Selasa, 07 Oktober 2014

Amankah Ragi Roti untuk Wajah?

Halo pembaca..

Hmm.. perdebatan soal ragi roti untuk wajah ternyata masih belum surut. Masih banyak orang yang meragukan khasiat ragi roti untuk kulit, karena di pikiran mereka "ragi = jamur = parasit = berbahaya"

Ragi apa dulu nih? Ragi banyak lho jenisnya..


Yang pathogen itulah yang berbahaya



Candida menyebabkan infeksi pada manusia (candidiasis). Saya nggak tega menampilkan gambarnya, bisa dicek sendiri di sini.

Jamur yang bersifat saprofit (pembusuk) juga menyebabkan infeksi pada manusia dalam bentuk yang lebih parah, sampai daging ikut membusuk. Infeksinya disebut zygomycosis. Jamur yang bisa menyebabkan infeksi seperti ini adalah dari kelas Zygomycetes, antara lain Rhizopus, Mycocladus (Absidia), Rhizomucor, Mucor, Cunninghamella, Saksenaea, Apophysomyces, CokeromycesMortierella. Mau lihat gambar infeksinya? Kalo berani lihat sendiri di sini dan di sini.

Bagaimana dengan Ragi Roti dan Bir?

Spesies yang digunakan untuk ragi roti adalah Saccharomyces cerevisiae, dijamin bukan patogen. Saccharomyces cerevisiae juga dimanfaatkan sebagai ragi bir. Ragi roti dan ragi bir disebut sebagai nutritional yeast karena nilai gizinya yang tinggi :

  • vitamin B kompleks : B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (panthotenic acid), B6 (pyridoxine), B9 (folic acid), biotin
  • mineral : kromium dan selenium
Saccharomyces cerevisiae dilihat dengan mikroskop

Scientific classification
Kingdom:Fungi
Phylum:Ascomycota
Subphylum:Saccharomycotina
Class:Saccharomycetes
Order:Saccharomycetales
Family:Saccharomycetaceae
Genus:Saccharomyces
Species:cerevisiae
Binomial name
Saccharomyces cerevisiae
sumber

Perbedaan ragi roti dan ragi bir adalah pada strainnya

Strain yang berbeda menghasilkan jumlah karbon dioksida dan alkohol yang berbeda. Saccharomyces cerevisiae untuk ragi bir menggunakan strain yang menghasilkan banyak alkohol dan rasa pahit, sedangkan untuk ragi roti menggunakan strain yang menghasilkan banyak karbon dioksida sehingga adonan roti bisa mengembang. Ragi roti biasanya merupakan ragi aktif sehingga proses fermentasinya cepat, sedangkan ragi bir merupakan ragi inaktif sehingga proses fermentasinya lebih lama.

Beberapa merek ragi roti

Beberapa merek ragi bir

Di Indonesia, ragi bir lebih sulit diperoleh dibandingkan ragi roti. Coba deh ke toko yang menjual bahan makanan, pasti kalian cuma akan menemukan ragi roti. Kenapa ya? Apa mungkin karena minuman beralkohol itu peredarannya diawasi di negara kita?

Brand Fermipan (ragi roti) yang saya gunakan untuk resep DIY diproduksi oleh Lesaffre Yeast Corporation yang diimpor & didistribusikan oleh PT Sangra Ratu Boga.

Perusahaan sebesar Lesaffre nggak mungkin asal-asalan memproduksi ragi, semua dilakukan dengan teknologi modern dan berbasis riset. Ragi yang dikembangkan memiliki riwayat genetik  dan standar mutu yang jelas.

Research and development  area manager The Technical Manager
Kegiatan di R & D department perusahaan Lesaffre
sumber


Saccharomyces cerevisiae digunakan dalam skincare karena sifatnya melembabkan kulit (skin conditioning & moisturizing), selain itu juga cenderung mempercepat penyembuhan luka dan bekasnya. Hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Burn Care and Research menunjukkan bahwa ekstrak ragi  S. cerevisiae yang dioleskan ke kulit mempercepat penyembuhan luka pada tikus. 

Protein ragi  S. cerevisiae juga dapat meningkatkan produksi kolagen oleh fibroblast di lapisan dermis kulit. Kolagen adalah protein struktural utama yang menyokong kulit sehingga kulit kencang dan elastis. Produksi kolagen menurun sesuai pertambahan usia, ikatan kolagen yang ada semakin longgar. Paparan sinar matahari mempercepat kelonggaran ikatan kolagen dengan mengaktifkan enzim yang merusak ikatan kolagen. Hal ini menyebabkan timbulnya kerutan. Ekstrak ragi dan protein ragi dapat memperlambat kelonggaran ikatan kolagen sehingga kerutan tidak cepat muncul.

Ekstrak/ filtrat dari fermentasi Saccharomyces merupakan bahan yang disebut skin-identical / repairing ingredients karena struktur selulernya sangat mirip dengan sel kulit manusia, bisa memperbaiki berbagai ketidaksempurnaan kulit. Saccharomyces juga menghasilkan beta-glucan yang merupakan antioksidan kuat. Menurut berbagai hasil penelitian, filtrat (hasil penyaringan) dari fermentasi Saccharomyces tidak memiliki efek samping bagi kulit.

Beta Glucan (Liquid)
Manfaat beta-glucan untuk kulit

Cara bekerja Saccharomyces adalah dengan meningkatkan produksi hyaluronic acid pada lapisan epidermis kulit manusia. Selain itu juga meningkatkan komponen polygalacturonase pada kulit, yaitu allantoin. Allantoin mampu menjaga kehalusan kulit.

Ekstrak/ hasil penyaringan dari fermentasi ragi Saccharomyces memiliki sejumlah manfaat:

  • mencerahkan kulit
  • mengurangi kerutan 
  • menenangkan kulit dan mencegah stress pada sel-sel kulit
  • menghaluskan dan melembabkan kulit
  • meningkatkan sirkulasi darah pada kulit dan mengurangi dark circle 

Dalam buku The Essential Herb-Drug-Vitamin Interaction Guide, dr. George T. Grossberg dan Barry Fox merekomendasikan ragi bir (Saccharomyces cerevisiae) untuk penyembuhan jerawat, eksim dan luka bakar.

Dalam Feed Your Skin, Starve Your Wrinkles seorang ahli nutrisi holistik Allison Tannis menyatakan bahwa vitamin B dalam ragi bir menyediakan energi yang cukup untuk replikasi sel-sel kulit, sedangkan kromium yang tinggi membantu kulit mengekstraksi energi tambahan dari lemak, karbohidrat dan protein.

Berbagai resep DIY dari blog dan website luar negeri menggunakan ragi roti dan ragi bir untuk skincare, yang paling sering adalah untuk mengatasi jerawat. 



Ragi banyak digunakan untuk DIY facial mask

Brand Skin Food juga punya masker ragi buat mereka yang nggak mau repot bikin DIY

Saya terkesan dengan review di MakeupAlley ini, dia berusia lebih dari 40 tahun, telah menderita cystic acne dan jerawat biasa selama bertahun-tahun. Dia menggunakan ragi bir untuk obat jerawat dan suplemen. Sebagai suplemen yaitu dengan cara dikonsumsi setelah makan. Untuk mengeringkan jerawat yaitu dengan mencampur ragi bir dan air hingga berbentuk pasta, lalu dioleskan ke jerawat. Hasilnya dapat dirasakan setelah 2-3 minggu, kulitnya jadi bersih.

Sonya Dakar, seorang skin guru yang kliennya para seleb terkenal pun menganjurkan DIY yeast + lemon juice sebagai acne mask untuk wanita hamil. Ragi mengeringkan jerawat dan membersihkan kulit, sedangkan air lemon mencegah hiperpigmentasi pada bekas jerawat. 

 
Aman untuk ibu hamil dan menyusui
sumber 12

Ya, memang Saccharomyces sangat aman untuk wanita hamil dan menyusui. Bahkan probiotik dari Saccharomyces boulardii (masih 1 genus dengan Saccharomyces cerevisiae) digunakan sebagai suplemen ibu menyusui, tidak akan masuk ke dalam air susu ibu dan tidak ada hubungannya dengan infeksi jamur pada organ kewanitaan. Infeksi jamur pada organ kewanitaan disebabkan oleh Candida, bukan Saccharomyces.

Tidak perlu takut menggunakan ragi sebagai skincare. Beberapa brand juga memproduksi skincare yang mengandung ragi, saya yakin banyak wanita hamil dan menyusui juga menggunakannya :


Siapapun pasti kenal produk ini. Dia adalah si pelopor.
P&G yang memproduksi SK II mematenkan Saccharomycopsis Ferment Filtrate dengan nama "pitera"

Produk Korea yang laris manis karena harganya lebih bersahabat daripada SK II FTE
Mengandung hasil fermentasi ragi Galactomyces
Galactomyces dan Saccharomyces masih tergolong dalam 1 kelas (Saccharomycetes) dan 1 ordo (Saccharomycetales), tapi berbeda famili dan genus.


From Nature Age Treatment Essence 100ml -501
Kandungan bahan aktifnya ada yang 93,6% dan 95,7%

micro essence
Harganya mirip SK II

Bahkan Thailand juga memproduksi FTE

Bagaimana dengan Ragi Tape dan Ragi Tempe?

Ragi tape berisi macam-macam spesies jamur, antara lain: Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor sp., Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces verdomanii, Candida sp., Endomycopsis, Amilomyces rouxii, Aspergillus oryzae. Ada juga bakteri Acetobacter.

Ehm.. ada yang nggak bagus. Ragi tape mengandung Mucor sp. dan Candida sp. yang human pathogenic. Tapi 2 jamur ini nggak selalu hadir di ragi tape sih. Kadang ada, kadang tidak, pokoknya nggak jelas.

Kenapa ragi tape spesies jamurnya nggak jelas? Karena pembuatannya secara tradisional. Hanya mencampur singkong, tepung beras, bumbu (bawang putih, lengkuas, kencur) lalu dibentuk bulatan-bulatan kecil, dibiarkan di tempat terbuka selama 3 hari. Selama 3 hari itu berbagai spesies jamur tumbuh. 



Saya tidak menyarankan teman-teman menggunakan ragi tape untuk membuat DIY skincare. Mungkin jika dicoba tidak langsung menyebabkan infeksi karena kebetulan nggak ada spesies yang patogen. Tapi tidak menjamin semua ragi tape dalam 1 bungkus memiliki kualitas yang sama.


Tempe sedang mengalami proses peragian

Ragi tempe terdiri atas 3 spesies kapang, yaitu Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, Rhizopus stolonifer. Rhizopus termasuk kelas Zygomycetes yang bersifat saprofit (pembusuk). Rhizopus stolonifer sering menjadi penyebab infeksi di wajah dan rongga orofaringeal (daerah mulut & kerongkongan). Ragi tempe tidak disarankan untuk dijadikan bahan DIY skincare.

Semoga artikel ini bisa memberi pencerahan bagi pembaca yang masih bingung soal ragi. Selamat membuat DIY skincare fermentasi!

Referensi

48 komentar:

  1. Nah Kalo begini tambah mantep diy fermentasi dng ragi roti :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.. ragi roti memang yang teraman buat kulit (selain ragi bir)

      Hapus
  2. orang2 di komunitas makeup &beauty yg menghujat tonermu harus baca postingan ini biar mereka nambah wawasan dikit!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi masih diinget2 aja.. paling2 mereka udah lupa dengan blog ini

      Hapus
  3. banyak yg nanya knp harus ragi roti & gak boleh ragi tape. inilah jawabannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, postingan ini memang untuk menjawab FAQ itu.. kalo ada yang nanya lagi, kasih aja link kesini

      Hapus
  4. aku udah buka link zygomycosisnya mbak. serem bgt! pokoknya jangan sampe deh pake ragi tape&tempe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga ngeri lihatnya, makanya nggak berani aku tampilkan disini.. bisa sampai separah itu ya, apa nggak diobati

      Hapus
  5. halo mbak lintang, aku agak gak ngerti nih, jadi raginya kalo ga melewati proses fermentasi / bukan ferment filtratnya memiliki manfaat yg sama bagusnya jg kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda. kalo cuma raginya (misal ditambah air) gunanya cuma untuk mengeringkan jerawat+oil control. raginya aja memberikan asupan vit B kompleks, kromium, selenium.

      kalo difermentasikan, vit B nya bertambah, dihasilkan antioksidan berupa beta glucan, ada tambahan protein & protein itu lebih mudah dimanfaatkan kulit.
      masalah kulit yg diatasi nggak hanya sebatas jerawat & oil control, tetapi juga mampu melembabkan kulit, memperlambat proses aging, mengurangi hiperpigmentasi

      jadi lebih bermanfaat jika melalui fermentasi dulu

      Hapus
  6. jadi semakin yakin lagi menggunakan DIY skincare fementasi, sejauh ini aku udah pake 3bln dan hasilnya g mengecewakan. kulitku makin kenyal halus, jerawat paling lama 3 hari udah kering sendiri g ada peradangan apapun. dan yg terpenting bajet g membengkak cm bwt skincare aja. thanks bwt Lintang yg udah share resep2 DIY nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ikut senang hasilnya oke di mbak rizha..
      ya, untuk merawat kulit nggak perlu biaya besar sampai mengabaikan kebutuhan lainnya. yang penting ngefek & aman.
      sama2 mbak..

      Hapus
  7. Kak lintang keren nih dibuat pos sendiri ttg ragi jadinya lebih ngerti dan lengkap penjelasannya :)

    Bte ada gak kak yg alergi ragi?
    Kok ak pake pitera"an itu pas pertama keren bgt hasilnya, muka lgsung glowy cerah n kenyel" gitu hahai. Tapi stelah 2 hari pake kulit d sekitar pelipis n pipi yg deket garis rambut itu jadi gatel loh sama bruntusan gitu kak.
    Gatau itu alergi ato apa tapi pas pake fermented oatmeal juga suka gatel" d bagian tadi :v huhu sediih

    Intan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alergi ragi biasanya nggak ada, tapi iritasi akibat hasil fermentasi memang ada.
      saat proses fermentasi kan dihasilkan alkohol & enzim2, kemungkinan itu yang bikin nggak cocok.
      biasanya area kulit yang kering lebih sensitif terhadap produk fermentasi, gampang iritasi.

      yang bikin alergi biasanya gluten di oatmeal. kalo alergi nggak mengenal tempat, bruntusan & gatal2nya muncul dimana-mana semaunya.

      Hapus
  8. wah lengkap bgt tang... informatif isinya, as always :D
    ngeri liat gambar yg Zygomycosis T_T

    btw, jd flashback ke masalalu ngobrolin ttg biologi kaya gini. dulu waktu g suka bio karena banyak banget teorinya yg harus dihafal serase kaya anak jurusan ips >.< , alhasil jd lebih suka ke fisika. huhu

    hidup DIY :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai ica.. makasih ya
      iya, gambarnya emang ngeri banget..

      wah kalo biologi aku nggak pernah ngapalin. dari kecil dibeliin buku pengetahuan anak2 tentang hewan & tumbuhan jadi nggak kesulitan dengan nama ilmiah & ciri2nya. kalo fisika tuh aku bingung penyelesaian hitungannya hehehe..

      asik, penggemar DIY makin banyak ya..

      Hapus
  9. Wahh makasih banyak ya mbak lintang infonya, bener2 membantu ^^
    Saya udah sempet bikin DIY pitera punya mbak, cuma pas tante saya tau [dia punya usaha bakery gitu] langsung ditegor klo ragi itu ngga bagus buat wajah >,<
    saya langsung lemes hahaha kan sayang klo ada DIY yang murmer begini, mungkin krn dia juga ngga begitu tau info detail ragi kali ya mbak :D

    Sekarang mau bikin lagi deh DIY pitera nya hahaha
    ohh iya mbak, ciri2 ngga cocok sama ragi itu apa ya ? soalnya kadang malah wajah jadi kering gitu =="
    tapi saya masih pengen cobain hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 putri..
      hehehe memang banyak orang nggak ngerti soal ragi. jadi harus banyak browsing sendiri. kebetulan kalo di website luar negeri udah banyak banget info soal ragi untuk wajah, di indonesia nggak ada.

      kalo kering itu karena alkoholnya.
      ragi+air aja rasanya agak hangat di kulit, kalo kena luka/jerawat agak clekit2 tapi cepet kering luka/jerawatnya.
      jarang ada orang yang nggak cocok sama ragi, biasanya karena nggak cocok dengan hasil fermentasi (alkohol/enzimnya), kalo fermentasi oatmeal biasanya juga karena nggak cocok dengan gluten

      Hapus
  10. jadi kalo misal wajah berjerawat ga papa kah pake fermentasi oatmeal ? Makasih mba, dari sese

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya boleh aja, asalkan nggak punya alergi gluten..
      sama2 sese..

      Hapus
  11. Mbak lintang, yg bs difermentasikan apa aja? Kalo kacang ijo tumbuk sm beras merah tumbuk gpp? Aku nyampur kacang ijo,beras merah sm rempah buat masker diencerin pake yoghurt mbak, boleh kygt?
    nurul

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa aja yg mengandung karbohidrat bisa difermentasi
      boleh, asalkan semua bahannya cocok di kulit. kalo baru pertama kali nyoba sebaiknya masing2 bahan dicoba single use untuk mengetahui kecocokannya

      Hapus
  12. Mb kapsul vit E it bentrok sama apa aja ya? Mw ak cmpur face tonic yg ada sodium benzoate nya bentrok g yah.?? Tq~

    BalasHapus
    Balasan
    1. vit E jangan dipakai barengan sodium benzoate, karsinogenik lho..
      vit E diteliti bisa meningkatkan aktivitas kelenjar minyak, jadi jangan pakai skincare yang terlalu rich & oil based karena nanti bisa breakout

      Hapus
  13. Mbak lintang, kalo jerawat ditutul langsung sama yeast campur air dikit, boleh ya? *gemes jerawat hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh.. aku sering juga gitu. clekit2 tapi cepet kering jerawatnya

      Hapus
  14. setuju pake bangeeet,diy ragi emang top markotop. resep" mu menyelamatkan wajahku dan dompetku. dulu segala problem kulit ada d mukaku, pake diy pun ga maksimal hasilnya. tapi setelah rutin pake toner ragi nasi,ferment oat,&abc sleepmask,skr wajahku terlihat sehat meski msh ada scar bekas jerwt. ga pernah terlihat sesehat ini. terima kasih byk lintang

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ikut senang resepku bisa menyelamatkan orang lain, hehehe..
      syukurlah kalo cocok dengan fermentasi, soalnya katanya banyak juga yang nggak cocok.
      aku malah nggak cocok dengan resep DIY untuk muka yang mengandung susu, telur, minyak, jeruk nipis/lemon seperti yang sering direkomendasikan banyak orang, jadi harus giat eksperimen sendiri.
      scar bekas jerawat memang lama sembuhnya, sabar aja..
      sama2..

      Hapus
  15. halo mbak, aku fitrah aku sendiri udah beberapa kali nyoba resep DIY nya.
    aku mau tanya yg berhubungan sama DIY dong.
    beberapa hari lalu aku buat fermentasi pisang+kulitnya, udah aku taruh kulkas kan, pas mau di pake itu botolnya masih bunyi nyes2 gitu, eh ternyata besoknya kok busanya makin banyak terus aku dengerin lagi ternyata masih ada bunyi waktu kegoyang dikit.
    itu tandanya fermentasinya masih aktif kah?
    makasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo fitrah..
      wah iya, itu masih terjadi fermentasi. ya mungkin karena pisangnya tinggi banget kadar gulanya.
      biasanya aku kalo habis fermentasi apapun selalu aku taruh bentar di freezer (15 menit). maksudnya supaya cepat berhenti & cepat memisah air beningnya, jadi bisa segera aku saring.
      coba deh ditaruh bentar di freezer, jangan lama2 biar nggak beku.
      sama2..

      Hapus
  16. Kak kemaren aku iseng bikin masker ragi+oat+kacang hijau bubuk diemin 2 jam. Pas mau dipake baunya gak enak bgt bgt. Maksain tetep dipake padahal udah mual sama baunya. Setelah 1 jam aku bilas. Hasilnya oke bgt kak tapi baunya itu loh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang baunya dahsyat kok, apalagi oatmeal yang difermentasi. dikasih rempah2 pun baunya masih dahsyat.
      untung hasilnya oke di kamu, jadi sebanding dengan penderitaannya hehehe

      Hapus
  17. mba, sy nggak telaten bikin toner pake fermentasi, yg bikin nggak telaten tu nyaringnya.
    kalo sy bikin masker fermentasi tp tonernya tanpa difermentasi kira2 efeknya sama enggak kayak toner yg difermentasi?
    jadi misalnya sy pake air perasan dari parutan tomet wortel pepaya buat toner trus ampasnya sy fermentasikan buat masker gitu sama enggak efeknya seperti abc sleeping mask yg mba lintang buat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih gampang lagi kalo diblender lho, trus disaring. nah hasil saringannya itu difermentasi. sekarang aku bikin ABC sleeping mask gitu, soalnya malas nyaring yang hasil fermentasi juga hehehe..

      tapi memang sih, fermentasi sari aja beda dengan fermentasi sari+ampas. lebih bagus kalo fermentasi sari sekalian ampasnya.
      kalo dibandingkan dengan toner sari buah yang tanpa fermentasi hasilnya juga beda, yang difermentasi efeknya lebih terasa di aku

      Hapus
    2. kalau nyaring hasil fermentasi pakai saringan teh gitu bisa mba?
      memang ampasnya jadi ada yg nggak tersaring. ada efek merugikan enggak kalau ampasnya terikut buat toner?

      Hapus
    3. saringan teh yg rapat bisa dipakai kok
      biasanya toner cepat basi kalo ada ampas yg ikut, jadi cepat berlendir gitu..

      Hapus
    4. akhirnya saya sekarang pake fermentasi sari buat toner & fermentasi ampas buat masker, he2...
      buah diparut trus diperas, hasil perasannya diberi ragi lalu dibuat toner, ampasnya diberi ragi juga lalu dibuat masker.
      nggak apa2 deh abis ragi lebih banyak, yg penting nggak repot nyaring & manfaatnya masing2 tetap terasa :D

      Hapus
    5. gitu juga boleh.. kalo masih sari+ampas difermentasi agak repot disaring, kadang juga muncrat waktu dibuka, kayak buka botol champagne aja hehehe

      Hapus
  18. Mba kalau misal ragi roti mereknya bukan fermipan boleh gak ya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya boleh.. yang penting ragi roti

      Hapus
  19. mbaLintang, kalo mau bikin DIY Saccharomyces Ferment Filtrate Toner tapi nasinya diganti pake Rice Bran atau bekatul instan yg dijual2 langsung diminum dgn seduh air panas aja, cara bikinnya gimana ya? Harus diseduh dulu jg atau bisa langsung pake air biasa aja bekatulnya? takutnya ada zat2 yg harus dinetralin dgn pemanasan dulu kayak beras

    Satu lagi, kalo bikin tonernya dari air tajin (air pas masak nasi) kita ambil langsung kasi ragi bagus jg ga? biar ga perlu nyaring2 lagi maksudnya, hehe

    Makasi yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, diseduh dulu pakai air panas, lalu biarkan sampai agak dingin, lalu dikasih ragi. biasanya rice bran & bekatul instan itu udah diminimalisir zat anti nutriennya, tapi komponennya agak susah dicerna ragi kalo nggak diseduh dulu.

      yg dari air tajin aku juga pernah bikin. hasilnya lebih kental, nggak bisa bening, dan meninggalkan residu putih di kulit. jadi aku gunakan sebagai sleeping mask aja, bukan untuk toner.
      sama2 sarri..

      Hapus
  20. nyambung ya mbak, ketinggalan nanya hehehe.. Kalo pake air cucian beras terus air cuciannya itu kita rebus baru dikasi ragi, bagus jg ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo pakai rebusan air cucian beras hasilnya nggak terlalu lembab. kurang recommended buat yg punya kulit kering

      Hapus
  21. nanya lagi ya mbak, gapapa ya, hehe.. Kalo ragi campur air aja bagusnya fermentasinya didiemin berapa lama ya? Dan daya simpannya jd berapa hari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo cuma ragi+air nggak bisa fermentasi, kan nggak ada sumber karbohidratnya
      campuran ragi+air harus dihabiskan langsung, jangan disimpan

      Hapus
  22. Hai mba Lintang yg cerdas :) nanya donk. Saya punya baby umur 9m , dilidahnya ada putih2 kata dokter itu jamur. Browsing2 juga katanya itu jamur candida. Sudah dikadih nystatin tp tak kunjung sembuh juga. Dr hasil browsing katanya pake yogurt yg plain, dan sudah saya berikan ke baby tp sijamur ttp nongol terus2an. Katanya klo jamur paling 2 minggu sembuh. Ini kalo dah sembuh 3 hari habis tu numbuh lagi. Dan ini berlangsung dah berbulan2. Pingin nangis deh Mulai dr putih2 di lidah stlh itu menjalar dg cepat kesemua lidah bentuknya spt pulau2. Jadi gak ngumpul. Kalo putih2nya sudah mulai ilang lidah dipegang terasa kasar, terlihat rada merah. Mba lintang ada solusi kah utk penyembuhan bayi saya. Oya...dia minum asi, dan lidah juga sering sy bersihkan pake kain kasa. Dan skrng lg saya kasih nymiko nystatin suspension berdasarkan resep dr dokter terakhir. Mohon solusinya ya mba.. Ngeri bgt baca jamur candida diatas huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kasihan banget bayinya. coba pakai larutan baking soda. biasanya perbandingannya dengan air 1:1, trus diolesin ke lidah pakai kapas. dibiarkan 15 menit, lalu lidahnya diusap pakai air hangat.
      selain baking soda juga bisa pakai apple cider vinegar, perbandingannya dengan air 1:1 atau 1:2
      dicoba aja mbak.. semoga cepet sembuh bayinya.
      tapi baiknya emangkonsul dokter dulu. takutnya bentrok dengan bahan DIY

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah