vera, senyawa anthraquinone berfungsi untuk menyerap sinar ultraviolet dan mencegah suhu daun terlalu panas. Oleh karena itu, aloe vera sangat potensial digunakan sebagai campuran bahan sunscreen.


Nah, sekian dulu ya.. selamat mencoba!

Referensi



36 komentar:

  1. Kak, nggak coba ngganti aloe nya pake seaweed (ada yg bilang aloe mengandung bha) & ngganti yoghurt pake chamomile atau timun?
    Pemakaian bha & aha kan disarankan gak kena matahari langsung (meskipun sdh ada zinc oxide nya). Sy pernah baca kalo acid bekerja dgn cara melonggarkan ikatan antar sel di kulit jadi radiasi lebih mudah masuk. Sy termasuk yg bener2 gak mau pake acid di siang hari. Sy pake aloe & yoghurt kalau betul2 tidak sedang terpapar matahari.

    Buat nyampur bahan2 yg jumlahnya sedikit, bisa pake hand mixer (bukan hand blender).
    Sy beli online cuma 45rb. Fungsi awalnya sih buat bikin busa di minuman cappucino tapi bisa buat nyampur bahan2 yg sedikit juga.

    CMIIW.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aloe vera memang mengandung salicylic acid (BHA) tapi hanya sedikit. aku baca di jurnal ilmiah ini http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2763764/ dan artikel di jurnal Molecules thn 2008 (judulnya Composition and Applications of Aloe vera Leaf Gel, ditulis oleh J.H. Hamman):

      penyusun utama gel aloe vera adalah anthraquinoines (aloe-emodin, anthranol, aloin A dan B/barbaloin, dsb). salicylic acid hanya sebagian kecil yg tergolong dalam miscellanous.

      gel aloe vera justru menstimulasi fibroblast pada sel kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen & elastin, meningkatkan ikatan kolagen pada kulit.

      senyawa methallothionein menyerap ke dalam kulit, mencegah pelepasan & produksi sitokin imunosupresif turunan keratinosit (bernama interleukin-10) sehingga mencegah kerusakan sel kulit akibat sinar UV pada individu yang sensitif thd sinar matahari.

      nah, yoghurt sendiri cuma mengandung 0,6 - 1,1% lactic acid. jumlah itu tidak berarti apa2 untuk melakukan eksfoliasi kulit. peeling dengan AHA baru berhasil jika kadar AHA (termasuk lactic acid) lebih dari 20% (biasanya produk peeling mengandung 20-70% AHA). kulit yg di-peeling dengan AHA memang nggak boleh terkena paparan sinar matahari.

      semoga penjelasannya cukup jelas walaupun kepanjangan

      iya, pakai hand mixer juga bisa.. disini lebih dari 45 ribu kayaknya, udah lama ibuku mau beli juga hehehe..

      Hapus
    2. sepupu aku hobi ngumpulin sunblock kak, secara dia hobi jalan2 ke pantai di dalam & luar negri. ternyta aloe vera banyak dipake untuk campuran sunblock.
      dia punya sunblock banana boat ultra defense, alba botanica, sekarang lagi ngincer yg aroma magic. itu semua ada aloe vera nya.
      memang aloe vera nampol yah buat anti UV. aku suka oles2 aloe vera buat nyegah ato ngobatin sunburn. secara ga punya duit buat beli sunblock kyk punya sepupuku heheheu \(^o^)/
      pengen nyoba bikin sunblock sendiri, ntar mau nanya guru kimia beli zinc oxide dimana

      Hapus
    3. aloe vera memang banyak dijadikan bahan sunblock & after sun skincare.
      merek2 sunblock yg kamu sebut itu mahal soalnya impor ya. yg alba botanica tuh bagus. 100% vegetarian ingredients, no animal testing, no paraben & phthalates, ramah lingkungan. wuihh jadi mupeng sama merek itu hehehe..

      yuk bikin sunblock, tapi beli zinc oxidenya jangan yg nano ya..

      Hapus
    4. bahasanya tingkat tinggi #garukgarukkepala
      tapi jadi lebih ngerti ttg faktanya. thanks for the info :)

      Hapus
    5. bahasa jurnal ilmiah emang gitu kan, hehehe..
      kalo pakai interpretasiku sendiri takut salah & kesannya sok tau, jadi ambil dari jurnal.
      sama-sama..

      Hapus
  2. Nah kalo kulitnya berminyak n acne prone kudu ganti apa donk mbak Lintang? Matur suwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak usah dicampur yoghurt, soalnya yoghurt itu yg bikin oil controlnya jelek (& memicu jerawat pada orang yg nggak tahan terhadap IGF-1 dalam dairy products). aloe vera malah bagus untuk mengurangi jerawat & mengontrol minyak..
      sami-sami mbak..

      Hapus
  3. loh klo peeling pake bha & aha bukannya memang disarankan pake sunblock yah? eike suka pake hada labo tamagohada, ga pernah lupa pake sunblock yg ada zinc oxide setelah peeling.

    emangnya yoghurt bisa buat peeling sist? justru kalo kulitku lagi clekit2 abis pake tamagohada, eike olesin yoghurt, ademm bener n ilang clekit2nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, memang harus pakai sunblock soalnya kalo habis peeling kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. bagus tuh pilih yg ada zinc oxide, soalnya juga bisa meredam iritasi.

      yoghurt nggak bisa buat peeling, kan lactic acidnya paling banter cuma 1,1%. untuk peeling, lactic acid minimal 20%. makanya yoghurt nggak bikin kulitku clekit2 padahal biasanya aku sensitif terhadap segala macam acid & produk exfoliant

      Hapus
  4. aku malah sering pake macem2 acid di pagi/siang hari. misal air jeruk lemon, tapi habis itu ditumpuk sunblock, gpp sih di aku. klo ga salah mba lintang pernah nulis di blog, air lemon ada psoralen yg menyebabkan fotosensitif. aku yg nekat apa kulitku yg kebal yah? hehehe

    bhn alami kyk aloe vera n yoghurt mah sedikit banget bahan exfoliant nya. beda loh ma produk peeling khusus, yg memang bha & aha nya tinggi. menurutku tips2 kecantikan di website yg bilang aloe vera n yoghurt nggak aman utk siang hari itu agak menyesatkan. masih lumayan klo ada pnjelasan ilmiahnya -_- toh kenyataannya aloe vera umum dipake utk campuran sunblock, yoghurt jg ada di lotion pemutih & day cream

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow kulitmu kuat ya hehehe.. kulit sensitif kayak aku sih mau siang atau malam tetep nggak kuat menerima acid konsentrasi tinggi.
      psoralen memang bisa menyebabkan fotosensitif & efeknya baru hilang setelah 24 jam, asalkan pakai sunblock ya nggak apa2.

      aloe vera & yoghurt memang dikiiit banget kandungan BHA & AHAnya.
      hmm.. tips2 itu bukan menyesatkan sih, hanya kurang memberi informasi detail.

      tapi untuk kulit yg hipersensitif terhadap matahari (misalnya habis pakai produk gajebo), pakai bahan alami yg mengandung acid & anthraquinone tetap nggak disarankan. ntar tambah iritasi..

      Hapus
  5. indrasari buset dah antriannyaa. titip dong zinc oxide, males ne mau kesana wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. datang kesana pagi aja, atau pas sholat jumat, biasanya nggak penuh2 amat tuh..

      Hapus
  6. sm kayak yg tanya yg di atas, kalo bikin pake rumput laut & timun bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. seaweed itu kan nggak meresap di kulit, cuma di permukaan kulit aja & mengering. ini menyebabkan zinc oxide nggak nempel sempurna di kulit, padahal zinc oxide itu physical sunscreen, dia hanya melapisi kulit.

      di sunscreen berbagai merek yg pakai zinc oxide /titanium dioxide, ingredients yg digunakan cepat meresap supaya zinc oxide/titanium dioxide-nya melekat langsung di kulit.
      makanya aku nggak bikin sunscreen gel pakai seaweed meskipun tekstur gelnya lebih mantap.
      tapi kalo pakai timun oke, jus timun bisa meresap

      Hapus
  7. kak kalo pake wortel gimana? katanya spfnya tinggi lho, sekitar 40 an.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, yg bisa untuk sunscreen itu minyak bijinya (carrot seed oil) kalo wortelnya sendiri nggak bisa. carrot seed oil spfnya 38-40.
      ada beberapa bahan alami buat sunscreen, coba deh baca disini, penjelasannya juga lengkap :
      http://saspublisher.com/wp-content/uploads/2013/11/SAJP26458-463.pdf

      Hapus
  8. sis kalo ditambah natrium benzoat supaya lebih awet boleh gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya jangan, soalnya yoghurt mengandung vitamin e, aloe vera juga ada vit c & e. lebih baik pengawet dari essential oil. kalo misalnya pingin yg kimia coba phenoxyethanol aja (phenoxyethanol bukan pengawet yg bagus tapi mending karena nggak bereaksi dengan vitamin dalam produk)

      Hapus
  9. mbak, apa boleh sunscreen gel ini dioleskan di malam hari? sy pernah baca utk memaksimalkan fungsi sunscreen, sebaiknya dioleskan sejak malam sebelum terpapar matahari & reapply paginya.
    tanya lagi ya mbak, boleh enggak sunscreen gel ini dicampuri bubuk mutiara? kalau boleh, brp persentasenya?
    trima kasih mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg di hasil penelitian Diffey (2001) http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11712033 ada fakta menarik tentang efektivitas sunscreen.
      sunscreen paling efektif jika dioleskan 15-30 menit sebelum keluar rumah, lalu reapply 15-30 menit setelah pertama kali terpapar sinar matahari. hanya perlu reapply setelah berkeringat/renang/menggosok kulit dengan handuk atau tissue.

      di artikel lain, ditulis bahwa komponen sunscreen tidak baik dipakai di malam hari karena tidak melembabkan kulit dan meningkatkan resiko kulit terpapar bahan2 karsinogenik. selain itu memakai sunscreen di malam hari menyebabkan kulit tidak memperoleh kesempatan untuk beristirahat & regenerasi.
      (sumber : http://joannavargas.com/why-you-shouldnt-wear-moisturizers-with-sunscreen-at-night/)

      iya, sunscreen gel boleh dicampur bubuk mutiara. bubuk mutiara untuk resep diy persentasenya macam2, antara 1 - 5% (untuk resep diy yg bentuknya pasta/lotion) ada juga yg sampai 30% (kalo dicampur ke krim/bedak), tergantung kecocokan kulit masing2

      sama-sama..

      Hapus
  10. Makin sukaaaa ama blog mbak Lintang ini, apalagi banyak ilmunya berdasarkan jurnal2 ilmiah dan dikasi alamatnya langsung. akhirnya belajar lagi (terakhir baca jurnal ilmiah waktu ujian sidang S1 wkwkwkwkw).
    kira2 yogurtnya bisa diganti ama yang lain gak ya mbak? jadi aloe dicampur ama timun misalnya. soalnya muka ladang minyak banget. dan daya simpannya kalau pake yang yogurt ini berapa lama mbak? pingin coba pake dibadan dulu, tapi kuatir gak bisa dibawa2 kluar karena gak bisa masukin benzoat. Makasih ya mbak lintang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak puspa hehehe..
      sengaja ngasih linknya supaya kita sama2 belajar

      bahannya bisa pakai aloe+timun, boleh juga dikasih air seduhan green tea buat bantu oil control. kalo pakai yoghurt daya simpan 3 hari, tapi biasanya aku habiskan sekali pakai, max 2 hari. yg 2 hari aja udah memisah komponen2nya, perlu dikocok lagi.

      iya sama-sama..

      Hapus
  11. Lintaaang, aku baru 2 hari baca diy lintang .......ya ampuuuun seneng bangetttttt.makasiha banyak yaaaaa.lintang kalo make toner....habis itu pake krim mlm...boleh ga.? Tris bsoknya ku pake produk arcante, d lapisi ama diy sunvreen gmn? Oh iya lintang...coba dunk cari formulasi utk cream khusus kantong mata( coba yg myk bulus) ktanya bisa mengencangkan....makasih banyak ya lintang.ku 33 up th..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak.. makasih ya udah mampir ke blogku hehehe
      iya, boleh banget, toner bisa dilanjutkan dengan krim malam.
      boleh, diy sunscreen memang dipakai di urutan terakhir skincare sebelum makeup.

      boleh juga tuh, minyak bulus kayak yg di kandungan sariayu ya.. ntar aku hunting dulu hehehe
      sama2 mbak..

      Hapus
  12. ini hemat yaa resepnya.. tapi apakah benar bisa bener-bener ampuh? ada PA++ kah? ada before after kondisi kulit kamu kah setelah memakai ini? kamu pernah bandingin dengan sunscreen di pasaran kah? misalnya setengah muka pakai resep ini setengahnya lagi pakai sunscreen pasaran dan lalu dibandingkan.. oia lebih bagus lagi kalau di cek pake disinarin dengan sinar ultra violet loh biar ketahuan efeknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku coba masukin kehttps://www.sunscreensimulator.basf.com/Sunscreen_Simulator/
      untuk prediksi perlindungannya. ini web untuk memprediksi perlindungan sunscreen, tapi untuk akuratnya sebetulnya harus dites. di web itu nggak ada pilihan zinc oxide, jadi aku setarakan dengan titanium dioxide (meskipun faktanya zinc oxide lebih broad spectrum).
      yg aku masukkan persentasenya 10%, aku dapat SPF nya 15, PA ++ tapi jika dipakai di temperatur 40 derajat celsius nilai SPF turun jadi 14.1

      aku bandingkan dengan parasol ungu (cuma punya merek itu). nggak ada foto before after karena kamera hpku nggak mutu, nggak bisa nangkap perbedaannya. aku deskripsikan aja ya.

      - white cast : lebih parah DIY sunscreen gel sedangkan parasol nggak terlalu white cast secara kasat mata. misalnya difoto dengan blitz sama2 keliatan white castnya
      - water resistant : DIY sunscreen gel nggak water resistant, bubar kalo kena air & keringat

      aktivitasku : naik motor sering nggak pakai sarung tangan & masker, jalan kaki tanpa payung/topi (jangan ditiru hehehe). untuk sekali jalan DIY sunscreen gel ini efektif, aku nggak mengalami sunburn /flek. setelah itu kan keringatan sehingga harus dibersihkan dan reapply. aku reapply pakai parasol yg praktis.
      misalnya lagi sadar untuk pakai sarung tangan dll aku nggak perlu reapply.

      Hapus
  13. Kak kulit aku suka iritasi kalo pake yg ada bahan aloevera. Bisa diganti apa ya kak? Makasih ya ksk

    BalasHapus
    Balasan
    1. bengkoang bisa lho.. bengkoang itu juga anti UV B, bisa mencegah sunburn

      Hapus
  14. Dear Ms. Lintang
    mkasih y mba dah dikasih ilmunya..
    btw q mau tnya untuk dapet zinx oxide beli di toko kimia yang bagaimana y?maklum saya awam g ngerti gtu2an heheheh
    trs tentang carrot seed oil tu bisa beli dimana & tu juga ampuh untuk sunblok kah?
    mksih y

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2..
      toko kimianya yg jual bahan2 kimia buat keperluan laboratorium. biasanya mahasiswa jurusan eksak yg sering praktikum di lab tau tempatnya.

      carrot seed oil susah ditemukan di indonesia. seller online yg jual berbagai essential oil & bahan DIY cosmetics biasanya juga nggak selalu sedia carrot seed oil. belinya mungkin harus di online shop internasional yg biasanya bayar paka paypal. ya, itu bagus banget buat sunscreen
      sama2..

      Hapus
  15. ohh gitu ya mba..duh dimana y boleh ksih referensi g mba saya di jakarta barat atau xlo dijakarta beli nya dimana c??
    q dah lgi psen carrot seed oil da yg jual share mang sbelum q pke krim2 klinik sekrang ini...sbelumnya 1 thun lalu q pakai oil2an..nah xlo cm pke carrot seed oil tu g usah pke sunblok lgi kah mba?atau hrus double coz kta pnjual nya carrot seedoil g mngandung zinx oxide jdi hrus pake yg ada zinx oxide nya hehehhe gmn tuh mba..
    oh y mba lintang q mau tnya lgi seeeebeeel bget gra2 pke krim g tau nie dri tmnq mukaq bruntusan baiknya pake apa y?bru tdi mlem c q olesin lidah buaya y mendingan tpi nie bruntusan kyana akibat krim yg q pke ada steroidnya x y..sumpah deh nyebelin baget mba..gmn y..tlong pencerahannya y mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah maaf commentnya baru terbaca sekarang
      ada beberapa sih sebenernya, di daan mogot, kembangan, kebon jeruk. coba liat disini ya :
      http://id.yellowpages.co.id/browse/category/bahan-kimia-eceran
      carrot seed oil bukannya nggak boleh dipakai sendirian ya, harus ada carrier oilnya?
      carrot seed oil nggak mengandung zinc oxide. zinc oxide itu kan physical sunscreen yg warna alaminya putih.
      yg cso itu chemical sunscreen,yg jelas bukan zinc oxide.

      wah kalo habis kena steroid gitu harus menetralkan kulit dari skincare yg berbahan kimia. boleh sih pakai skincare OTC tapi yg mild & hypoallergenic.

      Hapus
  16. mb lintang ini takarannya berapa aja ya mb?saya baru buka blog mb, pengen bikin yang sunscreen gel tapi takarannya gak ada cuma ada gambarnya aja, maaf ya mb mungkin komputer saya yang agak eror, kalo mb gak keberatan boleh minta takarnnya . terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah padahal udah aku tulis lho..
      plain yoghurt 1 sendok teh
      aloe vera (ukuran 5x3 cm setebal 1,5 cm)
      zinc oxide sebanyak 10% (boleh diubah sesuai kebutuhan)

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah