Jumat, 18 Juli 2014

Vaseline Aloe Fresh SPF 24 Daily Light Lotion

Halo semua..


Kali ini saya kembali dengan review produk. Dulu ini lotion favorit saya soalnya ringan dan ada SPF nya. Jaman saya masih belum ngerti apa-apa soal sunblock muka, lotion ini saya pakai di muka sebagai sunscreen, don't try this at home hehehe.. Saya sempat berpikir produk ini udah discontinued, soalnya di mana-mana udah nggak ada, adanya yang Aloe Fresh biasa. Mbak Arum juga suka lotion ini tapi katanya udah nggak nemu lagi.

Eh tapi saya beruntung, waktu ke Giant nemu produk ini. Yeey.. seneng banget pokoknya, kayak ketemu sahabat yang udah lama ilang. Saya pilih yang 100 ml biar bisa dibawa-bawa. Kalo yang 200 ml kan menuh-menuhin tas, hehehe.. Biasanya saya suka bikin DIY sunscreen, tapi kan nggak bisa dibawa keluar kulkas karena no preservative, bisa-bisa rusak.

Inilah dia "si anak hilang" itu..




Harga
Rp 14.000 netto 100 ml

Manufacturer 
PT Unilever Indonesia Tbk.

No. BPOM 
NA 18120101619

Klaim menurut kemasan
Formula yang ringan dan cepat meresap sehingga dengan cepat melembabkan kulit dan memberikan perlindungan terhadap sinar matahari. Menggabungkan sensasi segar dan ringan Aloe dan perlindungan dari sinar UV A dan UV B dengan SPF 24 dan PA++

Kemasan
Khas kemasan lotion Vaseline, tutupnya flip top. Ukuran lubangnya pas, badan botol langsing dan mudah dipencet sehingga lotionnya bisa dikeluarkan dengan mudah. Selain itu travel friendly juga kan..


Warna dan Aroma Lotion
Warnanya putih susu. Wanginya nggak mirip-mirip banget dengan Aloe vera asli, tapi pokoknya segar. Wanginya kalem dan pas, nggak nyegrak. Saya suka wangi yang kayak begini, membangkitkan mood dan nggak bikin pusing.

Tekstur
Menurut saya teksturnya persis plain yoghurt, yaitu lotion yang nggak terlalu kental, mengarah ke encer dan cepat meresap. Termasuk ringan dibandingkan lotion SPF lainnya (misalnya dibandingkan dengan Citra Advanced White) karena sunscreen yang ada di lotion ini bukan physical sunscreen seperti Citra. Sunscreen yang bersifat physical melapisi kulit seperti tameng dan memantulkan sinar UV, sedangkan sunscreen yang ada di lotion ini menyerap dalam kulit, mengubah sinar UV gelombang panjang menjadi lebih pendek (sinar inframerah yang tidak berbahaya).

Lotion ini nggak lengket lho, tapi kalo diaplikasikan ke kulit yang masih agak lembab (misalnya habis mandi, belum kering bener), jadinya lengket. Makanya kulit harus kering sempurna. Kalo kebanyakan juga jadi lengket, makanya dioleskan secukupnya aja, jangan berlebihan.

Teksturnya ringan, mudah di-blend dan mudah meresap

Staying power
Soal kelembaban lumayan lah, tapi nggak selembab Marina yang ijo. Yang saya suka, wanginya tetap nempel di kulit setelah berjam-jam, nggak pindah ke baju. Kalo lagi aktivitas yang berpanas-panasan, saya reapply lotion ini tiap 2 jam, begitu juga setelah cuci tangan atau berkeringat (tentunya dilap dulu sampai kering). Ya, memang sunscreen harus rajin reapply gitu kan, supaya perlindungannya maksimal. Kalo aktivitas saya di dalam ruangan, ya nggak perlu reapply.

Ingredients
water, ethylhexyl salicylate, glycerin, stearic acid, phenylbenzimidazole sulfonic acid, glycol stearate, PEG-100 stearate, butyl methoxybenzoylmethane, dimethicone, phenoxyethanol, glyceryl stearate, potassium hydroxide, caprylyl glycol, carbomer, cetyl alcohol, xanthan gum, sodium hydroxide, perfume, niacinamide, disodium EDTA, stearamide AMP, BHT, methylisothiazolinone, Aloe barbadensis leaf juice, maltodextrin, sodium benzoate, potassium sorbate.

Kandungan sunscreennya adalah:
  1. Ethylhexyl salicylate alias octisalate, octyl salicylate : anti UV B, yang di-approved FDA konsentrasinya 5%. Teksturnya agak greasy dan bersifat sebagai emollient juga. 
  2. Phenylbenzimidazole sulfonic acid alias ensuizole : anti UV B, di AS konsentrasi yang diperbolehkan 4%, di Eropa 8% (di Indonesia???). Teksturnya ringan & non greasy. Meskipun sudah di-approved FDA, ada penelitian tahun 2002 yang menyebutkan bahwa phenylbenzimidazole sulfonic acid memproduksi oksigen berlebih yang dapat mengganggu sel, menyebabkan mutasi dan menyebabkan kematian sel, kemungkinan berimplikasi pada penyakit kardiovaskular. Juga berpotensi memicu kerusakan DNA selama terpapar sinar matahari. Pada beberapa orang dilaporkan reaksi alergi dan iritasi.
  3. Butyl methoxybenzoylmethane alias avobenzone : anti UV A, mengubah sinar UV A gelombang panjang yang terserap di kulit menjadi sinar inframerah yang dilepaskan sebagai panas. Sifatnya non-toxic dan non-irritating, tetapi beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen avobenzone dapat diserap tubuh dan dikeluarkan bersama urine, makanya tidak dianjurkan untuk anak-anak dan wanita hamil.
Wah, kalo saya pribadi sih lebih memilih physical sunscreen seperti zinc oxide atau titanium dioxide daripada chemical sunscreen. Physical sunscreen memang lebih berat dan bikin white cast, tapi nggak ada efek aneh-aneh, hehehe..



Bahan lainnya:
  • Gliserin : pelarut & humectant, bekerja dengan mengikat uap air dari lingkungan sehingga kulit tetap lembab.
  • Stearic acid : surfaktan dan emulsifier
  • PEG-100 stearate : pengental, emulsifier, emollient. Dibuat dari palm/coconut oil yang direaksikan dengan stearic acid. Tidak bersifat irritant atau menimbulkan sensitivitas tapi tidak boleh digunakan pada kulit yang luka.
  • Dimethicone : emollient. Merupakan polimer bersilikon yang disebut juga polysiloxane. Siloxane adalah bahan tidak ramah lingkungan.
  • glyceryl stearate : emollient. Diperoleh dari palm kernel/vegetable/soybean oil, terdapat secara alami di tubuh manusia. Selain melembabkan, fungsinya juga mencegah produk membeku.
  • caprylyl glycol : humectant (moisturizer), stabilizer, dan dapat meningkatkan aktivitas mikrobial dari pengawet. Sering dicampur dengan pengawet phenoxyethanol, produknya bernama Optiphen.
  • Cetyl alcohol : fatty alcohol (alkohol baik yang berfungsi sebagai pelembab/emollient). Awalnya diperoleh dari organ spermaceti pada paus, tapi sekarang lebih banyak dibuat dari palm/coconut oil untuk melindungi populasi paus yang terus berkurang. Orang yang mengalami psoriasis dan rosacea harus menghindari cetyl alcohol karena akan memperparah alergi & iritasi.
  • Xanthan gum : Pengental, termasuk low hazard ingredient.
  • Potassium hydroxide (KOH) dan sodium hydroxide (NaOH/soda api) : pH adjuster, sifatnya irritant bagi kulit sensitif.
  • Niacinamide (vitamin B3) : sifatnya mencegah melanin sampai di permukaan kulit, mencegah kerusakan kulit lebih lanjut akibat paparan sinar UV.
  • Stearamide AMP : surfaktan, pengental, opacifier (supaya produk tidak tembus cahaya). No health concern, artinya aman.
  • Disodium EDTA : stabilizer & chelating agent (mengikat logam berat yang mungkin terdapat dalam produk & melemahkannya agar tidak berbahaya)
  • Maltodextrin : binding agent yang juga berfungsi sebagai anti aging, merupakan polisakarida yang diperoleh dari  beras, kentang atau bahan makanan lainnya yang tinggi karbohidrat.
Makanya saya bilang jangan dipakai di muka (jangan tiru tindakan sesat saya yang dulu, hehehe) karena banyak bahan comedogenicnya : dimethicone, stearic acid, PEG-100 stearate, glyceryl stearate, caprylyl glycol. Kalo breakout kan gawat.

 
Dipakai di badan aja, jangan di muka ya!

Pengawet yang digunakan dalam lotion ini :
  • Phenoxyethanol (ethylene glycol monophenyl ether): tergolong moderate hazard. Penelitian pada hewan menunjukkan dampak negatif terhadap organ sensorik dalam dosis rendah, gangguan otak dan saraf dalam dosis sedang. Pada tikus menyebabkan mutasi sel dan memicu kanker. Pada manusia meningkatkan resiko alergi, iritasi pada kulit, mata dan paru-paru, bersifat racun bagi organ dan sistem saraf, serta dikhawatirkan memicu kanker.
  • BHT (butyl hydroxy toluene) : sifatnya karsinogenik (memicu kanker), level yang dperbolehkan dalam kosmetik adalah 0,01-0,1%. Penelitian pada hewan menunjukkan dampak pada sistem reproduksi dan mutasi sel yang menyebabkan kanker.
  • Sodium benzoate : pengawet makanan, dalam leave on products seperti body lotion max hanya 0,5%. Tidak boleh berada dalam produk yang mengandung vitamin C dan E karena akan bereaksi membentuk benzene yang bersifat karsinogenik.
  • Potassium sorbate : mild preservative yang juga pengawet makanan, bisa mencegah pertumbuhan jamur dan ragi tetapi tidak efektif untuk bakteri.
  • Methylisothiazolinone : pengawet yang tidak ramah lingkungan (merusak ekosistem air), berpotensi menimbulkan alergi, dan totally not recommended for individuals with dermatitis atopic. Penderita eksim disarankan jauh-jauh dari pengawet jenis ini meskipun kadarnya hanya sedikit dalam kosmetik.
Memang paraben free, tapi pengawet lainnya juga sama jeleknya. Produk yang paraben free itu tidak lebih aman daripada yang ada parabennya. Jangan bangga pakai produk yang paraben free, itu hanya trik marketing,  hehehe..

Tubuh kita nggak butuh pengawet, tapi kosmetiknya butuh diawetkan

Kesimpulan dari produk ini
(+) tekstur ringan, cepat meresap, tanpa lengket
(+) wangi segar dan kalem, wanginya awet di kulit dan nggak transfer ke baju
(+) ada sunscreennya

(-) saya lebih suka physical sunscreen karena minim resiko
(-) pengawetnya banyak  macamnya (nggak bisa dikurangi jenisnya?)

Repurchase? Pikir-pikir dulu, tapi gimana ya.. saya suka wangi & teksturnya nih
Recommended ? Ya, untuk yang sedang cari lotion SPF bertekstur ringan. Sama sekali not recommended untuk yang punya psoriasis, dermatitis atopik, dan kulit sensitif.

Sekian review dan penjelasannya. Selamat berburu lotion!


Referensi :


20 komentar:

  1. Kayaknya saya pernah deh pake lotion ini, jaman sekolah beberapa tahun lalu :3
    Lotionnya cepat meresap ke kulit, tapi ga pernah reapply karena dulu ga ngerti. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, cepet meresap di kulit. aku dulu juga nggak pernah reapply karena nggak ngerti, parahnya lagi dipakai di muka hehehe..

      Hapus
  2. Mba, kalo mau travelling (mau mudik lebaran bentar lagi), gimana cara ngawetkan diy skincarenya?
    Kalo leucidal itu aman enggak, mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dikasih pengawet & dimasukin ke termos isi es boleh tuh..
      iya, leucidal aman buat kosmetik, soalnya dari bahan alami (fermentasi bakteri Leuconostoc)

      Hapus
  3. Wah lengkap banget, aku biasa pake yang vaseline Aloe biasa atau marina Ijo. Varian ini kok gak pernah liat
    Makasih sharenya mbak lintang

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah lama aku juga nggak liat varian ini, baru aja nemunya hehehe.. marina ijo aku juga suka, lembab banget tapi ringan
      sama-sama mbak..

      Hapus
  4. paraben free nggak jaminan aman yah hihihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. tergantung pengawetnya apa dulu.. kalo pengawet makanan/alami sih masih lumayan. pengawet yg aman itu harganya mahal, makanya banyak produsen yg pikir2

      Hapus
    2. Pengawet yg aman yg harganya mahal itu apa aja namanya?

      Hapus
    3. pengawet kosmetik yg paling aman adalah yg alami, misal essential oil (misal lime EO, cinnamon EO, tea tree oil), ekstrak tumbuhan (grapefruit seed extract, cranberry extract), bee propolis.
      meskipun alami ada dosis max nya, tapi yg jelas nggak ada pengaruh ke kesehatan manusia dalam pemakaian jangka panjang, malah juga berfungsi sebagai skincare

      Hapus
    4. Dosis max nya berapa mbak?
      Kalau menurut mbak lintang, maksudnya artikel ini gimana ya?
      http://swiftcraftymonkey.blogspot.com/2012/02/if-some-essential-oils-are-anti.html
      Apa maksudnya eo itu bisa utk pengawet tertentu saja tapi tidak bisa utk semuanya?

      Hapus
    5. tiap EO & plant extract dosisnya beda. untuk leave on product di muka, biasanya max 1 - 1,5% (lebih dari itu akan menyebabkan iritasi dll)

      sebenernya aku agak bingung soalnya kata authornya, EO ditambahkan ke produk untuk penambah aroma aja karena nggak mungkin menggunakan EO dalam dosis besar sbg pengawet..

      setelah baca2 beberapa artikel di blog itu, aku baru nyadar kalo dia menekankan masalah umur simpan. udah pasti EO & natural preservatives lainnya nggak bisa menjanjikan expired dalam waktu tahunan kayak chemical preservatives. mungkin bisa menyamai yg chemical kalo dosisnya ditambah, tapi itu beresiko berefek negatif ke kulit.

      pendapat dia nggak salah, terutama untuk kosmetik yg dibuat dalam skala industri besar & dipasarkan secara luas.
      tapi kalo kita mau bikin DIY skincare yg untuk dipakai sendiri, apa perlu kita awetkan sampai bertahun2? kadang kosmetik buatan pabrik yg udah berbulan-bulan aja kita juga nggak tega memakainya hehehe..

      organic/natural skincare yg dibuat secara homemade & dipasarkan secara terbatas biasanya juga memakai natural preservatives & produknya nggak terlalu tahan lama, nggak sampai tahunan

      Hapus
    6. Tengkyu banget pencerahannya, mbak.
      Sdah gak galau lagi deh sekarang :-)
      Iya, kalo diy skin care paling sebulan aja dah abis.

      Hapus
    7. sama-sama..
      hehehe.. kalo aku bikin diy begini paling cuma untuk beberapa hari biar lebih fresh

      Hapus
  5. dulu lotion favorit eike juga nii, tapi di giant deket rumah ga ada. adanya yg aloe vera biasa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, susah juga ya nyari lotion ini.. aku pikir di semua giant ada

      Hapus
  6. Wah pantas.. ternyata meningkatkan resiko alergi ya.. Ak dulu suka banget Vaseline aloe ini, tapi setiap reapply (jd bukan di kulit bersih) selalu gatal2 jd akhirnya stop.. Belum nemu gantinya nih, dan kayaknya ga Niat yg DIY (ga sempat hahaha ngeblog aja jarang).. Ada saran ga lintang? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bisa meningkatkan resiko alergi. coba cari merek sunblock yg natural/vegan misalnya devita, sunology, alba botanica, loving naturals. yg loving naturals bahkan tulisannya "safe for babies" berarti kan hypoallergenic. tapi susah dicari di indonesia sih hehehe..

      Hapus
  7. Wah ini baru namanya review, jelas sampe ke akar akarnya hehe. Oya kak kalo Vaseline Healthy Sunblock spf 30 itu apakah boleh dipake di muka? Ato ada bahan seperti lotion aloe ini? Soalnya saya pernah bbrapa kali pake di muka dan alhamdulillah ga breakout hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya nggak boleh buat muka, bisa dilihat dari ingredientsnya yg nggak lazim ada di produk buat muka. tapi kalo nggak breakout mungkin nggak apa2 dipake di muka asalkan jangan sering2 hehehe..

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah