Senin, 27 Oktober 2014

DIY Toner Beras Timun

Halo pembaca..

Kali ini saya mau berbagi resep toner yang simpel. Akhir-akhir ini saya suka toner yang simpel untuk selingan toner-toner saya yang lain, tapi toner yang satu ini juga bisa difermentasi. 

Bahannya cuma air rebusan beras, air timun, ar jeruk nipis. Fungsinya apa? Banyak. Nanti dilihat aja di deskripsi ingredients ya.


Bahan :

Air ........................................... 100 ml
Beras putih ............................... 2 sendok makan
Timun ukuran sedang .............. 1/2 buah
Jeruk nipis ...............................  seiris kecil


Jeruk nipis yang diperlukan


Cara membuat :

1. Rebus beras dengan 100 ml air sampai mendidih tapi tidak perlu sampai matang menjadi nasi.


2. Sisihkan airnya, dinginkan.

Airnya saja yang dipakai
Berasnya dapat dihancurkan lalu digunakan sebagai masker

3. Sementara itu parutlah timun, lalu peras airnya.

Timun yang sudah diparut

Kita hanya butuh airnya
Ampas timun juga bagus untuk masker, bisa dicampur dengan beras rebus

4. Campurkan air rebusan beras yang sudah dingin dengan air timun.


5. Tambahkan air perasan jeruk nipis.


6. Pindahkan ke botol, simpan di kulkas (tahan 1 minggu). 


Jika mau difermentasi. tambahkan 1 sdt madu dan 1/2 sendok teh ragi roti ke dalam botol. Tutup rapat, biarkan selama 2 jam di suhu ruang. Setelah itu dimasukkan ke kulkas untuk menghentikan proses fermentasi. 

Toner yang difermentasi daya tahannya lebih singkat (hanya 3 - 4 hari di kulkas).

Cara pemakaian

Kocok dahulu agar airnya bercampur dengan endapan karena zat-zat penting terkandung di endapannya. Gunakan sisi kapas bagian belakang untuk ditepuk-tepukkan di wajah. Toner ini digunakan setelah mencuci muka ketika muka masih lembab. Tidak perlu dibilas lagi.

Yang ditepukkan di wajah adalah kapas bagian belakang supaya kulit kita tidak terkena serpihan endapan toner

REVIEW

Kulit saya sekarang bertipe normal cenderung kering. Beberapa bulan yang lalu jenisnya sangat kering, saking keringnya sampai flaky terus.

Toner ini nggak menambah kekeringan di kulit saya, justru melembabkan meskipun tidak difermentasi. Yang difermentasi lebih melembabkan, cocok untuk kulit dehidrasi.

Soal mengecilkan pori, sepertinya sama aja antara yang fermented dan non fermented.

Untuk mencerahkan efeknya belum terlihat karena masing-masing baru saya pakai 1 minggu. Hasilnya lumayan mirip.

Untuk menyembuhkan jerawat lebih cepat yang fermented.

Baik yang fermented maupun non fermented bisa mengontrol kilap. Muka menjadi tidak berminyak (meskipun saya juga pakai sunblock cream), keduanya bisa mengontrol minyak dari sunblock.

Kesimpulannya
(+) Mengontrol minyak tanpa membuat kulit menjadi kering
(+) Melembabkan dan membuat kulit terasa segar
(+) Jika difermentasi lebih cepat mengatasi jerawat
(+) Mengecilkan ukuran pori-pori jika dipakai rutin, pori-pori lebih ringkas jika toner dalam keadaan dingin

(-) Yang tidak difermentasi kurang cepat menyembuhkan jerawat
(-) Yang difermentasi daya tahannya lebih singkat
(-) Jika dipakai di siang hari harus disertai sunscreen karena air jeruk nipis dapat menyebabkan fotosensitivitas jika terpapar sinar matahari

Tentang Ingredients



Beras dari tanaman padi (Oryza sativa) mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi kulit, antara lain :
Vitamins
Thiamine (B1)
(6%)
0.0701 mg
Riboflavin (B2)
(1%)
0.0149 mg
Niacin (B3)
(11%)
1.62 mg
(20%)
1.014 mg
Vitamin B6
(13%)

Vitamin B kompleks terutama thiamine, riboflavin dan niacin sangat efektif untuk mengurangi tanda-tanda penuaan seperti hiperpigmentasi dan fine wrinkles, terutama apabila dikombinasikan dengan vitamin E.

Selain itu beras juga mengandung :
  • Allantoin dengan kadar bervariasi antara 70 - 171 mcg per gram beras : Allantoin berfungsi untuk melembabkan kulit. Sifatnya juga anti inflammatory, dapat mendinginkan kulit, terutama setelah mengalami sunburn.
  • Asam amino : lysine, methionine, tyrosine, phenylalanine, leucine, isoleucine, threonine, valine. Kadar protein dalam beras yaitu sekitar 7,13 g/100 g. Protein dibutuhkan untuk regenerasi sel. Lysine dan methionine diperlukan dalam sintesis kolagen.
  • Asam lemak : linoleic & linolenic, myristic, palmitic, palmitoleic, stearic acid. Asam lemak dapat melembabkan dan menjaga elastisitas kulit.
  • Methanol extract : untuk menghambat aktivitas enzim tyrosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin.
  • Ferulic acid : merupakan antioksidan yang terdapat pada dinding sel tanaman. Ferulic acid sangat baik jika dikombinasikan dengan vitamin C dan E karena sifatnya menstabilkan kedua vitamin tersebut.
Air rebusan beras dipakai dalam DIY skincare untuk :
  • Mencerahkan kulit dan mengurangi flek hitam
  • Menghaluskan dan melembabkan kulit
  • Mengontrol sekresi sebum sehingga kulit bebas kilap
  • Menjaga elastisitas kulit, memperlambat munculnya fine wrinkles
  • Mendinginkan dan menenangkan kulit, mengobati sunburn 
Sebaiknya air beras diolah dulu ya, misalnya direbus seperti yang saya lakukan. Pernah kan mendengar ada orang yang mengeluh kulitnya perih, gatal, panas, dan jerawatan karena pakai air cucian beras? Itu karena beras mengandung zat anti nutrisi seperti oryzacystatin dan allergen. 

Beras untuk dikonsumsi dan DIY skincare harus diolah untuk menghilangkan zat anti nutrisi sebagai berikut

  • asam fitat : tidak baik untuk pencernaan karena mengurangi pemanfaatan mineral  dan protein (dengan mengikat kalsium, fosfor, zat besi dan protein).
  • trypsin inhibitor  : mengurangi kecernaan protein di usus
  • hemaglutinin-lectin : mengurangi kecernaan nutrien karena mengikat reseptor karbohidrat di saluran pencernaan
  • oryzacystatin (enzim yang mendegradasi protein) : tidak baik untuk pencernaan, juga untuk kulit karena sel-sel kulit mengandung protein
  • allergen : dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit
Mengetahui cara pengolahan bahan itu penting. Seringkali ada orang menyalahkan bahan-bahan alami sebagai penyebab memburuknya kondisi kulitnya, ternyata cara mengolahnya yang salah.


Timun (Cucumis sativusmengandung senyawa cucurbitacin dan cucumerin yang bersifat sebagai antioksidan dan anti peradangan. Mengandung vitamin K (16%), C (3%), B1 (2%), B2 (3%), B3 (1%), B5 (5%), B6 (3%), B9 (2%), A (1%).Kandungan vitamin B5 (panthotenic acid) pada timun bermanfaat untuk menahan air sehingga kulit tetap lembab. Vitamin C dan A dapat menstimulasi pembentukan kolagen dan mengurangi hiperpigmentasi. Timun digunakan untuk :
  • Memperlambat timbulnya kerut
  • Mengurangi pembengkakan (terutama di area mata)
  • Mengobati iritasi dan sunburn
  • Mengontrol sekresi sebum 
  • Mengecilkan pori-pori
Jeruk nipis (Citrus aurantifoliabanyak digunakan dalam DIY skincare karena dapat :
  • Menghilangkan sel kulit mati penyebab kulit kusam
  • Mencerahkan kulit (menghilangkan hiperpigmentasi) karena kandungan vitamin C yang tinggi
  • Mengontrol sebum
  • Mengobati jerawat
  • Mengecilkan pori-pori
  • Menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat
Jeruk nipis juga terkenal sebagai antimikroba alami. Bakteri yang dihambat oleh air jeruk nipis cukup banyak, meliputi bakteri Gram positif dan negatif, juga Candida albicans  yang sering menyebabkan masalah kulit dan kelamin.

Komponen penyusun aroma pada jeruk nipis sangat banyak, antara lain α-pinene, α-thujene, β-pinene, sabinene, myrcene, α-terpinene, d-limonene, γ-terpinene, para-cimene, α-terpinolene, linalool, cis-α-bergamotene, terpinene-4-ol, neral, α-terpineol, β-bisabolene, geranial, geranil acetate, nerol, geraniol, citral. Selain memberikan aroma, sifatnya juga antimikroba dan antioksidan. Jeruk nipis juga tinggi vitamin C yang bisa mengurangi hiperpigmentasi dengan menghambat aktivitas enzim tyrosinase yang berperan dalam pembentukan melanin. 

Sekian resepnya. Semoga bermanfaat ya!

Referensi

Disclaimer
  • Review ini berdasarkan pengalaman pribadi, hasilnya dapat berbeda-beda di setiap orang tergantung kondisi kulit, bahan yang digunakan, dan kecocokan terhadap bahan.
  • Artikel ini boleh dicopy atau dikutip dengan sedikit perubahan dengan mencantumkan link blog ini sebagai sumbernya.



44 komentar:

  1. Rata2 toner dr timun dipasaran itu ngeringin pdhl timun sendiri klo bkin sendiri ga bkin kering.. Hm

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena yg komersial udah ditambah alkohol, jadi bikin kering.. timun sendiri sih sifatnya melembabkan

      Hapus
  2. Hai Lintang, sempet beberapa baca blog kamu..
    ada bbrp tanaman yang fungsinya mencerahkan muka yaah?
    Ada seledri, terus yg ini pake air rebusan beras.. mau nanya dong, nih aku hbs aktivitas olahraga outdor, perasaan jadi agak tanning kulitku haha.. untuk efek mencerahkan atau paling nggak meratakan, menurutmu yg paling nampol yg apa yaa? Thanks
    Widya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, banyak banget bahan yg bisa mencerahkan kulit.
      aku sebutin bahan & kandungannya yg paling nampol ya : jeruk nipis (vit C), pepaya (vit A & C),bengkoang (daidzein, daidzin, genistin), jamur kuping putih (kojic acid), jamur shitake (kojic acid).

      nah tinggal dipilih aja mana yg cocok, dicampur juga boleh tapi liat2 dulu jenis kulit. kulit sensitif jangan pakai kojic acid.

      Hapus
    2. Ohh gitu yaaa.. Kalo jeruk nipis kayanya terlalu perih di kulitku, kojic acid juga hihi..
      Mungkin yg paling memungkinkan adalah pepaya sama bengkoang hihi... Mau tanya dong kalo bengkoang kan bisa dikeringin dijadiin masker.. Kalo pepaya bisa ngga yaa dikeringin terus dijadiin masker hihihi biar awet.. Soalnya ada yg udah cobaa di femaledaily dan hasilnya berlendir gt haha..

      Hapus
    3. wah aku salah nulis, yg jamur kuping putih nggak mengandung kojic acid tapi glucuronoxylomannan, gentisic acid & coumaric acid. lebih mild dari kojic acid di shitake tapi masih cukup harsh buat aku.
      ya, pepaya & bengkoang paling mild.

      pepaya matang yg udah oranye & empuk kalo dikeringkan hasilnya nggak powdery. ya, memang berlendir gitu. cocoknya dipakai segar.

      tapi pepaya mentah yg keras bisa dikeringkan & dijadikan serbuk. hanya saja fungsinya beda, pepaya mentah tinggi kandungan enzim papain nya, tapi vit A & C nya nggak banyak. makanya pepaya mentah cocok buat eksfoliasi, tapi buat mencerahkan kurang.

      Hapus
  3. Hi Lintang..ini Kemya..
    Bisa nggak berasnya diganti pake kacang kedelai..? Pengen nyobain pake kacang kedelai..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai kemya..
      iya, bisa diganti rebusan kacang kedelai.. direbusnya jangan sampai matang banget

      Hapus
  4. Hai lintang, salam kenal :)
    Aku udh nyoba bikin toner storm dan toner timun utk kecilkan pori, sukaak.
    Utk yg ini blh g klo airny dgnti air oksigen? Trs mblenderny dtambah sledri?
    Makasih yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo estika, salam kenal ya..
      hehe aku seneng kalo tonernya cocok di kamu.
      air oksigen cocoknya buat toner yg tinggal dicampur (nggak direbus), sayang banget oksigennya jadi ilang selama proses merebus.
      dikasih sledri boleh banget
      sama2..

      Hapus
  5. waahh..resep baru..bahan2 nya gampang..
    cuuuss bikin..mumpung ada bahan2 nya..hihi,
    makasih kak resepnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bahan2 & cara bikinnya gampang banget
      dicoba ya..
      sama2

      Hapus
  6. wuihh ada resep baru lagi. aku cocok bgt ma hulk toner mbak, beneran bisa ngecilin pori2ku yg segede gaban. pingin nyobain toner yg ini jg ah. makasih mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg hulk toner ngefek di kamu ya? wah aku ikut seneng..
      yuk coba yg ini juga, semoga cocok.
      sama2..

      Hapus
  7. udah langsung aku buat nie lintang, pas semua bahan ada. cuma diganti ketan hitam berasnya, sayang soalnya didiemin aja. hasilnya, lumayan lembab di aku,pdhal jeruk nipisnya agak ditambah 2x dosismu (hehehe). kulit pdhal tipe kering (dehidrasi) tp oly, cuma stlh rajin skincare homemade dah mulai balik kesebelumnya kombinasi agak oily. nah, pake toner ini maknyusss lg kehabisan toner jg pelembab, aku bawa aja ke kantor dikit ganti pelembab (ini tahan ga sie diluar kulkas). tp hari ini aku trial sie, lembabnya ok lho utk ruangan AC jg, entah lah. single use only toner ini aja....kereeennn (jd super ingirit bgt lho) :D .thanks ya lintang, dwi nur

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo dilihat dari bahan2nya kayak nggak moisturizing ya, padahal sebenernya nampol banget buat melembabkan hehehe..kulit kering aja bisa pakai ini
      kulit dehidrasi itu nggak enak banget, bingung milih skincarenya. dikasih yg rich malah bikin banjir minyak, dikasih yg oil control tambah gersang. untunglah kalo bisa diobati dengan yg homemade.

      kayaknya kalo di ruang AC yg dingin pelembab ini masih tahan sih, yg nggak tahan itu kalo di suhu ruang (25 derajat atau lebih)
      hehe.. sama2 mbak..

      Hapus
  8. ciee yg baru aja wisuda, selamat yaa udah punya gelar M.Si. skrg :)
    sukses terus, ilmu yg kmu punya bermanfaat utk masyarakat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ribay.. hehehe
      kemarin pak rektor undip di pidatonya berpesan, kaum intelektual harus bisa memberikan sesuatu yg berguna untuk masyarakat. aku juga pingin begitu.

      Hapus
    2. Cie kak Lintang Selamat yaa :*
      Sukses selalu kak
      Intan.

      Hapus
    3. makasih ya intan..
      sukses selalu untuk kita semua

      Hapus
  9. Kenapa g dijadiin ice cube???? Klo mau pake tinggal ambil... Ak baru coba jus pepaya , tomat ,timun. Ak blender sama air dikit. Klo mau pake sbg campuran masker ato toner tinggal ambil hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sari buah yg dijadikan ice cube memang terasa segar & keliatannya bisa merapatkan pori. tapi untuk penggunaan yg terlalu sering itu kurang baik.

      suhu ideal untuk sel kulit & sel tubuh lainnya adalah 37 derajat celsius. dengan suhu segitu sel bisa bermetabolisme dengan normal. supaya sel kulit metabolisme & regenerasinya normal, suhu air & skincare yg baik adalah mendekati 37, di atas 30 sudah baik.
      es & air dingin terlalu ekstrim buat kulit.

      kalo pakai toner pun setelah aku tuang ke kapas nggak langsung akau pakai, tunggu sampai nggak terlalu dingin.
      aku bener2 menghindari air yg terlalu dingin atau panas buat cuci muka. apalagi es. di website2 kesehatan juga dibilang suhu yg terlalu ekstrim nggak baik untuk kulit.

      Hapus
  10. cieee kak lintang udah lulus S2
    keren bgt kak,, kakak udah baik hati, ramah, gak pelit ilmu pula :)
    taun ini aja aku br lulus s1, pgn lanjutin tp mau buka usaha kecil2an dl..hehe
    selamat kak lintang,, semoga makin sukses, dan semoga cita-cita kakak tercapai, bisa bermanfaat buat keluarga&masyarakat :) dan tentunya makin sering bagi resep diy lagi..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ya..
      selamat juga untuk kamu yg udah lulus S1. yuk lanjut S2. temenku juga ada yg buka usaha setelah lulus S1 & sekalian lanjut S2. kalo aku sih nggak bakat jadi pengusaha hehehe
      thanks.. sip, aku akan sering2 bagi resep DIY

      Hapus
  11. Wah mbak Lintang udah lulus S2 rupanya.. selamat ya :D
    Mau curhat ah mba, kemaren aku bikin hulk toner, berhubung ga punya blender, aku blend di tukang jus. Saman tukang jusnya hampir di kasih gula -_- wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih resty..
      hehehe.. tukang jusnya nggak nanya2 dulu nih. untung belum terlanjur dikasih gula

      Hapus
  12. Hai, Mbak Lintang. Selama ini hanya silent reader-nya tapi more action gitu. Pertama kenal blog ini karena cari resep buat pitera. Eh gak hanya pitera tapi hampir semua produk DIY saya coba.
    Mbak, mau request artikel boleh gak? Gini, akhir2 ini teman saya lagi giat2nya menawari produk asal korsel sec*** k** yang katanya mirip2 sama produk sk** asal jepang. Katanya sama2 pitera. Memang saya tidak coba kedua produk tersebut tapi ada yang bikin saya penasaran. Kalo produk jepang piteranya disebut saccaromyces, yang korsel disebut galactomyces. Sudah cari berbagai artikel dalam negeri, hasilnya gak begitu jelas dan akhirnya malah membandingkan harga 2 produk ini. Mau cari artikel luar negeri, bahasa inggris pas-pasan.
    Tolong dong mbak, kalo mbak ada waktu, jelasin dong perbedaan dua jenis pitera ini. Saya mohon maaf kalo saya terkesan memaksa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saccharomyces & Galactomyces itu masih 1 kelas & ordo tapi beda famili & genus.

      kan urutan dalam taksonomi itu kingdom (kingdomnya sama, yaitu fungi/jamur), phylum/division, class, ordo, family, genus, species.
      makin ke bawah makin banyak kesamaannya.

      Saccharomyces & Galactomyces itu nama genusnya. species Saccharomyces bisa Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces boulardii dll.
      species Galactomyces ada Galactomyces geotrichum, Galactomyces candidum.

      2 jamur itu jenis yg berbeda tapi sifatnya hampir sama. substrat (molekul yg dimanfaatkan) sama, yaitu karbohidrat, yg dihasilkan juga alkohol & gas karbondioksida. ada sedikit perbedaan antioksidan yg dihasilkan.
      kalo ditanya bagusan yg mana, dua2nya sama bagusnya.

      Hapus
  13. lintang, mau nanya dong. kalau pakai 2 toner berurutan boleh ga? kan aku ada toner STORM sama toner beras timun ini. trimikisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh..aku juga sering gitu. tapi tonernya jangan dicampur dalam 1 botol

      Hapus
  14. Ga coba oil2 an lain selain olive oil mba?? Td ak ke supermarket liat sunflower oil.. 23 rb only. Kira2 dibuat apa ya enaknya. Sunflower oil kan bagus mba. Selain it ak liat soybean oil, corn oil.. Hehehe. Di luar sana klo oil2 an djual bebas. Termasuk essential oil. Klo d sini susah. Baru2 ini liat itu aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg pernah aku coba : olive oil, coconut oil RBD (refined, bleached, deodorized), VCO, grapeseed oil, canola oil, rice bran oil
      aku kurang suka oil, hasilnya nggak terlalu bagus di aku. memang melembabkan & mengurangi peradangan jerawat tapi bikin komedo makin subur.
      makanya di DIY buat muka aku nggak pernah pakai bahan oil2an. paling aku buat pelembab badan atau masker rambut aja.

      Hapus
    2. komedo yg kyk nasi gt??? iy bener ih, pdhl bkin kenyal kulit loh hmmm~

      Hapus
    3. yg muncul komedo segala macem dari yg terbuka & tertutup. repot ngilanginnya..

      Hapus
  15. Mba lintang toner ini ditambah seledri bisa g ya,pgn dpt manfaat toner hulk jg,biar skalian bikinnya he2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bisa. dikasih seledri efek ngecilin porinya jadi lebih ok

      Hapus
  16. hai hai mbak lintang :)
    suka blogmu . keren deh apalg aku paling nampol rice mung bean cuma aku modif lg he he
    mbak aku mau nanya lake toner+nasi muka gatel kyk bentol+bruntusan
    ni nyoba toner beras timun suka pas awal2 3 harian oke sampe hair ke. 4 plus pembuatan yg kdua aku kurangi dosis timun ma air beras kok muka Jd gatel+ beruntusan silih berganti, beras sblum d rebus d cuci dlu kan Mbak? soalnya aku cuci flu
    knp bisa gak ocok ya huhu. Btw kulitku acne prone
    mohon pencerahan mbak :') makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai lea.. makasih ya
      oh, itu kulitmu sensitif dengan kandungan pada beras. meskipun udah diolah kadang zat antinutriennya masih tersisa sedikit. untuk kebanyakan orang biasanya nggak apa2, tapi untuk orang yg benar2 sensitif bisa berpengaruh banget. apalagi kalo zat antinutrien itu bercampur air.
      jadi saranku hindari aja DIY yg mengandung beras/nasi, terutama yg untuk toner.
      sama2..

      Hapus
  17. itu juga berlaku untuk beras lainnya ya mbak?
    oh iya tolong infoin mbak toner fermentasinya bahannya bisa pake apa aja? yg bisa d pake sering2, misalnya bisasa di.pake siang malam, fokus mau ilangin bekas jerawat,alhamdulillah kalo bisa nyerahin juga hehe
    mohon pemcerahannya ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, untuk semua beras.
      pakai umbi2an bisa mencerahkan & menghilangkan noda bekas jerawat. misalnya ubi ungu, kentang. tapi dikukus dulu ya, supaya zat2 antinutrisinya ilang.
      bengkoang juga bisa, tapi sering clekit2 di kulit yg sensitif

      buah2an juga boleh, misalnya pepaya, strawberry (dikasih madu dikit waktu fermentasi) dsb.

      Hapus
  18. Kak lintang.. Itu berasnya mesti dicuci dulu gak? Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, harus dicuci biar bersih. nggak mungkin kan menempelkan barang kotor ke muka hehehe..

      Hapus
  19. Ka lintang. Ada gak diy buat perawatan biar gak ada kantung mata gitu. Atau mengatasi mata panda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba black toner. paling gampang sih air seduhan kopi, kopinya boleh dicampur air timun

      Hapus

Semua boleh komentar & kritik, asalkan jangan menyinggung suku, agama & ras, juga jangan menyebar spam. Spam berupa iklan dsb. akan dilempar ke tong sampah