Selasa, 14 Oktober 2014

DIY Masker Pisang Rempah

Halo pembaca..

Kulit saya gampang banget kusam di musim kemarau ini gara-gara debu dan sinar matahari terik, belum lagi polusinya. Jadi tiap hari saya maskeran, tapi maskernya gonta-ganti supaya ada variasi nutrien. Buah dan sayur yang ada di kulkas bisa jadi bahan masker, tapi buah yang paling oke hasilnya di kulit saya adalah pisang. Saya sering bikin masker pisang. Selain masker pisang madu + vitamin E, saya suka masker pisang rempah. Efektif banget menghilangkan kusam, juga menyembuhkan jerawat. Efek cerahnya nggak kalah dengan oat, mungkin teman-teman yang alergi gluten dan nggak bisa pakai masker oat bisa mencobanya.


Bahan :

Pisang ......................... secukupnya (disesuaikan dengan ukuran pisang)
Tepung beras ............... 1 sendok makan
Kayu manis bubuk ........ 1/2 sendok teh
Jahe bubuk .................. 1/2 sendok teh
Madu ........................... 1 sendok teh


Jenis pisangnya bebas ya, tapi disarankan yang ada rasa asamnya, nggak terlalu manis. Pisang harus matang, jangan gunakan pisang yang masih mentah atau setengah matang.


Rempahnya nggak harus kayu manis dan jahe saja, bisa menggunakan kunyit, jintan hitam, adas bubuk dsb. tergantung selera. 

Ibu hamil dan  menyusui tidak boleh menggunakan rempah-rempah, dapat diganti dengan garam dan bubuk teh saja. 

Cara membuat :

1. Hancurkan pisang dengan sendok. 


2. Tambahkan 1 sdm tepung beras. Tepung beras ini sebenarnya hanya berfungsi untuk perekat agar masker pisang dapat menempel dengan baik di kulit. Sengaja saya tidak menggunakan beras yang ditumbuk sendiri karena daya rekatnya kurang baik, meskipun beras hasil tumbukan sendiri lebih bagus khasiatnya.


3. Tambahkan 1/2 sdt kayu manis bubuk.


4. Tambahkan 1/2 sdt jahe bubuk.


5. Tambahkan 1 sdt madu.


6. Aduk, siap digunakan.


Sebaiknya masker ini langsung dihabiskan, jangan disimpan. Jika terlalu banyak dapat digunakan untuk tangan, kaki dan tumit. Untuk tumit bagus lho, bisa melembabkan dan mengobati tumit yang pecah-pecah.


Cara pemakaian 

Gunakan di kulit yang bersih dari makeup dan skincare lainnya (pelembab, sunblock dsb). Diamkan selama 15-20 menit, lalu bilas hingga bersih.

REVIEW

Masker ini wanginya enak banget, rasanya juga sedap. Teksturnya lengket tapi tidak mudah menetes, bisa menempel di kulit dengan baik karena sudah diberi tepung beras. 

Sayang sekali tidak bisa digunakan sebagai facial cleanser yang membersihkan sunblock, day cream apalagi makeup. Masker ini hanya sanggup membersihkan debu, keringat dan minyak.

Masker ini dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Saya punya luka di pipi karena tergaruk, bisa cepat sembuh dengan masker ini. Tentu aja, karena ingredientsnya bersifat sebagai antimikroba dan antiinflammatory.

Efek bebas kusam langsung dapat dirasakan setelah masker dibilas. Coba lihat gambar di bawah.

Foto ini nggak saya edit
Jika buram harap maklum, kameranya hanya 2 MP

Before : saya tidak pakai skincare pabrikan, hanya toner STORM dan DIY sunscreen (aloe moisturizer gel yang dicampur zinc oxide) lalu aktivitas di bawah panas matahari.

After : setelah maskeran, jadi lebih fresh dan kusamnya hilang

Yang saya suka, masker ini juga sangat melembabkan kulit. Di berbagai resep DIY disebutkan bahwa pisang dapat mengurangi kerutan halus. Saya belum membuktikan, tapi saya harap kerutan nggak akan cepat muncul di wajah saya. 

Setelah masker dibilas, kulit jadi halus banget dan kenyal. Pokoknya enak kalo dipegang. Saya sangat puas dengan masker ini, nggak kalah dengan masker mahal *padahal belum pernah pakai masker mahal hehehe*

(+) Efektif menghilangkan kusam di kulit saya
(+) Melembabkan, mengenyalkan dan menghaluskan kulit
(+) Mempercepat penyembuhan luka dan jerawat
(+) Wanginya enak

(-) Nggak bisa membersihkan krim, sunblock apalagi makeup
(-) Membilasnya harus sabar karena lengket

Bikin lagi? Ya

Recommended? Ya, untuk yang punya masalah kulit kusam atau jerawat. Masker ini baik digunakan untuk semua jenis kulit, kecuali yang sensitif terhadap rempah-rempah. Ibu  hamil dan menyusui tidak boleh menggunakan rempah-rempah, harus diganti dengan bahan lainnya.

Tentang Ingredients


Pisang akan vitamin B kompleks terutama B6. Vitamin B diperlukan untuk pembentukan energi bagi sel kulit sehingga dapat beregenerasi dengan normal, selain itu vitamin B dapat mencegah dan mengobati hiperpigmentasi. Kandungan vitamin A jenis lycopene dan beta carotene membuat kulit cerah merona sehat. Vitamin C menekan pematangan melanosome sehingga menghambat pembentukan melanin (mengurangi hiperpigmentasi & menaikkan skin tone), selain itu juga menstimulasi pembentukan kolagen sehingga menjaga elastisitas kulit & kehalusannya, termasuk mempercepat penyembuhan scar.

banana mono diet vitamins
Kandungan vitamin pada pisang


Jahe dan kayu manis sudah sering saya bahas. Cinnamaldehyde pada kayu manis juga meningkatkan produksi kolagen pada kulit sehingga kulit menjadi lebih elastis, selain itu juga efektif untuk mengurangi peradangan pada jerawat dan memudarkan bekas jerawat. Oleh karena itu kayu manis sering digunakan untuk DIY skincare. Namun cinnamaldehyde & eugenol pada kayu manis dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang akibat dengan gejala ruam kemerahan, perih, panas. 

Jahe mengandung zat aktif zinerone, shogaol dan gingerol yang bersifat antioksidan dan antibakteri. Jahe banyak digunakan dalam DIY skincare karena dapat mengatasi jerawat dan psoriasis, sebagai anti aging, mencerahkan kulit dan menyembuhkan sunburn.

Jahe dan kayu manis

Jahe dan kayu manis bersifat mengeluarkan racun dari tubuh, jika dikonsumsi dapat meningkatkan fungsi liver untuk detoksifikasi, juga meningkatkan fungsi ginjal untuk membuang zat-zat berbahaya dari tubuh melalui urine. Begitupula jika digunakan sebagai skincare, dapat mengeluarkan zat-zat tak berguna dari kulit. Ada orang yang pernah mengalami jerawat setelah menggunakan jahe dan kayu manis, tapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwa itu reaksi ketidakcocokan.

Jerawat karena tidak cocok (breakout) dan detoks itu beda

Detoksifikasi :
Jerawat karena detoksifikasi sering disebut sebagai purging, timbul di daerah yang memang langganan jerawat. Misalnya saya lebih sering muncul jerawat di pipi kanan, saat purging jerawat berkumpul di pipi kanan. 

Jerawat karena purging juga muncul di daerah yang ada hubungannya dengan organ hati, ginjal dan paru-paru. Seperti yang telah kita ketahui, hati fungsinya untuk detoksifikasi, ginjal untuk menyaring darah. Paru-paru menyaring karbondioksida dari darah sehingga darah yang beredar ke seluruh tubuh adalah darah yang bersih dan kaya akan oksigen. Jika ada perubahan aktivitas di ketiga organ tersebut, tidak heran jerawat akan muncul di area-area tertentu.



Breakout :
Jerawat bahkan muncul di daerah yang tidak biasa muncul jerawat atau di daerah yang tidak berhubungan dengan hati, ginjal dan paru-paru.

Jika breakout, hentikan pemakaian. Jika purging tidak perlu panik, lanjutkan saja tapi tidak perlu menaikkan dosis untuk mempercepat prosesnya, tetap gunakan dosis yang wajar. Ini berlaku untuk semua jenis skincare, baik yang alami maupun kimia.

Sebenarnya masker rempah-rempah tidak disarankan untuk dipakai setiap hari. Jika kamu suka menggunakan masker tiap hari, harus diselang-seling dengan masker lain yang tidak mengandung rempah-rempah.

Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat!

Referensi

Disclaimer
  • Review ini berdasarkan pengalaman pribadi, hasilnya dapat berbeda-beda di setiap orang tergantung kondisi kulit, bahan yang digunakan, dan kecocokan terhadap bahan.
  • Artikel ini boleh dicopy atau dikutip dengan sedikit perubahan dengan mencantumkan link blog ini sebagai sumbernya.



40 komentar:

  1. Aku juga pernah pake ini kak tapi pisang sama madu aja, terus aku jadiin masker. Enak loh kak efeknya mencerahkan juga menghaluskan wajahhh;;)
    Nanti aku mau coba ini ahhh~

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo aku suka pisang+madu+vit E soalnya bagus buat anti aging, tanpa vit E juga sering bikin sih
      yuk dicoba, hehehe..

      Hapus
  2. berarti yg pernah aku alami bukan purging. aku pernah pake SK II fte & sukses jerawatan nyaris semuka. kata orang2 itu purging tp jerawatannya di tmpt2 yg biasanya bersih. huhuhu pdhl mahal2 dibeli. tp pake homemade pitera ala mbak lintang malah aman2 aja loh, gak jerawatan sama sekali malah bantu ngempesin jerawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mungkin nggak cocok sama salah 1 ingredientsnya FTE ya. berarti yang bikin masalah di kamu bukan fermentasi kan, tuh buktinya pakai produk fermentasi yang homemade nggak apa2..

      Hapus
  3. kemarin sempet maskeran tiap hari, sebelumnya single use ga ada masalah, tp gt dicampur aduk dan frekuensi sering, pipi kiri muncul calon jerawat merah2 4 sekaligus. langsung off sementara, pake pitera KW sm cumuk oatmeal doank, 2hr lenyap calon jerawatnya *sujud sukur* *maaf curhat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mencampur macam2 bahan buat diy memang harus tau kecocokannya dulu. masing2 dipakai single use, lalu mana yang cocok boleh dicampur
      kalo belum pernah nyoba satu per satu bahannya jadi nggak ngerti mana yang bikin breakout.
      hehe tapi untung cepet ilang ya & nggak jadi jerawat beneran..

      Hapus
  4. Waa jd kinclong kak! Aku mau nyobaa~ di rumah lg ada pisang ambon. Udah lama ngga maskeran pisang, jd pengen lg gara2 baca resepnya kak Lintang \(^o^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, masker pisang emang bikin kinclong. coba yuk.. bagus tuh pisang ambon banyak vit C nya..

      Hapus
  5. bener loh masker DIY bisa lebih bagus drpd masker mahal. sy pnh coba glamglow (sampel). hasilnya bagus tp masih kalah dari fermented oatmeal hehe. keren nih ide masker pisang rempahnya, sy jg cocok bgt sm masker pisang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah masa sih glamglow kalah dari fermented oatmeal? tergantung kulit masing2 orang ya.
      resep ini sebenernya simpel kok, cuma mengkombinasikan bahan2 favoritku..bisa dimodif sesuai bahan yang cocok di kulit masing2

      Hapus
  6. kmu skrg pake pelembab apa lint? masih aloe moisturizer itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aloe moisturizer aku jadikan sunscreen aja. moisturizer yang lebih sering aku pakai sekarang cuma air+madu dalam bentuk spray

      Hapus
    2. Post diy mosturzer lagi dong mbaa... Air. dan madu boleh jg tuuhh hehe. Bagus lg pake air chamomile y kyknya. Itu air madu takaranny brp ya.. Misal pake distled air 50ml ..

      Hapus
    3. oke, nanti aku posting.
      dikasih teh memang bagus, tapi kalo buat travelling cepet rusak tehnya.
      biasanya untuk air 50 ml madunya 1/2 sdt, nggak berani banyak2 soalnya takut lengket

      Hapus
  7. maskeran tiap hari pake masker yg dijual di pasaran bikin kulitku bermasalah, tp pake masker alami resep2ny mb lintang malah jd sehat. aku mau coba resep ini. makasih mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, masker kimia memang nggak boleh dipakai tiap hari.
      masker alami yang sama juga nggak boleh tiap hari, harus diganti2.
      oke, sama2..

      Hapus
  8. Ka, kalo tepung berasnya diganti tepung maizena bisa ga? Terus di rumah ga ada jahe bubuk sama kayu manis bubuk, kalo pake isi kapsul jintan hitam habbatussaudah bisa ga Ka? Maaf ya Ka banyak tanya. Makasih -Linda-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bisa. kan maizena juga sama2 perekat yang baik.
      berbagai rempah2 bisa, asalkan cocok di kulit kamu.
      sama2 linda..

      Hapus
  9. Hai, kak Lintang. DIY kk menginspirasi dn brguna bngt. Ak udh nyoba Ferment Filtrate, Fermentated Oat, Seaweed Moistzr, dll.
    Tpi kak ak jga sring pke msker rmpah, hmpir tiap hri mlah. Trus knapa yh kak gx boleh tiap hri.? Btw klt ak brminyk. Usaha bngt nih, hbs bntr lgi mw lomba, jd pnampln hrs prfect.
    Trus berkarya yh kak, cmn dri kk ak tau ad masker ato skincare lainny yg d fermntasi. Pokokny kk dh yg bkl jd Best DIY Cosmetic Blogger!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai.. makasih ya udah baca blogku.
      rempah2 kalo dipakai tiap hari bisa bikin dehidrasi, kalo kulit dehidrasi malah bisa lebih berminyak lho sebagai usaha kulit untuk melembabkan diri.
      rempah2 juga sifatnya untuk detoks. proses detoksifikasi harus dikasih jeda supaya sel2 juga istirahat.
      banyak lho bahan diy yang sifatnya oil control selain rempah2, misalnya timun, teh hijau, seledri dll
      makasih ya.. hehehe aku cuma rajin eksperimen aja soalnya nggak cocok sama macam2 bahan kimia

      Hapus
  10. wah kak lintang aktif banget ya...
    aku sampe kewalahan nyobain resep diy dari kk :D
    *padahal baru cobain toner storm sama serum vitamin c e aja :p *

    kak, kenapa sih bumil ngga boleh pake rempah?
    terus kenapa kita ngga boleh tiap hari pake masker yang ada rempah nya?
    makasih sblmnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe kebetulan tanteku & kerabat lainnya juga pada hobi kosmetik diy. aku jadi dapat banyak resep deh & suka eksperimen sendiri..

      soalnya rempah2 mempengaruhi hormonal, untuk ibu hamil bisa memicu kontraksi rahim. nanti bisa keguguran (waktu hamil muda) atau bayi lahir prematur. untuk ibu menyusui juga nggak boleh soalnya mempengaruhi hormon yang berperan dalam proses laktasi.

      soalnya rempah2 bikin dehidrasi, sel kulit juga harus istirahat jangan disuruh detoks terus
      oke, sama2..

      Hapus
  11. Mbak lintang, aku mau nanya nih. Aku kan punya bekas jerawat di hidung nah bekasnya engga bopeng tapi kayak mlentung kayak habis digigitin nyamuk. Kira2 ada diy yang bisa ngobatin biar kempes engga mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, berarti semacam keloid gitu ya. aku pernah menghilangkan keloid bekas luka, tapi keloidnya ringan (kecil & nggak terlalu nonjol) pakai gamat jelly alias teripang. dulu beli yang merek luxor. selain dioles, gamat jellynya juga diminum.
      kalo mau yang dari tumbuhan bisa coba VCO dicampur lidah buaya, blender aja lalu dioleskan ke bekas jerawat/bekas luka.

      Hapus
    2. Itu biasanya bisa dibeli dimana ya mbak? Apotik gitu kah? Atau swalayan? Hehe maaf mbak nanya2 terus.

      Hapus
    3. luxor biasanya MLM. di apotik aku juga sering lihat gamat jelly selain merek luxor, khasiatnya sama aja
      VCO juga ada di apotik
      haha.. nggak apa2

      Hapus
    4. Kalo yang vco sama lidah buaya itu komposisinya gimana mba? Lidah buayanya seberapa sama vconya berapa banyak?

      Hapus
    5. perbandingan aloe vera & VCO 1:1 lalu diblender bareng, banyaknya bisa disesuaikan kebutuhan.

      Hapus
  12. Mb lintang mau nanya, ko setiap masker yg kk buat skrg ga pernah pake kunyit, aku baca masker ketan hitam, masker kcg ijo, sm yg masker pisNg jg, semuanya pake jahe sm kayu manis sj, ga ada yg pake kunyit, knp ya mb? Apa ada pertimbangnnya?
    Tapi kl aku campur semua rempah jahe, kayu manis n kunyit dlm 1 masker, gmn mb? Brp kali seminggu boleh dipake masker full rempah kyk gtu?
    maaf mbak byk nanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh2 aja kok jahe, kayu manis, kunyit dicampur jadi 1.
      kunyit lebih mengeringkan kulit daripada jahe & kayu manis (menurut pengalamanku) jadinya nggak aku campur
      padahal antioksidan & antimikroba di ketiga rempah itu hampir sama efisiensinya

      Hapus
  13. ka Lintang, kalo misalnya pengen ngecek kecocokan sama salah satu bahan dan dipake single used itu harus ada jeda beberapa hari buat liat reaksinya atau bisa langsung ya? apa bisa di oles didaerah belakang kuping sama daerah lengan dalam juga? sama kaya cek sensitifitas produk skincare pabrikan. Makasih sebelumnya :)
    Desvi

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya 1 hari bisa langsung terasa. soalnya banyak yg cerita habis maskeran pakai bahan alami tertentu besoknya langsung muncul jerawat.
      untuk ngecek bahan alami lengan dalam nggak terlalu sensitif, tapi bagian belakang kuping masih bisa. leher juga bisa sih.
      sama2 desvi..

      Hapus
  14. Hai lintang, thanks buat postingan DIY yang selalu update ya. Mau request bahas mengenai kangen water boleh? Penasaran apa iya beauty water dan acid water bagus untuk wajah? Siapatau bisa jadi next article. Ditunggu yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 theodora..
      iya deh, kapan2 aku buat artikelnya. aku harus pendalaman materi dulu nih hehehe..
      oke..

      Hapus
  15. hai mba Lintang, sekedar bagi2 info aja. dulu waktu ke Thailand, ke pabrik madu gitu ya. Disana dijelasin, kalo bisa kalo ambil madu itu pake sendok yang dari plastik aja. Biar manfaat dari madu nya sempurna gitu (CMIIW) :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho, memangnya itu pabrik nggak pakai honey extractor & pasteurizer? soalnya pabrik madu sendiri biasanya pakai peralatan dari logam. kok aneh malah ngomong begitu hehehe..

      btw aku udah nulis mitos seputar madu disini:
      http://randomandquick.blogspot.com/2014/10/mitos-dan-fakta-seputar-madu.html

      Hapus
  16. mbak lintang, aku mau tanya dong. Sedih bgt nih, mukaku skrg banyak bekas item2 abis kena cacar air. Boleh minta saran, diy masker yg ampuh buat ngilangin bekas cacar yg mana? soalnya byk bgt resepnya jadi bingung. hehe, tp suka yg ada kunyit2 gt sih. makasih mbak. salam kenal. Vivi

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo banyak bekas item coba deh masker beras kencur +bengkoang
      untuk pelembabnya coba DIY vit C & E serum
      kunyit kurang ampuh buat mengatasi noda hitam, tapi buat menghilangkan belang bisa

      Hapus
  17. Kalau apel bagaimana kak? Lebih bagus mana pisang atau apel utk anti aging?

    BalasHapus
    Balasan
    1. apel merah lebih bagus daripada pisang. yg lebih bagus lagi anggur hitam

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah