Kamis, 14 Agustus 2014

DIY Fermented Soybean Toner & Mask

Hai..


Saya mau share resep toner & mask fermentasi lagi. Fermented soybean itu terkenal banget dalam skincare Korea, contohnya serum produksi Zymogen ini. Zymogen menggunakan fermentasi beberapa jenis mikroba, yaitu Aspergillus, Saccharomyces, Lactobacillus, Bacillus. Jika kalian punya ragi kecap boleh difermentasi dengan itu, karena ragi kecap isinya Aspergillus. Boleh juga dengan Lactobacillus (bakteri untuk membuat yogurt), tapi jangan dalam bentuk biang yogurt, harus Lactobacillus asli. Seingat saya, temen saya bilang harganya sekitar 4 ribu per ml, dia beli di Fakultas MIPA. Saya cuma punya Saccharomyces (yang carinya gampang, di mana-mana ada dan murah), jadi difermentasi dengan Saccharomyces aja.  



Kedelai yang difermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae mengandung polifenol dan flavonoid (dari golongan quercetin) yang punya aktivitas antioksidan kuat. Kedelai yang belum difermentasi saja antioksidannya sudah bagus banget karena mengandung isoflavon. Isoflavon bermanfaat untuk :


  • menstimulasi produksi kolagen dan hyaluronic acid sehingga dapat menjaga elastisitas kulit
  • menghambat matriks metallo-proteinase, yaitu enzim yang merusak jaringan protein pada jaringan penyokong kulit
  • karena sifatnya sebagai anti inflammatory, isoflavon dapat mengurangi redness dan iritasi
Isoflavon bekerja sebagai antoksidan dengan meningkatkan level glutathione dalam sel dan glutathione S-transferase (GST)Kedelai juga mengandung soybean trypsin inhibitor (STI) dan Bowman-Birk protease inhibitor (BBI) yang terbukti dapat mengatasi pigmentasi akibat paparan sinar UV.

Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dapat meningkatkan kandungan vitamin B kedelai (thiamin, nicotinic acid, dan biotin). Fermentasi kedelai meningkatkan bioavailability dari isoflavon sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh kulit.

Skincare Korea menggunakan fermented soybean dalam produk anti aging untuk mengurangi dark circle dan wrinkles serta mencerahkan kulit.


Penasaran? Yuk kita buat sendiri..


Bahan :

Kedelai kering................................. 50 gram
Air untuk merendam........................ 200 ml
Air untuk mencampur...................... 200 ml
Madu.............................................. 1 sdt (5 ml)
Ragi roti.......................................... 1 sdt
Air oksigen untuk campuran toner.... 100 ml

1. Siapkan kedelai. Foto di bawah ini kedelainya sebanyak 100 gram, kita gunakan setengahnya saja. Rendam selama semalam dengan 200 ml air, saya sih sampai 12 jam.




2. Buang air rendamannya, beri air yang baru 200 ml lalu blender sampai halus.


Air rendaman dibuang, lalu blender kedelai dengan 200 ml air


Kedelai & air yang sudah diblender

3. Tambahkan 1 sendok teh madu.


4. Masukkan 1 sendok teh ragi roti.




5. Aduk rata, lalu tutup dengan plastik. kencangkan dengan karet gelang. Biarkan mengalami fermentasi sampai 1,5 jam (90 menit).


 

Gelembung gas karbon dioksida yang dihasilkan dari proses fermentasi sudah dapat dilihat 15 menit setelah ditutup. Setelah 1,5 jam gelembungnya makin heboh, ampas ada di atas, airnya di bawah. Ampasnya sudah berbentuk seperti spons.

Jika fermentasinya saya lanjutkan, pasti sudah meletus itu plastiknya.

6. Saring, tampung di botol kaca. Saya bagi 2 sama banyak, satunya untuk toner & satunya untuk masker. Untuk membuat toner, tambahkan 100 ml air oksigen. 

Kiri : toner (sudah ditambah air oksigen)
Kanan : masker (tanpa air oksigen)

Beberapa saat setelah disaring, cairannya keruh
Toner & masker tidak terlihat perbedaannya

Setelah disimpan di kulkas selama beberapa jam, cairan bening memisah dengan endapan


Jadi saya saring lagi tonernya. Untuk toner, gunakan bagian yang jernih saja (tanpa endapan)
Untuk masker, bagian yang jernih maupun endapannya juga dipakai.
Endapan hasil penyaringan toner yang ke-2 saya masukkan ke botol masker lalu saya kocok lagi.


Kiri : toner
Kanan : masker
Waktu simpan 3 hari di dalam kulkas


Ampasnya jangan dibuang, bisa dijadikan body scrub (boleh dicampur garam dulu)

Cara pemakaian :

Untuk masker harus dikocok dulu karena endapannya juga penting
Tapi toner jangan dikocok


Masker kapas selama 30 menit, lalu bilas. Lanjutkan dengan toner

Toner boleh digunakan dengan tangan (ditepuk-tepuk, seperti Hada Labo), dengan  kapas (cara biasa), atau Chizu Saeki Method (seperti maskeran dengan kapas, tapi maksimal 3 menit aja)

Toner & masker ini boleh juga digunakan untuk melarutkan masker bubuk atau bedak adem.

Untuk melarutkan bedak adem

Review :

Aroma
Kedelai mentah + tape. Baunya kuat sekali, saya nggak suka bau kedelai mentah, kalo susu kedelai, tempe dan tahu saya suka hehehe..

Efek yang langsung terasa setelah digunakan
Saat pertama kali mencoba maskernya, kulit saya dalam kondisi kering gara-gara cuaca yang panas. Semarang sedang panas banget nih, kelembaban udara rendah, bikin kulit saya kering banget. Masker ini awalnya terasa sedikit perih di kulit yang kekeringan dan kulit terasa seperti ditarik. Setelah beberapa saat sensasi perih itu hilang dan kulit nggak terasa ditarik lagi.

Setelah masker dibilas, saya pakai tonernya. Nggak perih, tapi ada sensasi ditarik saat tonernya masih basah di muka. Setelah meresap, sensasi ditarik itu hilang. Kalo dipegang kulit terasa mulus seperti pakai skincare yang mengandung dimethicone.

Oya, masker dan toner ini memberi sedikit efek matte di muka, seperti pakai bedak. Kusam jadi hilang seketika, kulit kelihatan lebih segar. Kata orang, yang seperti ini namanya efek cerah seketika. Menurut saya terlalu berlebihan mengklaim bisa mencerahkan seketika, saya cukup bilang menghilangkan kusam dalam pemakaian pertama.

Setelah masker dibilas & memakai toner

Saya pakai toner ini sebelum sunblock, lalu tumpuk dengan bedak tepung maizena. Lumayan lho, bedak tepungnya nggak cepat hilang. Sunblocknya juga nggak cepat mengkilap, padahal sunblock Parasol formula baru mengandung lebih banyak minyak dibandingkan formula lama. Saya simpulkan oil controlnya cukup baik.

Efek setelah 3 hari pemakaian
Kulit jadi lebih rata halusnya, sebelumnya ada bagian yang jika diraba terasa kasar karena kering. Efek melembabkan dari masker & toner ini memang kurang dapat dirasakan langsung, tapi nyatanya bisa melembabkan dan menghaluskan kulit. 

Efek mencerahkan belum terlihat, atau mungkin saya yang kurang peka mengamatinya. Mengurangi kerutan? Saya rasa begitu, biasanya kan kalo pakai bedak tepung maizena kelihatan banget bagian kulit yang kering atau kerutannya, di muka saya jelas banget bagian smile lines nya kalo dikasih tepung maizena. Setelah 3 hari pemakaian fermented soybean, bagian smile lines itu masih ada tapi nggak sedalam sebelumnya. Saya juga mengonsumsi suplemen sih, jadi saya kurang tahu ini memang efek dari fermented soybean atau bukan.

Sejauh ini saya nggak mengalami breakout. Nggak nambah komedo, nggak muncul jerawat. Tapi efeknya di tiap orang beda-beda ya.. Bisa aja terasa gatal atau malah bikin bruntusan jika memang alergi kacang. Kebetulan saya nggak punya riwayat alergi kacang atau jerawat karena kacang.

Menurut saya efeknya keren nih.. padahal cuma keluar uang 3500 untuk sebungkus ragi (netto 11 gram) + 3600 untuk kedelai (200 gram) + 15.500 untuk madu (150 gram) + 6000 untuk air oksigen (385 ml). Total habisnya Rp 28.600. Itu pun nggak untuk sekali bikin, bisa beberapa kali. Irit kan hehehe..

Kesimpulan :
(+) memberi sedikit efek matte, oil control cukup bagus
(+) menghilangkan kesan kusam pada pertama pemakaian (skincare komersial mengklaim ini sebagai "efek cerah seketika")
(+) kulit terasa halus merata (seperti memakai skincare yang mengandung dimethicone)
(+) mengurangi kerutan (untuk saya efeknya terasa banget di bagian smile lines)

(-) baunya nggak enak khas kedelai mentah & tape
(-) untuk kulit yang sangat kering awalnya terasa agak perih & seperti ditarik, lalu biasa aja

Bikin lagi? Ya, tapi masih bingung cara memodifikasi baunya supaya lebih enak

Recommended untuk segala jenis kulit, kecuali :
  • Orang yang alergi kacang
  • Kulit acne prone yang pernah mengalami breakout karena skincare yang mengandung kedelai. Ada orang acne prone yang cocok pakai kedelai, ada yang nggak cocok. 
Semoga bermanfaat ya resepnya..


Referensi :




53 komentar:

  1. Mbak cleanser nya apa?? Masih kyk dlu skincare routinnya? :D kepo

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pagi & malam oatmeal, kadang ditambah jahe bubuk atau kayu manis biar wanginya enak.. siang/sore pas nyampe rumah sering males ngracik, jadinya cuma sabun zwitsal aja hehe

      Hapus
  2. zymogen mahal bingittt,, mending bikin sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih..coba bikin sendiri yuk

      Hapus
  3. Hai Lintang..ini Kemya..
    Tonernya tahan berapa hari ya..? Boleh ditambahin air jeruk nipis/lemon pa nggak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai kemya..
      tonernya cuma tahan 3 hari, boleh dikasih air jeruk nipis/lemon supaya tahan 1 minggu

      Hapus
  4. I really can't express how THANKFUL I am right now for doing this diy recipe...I was the one who asked for the recipe and I really want to hug you right now...THANKS again and I would surely do this recipe NOW....thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. hello..
      you're welcome.. I'm also thankful because you asked for this recipe, it gives me amazing result. I hope it works for you as well. good luck!

      Hapus
  5. Kedelai masak yg drebus terus dibuat gtu gimana mba? Kedelai itu mrah tp bagua bgt loo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. protein & vitaminnya lebih bagus kalo mentah, kedelai yg direbus dulu banyak yg hilang vitaminnya, protein juga mudah rusak karena panas..

      Hapus
  6. halo lintang, salam kenal :)
    blogmu mengingatkanku pd jmn kuliah, dulu aku sering praktek bikin kosmetik di kampus. salah satunya serum kedelai. yg dibikin dr 2 jns bahan, 1 nya ekstrak kedelai segar, 1 nya ekstrak kedelai yg udah direbus, mcm susu kedelai tawar. keduanya difermentasi dulu dgn Aspergillus tp tanpa madu

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal yani..
      wah asyik sekali kuliahnya, jurusan farmasi kah?
      kalo pakai susu kedelai tawar kandungan serumnya gimana? beda jauh dengan yg mentah nggak?

      Hapus
    2. Kasi tau caranya dong, serum kedelai,, trisia jg ada serum kedelai hhee

      Hapus
  7. Kenapa air oksigen?? Ga lsg digunakan aja kenapa? Hehe , wah pake madu yaa, takutnya sih lengket. Aspergillus butuh madu g ya?? Beli nya dimana ya mba :) trmakasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya kalo nggak dikasih air nggak terlalu lengket, tapi ada bekas putih2, muka jadi cemong2 gitu hehehe..

      fermentasi kedelai untuk bikin kecap pakai Aspergillus & Rhizopus (Rhizopus ini untuk bikin tempe juga), malah butuh garam untuk proses fermentasinya. biasanya pabrik (yg skala besar& home industry) membiakkan sendiri, tapi mungkin dijual juga di pasar tradisional ada, di bagian yg jual ragi tape, tempe, kecap.
      sama2..

      Hapus
  8. Kalo susu kedelai bisa gak difermentasi lintang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mbak.. kandungannya beda dikit dengan yg mentah, tapi tetep bagus buat kulit (kalo cocok dengan kedelai)

      Hapus
  9. ak coba tp kedelai aja blm diferment.. ak ulek jadiin masuk+ airnya juga, kok ada jendolan kyk jerawat 2 lagii. dan kemeng gt mbak rasanya. g cocok kali ya hahaha.. bye bye soybean :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak cocok tuh.. aku pernah baca artikel kesehatan (lupa linknya, tapi artikel luar) katanya orang yg mudah jerawatan kalo makan kacang2an bisa jerawatan juga kalo pakai skincare yg ada kacang2an (termasuk kedelai)

      Hapus
    2. itu mask mba mksdnya :D haduh salah ketik --" , iya ga cocok, pake gizi (ada kandungan kedele kan) dlu aja breakout, biar dikata purging ga percaya ah, kan wajah mengeluarkan kotoran gak cuma masa purging. just my 2 cents :D

      Hapus
    3. Duh kak lintang, aku ternyata juga ga cocok pake fermented soybean kak. Pagi ini langsung muncul jerawat di pipi dan dagu. Ada saran masker yang yahud lain ga kak?selain fermented soybean, yang oke buat kulit kering dan ada fine lines di bawah mata? Tia ya kak lintang.

      Hapus
    4. soybean emang nggak bikin purging hehehe.. ya, itu karena nggak cocok.
      oiya gizi super cream ada kedelainya ya, dulu aku pakai gizi aman2 aja sih, aku cocok sama kedelai soalnya

      Hapus
    5. ga , mksdnya gizi klaimnya kan purging, tp ak ttp ga mau purging, g percaya aja . Entah itu dr kedele ato rumput lautnya, ngetiknya gelagepan jd ga teratur bhsnya hehe maaf mba ^^v
      ak tunggu rsep diy lain mba :p

      Hapus
    6. @mia : coba resep yg pakai apel (ada oxy rice apple toner, atau masker apel+madu). pisang juga bagus..diselang-seling sama apel aja

      @anonim : ada peringatan purging di brosurnya ya, hehe.. aku malah nggak merhatiin itu. soybean & rumput laut setau aku nggak bikin purging, tapi emang comedogenic sih.. terutama rumput lautnya.
      oke siip..

      Hapus
  10. Kalo tempe aja yg lansung di blender, trus di tambahin ragi roti, kira2 gmna ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jamur tempe (Rhizopus) nggak bagus buat kulit kayaknya, mending Aspergillus. tapi kalo dimakan bergizi

      Hapus
    2. Thank u..... atas infona
      Dulu aq sring pke masker tahu... amankah?

      Hapus
    3. Alhamdulillah ketemu blog ini jdi aq tau..... udah niat sih mau bikin maskeran pke ragi..... tpi ga tau ragi apa.... yg kepikir kok ragi tape......

      Hapus
    4. sama2.. tahu sebenarnya aman karena cuma terbuat dari kedelai & cuka. yg bahaya kalo udah dikasih formalin & boraks, tapi kalo tahu yg beli di tempat terpercaya biasanya aman

      Hapus
    5. ragi dibuat maskeran langsung? aku sering lho, fermipan+air buat maskeran hehehe.. tapi rasanya agak hangat di kulit, kalo ada luka/jerawat biasanya clekit2. aku belum pernah nyoba masker ragi tape

      Hapus
    6. Baru niat aja kemaren itu kok, pgn pke ragi.... tpi yg tbyang cma ragi tape... padahal ada bgtu bnyak jnisnya.. untung ktmu blog ini... coz rgi tpi kan bnyak spesies jamurna.... takutna ntar panas mka.

      Hapus
    7. Top lah blog mu ini mbak..... jdi nmbah pgetahuan.. buat pcinta DIY

      Hapus
    8. ragi tape ada Saccharomyces nya juga, tapi ada Rhizopus (jamur tempe), Candida (jamur yg tidak baik untuk kulit) dan bakteri Acetobacter (bakteri pembuat asam cuka). jenis2 mikroba itu sering ada, kadang tidak, kadang yg lain2 juga muncul karena ragi tape dibuat secara tradisional, nggak dikultur dengan mengacu pada standar mutu tertentu.
      untuk kulit pakai ragi yg udah pasti kualitasnya aja, hehehe..

      makasih.. senang kalo bisa nambah pengetahuan

      Hapus
  11. Berarti semua bahan bisa difermentasikan biar dapat hasil yg lebih bagus ya mbak?
    Ada bahan yg nggak boleh difermentasikan enggak, mbak? Mis.yg hasil fermentasinya malah lebih bahaya untuk kulit kita.

    Kalau boleh sy simpulkan, resep fermented mask + toner itu 1 bagian bahan utama + 4 bagian pelarut (yg ada bahan2 yg bermanfaat untuk kulit juga) + 1 sdt madu (untuk makanan ragi) + 1 sdt ragi. Begitu ya mbak?

    Berarti kita bisa ganti2 bahan utama + pelarutnya sesuai keinginan kita ya mbak? Mis. bahan utamanya pumpkin/oat/nasi/buah2an, pelarutnya chamomile/green tea/lainnya.
    Wah, asyik ya mbak, kita bisa ngasih nutrisi yg berbeda2 ke kulit kita, he2 :-D

    Oya, pakai fermented mask tiap hari boleh ya mbak?
    Pakainya apa boleh diselang2 seling hari ini jadi sleeping mask (dibiarin semalaman), besoknya masker biasa 30 menit, lusa sleeping mask, dst.
    Boleh begitu enggak, mbak?

    Maaf ya mbak, banyak tanya. Terima kasih banyak sharingnya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semuaboleh difermentasi asalkan mengandung karbohidrat. bahaya/tidaknya sebetulnya tergantung organisme yg melakukan fermentasi. Saccharomyces itu baik untuk kulit jadi fermentasinya nggak berbahaya (kecuali dilakukan selama berhari2 sehingga kadar alkoholnya sangat tinggi, bisa menyebabkan iritasi)

      perbandingan bahan boleh dimodif sesuai kondisi kulit. kalo aku 1:4 sudah bagus, di orang lain mungkin butuh 1:3 atau 1:2.
      madu : ragi max 1:1, boleh juga 2:1

      harus itu, kita harus ngasih nutrisi yg bervariasi ke kulit.. karena sel2 kulit butuh macam2 nutrisi seperti halnya sel2 tubuh yg lain. kalo dikasih nutrisi yg itu2 aja malah jadi jenuh. gonta-ganti bahan memang sangat disarankan untuk diy

      tergantung kulit masing2 juga, tapi baiknya memang diselang-seling. gitu juga boleh. kalo aku biasanya 2 hari berturut2 sebagai masker biasa, 1 hari sleeping mask dst.

      hehehe nggak apa2. sama2..

      Hapus
  12. Hai kak. Aku mau nanya dong. Tp ga ada nyambung2nya sm artikel ini. Gapapa yaaaa. Kulitku kering tp acne prone. Kalo pake sunblock cuci mukanya pake viva clean n mask aja gapapa kah? Aku cuma cuci muka 1x sebelum tidur dan abis itu pake diy toner pitera2an yg nge hits bgt itu biar ga kering. Jd pas pagi cuma cuci muka pake air dan niatnya mau pake sunblock biar ga gosong (tp belum terlaksana krn nyari parasol yg spf 15 susah bgt di kotaku). Maaf ya kak jd oot. Btw aku ovira yg pernah nanya di toner pisang. Skrg beruntusanku udh kalem bgt jd ga terlalu troublesome lagi. Thx ya kak :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo ovira..
      sunblock boleh kok dibersihin cuma dengan facial wash. kalo ditumpuk bb cream/ foundation/twc gitu baru penting tuh pakai double cleansing.. fw aja nggak cukup membersihkan makeup berat.

      aku juga biasanya bersihin sunblock pakai sabun muka, kadang aku pakai oatmeal aja. di brosurnya parasol juga dibilang bersihkan dengan air & sabun
      syukurlah kalo kulit kamu udah kalem sekarang. sama2..

      Hapus
  13. Halo lagi mb lintang :) asyikkk resep baru nie...
    Oya, tadi pagi pas mbuat resep ini, q panik mb... soalnya baru 40 menit fermentasi, plastik penutupnya udah ngembang penuh bgt mb... jadinya q pindah di gelas yg lbh besar,trus q lanjutin lg fermentasinya sampe 90 menit... itu gpp kan mb?
    Oya,td jg q tambahin air jahe buat pengawet mb... enak, anget2 gitu pas dipake, bau wengur kedelainya juga jadi samar2...
    Q pake masker ini rencananya mau buat selang seling sama masker fermented kunyit+madu+susu yg sukses ngusir jerawat ma mudarin flek2 di wajah q mb... tapi sayangnya ngeringin kulit klo keseringan... mudah2an masker fermentasi kedelai ini bisa jadi penangkalnya....
    Oya, semalem q nemu jamur enoki dicarefour, 100gr cman 5ribu mb... mursidah.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak poe..
      hehehe.. iya nih fermentasinya heboh banget, aku juga khawatir plastiknya pecah. hari ini toner kedelaiku abis, aku bikin lagi tapi nggak pakai ampas (sarinya aja), bisa fermentasi 2 jam dengan kalem.
      dipindah ke gelas lain juga boleh. tapi kayaknya lebih praktis kalo next time pakai sarinya aja hehehe..

      ya, semoga masker fermentasi kedelai bisa menangkal kekeringan. di aku pertama nyoba malah tambah kering rasanya (efek sementara) tapi lama2 kulit jadi lembab

      wah murahnya.. udah lama aku nggak liat enoki di giant. coba ntar aku cari di carefour kalo niat hehehe..

      Hapus
  14. Ini yang saya tunggu2, resep diy bahan kedelai. Mba kalo pengen pake sarinya aja, berarti berapa ml untuk ukuran ragi 1 sendok teh? Trus, kedelai ini kan udah mengandung karbohidrat, bermasalah ga kalo misal ga pake madu? Soalnya aku belum nemu madu yang pas nich buat skincare. Thanks before :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk dicoba.. sari kedelai 200 ml bisa untuk ragi 1 sdt. kedelai memang udah ada karbohidrat, tanpa madu pun boleh. aku kasih madu sebetulnya untuk melembabkan kulit aja, soalnya kalo cuma kedelai rasanya kering banget di kulitku.
      sama2..

      Hapus
  15. Siang mba , mau nanya klo tomat, strberi, jruk npis dijadiin masker ditambah susu bubuk boleh ga? Kan acid campur susu tuh, tp bisa ngurangin cekit2nya lohh.. :) ak tmbh kunyit bubuk jg sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh.. resep diy kan boleh kita tambahin bahan2 sesuai selera asalkan cocok di kita. aku juga gitu, asalkan cocok dicampur aja semua hehehe..

      Hapus
    2. oh kirain ntar membentuk zat apa gt haha, klo diminum kan ga boleh soalnya, proteinnya rusak.. pecah2 susunya hehehe CMIIW, btw q jg ga cocok pake kedelai, ini jrawatnya uda mateng untungnya >__< haduh pdhl manfaatnya oke bgt

      Hapus
    3. asamnya menguraikan protein susu, malah jadi lebih gampang dimanfaatkan kulit. tapi buat yg nggak tahan asam not recommended ya
      banyak orang nggak cocok kedelai. tapi bahan DIY kan banyak hehehe..

      Hapus
  16. Hai Lintang
    Klo pengawetnya rebusan jahe n kayu manis,bs tahan seminggu gk?Lintang,bikin resep DIY pengganti eye cream donk,coz eye cream dipasaran cm bs melembabkan aj,tp gk ngefek buat kerutan halus.Makasih y.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo ria.. iya, dikasih rebusan jahe+kayu manis bisa tahan seminggu, aku biasanya bikin toner ditambahin itu

      toner kedelai/ storm/ oxy rice apple bisa buat ngurangin kerut halus lho, tapi dikompresin ke mata. aku biasa kompres mata pakai toner2 diy tiap malam sebelum tidur 10-15 menit, ngefek lho..padahal area kulit mataku biasanya kering, ada kerutan & dark circle

      Hapus
  17. halo lintang (aku panggil nama aja ya soalnya pasti tua aku :) )
    gini dek, aku udah coba macam2 DIY resep kamu. dan kebetulan juga cocok sama kondisi wajahku. flek akibat sinar matahari pelan2 menipis, tapi gak signifikan. boleh gak minta resep DIY (masker, toner atau apapun) untuk mengikis flek hitam ini :(
    dan juga kerutan di sudut mata juga udah heboh.... makasih banyak ya dek. maju terus blognya.... (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak..
      ya, resep DIY memang lama efeknya, harus ekstra sabar. flek hitam & kerutan bisa dipudarkan dengan vit A,B,C,E. coba deh ABC sleeping mask, tapi ditambah alpukat juga waktu fermentasinya. nggak hanya buat sleeping mask, kalo perlu dibuat toner (tapi yg tonernya dicairkan dulu dengan 1 bagian air oksigen/teh chamomile).
      sama2.. makasih mbak

      Hapus
  18. Kalo misalnya kedelainya diganti kacang ijo gimana mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh juga. aku udah nyoba pakai kacang hijau & kacang merah, ternyata lebih bagus pakai kacang merah kalo di aku

      Hapus
  19. Mba lintang itu air oksigennya diganti sari mawar (mawar yg diblender pake air dikit trs diperes maksudku hehe) bisa nggak? biar sekalian rose toner sama fermented soybean jadi satu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. rose toner jangan dicampur sama yg fermented. nanti hasilnya kurang bagus di kulit. tapi kalo dipakai selang-seling (pagi rose, malam fermented) nggak apa2

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah