Rabu, 03 September 2014

DIY Lightening Mask : Modifikasi dari Resep Tradisional

Halo..

Saya suka banget resep-resep DIY tradisional meskipun nggak praktis. Saya terinspirasi oleh orang-orang yang setia memakai resep tradisional sehingga kulitnya masih bagus di masa tuanya. Ada seorang ibu di komplek saya, sesama pelanggan kios tempat saya beli bahan DIY. Ibu ini pernah curhat "Anak saya dikit-dikit minta duit ke bapaknya, nggak taunya buat beli kosmetik impor di online shop. Padahal sering nggak dipakai karena nggak cocok, mubazir jadinya. Terus juga suka rutin ke *** (nama klinik kecantikan). Anak saya memang boros, tapi kulitnya masih gitu-gitu aja, sering tambah parah karena gonta-ganti kosmetik. Mending kayak saya pakai bahan alami tradisional. Ngirit, hasilnya ada." 

No offense ya, itu cuma cuma curcolan ibu-ibu di komplek saya. Tapi betul lho, ibu yang curhat itu kulitnya masih bagus banget dan awet muda, padahal umurnya udah 50an. Beliau nggak pernah perawatan di klinik kecantikan apalagi pakai skincare impor, cuma pakai bahan alami, apa aja yang ada di dapur. Hmm.. semoga kulit saya beberapa puluh tahun mendatang masih kinclong kayak beliau.

Salah satu resep andalan ibu itu adalah masker beras kencur. Enak lho maskernya. Berasnya digiling sendiri. Saya modif sedikit metodenya, lalu saya tambahkan bengkoang. Jadilah lightening mask. Ada yang kepingin mencerahkan kulit dan menghilangkan flek bekas jerawat? Disimak deh resep berikut ini.




Bahan :

Beras putih ...................... 3/4 gelas
Air hangat ....................... 1/2 mangkuk
Bengkoang ...................... 1 buah
Kencur ............................ 1 ruas

 
Kiri : bengkoang dan beras yang telah direndam
Kanan : kencur

Cara membuat :

1. Rendam beras dengan air hangat selama 1 jam. Pada resep tradisional beras direndam air dingin selama semalam. Saya tidak merendamnya semalam karena kandungannya akan lebih banyak yang larut dalam air. Air yang saya gunakan adalah air hangat-hangat kuku, nggak terlalu panas dan nggak terlalu dingin, seperti suhu air yang digunakan untuk fermentasi.


Direndam 1 jam dengan air hangat-hangat kuku

2. Setelah itu pisahkan airnya, tiriskan beras. Air rendaman ini bisa untuk cuci muka. Saya menghaluskan beras dengan cara diulek karena saya nggak punya lumpang dan alu.

Beras 
3. Bengkoang dan kencur juga dihaluskan.

Bengkoang dan kencur

4. Campur semua bahan, aduk rata. Masker ini bisa langsung digunakan.


5. Jika ingin disimpan, jemur saja hingga kering, lalu masukkan ke wadah tertutup. Tahan lama lho, bisa sampai 2 bulan.
Siap dijemur

Setelah kering warnanya jadi putih sekali

Dicampur air untuk maskeran

REVIEW

Tekstur masker ini kasar banget, apa mungkin saya yang nggak pandai mengulek hehehe.. Memang lebih halus (dan praktis) pakai tepung beras yang udah jadi. Saya sering bikin DIY bedak adem dari tepung beras Rose Brand, tapi beras yang dihaluskan sendiri hasilnya lebih oke.

Beras yang digiling sendiri warnanya lebih putih, wanginya lebih enak, lebih sejuk di kulit, dan nggak bikin kulit kering. Tepung beras yang udah jadi bikin kulit saya tambah kering, mungkin karena vitamin B nya udah hilang. Vitamin B kan bisa melembabkan kulit.

Masker beras yang digiling sendiri lebih cocok untuk scrubbing, rasanya kayak pakai peeling Mundisari Mustika Ratu, gede-gede gitu scrubnya. 

Bau kencurnya terasa banget. Di antara semua aroma rempah-rempah saya paling nggak suka kencur. Tapi wanginya relaxing buat kamu yang suka.

Efek mencerahkan tentunya ada, bisa dibuktikan jika dipakai single use. Saya memakai macam-macam DIY skincare jadi nggak tau mana yang paling berkhasiat, hehehe..

Meskipun katanya bengkoang dan beras tidak cocok untuk kulit kering, saya tidak mengalami masalah dengan 2 bahan ini. Kulit saya nggak tambah kering karena masker ini. Justru setelah maskeran kulit rasanya lembab dan lembut banget, plus agak cerah.

Oya, masker ini oil controlnya bagus lho. Setelah maskeran kulit muka jadi nggak gampang mengkilap. 

Maaf kalo fotonya agak blur, faktor kamera HP jadul & cahaya matahari

(+) Efeknya terasa, jauh lebih baik daripada tepung beras pabrikan
(+) Tidak menyebabkan kulit saya kering (justru lembab & lembut)
(+) Bisa mencerahkan dan mengontrol minyak

(-) Repot
(-) Teksturnya kasar banget, tapi tergantung cara menghaluskannya

Bikin lagi? Iya, kalo habis saya akan bikin lagi
Recommended ? Ya, untuk kalian yang ingin mencerahkan kulit dan memudarkan flek hitam. Recommended juga untuk yang punya kulit oily.

Ada apa dengan bahan-bahan tadi?


Beras dari tanaman padi (Oryza sativa) mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi kulit, antara lain :
Vitamins
Thiamine (B1)
(6%)
0.0701 mg
Riboflavin (B2)
(1%)
0.0149 mg
Niacin (B3)
(11%)
1.62 mg
(20%)
1.014 mg
Vitamin B6
(13%)
sumber

Vitamin B kompleks terutama thiamine, riboflavin dan niacin sangat efektif untuk mengurangi tanda-tanda penuaan seperti hiperpigmentasi dan fine wrinkles, terutama apabila dikombinasikan dengan vitamin E.

Selain itu beras juga mengandung :
  • Allantoin dengan kadar bervariasi antara 70 - 171 mcg per gram beras : Allantoin berfungsi untuk melembabkan kulit. Sifatnya juga anti inflammatory, dapat mendinginkan kulit, terutama setelah mengalami sunburn.
  • Asam amino : lysine, methionine, tyrosine, phenylalanine, leucine, isoleucine, threonine, valine. Kadar protein dalam beras yaitu sekitar 7,13 g/100 g. Protein dibutuhkan untuk regenerasi sel. Lysine dan methionine diperlukan dalam sintesis kolagen.
  • Asam lemak : linoleic & linolenic, myristic, palmitic, palmitoleic, stearic acid. Asam lemak dapat melembabkan dan menjaga elastisitas kulit.
  • Methanol extract : untuk menghambat aktivitas enzim tyrosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin.
  • Ferulic acid : merupakan antioksidan yang terdapat pada dinding sel tanaman. Ferulic acid sangat baik jika dikombinasikan dengan vitamin C dan E karena sifatnya menstabilkan kedua vitamin tersebut.

Bengkoang alias yam bean (Pachyrhizus erosus) mengandung antioksidan yang disebut daidzein, daidzin, genistin, dan beberapa jenis aldehyde yang berperan untuk menghambat aktivitas enzim tyrosinase. Bengkoang juga mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks (thiamine, riboflavin, pyridoxine, niacin, dan asam folat). Kandungan saponin pada umbi bengkoang merupakan natural cleansing agent yang mampu mengangkat sel kulit mati dan kotoran dengan baik.


Kencur

Kencur (Kaempferia galanga) mengandung senyawa cineol,  borneol,  3‐carene,  camphene, kaempferide, cinnamaldehyde, p‐methoxycinnamic acid, ethyl cinnamate and ethyl‐p‐methoxy cinnamate. Seperti rempah-rempah lainnya, kencur bersifat antioksidan dan antimikroba. Ethyl-p methoxycinnamate dapat menghambat produksi melanin, selain itu sifatnya adalah sebagai anti UV B. Cinnamaldehyde juga terdapat pada kayu manis, sifatnya dapat meningkatkan produksi kolagen pada kulit sehingga kulit menjadi lebih elastis.

Pernah dengar produk whitening series dari Mustika Ratu? Kandungannya bengkoang dan kencur lho. Kata websitenya : "Mengandung sari Bengkoang (Bengkoang extract) dan Akar Manis (Licorice extract) untuk menipiskan noda hitam dan mencerahkan kulit wajah. Diperkaya ekstrak Kencur (Kaempferia galangae extract) sebagai tabir surya." Saya dulu pernah pakai pelembab ini. Pelembabnya ringan tapi wanginya strong. Dulu saya pakai pelembab ini pas jaman kulit saya masih berminyak, tentu aja nggak ada oil control.  

Sekian resep dan reviewnya. Oya, saya sudah membuat masker ketan hitam ala Kalimantan. Dapat ide dari masukan seorang pembaca. Memang bagus hasilnya, tapi belum bisa saya review karena baru 2 kali mencoba. Saya juga membuat masker rempah hitam, malah baru dipakai 1 kali. Besok deh saya bahas karena beras ketan hitam itu bagus banget, kandungan antioksidannya lebih tinggi dari beras putih. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Referensi

Disclaimer :
1. Review dibuat atas pengalaman pribadi, hasilnya mungkin akan berbeda di orang lain.
2. Artikel ini boleh dicopy atau dikutip dengan perubahan, tetapi harus mencantumkan link ke blog saya sebagai sumbernya.





64 komentar:

  1. curcolan ibu2 itu ngena bgt deh. sy jg termasuk yg hobi ngabisin uang saku buat beli kosmetik impor & perawatan di klinik tp kulit msh gitu2 aja >_<
    mau meniru jejak mba lintang yg pake diy. kira2 diy apa yg hrus sy bikin dlu mba? kulit sy oily, jerawat udah kalem tp bekasnya banyak, ga cuma flek item tp jg yg bolong2, pori2 gede. aduh jd curhat. gpp ya mba, sy bingung soalnyah, sy bru pertama ke blog mba lintang. udah pake mcm2 produk tp ga ngaruh, cuma ngaruh di kantong yg jebol -_-
    makasih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmm.. mungkin nggak cocok sama ingredients kosmetik yang kamu beli
      buat toner coba dulu saccharomyces toner (DIY pitera). maskernya beras bengkoang kencur, bisa buat scrubbing. dulu bekas jerawatku yang bolong2 (ice pick scar) banyak banget, lama2 ilang mungkin karena aku rajin scrubbing.
      dicoba aja..
      sama2

      Hapus
  2. Giling beras pake botol silinder aja mba.. Taruh nampan tra giling. Beda emg ko sama tpung beras sensasinya :D lbh adem bkin sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya betul, lebih adem kalo bikin sendiri, juga nggak bikin kulit kering.
      aku nggak bisa nggiling beras pakai botol hehehe.. susah banget halusnya

      Hapus
  3. Kosmetik ala ala homemade gitu lgi gencar lo mbak.. Ak pgen bkin sendiri. Misal kyk liquid soap gt.. Kalo air teh + baby bath gimana hehe ngawur ;p kan gentle tuh.. :D, mba misal ada facial wash OTC /pasaran di campur sama madu biar lembab boleh ga si?? Makasiiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. air teh dikasih baby bath boleh aja tuh, tapi ntar tambah cair dong hehehe..
      ya, facial wash otc bisa dikasih madu, busanya berkurang tapi jadinya lebih lembab di kulit
      sama2..

      Hapus
  4. wahhh keren... lintang aku masih pusing bedanya antara kecur sama kunyit.. -..-
    itu emang beda ya? atau beda nama tapi bendanya sama? hehehe haduh T__T

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih ica..
      kunyit & kencur memang beda. kalo kunyit itu kuning, kencur putih. baunya juga beda. kalo masih utuh (belum dibersihkan/dikupas) sepintas mirip.
      aku juga agak bingung membedakan rempah2 yg belum dibersihkan. biasanya aku potong dikit buat lihat warna & baunya hohoho..

      Hapus
  5. Mba lintang, saya juga demam DIY Terinspirasi dari mu :) kalau scrubing wajah biasanya saya pake tepung rosebrand+ oat fermentasi + susu bayi hahahaha trus kalau untuk scrubing badan saya pakai kopi + oat ( no fermentasi) kadang juga saya pakai gula + minyak zaitun + madu dan untuk rambut saya blend lidah buaya + madu + minyak zaitun kasi masukan dong mba lintang sama DIY saya tengkiuhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. oke banget tuh DIY nya mbak.. DIY memang boleh dicampur2 asalkan kita cocok dengan bahannya.
      scrubbing wajah pakai oat fermentasi & tepung beras bikin kering, tapi kalo dikasih susu bayi jadi lembab & aman buat yg kulitnya kering.
      oya aku pernah baca kalo punya tekanan darah tinggi jangan scrubbing pakai kopi soalnya kafeinnya tetep bisa diserap aliran darah.
      lidah buaya+madu+minyak zaitun bagus tuh supaya rambut jadi lebat & kuat. aku belum pernah combine minyak zaitun & lidah buaya buat rambut, biasanya single use atau dicampur bahan lain. ntar ikutan nyoba ah hehehe..

      Hapus
  6. aku sering denger resep tradisional masker beras yang digiling sndiri lbh bagus tp aku belom prnah bikin krn suka males :p
    krn mba lintang uda buktiin bagus aku mau ikut bikin ah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. membayangkan repotnya emang bikin males duluan. tapi sebenernya asik juga bikin masker tradisional gini, anggap aja kayak lagi main hehehe..
      kalo di aku sih cocok.. coba juga ya

      Hapus
  7. bener mbak, lbh ngefek bubuk beras buatan sndiri drpd tpg beras rose brand. ditunggu ya review masker ketan hitamnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku juga merasakan gitu. kalo tepung beras bikinan pabrik udah kehilangan banyak vitamin & antioksidan makanya nggak terlalu ngefek.
      oke sip..

      Hapus
  8. kak, masker rempah hitam itu yg kyk merek roro mendut bukan?penasaran nih cara bikinnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, terinspirasi dari merek roro mendut tapi pasti nggak sama persis lho..hehehe

      Hapus
  9. wih mbak, cerahnya beda looh.. di foto before afternya. efeknya kaya maskernya sri ratu eh mustika ratu apa sari ayu bengkoang itu ya? efek after maskeran aja. tp kalo diterusin bs cerah banget sii. ada kenalan suka makan bengkoang setahun ga pernah madeg kulitnya bersih bangeet... aku nyoba cuma kuat beberapa bulan aja. lebih ngaruh dimakan atau dibuat maskeran ya mbak si bengkoang ini?

    definitely try this recipe. suka bengkoang2an.. kemaren mau bikin si bengkoang jd bubuk gatau caranya, eeh pas banget mbak bikin resep ini. kalo punya food processor enak kayanya mbak (sayang diriku ga punya, si ph*l*ips mahaaal), bisa lebih higienis ga sih?

    mbak tang, bengkoang di superindo bagus2 deh, mulus bin gede2... aku ke superindo deket rumah tp hehee di banyumanik. pas dimakan juga mbak, nyess kress masih banyak aernya, kadang beli di pasar atau mbok2 sayur aernya dikit n bengkoangnya keras bangeet

    mbaak tang, baru baca nih kontroversi 'fermentasi' hahaa.. IMO aku netral, krn menurutku masing2 ada plus minusnya sih homemade dan produk bikinan massal (dari segi pengawet dsb). ada yang aku tau uda tua kulitnya baguuuus banget, ternyata uda pake merek S** taunan, ada juga yg sama2 tuanya kulitnya juga bagus, ternyata dulu rajin cuci muka pake aer cucian beras. kalo ada kemampuan beli dan emang butuh, beli gpp sih. kalo suka racik2 bikin sndiri dan emang cocok, ya bikin homemade. ada lagi pilhan natural dari oil for skincare, ya kan kak tang? hohoo banyak jalan menuju Roma (*baca:jadi cantik) cantik kan nanti buat nyenengin suami #ups! gagal fokus. so aku lebih ke be a smart consumer / buyer, kenali kulit kita dan kebutuhannya
    soo mbak tang juga harus tetep semangaat nulis resep2nya!! aku promoin web mbak ke temen2 lo wkwkw langsung pada bikin mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. kalo menurutku kayak efeknya masker mustika ratu yg bengkoang (bubuk). iya, kalo rajin bisa cerah beneran. bengkoang juga bisa bantu mencerahkan kulit kalo dimakan. antioksidannya kan diserap semua sel termasuk sel kulit. temenku juga ada yg suka makan bengkoang, katanya biar kinclong. skintone nya belum naik karena baru bentar makannya, tapi kulitnya udah nggak kusam lagi.

      bengkoang yg di superindo bagus2. yg di tukang sayur biasanya jelek2 soalnya mereka kulakan yg murah hehehe.. tapi aku pernah nemu bengkoang bagus di pasar bandungan & kopeng *ya iyalah*

      betul. sesuaikan skincare dengan kebutuhan, kecocokan, hobi, dan budget. kalo aku kan punya kulit sensitif & nggak cocok sama macem2 bahan kimia, jadi aku suka bikin DIY daripada aku bete nggak nemu2 produk yg cocok. mau nyoba yg mahal nggak mungkin. takut juga, ntar kalo dah beli mahal2 nggak cocok lagi kan nangis

      hohoho sampai dipromoin segala.. makasih ya vi..

      Hapus
  10. Mbak, dijemurnya berapa jam biar sampe bener2 kering? Ulekannya harus yang bener2 steril yah, biasanya ulekan di rumah walo udah dicuci tetep ninggalin bekas ngulek bumbu sebelumnya, gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah itu tergantung panas matahari. biasanya aku mulai njemur jam 9, jam 3 sore udah kering.
      hmm.. aku kurang ngerti ngilangin bekas ulekan bumbu. aku pakai cobek&ulekan yg belom pernah dipakai ibuku, khusus buat aku ngulek DIY hehehe..

      Hapus
  11. Waah, resep baru. pengen nyoba. Aku sudah nyoba fermented oatmealnya dan sukaaa.
    Oya mbak, untuk ngilangin flek hitam paling bagus yang mana ya?
    Makasih

    ==Lia==

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba aja resep ini, dibarengi ABC sleeping mask. di aku hasilnya nendang buat ngurangin flek hitam, tapi entah di orang lain.. lebih bagus lagi kalo berasnya pakai ketan hitam

      Hapus
  12. Ini u bumil bisa ga mbak Lintang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo buat bumil nggak usah pakai kencur mbak.. cukup beras+bengkoang. berasnya pakai ketan hitam lebih bagus lho

      Hapus
  13. Fungsinya beras drendem biar apa kak?
    Kalo pake alat penggiling tapi berasnya gak usah drendem dulu gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya supaya lebih mudah dihaluskan. yang di resep tradisional malah harus direndem semalam, katanya memang lebih empuk & gampang dihaluskan
      ya, coba aja pakai alat penggiling kue. mungkin bisa..

      Hapus
  14. Wah seru nih maskernyaa.. Boleh kapan kapan dicobaa :3
    Tapi sayangnya hasil akhirnya jadi kering yah mbak ? Untuk meminimalisir kekeringan kulit tadi dikasih apa yah mbak.. Setelah maskeran itu? Pelembab? Ato ada bahan alami yg menolong kekeringan seusai masker hihi
    Thankyouu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba hehehe..
      nggak bikin kering di kulitku soalnya berasnya bukan dari tepung beras rose brand. kalo rose brand itu hasilnya emang bikin kering banget.
      supaya lebih lembab, mencairkan maskernya bisa pakai air+madu. biasanya habis maskeran aku pakai toner DIY yang ada air oksigennya, kulit langsung kenyal hehehe..
      sama2..

      Hapus
    2. Ohh gitu hihi.. Terus untuk berasnya itu dari beras langsung direndem apa dicuci bersih sampe airnya bening baru di rendem pake air baru gitu? Wkwkw maap banyak nanyaa.. Maklum excited ama beras tapi ga tau gimana cr yg bener makenya hihihi

      Hapus
    3. berasnya aku langsung rendem di air, soalnya kebetulan nggak kotor. kalo beras yang kemasan karung/kotor harus dicuci dulu tapi jangan sampai bening, baru deh direndem (setengah jam aja).
      hehehe nggak apa2..

      Hapus
  15. yang ketan hitam share mba :3 katanya dicampur asam jawa terus di buat luluran bs putih loh :3 kayak lulur2 online namanya "cengkaruk" klo didaerahku cengkaruk itu intip y digoreng =D wkwkwk
    mungkin baunya kayak cengkaruk. org disangrai.. Ak luluran pake bubuk kunyit aja cerah .

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, nanti aku share.. oya, dicampur asam jawa? aku bikinnya tanpa asam, tapi kalo mau luluran dicairkan pakai air asam bagus juga tuh
      sering aku denger kata cengkaruk tapi aku nggak paham barangnya hehehe..
      iya, pakai kunyit bubuk emang bisa cerah, yang aku suka cerahnya glowing, nggak pale kayak bengkoang

      Hapus
  16. jadi suka DIY gara gara mba lintang..mksh bgt ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2.. DIY ternyata seru kan hehehe

      Hapus
  17. Mbak, untuk kencurnya bisa diganti pakai kunyit nggak ya? atau dicampur antara kunyit sama kencur bisa nggak?
    Anindri

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa.. buat kulit berminyak & acne prone bagus juga kalo dicampur kunyit. yang kulitnya kering terasa lebih kering kalo pakai kunyit, tapi bisa diakali dengan menambah madu waktu mengencerkan maskernya

      Hapus
  18. mba lintang ada resep diy buat ngilangin blackhead membandel gak?aku punya komedo dr smp sampe sekarang gak ilang2 juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada, aku biasanya pakai fermented oatmeal, bisa dilihat disini http://randomandquick.blogspot.com/2014/05/diy-fermented-oatmeal-facial-mask-scrub.html

      Hapus
  19. Kak, pengalaman saya dulu untuk masker bengkoang adalah bau kecut saat bengkoangnya saya jemur. Apakah itu wajar kak? Kira kenapa ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya aku kalo njemur bengkoang nggak bau kecut. mungkin memang kualitas bengkoangnya kurang bagus.
      bengkoang yang nggak segar (misalnya udah berhari2 di pedagangnya tapi kita nggak tau) kalo dijemur juga bau kecut lho..

      Hapus
  20. Ini Lintang temenQ SMA 2 smg Ϋªª?? Ini aku Novita,, :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo novita.. iya, kita dulu sekelas kan?
      hehehe.. kok bisa nyasar di blogku nov?

      Hapus
  21. Hallo mbak Lintang,
    Blog-nya keren deh, inspiratif buat perempuan tetap merawat diri dg cara yg lebih sehat tidak sekedar 'hemat'..
    Selama ini aku cuma jd pengamat diam2 yg nge-bookmark alamat blog-nya mbak Lintang, dan hampir tiap hari buka blog-nya mbak Lintang padahal aku bukan blogger hihihi

    Salam kenal dari saya,
    Disya - Mahasiswi perantauan di Semarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo disya..
      makasih ya.. awalnya aku bikin DIY karena kulit nggak cocok sama ingredients kosmetik pasaran, siapa tau ada yang mengalami masalah sama & berniat beralih ke DIY hehehe
      makasih udah rajin baca blogku..

      Hapus
  22. ak setuju sama ini : udah coba2 kosmetik ini itu ga ada hasilnya.. buang2 duit..
    dan itu juga aku banget hahaha, makanya skrg jadi jeli mikir skincare. aneh jg uda beli mahal dan banyak tp kok keknya sama aja kyk dulu :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. aku juga pernah kayak gitu. coba macem2, kalo nggak cocok ganti lainnya sampai numpuk banyak skincare di rumah. padahal ya ingredients skincare itu2 aja walaupun beda merek (sering ada dimethicone & bahan comedogenic seabrek) dan aku nggak cocok. akhirnya nggak terpakai, kadaluwarsa, harus dibuang. berapa rupiah nih yg aku buang, sayang banget..

      Hapus
  23. pakai masker ini brp hr sekali mba???

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebetulnya tiap hari boleh, asalkan nggak kelamaan & nggak digosok kuat waktu dibilas. boleh digosok untuk tujuan peeling tapi cuma 3 hari sekali

      Hapus
  24. Mbak, pernah coba pake masker dari parutan jagung muda? Itu katanya bisa buat menghilangkan bopeng bekas cacar ya, kira2 bisa enggak dipake buat menghilangkan ice pick scar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jagung muda aku belum pernah. yang aku coba jagung kuning biasa. enak, bikin kulit kenyal & lembut. sayang kok jadi cepet kucel.
      ya, mungkin bisa untuk ngilangin ice pick scar. pengalaman aku mengurangi ice pick scar yaitu dengan rajin peeling (pakai oatmeal/tepung/beras tumbuk, dan yang pasti dicampur rempah2)

      Hapus
    2. Kalau peeling pakai garam + buah kalah efek dgn oatmeal/tepung/beras tumbuk + rempah2 ya Mbak?
      Mbak Lintang berapa kali seminggu peelingnya?

      Hapus
    3. sama aja sih sebenernya. cuma aku kurang suka buah+garam, perihnya itu lho hehehe.. padahal lebih cepet bersihnya, nggak usah digosok terlalu kuat
      aku peeling 3x seminggu soalnya memang muka cepet kusam

      Hapus
  25. Mba,saya udh coba masker ini kulit saya jadi lembab meskipun setelah di bilas kulit saya terasa gatal tapi hanya beberapa saat apa itu normal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin kulitmu sensitif sama bengkoang atau beras ya.. soalnya aku nggak gatal waktu udah dibilas. aku sih emang agak gatal waktu maskeran pakai bengkoang segar, tapi kalo udah dikeringin nggak apa2

      Hapus
    2. Iya kulit q emang sensitif tapi gtal nya ga lama ko ga smpe bikin iritasi
      kalo kaya gitu masih boleh di lanjutin ga pake maskernya??

      Hapus
    3. kayaknya boleh aja dilanjutin.. tapi kalo gatalnya sampai meninggalkan bekas (misal merah atau benjol2) jangan dipakai lagi. buat luluran badan aja

      Hapus
  26. Mba ,klo cuci muka pake garam itu bersih ga?? Mnfaatnya apa? Enak lo ga bkin kering. Rata2 produk pembrsih ada kandungan garam nya :O

    BalasHapus
    Balasan
    1. garam kalo di facial wash gunanya untuk mengatur kekentalan & elektrolit, nggak begitu ngefek sebagai cleanser soalnya kadarnya di bawah 1%.
      kalo kadar garamnya tinggi (misal kayak air laut) karena kondisi hipertonik gini bikin sel kulit kehilangan air.
      garam jangan dipakai cuci muka, kalo buat peeling sekali2 sih boleh..

      Hapus
  27. hai mba lintang, saya baru menemukan blog ini hari ini, saya jadi ketagihan bacanya. Oia mba, saya pernah baca kalo pepaya juga sangat cepat untuk memutihkan. Benarkah ? Cepat mana dari bengkoang ? Kalo pepaya lebih cepat, bikin resep yg dari pepaya ya mba. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo.. selamat nyasar di blogku ya
      menurutku beda fungsi.
      pepaya cocok buat mencerahkan+melembabkan+mengenyalkan kulit. bengkoang untuk mencerahkan+oil control.
      trus pepaya efek lighteningnya lebih glowing (ada kesan pink merona), bengkoang ke arah pale. tapi sama2 cepet.
      itu berdasarkan pengalamanku lho..

      Hapus
  28. kak, aku pake ini kok malah clekit2 yaa? dan agak panas juga,, apa kebanyakan kencur??pdhl seruas kecil doang..tapi emang terasa melembabkan si dan gak merah2 atau muncul ruam gitu, tp kalo pas dipake clekit2 ya jd ragu, apa buat badan aja yaa?
    kalo pepaya campur madu bisa buat masker ga kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang kencur agak clekit2. bisa juga karena bengkoang, beberapa orang bilang bengkoang rasanya clekit2 di kulit. kalo nggak bikin breakout/iritasi ya nggak apa2 sih..
      pepaya campur madu bagus banget buat masker, aku sering pakai..

      Hapus
  29. lintang aku boleh izin copas sedikit info dari blog kamu ttg manfaat beras gak buat di blog aku.. sebagai informasi tambahan untuk diikutkan lomba hehe.. aku masukkan credit blog kamu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan dilla.. tentu aja boleh
      sukses ya buat lombanya

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah